Hallo guys ini novel pertama aku, maaf kalo banyak typo
Novel ini menceritakan
Seorang anak perempuan berusia 13tahun yang menyaksikan pertengakaran kedua orang tuanya, karena sang ayah mempunyai istri dan anak selain momy dan dirinya.
anak itu bernama RANIA PUTRI HERMAWAN, anak dari pengusaha sukses nomor1 se Asia HERMAWAN COMPANY.
7tahun kemudian
Rania berganti nama menjadi RANIA PUTRI REGANINDRA dan menjadi ceo di REGANINDRA GROUP perusahaan nomor 2 di dunia menggantikan sang kakek, selain itu ia juga ceo di RPR COMPANY yang di dirikannya sendiri tanpa sepengetahuan momy, nenek, dan kakeknya dan menjadi leader misterius mafia terkejam nomor 1 didunia GOLD DRAGON.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ayu candra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua belas
Makam
Rania berusaha tegar dan tidak ingin terlihat sangat terpuruk, ia tampak kosong memandangi makam momy yang sangat disayanginya itu. Daniell melihat wanita yang di cintainya terpuruk ia merasakan sedih dan sakit dihatinya.
" Mommy sekarang sudah tidak merasakan sakit lagi, apa momy bahagia disana? " monolog Rania
" Honey, ayo kita pulang, kamu belum istirahat dari kemarin” bujuk Daniell
Rania tidak menghiraukan ucapan Daniell dan tetap menatap kosong ke makam momynya
" Honey ayo kita kembali, apakah kau tidak kasihan kepada grandpa dan grandma mu??" ucap Daniell mengelus kepa Rania lembut
Rania baru menyadari bahwa ia masih mempunyai grandpa dan grandma yang juga merasakan kehilangan seperti dirinya, ia tak mau egois kepada mereka... Rania beranjak dari makam momy nya, belum sempat melangkah ia sudah terhuyung lemas tidak mempunyai kekuatan karena dari kemaren dia tidak istirahat dan makan.
Daniell bergegas menggendong Rania yang akan jatuh ke tanah dan segera menuju ke dalam mobil mengantar Rania ke mansion Reganindra
Dalam mobil
Rania di senderkan kedalam dada Daniell dan dipeluknya dengan erat seakan akan ia adalah bayi yang sangat rapuh
" Hiks kenapa kenapagumam Rania
Sabar honey,, momymu sudah bahagia disana dan sudah tidak merasakan sakit lagi..sekarang tugasmu adalah hidup dengan bahagia dan perlihatkan senyummu untuk momymu diatas sana,, ia akan selalu ada dihatimu honey" ucap Daniell menenangkan Rania
Rania merasakan tenang di pelukan Daniell, dekapan Daniell terasa hangat membuat Rania ketiduran karena sudah kelelahan
Skip mansion Reganindra
Gerbang terbuka otomatis masuklah mobil Daniell dan mereka pun keluar,, dengan Daniell menggendong Rania yang tertidur di dalam pelukannya
" Tunjukkan kamar Rania " perintah Daniell pada pelayan
" Mari tuan" ucap pelayan
Pelayan membukakan pintu kamar Rania dan meninggal kan mereka berdua
" Saya permisi tuan" ucap pelayan
Daniell tidak menjawab dan merebahkan tubuh Rania yang masih memeluk Daniell ke atas kasur dengan pelan, saat ingin beranjak dari kasur,, Rania tidak mau melepaskan pelukannya dari Daniell. Lama kelamaan Daniell pun ikutan tertidur dengan saling berpelukan.
Menjelang malam Rania terbangun, ia merasakan berat di bagian perut dan melihatnya dan ternyata ada tangan yang melingkar di pinggangnya..ia melihat wajah Daniell yang terlihat tampan dan tidak menyebalkan pada saat tertidur
" Terimakasih kau sudah ada di sisiku pada saat aku terpuruk.. padahal aku selalu berbuat buruk padamu,," ucap lirih Rania tersenyum kecut
" Sama-sama honey, aku tidak akan membiarkan kamu merasa sendiri di dunia ini,, disini masih ada aku yang akan selalu menemanimu dan menyayangimu... aku mencintaimu dan akan selamanya seperti itu” bisik Daniell memeluk Rania
Mereka saling memandang manik mata lebih dalam dan Daniell semakin mendekat ke wajah Rania sampai nafasnya terasa jelas ke wajah Rania membuat mereka deg degan
Rania memalingkan wajahnya agar tidak merasa gugup tapi sebelum itu wajahnya di tahan oleh Daniell dan semakin mendekat. Daniell mencium kening Rania dan memejamkan mata, ia merasa nyaman
DEG DEG DEG
Jantungnya terasa berpacu sangat kencang, ia bingung ada apa dengan dirinya, kenapa merasa nyaman berdekatan dengan Daniell.
