NovelToon NovelToon
Antagonis Couple

Antagonis Couple

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Antagonis / Antagonis Jahat / Cintapertama
Popularitas:55.7k
Nilai: 5
Nama Author: ka nvi

Stella seorang pegawai pajak, tiba-tiba terbangun di sebuah novel berjudul "love Anastasya", dia tak percaya namun sedetik kemudian rasa senang melingkupi hati nya.
akhir nya impian nya masuk ke dunia fiksi bisa terwujud.

Namun kesenangan itu berubah menjadi keresahan ketika mengetahui dia masuk ke tubuh antagonis anak tunggal kaya raya, yang berakhir mengenaskan.

Stella pun mengambil langkah berani, dengan keluar dari alur, dan menjalani kehidupan nya sendiri, namun akan kah semudah itu?.

Apalagi ketika tanpa sadar terlibat dengan antagonis pria, yang paling berkuasa di dunia novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ka nvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

antagonis

Brakkkkkkk

Suara pintu terbuka, Stella muncul dengan wajah panik nya, Damian yang tadi nya sudah putus asa, serasa mendapat kan kembali harapan nya, walau hati nya ragu, akan kah Stella menolong nya?

Roya berdecak kesal melihat seorang gadis remaja yang membuka pintu kamar nya tanpa ijin.

Stella membulatkan mata nya, melihat keadaan Damian yang berantakan, apalagi melihat wanita dewasa, ah ralat terlihat tua, walau terlihat glamor dan wajah yang di penuhi perawatan mahal, menatap nya marah.

"Siapa kau berani nya masuk ke ruangan ini hah! "

Stella menatap angkuh wanita dewasa yang sudah mengenakan kardigan tipis itu, walau percuma saja Stella sudah melihat tubuh itu yang nyaris telanjang.

Stella melirik Damian yang memejamkan mata nya, wajah nya begitu pucat, dengan kesal Stella menatap wanita itu, sembari bersidekap dada.

"Bibi.. sepertinya anda menganggu orang yang salah. Pergi dari sini kalau tak ingin mendapat masalah! "

Seru Stella angkuh, Roya menatap kesal dan marah pada Stella. "Cih Siapa kau, berani nya, kau yang pergi dari sini, sebelum bawahan ku ke sini!! "

"Bibi dia orang ku... ah sebetulnya aku tak ingin berdebat, tapi seperti nya bibi ini tak suka cara simple. "

"Aku Stella Rose Victoria, aku mengenal mu bibi, sebelum ku viralkan banyak video tak baik tentang mu, pergilah! "

Ucap Stella datar, menatap dalam wanita tua di depan nya ini.

"K.Kau... Putri dari Vic..ctoria." seru nya terbata-bata. Pantas saja wajah gadis ini begitu familiar.

"Kau mengingat ku Bibi, pergilah, sebelum kau mendapat kan akibat nya. "

"bb_bbaik lah, ak-aku pper_gi." seru nya mengambil pakaian nya dan tas nya terburu-buru.

"Tunggu, Minta maaf lah pada orang ku!"

"Maaf, maaf, ampuni saya."

Roya pun pergi dengan panik, dia akan membuat perhitungan dengan Tristan, kenapa memberikan orang yang tak dapat di ganggu.

Stella menghampiri Damian yang sudah lemas sekali. Stella melepaskan tali di tangan dan kaki nya itu, membuat Damian terbebas.

"Damian, kau tak apa kan, dia belum melakukan apapun kan? hei kita ke rumah sak_"

"emmhh... "

Ucapan Stella terhenti ketika Damian menyambar leher putih nya dengan brutal, sekilas pikiran Stella menjadi kosong.

"Dam.. mian emh... lep_as, kau.. huh. " seru Stella berusaha melepaskan diri.

Namun Damian yang terduduk di depan Stella, Terus menyesal leher putih itu seperti kehausan, terus maju mengenai rahang, hingga pipi, Stella berusaha mendorong Damian.

Damian menatap sayu pada Stella, "Ssttt Stella, uh.. panas sekali" lirih nya.

"Sistem, tem bantu gue, gimana ini?! "

"Nona anda masuk di saat yang salah, anda mendengarkan ucapan ku tadi tidak! "

"Ck ucapan apa, ini gimana ini, bahas nya nanti saja, bantu aku!" seru Stella panik.

Terkadang Damian menghentikan sesapan nya pada leher Stella, berusaha mengendalikan diri nya, namun sulit karena obat itu, efek nya sudah menguasai tubuh Damian, ingin sekali menerjang Stella, namun kewarasan nya masih ada sedikit.

"Hubungi Dokter Nona, Dokter pribadi anda saja, "

" Ah iya. " Stella dengan bersusah payah menghubungi Dokter pribadi nya

"Hallo, haloo, kesini cepat dokter, ah alamat nya di Club gen Z, segera. "

Stella akhir nya berhasil mendorong tubuh Damian, berdiri hendak keluar, namun tangan kekar menahan nya mendorong tubuh Stella ke arah ranjang.

bruk

Stella berusaha akan bangkit, namun Damian sudah menindih nya, membisikan sedikit kata di telinga Stella.

