Selamat datang di karya pertama saya 😆
Semoga kalian suka sama ceritanya...😚🫰
Gaby dan Harris diam-diam menjalin hubungan yang tidak direstui. Gaby hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa, sedangkan Harris seorang anak sultan. Dimasa depan ia akan menjadi seorang pewaris kejayaan perusahaan milik orangtuanya.
Hubungan rahasia mereka, telah membawa keduanya kepada gairah yang tidak tertahankan. Dua orang dewasa yang sama-sama baru pernah menjalin hubungan asmara semasa hidupnya.
Ibu Harris menentang keras hubungan asmara mereka, sampai-sampai menyewa seorang agen rahasia untuk memisahkan mereka.
Akankah hubungan asmara mereka bisa terus berlanjut hingga ke jenjang pernikahan?? Ataukah harus kawin lari?? Atau hamil diluar nikah??
Yuk...~ ikuti kisah cinta mereka yang penuh gairah 🏙️👩❤️💋👨👩❤️👨
#Office Romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lukalama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Pindahan
"Gabyy... help..meee..~" rengek Harris sedang membawa kardus yang besar, lebih besar dari tubuhnya ukurannya
"Eiittss.." pekik Gaby spontan menangkap Kardus yang hampir jatuh itu
"Kayaknya itu yang terakhir deh" ujar Tiara menghampiri mereka
Lalu mereka bertiga membuka isi kardus itu, dan ada banyak sekali barang-barang Gaby.
"Pantesan aja berat ada barbel segala.." ujar Harris mengeluh
"Alat olahraga gua itu..!!" ujar Gaby sambil mengambil kembali dari tangan Harris
Gaby memutuskan untuk menyewa apartemen dan tinggal bersama Tiara, ya hari ini adalah hari kepindahan mereka, Harris sendiri datang untuk membantu mereka. Sejak Pandemi mulai muncul, Ibu Gaby stress karena harus menutup sementara restorannya tapi harus tetap mempertahankan karyawan-nya, karena itu selama tidak ada para abangnya Gaby dan ibunya ribut besar.
"Bebass..!! akhirnya aku bebas...~" ujar Gaby sambil rebahan di karpet ruang TV
"Astaga Gaby..lagi ada Harris jangan rebahan kayak gitu" bisik Tiara menasehati
"Memang kenapa..?" ujar Gaby yang keras kepala
"Gaby.. Tiara kalian mau pesan a...paaa...~" Harris tiba-tiba muncul lalu terdiam karena melihat Gaby sedang rebahan di karpet dan belahan dadanya terlihat
Segera Harris langsung membalikan badannya, Gaby tidak memedulikan reaksi Harris dan tetap rebahan dengan santainya, Tiara yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Hmm...nikmat..~" ujar Gaby sambil makan bakmie goreng yang baru saja di pesan online
"Jadi Tiara mulai besok sudah harus masuk kantor lagi" ujar Harris sambil makan
"Iya, jadi tiap pagi harus test covid dulu sebelum masuk kantor" ujar Tiara
"Kalau bagian produksi sih masih bisa wfh (work from home)" ujar Gaby
"Hah...(menghela nafas) iya soalnya masih belum banyak yang bisa kita kerjakan juga" ujar Harris dengan lesu
Tidak terasa sudah lima tahun Gaby bekerja bersama Harris di satu divisi, sikap Harris di kantor juga sudah tidak sekaku awal-awal masuk, gaya Harris yang Flamboyan dan agak Feminim mulai terlihat oleh semua karyawan di kantor, para jomblowati yang tadinya mengincar Harris langsung ilfil, dan mundur serentak.
Setelah gagal menikah Tiara mencari pekerjaan dan kebetulan ada lowongan di perusahaan Harris. Awalnya Tiara bersikap kaku pada Harris tapi karena sering bertemu dan keluar jalan bertiga, lama-lama Tiara jadi berteman juga dengan Harris.
"Semoga aja ya covid ini cepat hilang" keluh Tiara
"Aku kangen sama teman-teman yang lain, gimana ya kabar mereka semua, terakhir cuma dengar kabar Safira yang kehilangan anaknya" ujar Gaby dengan sedih
"Kasihan Safira" ujar Tiara yang ikut sedih
"Apalagi aku, udah lama gak dengar kabar Theo sama Rendy, mereka berdua gak kontak aku sama sekaliii...!! huhuhu...." Harris tiba-tiba menangis sudah dua tahun tidak mendengar kabar dari dua sahabatnya itu
"Astaga, kok malah lu yang nangis sih.." ujar Gaby segera beranjak bangun dari duduknya
Gaby langsung mengelap air mata Harris dengan tissue, sikap Harris pun berubah jadi manja. Tiara sudah terbiasa melihat tingkah mereka yang seperti ini, ia juga sadar kalau Harris laki-laki yang masih normal, walaupun suka bertingkah manja dan kekanak-kanakan kalau lagi di depan Gaby.