" Honey aku mencintaimu "ucap Daniell di depan wajah Rania
" A...Aku tidak tau apa yang aku rasakan,,kenapa dengan jantungku berdetak kencang sekali kalau dekat denganmu" ucap Rania dengan polosnya
Tiba-tiba Daniell mengecup bibir Rania, membuat dia melongo kaget dengan wajah polosnya
Daniell kembali mencium bibir Rania dengan lembut, melihat Rania masih diam saja, Daniell menggigit kecil bibir Rania, membuatnya membuka mulut, Daniell
langsung saja m_***** bibir Rania, ia pun membalas ciuman Daniell dan saling bertukar saliva sangat lama, membuat mereka kehabisan nafas. Daniell terpaksa menghentikan gerakannya sebentar dan meneruskannya lagi sampai suara ketukan pintu terdengar dari luar.
TOK TOK TOK
" Tuan...nona makan malam sudah siap " ucap pelayan
" Ya, kau pergi saja...kami akan segera turun" ucap Daniell
' Ah aku tadi berciuman dengan nya' batin Rania deg degan
" Honey, ayo kau cucilah mukamu dulu, agar terlihat lebih segar" ucap Daniell
Rania beranjak dari tempat tidurnya mengambil baju dan menuju ke kamar mandi
" Jangan mandi honey, nanti kau masuk angin!" ucap Daniell memperingati Rania karena dia lagi tidak enak badan
" Iya Daniell, aku hanya mengganti baju dan mencuci mukaku saja" ucap Rania jengah
Selesai ganti baju dan mencuci muka, Rania menuju meja riasnya untuk memakai bedak dan pewarna bibir agar tidak terlalu terlihat pucat. Di depan cermin Rania menangis mengingat momy nya yang saat ini sudah tiada.
" Honey jangan pernah menangis lagi, nanti momy sedih melihatmu seperti ini " ucap Daniell memeluk Rania dari belakang dan menyenderkan wajahnya ke pundak Rania
" Aku sudah kehilangan separuh hidupku Daniell, aku sangat menyayangi momy, dan dia sekarang meninggalkanku sendirian disini, kenapa momy tidak mengajakku Daniell? Hiks hiks " gumam Rania
Daniell membalikkan tubuh Rania agar berhadapan dengan wajahnya dan menatapnya lekat-lekat
" Husttt....
Honey jangan pernah berkata seperti itu lagi, kau masih mempunyai aku yang akan selalu ada disisi mu dan mencintaimu, dan jangan lupa masih ada grandpa dan grandma yang selalu menyayangimu..ingat baik-baik jangan pernah menangis lagi seperti ini honey,, hatiku sangat sakit melihatmu terpuruk seperti ini" kata Daniell menarik Rania ke dalam pelukannya
" Daniell terimakasih atas semuanya, terimakasih kau selalu ada disisiku,, menemaniku, maafkan aku selama ini aku bersikap kasar terhadapmu ” ucap Rania bersalah
" Tak apa honey, kenapa kau melow sekali " ucap Daniell menggoda agar Rania tidak menangis lagi
" Ih kau ini ya, aku baik malah kau membuatku jengkel lagi. Huh" ucap Rania melepas pelukannya dari Daniell
" Aku mau makan saja, pasti grandpa dan grandma menungguku " ucap Rania keluar kamar menuju ruang makan, yang di ikuti Daniell dari belakang
" Grandpa, grandma maaf aku turunnya lama" ucap Rania
" Tak apa sayang, mari kita makan dulu,, ayo nak Daniell" kata Grandma
" Iya, terimakasih grandma" jawab Daniell
" Jangan seperti itu nak, kau sudah kuanggap cucuku sendiri seperti Rania" ucap grandma
" Iya nek " ucap Daniell tersenyum kecil
Merekapun makan malam tanpa ada obrolan, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar.
maaf kalau banyak typo.
terimakasih
jangan lupa like komennya👍
Sukses thor
Emang bener ya, kalo makin tua tu makin kek anak kecil