NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:402
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

...****************...

Tiga hari telah berlalu sejak Evelyn Hills dan Arseno Andreas kembali dari Singapura.

Kerja sama antara Hills Corporation dan Andreas Corporation berjalan sesuai rencana. Tim dari kedua perusahaan mulai sibuk menyiapkan tahap awal proyek internasional yang baru saja mereka menangkan.

Di lantai paling atas gedung Hills Corporation...

Evelyn duduk di ruang kerjanya sambil menandatangani beberapa dokumen.

Naomi berdiri di samping meja dengan tablet di tangannya.

"Nona, kontrak dari divisi teknologi sudah siap dikirim."

"Baik. Kirim sebelum pukul sepuluh."

"Baik."

Naomi baru saja hendak keluar ketika ponselnya bergetar.

Ia membaca notifikasi itu sekilas.

Lalu wajahnya berubah.

"Nona..."

Evelyn masih fokus membaca dokumen.

"Hm?"

"Sepertinya... ada masalah."

Evelyn mengangkat kepalanya.

"Masalah apa?"

Naomi berjalan mendekat sambil menunjukkan layar tablet.

"Nama Nona sedang menjadi trending."

Evelyn mengernyit.

"Aneh. Aku tidak melakukan apa pun."

Naomi menelan ludah.

"Bukan hanya nama Nona..."

"...nama Tuan Arseno juga."

Evelyn langsung mengambil tablet itu.

Di layar terpampang judul berita besar.

CEO MUDA PALING BERPENGARUH DIDUGA TERLIBAT HUBUNGAN ASMARA!

Di bawahnya terdapat foto dirinya dan Arseno sedang tertawa saat makan malam di Singapura.

Foto itu diambil dari sudut tertentu hingga terlihat seperti mereka saling menatap dengan penuh perasaan.

Evelyn menghela napas.

"Ini..."

Naomi menggulir ke bawah.

Masih ada berita lain.

ARSENO ANDREAS DAN EVELYN HILLS TERTANGKAP MENGHABISKAN WAKTU BERDUA DI SINGAPURA.

Ada pula foto ketika mereka keluar dari lift hotel.

Padahal saat itu Naomi dan Kosta berada tidak jauh di belakang.

Namun...

Foto mereka sengaja dipotong.

Seolah hanya ada Arseno dan Evelyn.

Evelyn mulai membaca komentar warganet.

"Pantas mereka kerja sama."

"Ternyata bukan cuma partner bisnis."

"Cocok banget!"

"Sudah lama ya pacarannya?"

"Katanya dingin, ternyata bucin."

Evelyn langsung memijat pelipisnya.

"Ini benar-benar keterlaluan."

Naomi mengangguk.

"Beritanya menyebar sangat cepat."

Belum sempat mereka membahas lebih jauh...

Ponsel Evelyn berdering.

Di layar tertulis...

Arseno Andreas.

Evelyn langsung mengangkatnya.

"Halo."

"Evelyn."

Suara Arseno terdengar lebih serius dari biasanya.

"Kau sudah lihat?"

"Baru saja."

"Perusahaanku juga sedang kacau."

"Aku juga."

"Kita sedang diserang."

Evelyn mengangguk pelan meski Arseno tidak bisa melihatnya.

"Aku tahu."

"Aku yakin ini bukan kebetulan."

"Aku juga berpikir begitu."

"Kau bisa datang ke kantorku?"

Evelyn melihat jam.

"Dalam tiga puluh menit."

"Baik."

Telepon ditutup.

Di Andreas Corporation...

Suasana jauh lebih kacau.

Beberapa staf terlihat sibuk menjawab panggilan media.

"Maaf, kami belum bisa memberikan komentar."

"Silakan menunggu pernyataan resmi perusahaan."

"Kami belum dapat mengonfirmasi berita tersebut."

Kosta berlari kecil menuju ruang kerja Arseno.

"Pak..."

"Aku tahu."

Arseno masih menatap layar komputernya.

Puluhan artikel muncul setiap menit.

Bahkan beberapa media asing mulai ikut memberitakannya.

Kosta menghela napas.

"Investor mulai bertanya."

"Apa yang mereka tanyakan?"

"Apakah hubungan pribadi Bapak akan memengaruhi kerja sama bisnis."

Arseno mengusap dahinya pelan.

"Tepat seperti yang mereka inginkan."

"Mereka?"

"Pihak yang menyebarkan semua ini."

Setengah jam kemudian...

Evelyn tiba di Andreas Corporation.

