NovelToon NovelToon
My Big Boss

My Big Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: sriyani

Pengusaha muda yang Arogan, angkuh dan dingin namun ketampanannya mampu menyihir semua mata wanita,ia adalah Regan Atmaja.

Regan adalah sosok laki-laki idaman semua wanita, parasnya yang tampan dan karirnya yang cemerlang di usianya yang masih muda membuat semua wanita ingin menjadi istrinya.Namun di belakang itu Regan mempunyai sikap yang begitu angkuh dan dingin, ia tak pernah peduli dengan semua orang yang berada di sekitarnya.

Masa lalu yang menyakitkan membuat hati Regan Atmaja tertutup dan menjadi sedingin es,hanya satu wanita yang mampu merubah hidupnya dan meluluhkan hatinya, ia adalah Bintang Ariana Putri yang tak lain adalah sekertaris barunya ..

Bagaimana bisa Regan mendapatkan hati Bintang dengan sifat Angkuh dan Dinginya itu?
yuk kita ikuti kisah mereka ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menghantui

Kau sangat menggemaskan jika sedang menyimpan amarahmu.

gumam Regan dalam hati.

Yang jelas sekarang suasana hati Regan sangat bahagia entah karena berhasil mengerjai Bintang atau karena ia bisa sarapan berdua dengan Bintang.

Sadar Regan.. sadar..

Ini salah!

Kenapa akhir-akhir ini kau sering memperhatikan gadis bodoh ini !

gumam Regan mengutuki dirinya sendiri.

"Ma'af Tuan apa Tuan sudah selesai, "

tanya Bintang mengagetkan Regan.

" Ya!cepat kau bereskan! "

ucap Regan sambil berjalan kembali ke meja kerjanya.

" Baik Tuan, "

ucap Bintang berusaha tenang karena sungguh dalam hatinya ia sangat kesal.

Bagaimana bisa kau kenyang dengan makan- makanan seperti ini setiap pagi?

Bagiku,Rotimu ini hanya pengganjal perut.

gumam Bintang dalam hati sambil mengelus perutnya yang masih lapar.

Bintang pun mulai membereskan meja.

" Jangan lupa kau siapkan bahan meeting nanti sore, "

ucap Regan tetap fokus pada laptopnya.

" Baik Tuan, "

jawab Bintang berjalan keluar ruangan dengan membawa piring dan gelas kotor.

Jam berlalu begitu cepat, kini saatnya Regan kembali ke kantor setelah menghadiri jamuan dari EE grup.

" Apa perwakilan dari FF grup sudah datang?"

tanya Regan menghampiri meja Bintang.

" Sudah Tuan,Tuan Andrew sudah menunggu di ruang meeting, " jawab Bintang sejelas mungkin.

" Baiklah kita keruangan meeting sekarang. apa kau sudah siapkan semua dengan baik? "

tanya Regan pada Bintang sambil berjalan menuju ruangan meeting.

" Sudah Tuan, saya pastikan tidak akan ada masalah dalam meeting nanti, "

jawab Bintang mengekori Regan.

Sedangkan di ruangan meeting sudah ada Davit dan Tuan Andrew bersama sekertaris nya.

" Selamat sore Tuan Andrew, mohon ma'af membuat Anda menunggu, "

ucap Regan dengan ramah.

Diih.. sok ramah...

gak kebakar tu mulut ..?

gumam Bintang dalam hati.

" Itu bukan masalah bagi saya Tuan, saya tau Tuan Regan adalah orang sibuk. Saya merasa senang sekali karena Tuan mau menerima kerja sama ini, "

ucap Andrew seramah mungkin.

" Baiklah kita mulai saja meeting hari ini, "

ucap Regan datar.

Regan pun mulai memimpin meeting .

meeting berjalan kurang lebih satu jam dan semua berjalan sesuai yang di inginkan. Regan sangat puas dengan kinerja Bintang. Walaupun Bintang adalah karyawan baru tapi Bintang bisa menguasai pekerjaannya dengan cepat.

Pukul menunjukan jam empat sore.

" Ma'af Tuan, semua pekerjaan saya sudah selesai. apa masih ada yang perlu saya lakukan? "

ucap Bintang berharap Tuanya tak akan memberikan pekerjaan tambahan.

" Kau bisa pulang sekarang, "

ucap Regan cuek.

Syukurlah... aku bisa pulang sekarang.

ucap Bintang dalam hati.