Seminggu pun berlalu sejak Gaby dan Tiara tinggal bersama, hari ini kebetulan Gaby harus ke kantor karena ada rapat penting.
"Gaby..woii.." sapa Brenda menghampiri
"Hei.. Brenda, tumben lu dateng ke kantor juga hari ini " seru Gaby
"Iya, tiba-tiba di panggil buat ikutan rapat juga, btw Gab.. lu udah dengar Gossip panas terbaru 2022 hehe" ujar Brenda menyeringai
"Gossip apa lagi?" tanya Gaby, agak gak tertarik namun dengarkan saja
"Katanya lu bakal diangkat jadi manager, gantiin posisi pak Victor yang baru aja pensiun dini" bisik Brenda
"Hah..!!! bukannya kemarin katanya Sabrina yang gantiin dia" Gaby terkejut
"Ssstt...jangan keras-keras, lu tau gak kenapa tiba-tiba pak Victor pensiun dini terus sabrina di pecat, itu ada cerita lengkapnya, ternyata ih ternyata...si pak Victor udah lama selingkuh sama si Sabrina, terus istrinya mergokkin mereka lagi di kamar hotel, di video-in juga dan di labrak, lalu disebar ke internet, jadi viral deh sejagat maya, perusahaan gak mau ikut terseret kasus perselingkuhan mereka, makanya mereka berdua langsung tersingkir" bisik Brenda menceritakan dengan lengkap
"Ya ampuuunn..., gua beneran gak tau soal ini loh" ujar Gaby geleng-geleng kepala
"Memang gua dari dulu tuh udah curiga sama gelagat centil si Sabrina, akhirnya ketahuan juga kan, ternyata dia memang pelakorrr hahaha~" ujar Brenda merasa sangat puas musuh bebuyutannya di kantor sudah tersingkir
"Astaga sampai segitunya dia mau naik jabatan ckckck..." ujar Gaby keheranan
"Dengar-dengar sih awalnya si Sabrina incar pak Harris anak pak komisaris, tapi gak jadi karena pak Harris ternyata bukan cowok tulen" ujar Brenda nyeleneh
"Aaiihh awas aja kalau si Sabrina sampai nyentuh si Harris" seru Gaby dengan santainya
"Ehh..!! jadi lu bakalan cemburu gitu hahaha" ujar Brenda kaget mendengar pernyataan Gaby
"Eh.. gak, gak lah...!! cuma bercanda kok, bercandaaa~, mana bisa sih gua cemburu haha..haha.." ujar Gaby yang kaget dengan pernyataannya sendiri barusan
Beberapa karyawan yang dipanggil berkumpul di ruangan rapat, mereka semua memakai masker dan menjaga jarak.
"Baiklah karena semua sudah Hadir rapat akan segera dimulai" Ujar Yoseph sekretaris Harris
"Okay everyone, I'm so happy to meet you again, Karena divisi kita sempat rehat selama dua tahun ini, kita akan mulai lembaran baru di awal tahun 2022 mulai sekarang...!!, Yoseph tolong bacakan struktur yang baru" ujar Harris
"Baik, yang Pertama Gaby menjabat sebagai Manager produksi, kedua Sofia sebagai sekertaris Gaby, Brenda bagian Distribusi, lalu...bla....bla...bla...." Yoseph membacakan semuanya
Selama Pandemi berlangsung perusahaan agak terguncang, ada banyak karyawan yang terkena covid, beberapa di PHK dan pensiun dini. Untuk bertahan selama dua tahun, Gaby terus berkerja bersama Harris secara online, mereka bersama-sama membuat proyek-proyek baru untuk pengembangan perusahaan, bahkan hingga subuh. Melihat kerja keras dan kemampuan Gaby dalam memberikan ide-ide yang cemerlang, Harris memutuskan untuk mengangkat Gaby sebagai manager yang baru.
"Bu Gaby...~, selamat ya...~" ujar Sofia menyapa
"Aduh geli ah dengarnya..~, panggil gua kayak biasa aja..~" ujar Gaby merasa malu dipanggil ibu
"Gak apa-apa kok Gab.., kalau bukan karena lu, divisi kita gak akan bertahan" ujar Sofia sambil memeluk lengan Gaby
"Udah lama nih kita gak kumpul kayak gini, jangan langsung pulang, kemana dulu yuk kita.. sekalian ngerayain kenaikan pangkat" ujar Brenda dengan semangat
"Yuk kita karaoke..~" ujar Gaby dengan semangat
"Drrtt...Drrrtt" Hp Gaby bergetar
"Bentar ya ada telpon" ujar Gaby langsung agak menjauh dari kedua temannya
"Kenapa...?? eh makan malam?? oo oke" ucap Gaby menerima telepon
"Sorry nih dadakan, gua ada perlu sama pak Harris" ujar Gaby merasa tidak enak
"Yah..~" ujar Sofia dan Brenda yang kecewa
"Gua duluan ya udah ditunggu di depan" ujar Gaby sambil berjalan cepat kedepan
"Mencurigakan..." ucap Brenda tiba-tiba
"Mencurigakan kenapa?" ujar Sofia bingung
"Gak ngerasa si Gaby sama pak Harris itu de-kat bang-et" ujar Brenda
"Hmmm...mungkin karena umur mereka gak beda jauh, memang kenapa??" ujar Sofia
"Kayak gak wajar aja dekatnya.." ujar Brenda yang masih curiga
Setelah Gaby dan Harris makan malam bareng, Harris mengantar Gaby pulang ke apartemennya.