"Maaf.. maaf Stella, tapi ini stt...panas sekali. "

Ucap nya dengan ter engah engah, jelas sekali Damian menahan diri sedari tadi.

"Dokter sebentar lagi akan kemari Damian, kau, tahmmmm... "

Ucapan Stella terhenti, Damian membungkam bibir nya, mempertemukan bibir tebal nan tipis itu, melumat tergesa-gesa.

"emhhh... "

"Stel_a uh, aku tak tahan.. bagaimana in_i.. " seru Damian berusaha mengendalikan diri nya, meneteskan air mata nya, menunjukan betapa berusaha nya dia menahan diri.

Namun setelah itu Damian mengecup ngecup kecil leher Stella, kedua tangan nya menelusuri pinggang ramping itu lalu berhenti di perut datar nya. Mengusap nya pelan, membuat Stella merinding.

Setelah nya melumat bibir Stella lagi dengan tergesa gesa, tubuh meraka hampir rapat, namun Damian masih berusaha menyanggah tubuh nya menggunakan kedua tangan nya.

"Sistem!!! lakukan sesuatu, buat pingsan! atau apalah, aku tak mengerti cara nya!! "

"Tak bisa Nona... ini masih terikat alur, hanya anda yang bisa menghentikan nya, obat nya terlalu kuat! "

"Dasar sistem gak guna! ah gimana ini!"

Stella hampir terlena oke, namun kewarasan nya masih tersisa mendorong Damian ke samping nya.

Damian memeluk Stella dari Samping, menyerukan wajah nya di leher yang sudah banyak sekali tanda tanda merah itu.

Stella merasakan leher nya basah, "Panas Stella, panas hiks... "

Stella terkejut, Damian menangis, bagaimana ini, tak mungkin mereka melakukan nya, memberikan pemanasan pun Stella tak berpengalaman.

Tubuh kedua nya semakin merapat, tatkala Damian yang semakin menempel kan diri nya, Stella meraih wajah Damian yang memerah, nafas nya pun memburu. meraih tengkuk itu, lalu.

Mendekatkan diri nya menyatukan kedua bibir itu, melumat kecil yang di balas Damian dengan panas, merasa mendapat lampu hijau tangan Damian mulai bergerilya, menulusuri punggung Stella, hingga pinggang, dan paha.

Brakkk

Suara pintu terbuka, membuat Stella tersadar mendorong Damian, bangkit, buru-buru merapikan diri nya, dan mengusap bibir nya yang membengkak, sedangkan Damian memperhatikan Stella dengan nafas memburu.

Dan benar saja Dokter pribadi nya datang, bersama Supir, hah, supir pribadi nya, aduhh habislah sudah, seperti nya Stella akan ketahuan berada di club oleh orang tua nya.

Pasti nya karena Dokter ini, ya orang suruhan Papah nya, kalau tidak seperti itu, bagaimana lagi Stella bisa menolong Damian kan? huh.

"Dokter cepat tolong dia. "

Dokter dan supir itu menatap keadaan Damian yang sudah kacau, aih para remaja nakal ini, pikir meraka.

Melihat meraka yang terfokus pada Damian, Stella memperbaiki lagi penampilan nya, jangan sampai meraka curiga, ya walau pun sudah sih.

...****************...

1
ega wanty
'Enyah' maksudnya ya kak?
ega wanty
ini jagoh nya Stella itu serba salah...dijahatin ending nya mati ama Damian, gk dijahatin mati lagi oleh sistem, si Damian ikut2an lagi kayaknya😑🙄
falea sezi
males pake ada sistem segala jd ngatur 😒 skip lah
Kevandra
.
unabana cristal
sweater ya sweaterrrr bukan switer
Indo Pride
lanjutkan thor... suka banget ceritanya
lexxa
butuhhh lebihh banyakkkkkkkkkk
lexxa
up banyak² thorrr,,,,semangatt!!!!
RAhayu
mana bisa, aku aja kalau baca novel saking seriusnya sampai ke bawa mimpi
lexxa
bibit obsesi nihh
Ran Z
lanjut kan kak😄 plisss🙏
khzaa
kapan lanjut thorrrrr

semnagattt💪😍😍😍
khzaa
BAGUS BETTTT
Fahreziy
nexk
Hikam Sairi
saya juga pusing yg baca 🫵🫵🫵🫵🫵🫵🫵🫵😂😂😂
Alissia
😭😭🤣🤣
Alissia
damian modus sama ayang🤭🤣
Alissia
🤣🤣
Alissia
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Syarifah Norafisam
semoga bersambung cerita ini.saya suka membacanya banyak kali kerana saya suku karakter yang terdapat dalam cerita ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!