Likha Charina
Gadis desa yang merantau ke Ibu Kota Jakarta bersama temanya untuk bekerja. Bagaimana dia bisa hidup di tempat perantaun dan bagaimana dia bisa terjebak dengan pergaulan bebas.
21 +
di tunggu kritik dan saranya
jangan lupa vote like dan komen ya guys.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti solikhah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di tembak
Mereka pun masuk kerumah minimalis itu.
Yang hanya tersedia tiga kamar tidur ruang tamu dan ruang tengah.
"Silahkah duduk" Likha mempersilahkan Irfan untuk duduk.
Irfan pun duduk di ruang tamu dan melihat kesembarang arah.
"Mau minum apa ?"
"emmm apa ajah boleh ?".
Likha pun ke arah dapur untuk membuatkan minuman untuk Irfan.
"es teh manis sajalah" dalam hati Likha berucap
"Ayo di minum"
Irfan pun meminum, minuman yang Likha sediakan.
Glek glek glek
Suara Irfan meminum es teh manis membuat Likha geleng-geleng kepala.
"Haus Mas" ledek Likha terhadap Irfan.
Irfan meletakan gelas di atas meja kembali.
Dia tersenyum kikuk karena Likha meledeknya.
"Hahaha tau ajah"
"Kha ?"
"Ya" kini tatapan mereka saling bertemu.
"Se Se sebenernya eh " Irfan menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal.
Untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Apaan si?"
"Kaya anak TK ajah ngomong kebata-bata gitu" imbuhnya lagi.
"Aku tuh suka sama kamu" Tangan Irfan mengenggam tangan Likha.
Likha terlihat terkejut dan mengeritkan dahinya.
"heh" hanya itu yang keluar dari bibir mungilnya.
"Aku bukan orang romatis yang bisa menyatakan cinta kaya di film atau TV TV. Ya aku kaya gini" Tanpa Irfan melepaskan tangan Likha.
Dia menunduk ke bawah.
Likha hanya terdiam dan bingung.
Dia masih belum mengerti apa yang Irfan ucapkan.
"Kamu ngomong apa sih ?" dengan wajah polosnya Likha bertanya pada Irfan.
Irfan kini mengangkat kepala dan menatap Likha.
"hah" lalu melepaskan genggamanya dan memukul dahinya sendiri.
"Ah gini ajah" Irfan menghela nafas sebentar lalu menjutkan ucapanya.
"Kamu mau nggak jadi pacar aku"
"Intinya tuh gitu"
"oooo ,,, aahhhh apaaaa !" Likha terkejut.
"Kamu ke masih kehausan ya ?" Likha mengangkat gelas agar Irfan meminum kembali.
Dia pikir Irfan salah bicara karena ke hausan.
"Bu bukan Likha" Irfan menggeser gelas yang Likha pegang dengan pelan.
"Nggak buruan minum" Likha terus memaksa.
Irfan terus menolak dan Irfan merebut gelas itu dengan paksa lalu meletakan gelas itu di atas meja.
Irfan kini mendekat ke arah Likha.
Reflek Likha memundurkan tubuhnya.
"Aku serius" ucap Irfan.
Likha menatap Irfan dengan lekat.
Tubuhnya kini hanya berjarak berapa centi saja dari tubuh Irfan.
"Kamu mau nggak jadi pacarku" Irfan kembali bertanya pada Likha.
Namun Likha tetap terdiam.
Ia begitu terkejut dengan tindakan Irfan.
Irfan kini lebih mendekatkan tubuhnya ke Likha.
Likha pun berangsur mundur namun tubuh tertahan di ujung kursi.
Likha membulatkan matanya.
Irfan dengan cepat ******* bibir Likha dengan lembut.
Likha tak membalas ciuman itu.
Ia begitu terkejut dengan yang Irfan lakukan.
Irfan mengakhiri ciuman itu lalu mengusap bibir Likha dengan ibu jarinya.
"Kenapa?" Irfan bertanya pada Likha.
Irfan melihat Likha berdiam diri menatapnya dengan kosong dan tak mengindahkan tubuhnya dari posisinya saat ini.
"Ka ka kamu" Likha menghentikan ucapanya.
"Mencuri ciuman pertamaku" reflek Likha memegang bibirnya tak mengindahkan posisi duduknya.
Seolah-olah dirinya membeku.
"hah" Irfan begitu terkejut dan melihat Likha dengan bangga.
"Mau lagi" tawar Irfan.
Dengan cepat Likha membenarkan posisi duduknya.
Dan membuang muka kesembarang arah.
"Jangan gitu lagi" Ucap Likha menundukan kepalanya karena dia terasa malu.
"Nggak kok, nggak salah lagi hahaha" Irfan mencubit kecil dagu Likha.
"Bagaimana ?"
"Kita sudah resmi pacaran kan ?" tanya Irfan dengan tangan yang memegang dagu Likha. Agar Likha tak menghadap ke bawah.
"Emmmm A a aku"
"Aku nggak menerima penolakan" Irfan berucap dengan senyum tipis dari bibirnya.
"Hah" Likha membulatkan matanya, dan menegakan padanganya pada Irfan.
"Curang" reflek Likha memukul bahu Irfan.
"Aaaauuuu atit" dengan nada di buat-buat Irfan memegang bahunya.
"ah maaf maaf, nggak sengaja"
"Obatcin" dengan nada sok imutnya
Likha mencubit lengan Irfan.
"Aaauuuu, kok di tambahin " Irfan berpura-pura marah.
"Lagi kamu" Likha kini menundukan kepalanya dan mengoyang-goyangkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa malu di dirinya.
"Sini" Irfan menyuruh Likha agar mendekat.
dan~
HALLO GUYS JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENYA YA !!!
jejak kalian sangat berarti bagi author.