" Saya permisi Tuan, "

pamit Bintang undur diri.

Seperti biasa Regan tak menghiraukan Bintang.

Hari demi hari berlalu, tak terasa kini sudah satu bulan Bintang bekerja sebagai sekertaris Regan.

Bintang bekerja sangat baik dan tiap akhir pekan ia sempatkan untuk pulang menemui ibunya di desa.

" Ma.. nanti Bintang sudah harus kembali ke kota, Mama jaga diri baik-baik ya, "

ucap Bintang bergelayut manja di lengan ibunya.

" Kau tak perlu khawatirkan Mama,kehidupan di desa tak seperti di kota nak,disini banyak yang menjaga Mama,kau fokus saja pada pekerjaan mu, "

ucap bu Dewi dengan mengelus rambut Bintang.

" Baiklah Ma, tapi Mama janji ya kalau ada apa-apa Mama langsung hubungi Bintang, "

ucap Bintang memeluk ibunya.

" Iyaa,cepatlah kau beberes nanti keburu nak Rafa datang menjemputmu! kasihan kalau harus menunggumu lama, "

ucap Bu Dewi sambil melepas pelukan Bintang.

" Hari ini Bintang balik sendiri Ma, Rafa harus menyelesaikan pekerjaannya, ia tak bisa menjemputku, "

ucap Bintang sambil berjalan masuk kamar.

" Benarkah? kalau begitu kau cepat mandi biar mama yang membereskan semua barang-barangmu, "

ucap bu Dewi sambil mendorong Bintang masuk ke kamar mandi.

" Ma.. ini baru jam dua siang, biasanya juga Bintang berangkat jam lima,Bintang mau tidur sebentar, "

ucap Bintang mencoba kembali ke ranjangnya.

" Kau akan kembali sendiri jadi mama gak mau kau kemalaman sampai dikota, "

ucap Bu Dewi sambil terus mendorong Bintang ke kamar mandi.

" Iya... iya Bintang mandi, jangan dorong Bintang terus, "

ucap Bintang kesal karena sungguh ia masih betah dirumah.

Setelah selesai mandi dan berbenah Bintang pun keluar dengan tas ransel miliknya.

" Ma.. apa Mama yakin ingin Bintang kembali sekarang? Bintang masih banyak waktu,ayo Bintang bantu mama di kebun, "

ucap Bintang mencoba membujuk ibunya.

" Sudahlah,jangan mulai lagi,ayo cepat berangkat! "

ucap bu Dewi tegas, karena ia tau bahwa Bintang hanya mencoba untuk membujuknya.

" Iya.. iya.. Bintang berangkat, Mama jaga diri baik-baik, "

ucap Bintang dengan cemberut.

Bintang pun mulai berjalan meninggalkan rumahnya, ia harus berjalan sampai jalan raya untuk mendapatkan transportasi umum.Butuh waktu lima belas menit untuk Bintang sampai di jalan raya.

D**ulu ini tu sudah biasa aku lakukan, kenapa sekarang rasanya capek sekali?

keluh Bintang yang merasa kakinya begitu pegal.

Bintang pun kini sudah sampai di pinggir jalan raya, ia berencana untuk mencari taxi.

cuaca hari ini sangat mendung, hujan pun mulai turun, Bintang yang ada di pinggir jalan itu pun berlari untuk mencari tempat berteduh.

Siaaal..! kenapa hujan?

ucap Bintang yang sudah berteduh di pohon rindang pinggir jalan. Bintang masih menunggu taxi sambil duduk memeluk lututnya sendiri, ia Begitu kedinginan karena bajunya sedikit basah.

tak lama ada sebuah mobil mewah berhenti di hadapan Bintang, dan keluarlah seorang laki-laki membawa payung menghampiri Bintang.

" Dasar Bodoh!

apa kau tak bisa mencari tempat berteduh yang lebih aman? ".

ucap laki-laki itu memayungi Bintang yang masih duduk memeluk lututnya.

" Tu.. Tuan Regan?

apa benar ini anda?

oh Tuhaan...ini pasti hanya halusinasiku saja kenapa dia terus menghantui hidupku? ".

ucap Bintang beranjak bangun sambil mencubit kedua pipi Regan.

Bintang takut kalau itu hanya halusinasinya saja karena sedari tadi dia sudah memikirkan Regan yang akan menyusahkannya besok. sampai-sampai Bintang pun tak sadar ada mobil berhenti di depannya.