Namun baru saja mobilnya memasuki area parkir...

Puluhan wartawan langsung berlari mendekat.

"Nona Evelyn!"

"Apakah benar Anda berpacaran dengan Tuan Arseno?"

"Apakah hubungan itu dimulai saat perjalanan ke Singapura?"

"Kapan kalian resmi bersama?"

"Kapan akan menikah?"

Lampu kamera berkedip tanpa henti.

Naomi langsung panik.

"Nona!"

Petugas keamanan segera membentuk barikade.

"Tolong mundur!"

"Tolong beri jalan!"

Evelyn tetap memasang wajah tenang.

Namun jumlah wartawan terus bertambah.

Seseorang bahkan berteriak,

"Nona Evelyn! Apa benar kalian menginap satu kamar di Singapura?"

Evelyn langsung berhenti melangkah.

Tatapannya berubah dingin.

"Apa?"

Namun Naomi segera menarik pelan lengannya.

"Nona... jangan terpancing."

Evelyn menarik napas panjang.

Mereka akhirnya berhasil masuk ke dalam gedung dengan bantuan petugas keamanan.

Di lantai atas...

Arseno sudah menunggu.

Begitu Evelyn masuk, Arseno langsung menyodorkan sebuah tablet.

"Lihat ini."

Evelyn membaca berita terbaru.

Matanya langsung membelalak.

"Rekaman CCTV?"

Video itu memperlihatkan dirinya dan Arseno berjalan di koridor hotel.

Lalu...

Video terpotong.

Adegan berikutnya memperlihatkan pintu sebuah kamar hotel tertutup.

Seolah-olah mereka masuk ke kamar yang sama.

Padahal kenyataannya...

Mereka masuk ke kamar masing-masing yang saling berhadapan.

"Video ini diedit."

"Tentu saja."

Arseno mengepalkan tangannya.

"Mereka sengaja menghilangkan bagian saat kita berpisah."

Naomi menatap layar dengan kesal.

"Ini fitnah."

Kosta mengangguk.

"Dan editannya cukup rapi."

Evelyn menatap Arseno.

"Ini jelas bukan ulah media biasa."

Arseno mengangguk pelan.

"Ada orang yang sengaja menginginkan kita terlihat memiliki hubungan."

"Tapi untuk apa?"

Arseno bersandar di kursinya.

"Menjatuhkan reputasi."

"Membuat investor ragu."

"Mengganggu kerja sama."

Evelyn mengembuskan napas panjang.

"Berarti..."

"...kita memang sedang diserang."

Sore harinya...

Di mansion keluarga Hills.

Nyonya Renata sedang menikmati teh sore ketika kepala pelayan datang membawa tablet.

"Nyonya..."

"Ada apa?"

"Nyonya sebaiknya melihat berita ini."

Renata membaca beberapa judul berita.

Matanya membesar.

"Evelyn...?"

Di saat yang sama...

Antonio Van Andreas baru saja selesai menghadiri rapat direksi.

Sekretaris pribadinya menghampiri dengan wajah cemas.

"Tuan Antonio..."

"Ya?"

"Media sedang ramai memberitakan Tuan Muda Arseno."

Antonio mengambil tablet itu.

Beberapa saat kemudian...

Ia tersenyum tipis.

Namun senyum itu bukan karena senang.

Melainkan karena...

Ia mencium adanya sesuatu yang tidak wajar.

"Ini bukan gosip biasa..."

gumamnya pelan.

"Seseorang sedang memainkan permainan yang sangat kotor."

Antonio meletakkan tablet di atas meja.

Lalu mengambil ponselnya.

Ia menekan sebuah nomor.

"Arseno."

"Ya, Ayah?"

"Besok malam datang ke mansion."

"Ada apa?"

"Bawa Evelyn juga."

Arseno terdiam sejenak.

"...Ayah?"

Antonio menjawab tenang.

"Sudah saatnya kita membahas siapa yang sedang mencoba menghancurkan kalian."

Telepon pun ditutup.

Sementara di sebuah ruangan yang gelap...

Seorang pria memandangi berita yang kini telah menjadi viral di seluruh negeri.

Sudut bibirnya terangkat perlahan.

"Bagus..."

"Baru permulaan."

"Aku ingin melihat... sampai seberapa kuat hubungan kerja sama mereka bertahan."

Ia tertawa pelan.

Tanpa menyadari...

Langkah pertamanya justru akan mempertemukan dua keluarga besar yang siap melawan balik.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!