"Thank you ya.. sampai besok.." ujar Gaby sambil keluar dari mobil Harris
Harris pun langsung lanjut berkendara pulang.
"Gab.. baru pulang" ujar Tiara yang juga baru sampai
"Eh Tiara, tumben baru pulang jam segini" ujar Gaby
"Iya uhuk..uhuk.., tadi gua beli obat dulu ke apotek, uhuk..uhuk.." ujar Tiara terbatuk-batuk
"Tiara kamu sakit??" tanya Gaby panik
"Dari tadi pagi agak lemas, besok aku baru rencana ke dokter, kamu jangan dekat-dekat aku dulu ya" ujar Tiara
"Oo..ke" ujar Gaby merasa tidak tega
Semalaman Gaby bolak balik di depan kamar Tiara sambil memakai masker, Tiara terus terbatuk-batuk, Setelah melakukan test pribadi, Tiara terkena covid, Gaby langsung menghubungi keluarga Tiara, Paginya, Tiara langsung di jemput oleh ibunya untuk diantar ke rumah sakit.
"Hah...(menghela nafas) sepi nih.., yang lain juga lagi gak bisa di hubungi" ujar Gaby sambil rebahan di kamarnya
"Drrrttt...drrrttt.." Tiara menelepon
"Gaby... aku minta tolong dong~" ujar Tiara di telepon dengan suara parau
"Halo Tiara gimana keadaan kamu?" tanya Gaby
"Aku sudah merasa lebih baik, sekarang lagi pakai oksigen, btw tolong bantu siapin baju aku buat seminggu disini, nanti pak supir yang ambil kesana" ujar Tiara
"Oo.. oke yang mana aja gua ambilin?" ujar Gaby sambil ke kamar tiara
Melalui telepon Tiara memberikan instruksi pada Gaby, baju apa saja yang akan di bawa dan memasukannya ke dalam tas. Tidak lama supir Tiara datang menunggu di lobby untuk mengambil bajunya. Gaby pun mengantarkannya ke bawah.
"Thank you ya pak" ujar Gaby ke bapak supir yang baru saja pergi
"Drrrtt...drrttt.." Harris menelepon Gaby
"Tiara kena covid..!!" ujar Harris panik
"Iya, tapi tenang aja, semalam gua langsung hubungi ibunya, sekarang dia udah di rumah sakit" ujar Gaby
"Syukurlah.., tapi kamu gak kenapa-napa kan, ada gejalanya juga gak??" tanya Harris panik
"Kalau gua sih aman-aman aja sejauh ini" ujar Gaby sambil menekan tombol lift
"Syukurlah, kalau gitu gua jemput kesana ya" ujar Harris di telepon
"Eh..!! mau ngapain??" tanya Gaby
"Dinner..~, aku gak bisa makan sendirian.., temenin ya..~" ujar Harris dengan nada manja
"Ya udah gua siap-siap dulu" ujar Gaby, sembari berjalan ke arah pintu apartemennya
Sehabis menutup teleponnya, Gaby mencari-cari kunci pintu apartemennya.
"Loh.. loh.. kok gak ada..??" ucap Gaby
Beberapa saat mencoba mencari lebih detail di seluruh kantong piyama dan jaketnya.
"Asstagaa....!!!" pekik Gaby, tidak tahu kunci pintu apartemennya ada dimana
Bersambung~
...****************...
dari awal yang cuma bisa memendam perasaan, jadian... nda dapat restu... perdebatan, sampai akhirnya menikah, punya anak dan hidup bahagia. semuanya melalui proses yang panjang.
tadi aja marah2'in Gabby.
si Harris juga. nda peka sama sekali... 😤
aku jadi rindu padamu
tapi memang lebih baik seperti itu, supaya mereka nda kebablasan juga 🙈
🌹🌹🌹🌹🌹 meluncur.
nanti pas berdua sama Harris. keluarin dah tanduknya
tapi masih mending gitu sih. supaya mereka nda kebablasan juga.
padahal Gabby yang salah paham