Shafira dan Arya sudah lama menjalin hubungan rumah tangga tapi tak kunjung memiliki anak, mereka akhirnya mengadopsi anak perempuan bernama Kinara yang berusia sepuluh tahun.
Delapan tahun hidup dalam sebuah keluarga mereka terhitung harmonis, sampai akhirnya Shafira menyadari bahwa hubungan Arya dan Kinara lebih dari ayah dan anak pada umumnya, kecurigaan itu terbukti saat Shafira mendapati sang suami satu ranjang dengan sang anak angkat.
Rasa sakit hati, membuat Syafira berniat membalas dendam. Dia tak mau terpuruk dengan pengkhianatan sang suami. Dia ingin mengambil alih pimpinan perusahaan. Di bantu seorang pria bernama Garvin. Mampukah Syafira membalas sakit hatinya?
Harap baca setiap bab yang update. Jangan menumpuk bab. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Empat Belas
Garvin menghentikan mobilnya di parkiran. Dia membawa empat buket bunga sekaligus. Syafira masih diam tak mengerti kenapa bisa orang tua pria itu dan dirinya berada di tempat pemakaman yang sama.
Syafira meminta dua bunga untuk dia bawa. Berjalan di samping Garvin memasuki makam.
"Kamu tahu dari mana kedua orang tuaku terkubur di sini juga?" tanya Syafira lagi.
"Karena kita pernah bertemu di sini saat kedua orang tuaku baru meninggal," jawab Garvin, dengan tetap berjalan masuk.
"Aku dan kamu pernah bertemu di sini?" tanya Syafira lagi.
Garvin hanya menjawab dengan anggukan kepala saja. Dia masih terus berjalan.
"Ini kuburan kedua orang tuaku. Dan itu kuburan orang tua Ibu'kan?" tanya Garvin.
"Ya ... Aku benar-benar tak ingat kapan ketemu kamu. Aku minta maaf," ucap Syafira merasa bersalah.
Syafira duduk di dekat makam bapak dan ibunya. Dia lalu berdoa buat kedua orang tuanya yang telah tiada. Begitu juga yang Garvin lakukan. Berdoa untuk kedua orangtuanya.
Setelah cukup lama berdoa keduanya lalu berdiri dan meninggalkan makam. Garvin mengajak Syafira ke kafe terdekat untuk sarapan.
"Garvin, maaf. Aku masih belum ingat kapan kita bertemu. Apa kamu bisa mengingatkan aku?" tanya Syafira.
Garvin menarik napas. Dia memandangi wajah Syafira tanpa kedip. Membuat wanita itu jadi salah tingkah.
"Dulu, sekitar delapan belas atau sembilan belas tahun yang lalu. Apa kamu ingat pernah membawa anak usia sekitar sepuluh tahun beli es krim dan juga berbagai cemilan hingga satu kantong, di kuburan itu?" tanya Garvin.
Syafira mencoba mengingat kejadian yang telah sangat lama itu. Lama berpikir akhirnya dia ingat. Kejadian itu sekitar dua bulan setelah kepergian orang tuanya.
"Aku baru ingat ...," ucap Syafira.
Garvin tersenyum karena akhirnya Syafira mengingat kejadian itu.
"Jangan bilang kalau anak kecil itu kamu?"
"Itu memang aku. Apa kamu tidak ingat wajah anak itu?" Garvin balik bertanya.
"Aku ingat. Dia lucu dan gemuk. Aku kasihan melihat dia menangis karena aku bisa merasakan bagaimana kesedihan saat di tinggal orang yang kita sayangi," jawab Syafira.
Hari itu kedua orang tua Garvin meninggal karena kecelakaan. Dia merasa sangat terpukul. Anak berusia sepuluh tahun dan harus kehilangan kedua orang tua sekaligus.
"Kamu tak mengenal aku lagi karena makin ganteng'kan?" tanya Garvin.
"Kamu ...?" tanya Syafira. Tumben pria itu memanggilnya begitu bukan ibu.
"Maaf, kamu tak pantas di panggil ibu. Wajahmu justru terlihat seusia denganku. Apa kamu keberatan kalau aku panggil nama saja? Bukankah aku hanya rekan kerjamu saja, aku bukan karyawan kamu yang harus memanggil dengan sebutan Ibu," ucap Garvin.
Syafira tersenyum mendengar ucapan pria itu. Dia juga tak mungkin melarang Garvin memanggil nama, karena seperti kata pria itu mereka hanya rekan kerja. Dan mulai hari ini, laki-laki itu tak datang lagi ke kantornya karena tugas telah selesai.