" Beraninya kau memegang ku! "

ucap Regan menghentikan tangan Bintang yang terus mencubit -cubit pipinya dengan mengenggam tangan Bintang.

Bintang yang sadar bahwa manusia dihadapanya itu nyata pun tersenyum kecil.

Bodoh sekali aku! kenapa aku memegangnya? oh tangan kenapa kau ceroboh sekali? bagaimana kalau saat ini juga dia akan memotongmu?

gumam Bintang mengutuki kebodohannya sendiri.

" Ma'af Tuan, saya tadi reflek . saya hanya tak percaya jika Tuan benar-benar ada disini, "

ucap Bintang penuh penyesalan.

" Cepatlah masuk! kau akan membeku jika terus disini, "

ucap Regan masih terus menggenggam tangan Bintang.

Ada apa lagi ini? pasti dia merencanakan hal buruk lagi padaku, atau jangan -jangan dia akan memotong tanganku di dalam agar tidak ada orang yang tau! tidak.. tidak.. aku tidak akan masuk perangkapmu!

ucap Bintang bergidik ngeri, entah kenapa Bintang selalu berfikir buruk tentang Regan.

" Saya sudah terbiasa Tuan, saya menunggu taxi saja di sini, "

ucap Bintang mencoba melepas genggaman Regan.

" Kau bilang sudah terbiasa! apa kau tak sadar dengan wajahmu yang sudah membiru karena kedinginan ! "

ucap Regan terpaksa menggendong Bintang masuk mobil.

Davit yang sedari tadi memperhatikan dari dalam mobil pun bergegas membukakan pintu mobil untuk membantu Tuanya.

1
Rivaldi Slank
ppgy0g9
Rivaldi Slank
9ly
Rivaldi Slank
6y
Rivaldi Slank
y
Rivaldi Slank
g
Anonim
Ya allah author ini buat aq gila..aq di kmr aendirian lgi..ngakak adri kayak udh g waras.ngetik sambil ngakak smp tipo2
Anonim
Wkwlw ya allah part ibi ngakak tok aq
Anonim
Wkwkwk ini pasti ulah ai bintang kan thor.sumpah ngakak terpingkal2 aq😅😅😅😅😅 yg km blg h waras itu bintang davit
Anonim
Wkkwkw bintang2 , tp adh dlm ekpetasiku tor kata2 ini
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mesri Simarmata
udah sekian bab,kog masih jalan ditempat ya alurnya
Memyr 67
tante nia aja kudet. regan dah nikah kok, masih dituntut. harusnya sebagai wanita bisa merasa, bagaimana kalau suaminya dituntut sama cinta peetamanya, apa rela, suami membantu cinta peryama,? mikir tante nia?
Memyr 67
ini, regan nggak ganti baju? abis basah, nyebur ke kolam, sampai malam mau tidur?
Memyr 67
david? syukuri apa yg ada hidup adalah anugrah. hakhakhak (tertawa jahat)
Memyr 67
ish bala bintang, mirip mirip bala dewa
Memyr 67
regan ada di rumah bintang. apa itu artinya bintang yg mendekati regan? ayo rita, konfirmasi baik baik jangan berburuk sangka
Memyr 67
ibu yg terlalu menjaga agar anaknya tidak menderita dan mendapat perlakuan buruk dari sekitarnya itulah ibu yg merusak anaknya. karena anaknya tidak mengerti tanggungjawab, dan berbuat srkehendak hatinya, karena kalau sesuatu buruk terjadi padanya, ibunya akan membelanya dan membalas orang orang yg berbuat buruk pada anaknya, tidak peduli dan tidak mau dengar kalau kesalahan terbesar adalah pada anaknya, sehingga ia mendapat perlakuan buruk.
Memyr 67
bintang nggak sadar diri. melangkah menuju keclakaannya sendiri. membantah ibu dan calon suami dengan alasan, yg menurut pikirannya sendiri, baik. dan bodo amat dengan alasan orang lain yg juga ingin bintang baik baik saja.
Memyr 67
ternyata bintang juga bodoh. bodigadkan harus melaporkan semua kejadian penyerangan terhadap orang yg disuruh jaga ke tuannya. ngapain kesel? joni ma dadang, lapor ke regan. bener kata stella, bintang itu cewek udik.
Memyr 67
stella bodoh, terlalu sombong untuk mecari tau, wanita seperti apa bintang. jadinya gagal maning gagal maning.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!