"Kamu terlalu memuji. Usia aku dan kamu selisih sepuluh tahun. Wajahku juga sudah ada kerutan. Masa di bilang masih terlihat muda dan seusia denganmu. Di dengar orang lain, memalukan," ucap Syafira sambil tertawa.
Mereka asyik bercerita tentang kejadian hari itu. Berawal saat Syafira melihat dirinya yang menangis seorang diri dipojokan. Dengan lembut, Syafira membujuknya dan membawa jajan. Kebetulan di samping makam ada warung.
Saat liang lahat telah di kubur dengan tanah, semua orang mencari keberadaan Garvin. Tentu saja semua menjadi panik. Baru mereka sadari anak itu tidak ada, karena tadi semua pada sibuk dengan kesedihan masing-masing tanpa peduli dengannya.
Setelah Syafira membujuknya, tangis Garvin berhenti, dan wanita itu membawanya kembali ke kuburan. Semua mata memandangi kedatangan mereka. Syafira lalu pamit dan minta maaf pada seluruh keluarga bocah itu karena membuat mereka kuatir.
Seminggu Garvin minta asisten pribadinya mencari tahu dimana alamat wanita itu. Sepertinya dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Gadis cantik yang berhati lembut.
Ternyata gadis itu telah kuliah di sebuah kampus ternama di kota mereka. Sejak hari itu dia menjadi pengagum rahasia. Saat mengetahui Syafira menikah hatinya sangat terluka dan akhirnya memilih tinggal di luar negeri dengan neneknya.
Garvin baru kembali lagi tiga tahun ini untuk memimpin perusahaan milik orang tuanya karena neneknya telah meninggal. Dia kembali mencari tahu tentang Syafira.
Seolah Tuhan merestui, ternyata teman dekat asistennya itu teman dekat Syafira. Dan kembali Tuhan merestui lagi, wanita itu ternyata membutuhkan seorang tenaga audit. Itulah akhirnya mereka bertemu lagi.
"Kamu memang tampak jauh lebih muda dari usia. Bodoh sekali suami kamu meninggalkan wanita baik, cantik dan lembut seperti kamu. Jika kamu sudah resmi berpisah, aku pastikan menjadi orang pertama yang akan segera mendekati," ucap Garvin.
Syafira terkejut mendengar ucapan Garvin. Dia lalu tersenyum karena menganggap semua itu hanya gurauan. Kedua nya lalu bercerita tentang cara memajukan perusahaan. Wanita itu tampak sangat kagum dengan kecerdasan pria itu.
"Kamu banyak tahu tentang perusahaan. Apa kamu juga memiliki satu perusahaan?" tanya Syafira.
"Ya, aku memiliki dua perusahaan peninggalan kedua orang tuaku," jawab Garvin jujur.
"Selama kamu membantu aku, perusahaan kamu tinggalkan?" tanya Syafira lagi.
"Aku memiliki orang-orang terdekat yang sangat bisa dipercaya. Jadi tak masalah seberapa lama aku meninggalkannya," jawab Garvin.
"Apakah seorang suami bukan orang yang bisa dipercaya? Buktinya Arya mengkhianatiku. Jadi aku jadi takut dan trauma dengan orang-orang saat ini. Orang terdekat adalah orang yang paling kuat untuk jadi pengkhianat, karena dia tahu bagaimana kelemahan kita," balas Syafira.
"Kamu betul, makanya kita boleh percaya dengan seseorang. Tapi tetap semua ada batasnya. Hal-hal yang bersifat rahasia dan sangat pribadi tetap harus di sembunyikan," ucap Garvin.
Saat keduanya sedang asyik mengobrol, datang seseorang yang sangat tidak Syafira inginkan. Wanita itu memandanginya dengan tatapan tajam.
"Mami, senang akhirnya aku bisa bertemu. Dua minggu tak ada Mami, rasanya sangat lama. Mami kembali lagi ya ke rumah. Aku minta maaf, karena telah mengkhianati Mami. Aku menyesal melakukan semua ini. Ini karena Papi yang terus membujukku. Aku akhirnya luluh. Sekarang aku benar-benar menyesal. Aku akan lakukan apa pun asal Mami mau memaafkan aku, termasuk meninggalkan papi," ucap Kinara.
Syafira tersenyum miris melihat anak angkatnya itu. Baru dua minggu ditinggalkan, telah tampak kusut, kurus dan tak terurus. Apa efek kehamilan atau memang tak ada perhatian dari siapapun?
...----------------...
basartttt jabingan
semangat berkarya, mom...👍🏻
udah dipungut dari kecil malah gak berterimakasih