[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]
Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏
Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.
Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.
Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?
Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Jay menarik tangan Bella agar gadis itu tetap tenang bersamanya.
"Ih lepaskan!" ucap kesal Bella terhadap Jay yang mulai tidak bersahabat.
"Ini tangan atau besi, kuat banget," gumam Bella sulit melepaskan diri dari pegangan Jay.
"Karena kamu belum tau apa pekerjaannya. Kalau kamu sudah tau, aku yakin kau akan tertarik" Jay melepaskan tangan Bella.
Bella terdiam masih dalam tatapan marahnya kepada pemuda itu.
"Apa pekerjaannya?" tanya jutek Bella masih berbalut penasaran dengan misteri negosiasi Jay yang menurut Bella mulai ngawur ngelantur.
"Pekerjaannya mudah, kamu hanya tinggal joget-joget saja (Jay sampai menggoyang badannya) untuk menghibur para buaya yang sedang lapar menunggu makanannya di rawa!" jawaban Jay berhasil membuat Bella meraih puncak kemarahannya.
"Nih manusia jelmaan iblis atau Mbahnya iblis? Tingkahnya semakin menjadi-jadi!" gumam kesal Bella.
Kemarahan Bella semakin tidak terkendalikan, ia membuka sepatu kets miliknya lalu melempar langsung ke arah Jay yang ternyata sudah menjauh dengan cepat sambil tertawa-tawa bahagia.
Hari itu Jay begitu puas telah berhasil membuat Bella kesal dan marah. Dendam terbalaskan.
Bella yang masih geram, berusaha mengambil sepatunya lalu berkali-kali melempar ke arah Jay, gadis itu sama sekali tidak takut kepada Jay sebagai atasannya.
"Sat, set, sat, set, (gerakan cepat Jay seperti nyamuk) Eits enggak kena, enggak kena!" ejekan lelaki itu terus menghindar dari lemparan Bella, ia justru kegirangan seperti bocil yang sedang doyan bermain.
"Ouh, jadi kau benar-benar menantang aku, kau belum tau siapa aku kan?" gaya tengil Bella mulai keluar.
"Memangnya siapa sih dirimu? Coba-coba! tunjukan keahlian mu!" Tantang gemes Jay.
"Biar begini aku pernah juara lomba antar kecamatan!" jawab Bella dengan bangga.
"Hahahaha!" reflek membuat Jay tertawa sakit perut dengan prestasi Bella.
Bella pun mulai memasang kuda-kuda persiapan larinya yang lumayan cepat. Ia juga sudah terlatih berlari kencang dari kejaran Dery yang selalu ingin menjadikannya objek taruhan judi.
"Hiaaaat!" Jerit Bella siap-siap menerkam Jay.
"Wah, benar-benar menyeramkan juga!" ucap kocak Jay malah lari menghindari Bella.
Keduanya kejar-kejaran seputar ruangan kosong aula serbaguna itu. Ruangan tertutup namun banyak ventilasi berlubang.
Tubuh Bella cukup ringan sehingga ia berhasil terbang dan naik ke pundak belakang Jay, Bella gemes ingin mengigit kuping pria itu. Jay semakin tertawa-tawa merasakan rasa geli karena ia merupakan tipe pria yang sensitif dengan sentuhan.
"Dasar perempuan aneeeeh, turun kau?" Jerit Jay berusaha melepaskan kaki Bella dari pinggangnya lalu dengan cepat bergantung di leher Jay sehingga membuat pria itu serasa tercekik.
Jay mudah sekali melepaskan Bella dengan kekuatannya. Namun ia tidak mau mengeluarkan kekuatan itu karena hatinya merasa senang walau sikapnya terlihat marah dan tidak terima.
"Tidak...Aku tidak akan melepaskan penipu seperti dirimu, sebelum kau minta maaf kepadaku!" ucapan tegas Bella.
Sontak para staf yang mengintip kegirangan melihat kemesraan Jay dan Bella, sampai mereka tidak sadar sudah mengeluarkan suara-suara. Mereka juga ingin seperti Jay yang pundaknya dinaiki seorang gadis cantik seperti Bella.
Para staf merasakan jika kejadian langka itu menjadi tontonan gratis yang seru, baper dan romantis
Bella dan Jay tiba-tiba terdiam, saat mulai menyadari ada banyak mata-mata yang menempel sedang mengintip aksi duel mereka. Gadis itu reflek turun dari pundak Jay karena diliputi rasa malu yang luar biasa.
"Kalian...kembali bekerja!"
"Mau tau saja urusan orang lain, kepo!"
Bella dan Jay langsung keluar dari ruangan itu sedangkan para staf terlihat berhamburan kabur terbirit-birit bahkan ada yang sampai tersandung dan tersungkur jatuh, benar-benar heboh membuat Jay sampai garuk-garuk kepala.
Para staf semakin yakin jika Bella adalah kekasih Jay, karena mustahil jika hanya seorang staf, gadis itu berani sekali menantang Jay dan mereka kembali bekerja dan bersikap melupakan kejadian yang sudah pernah terlihat, susana kembali kondusif.
Bella terlihat memakai sepatu kets nya dan pergi meninggalkan Jay dengan wajah kesal, cuek, cemberut menuju ke arah gerbang keluar.
Jay reflek mengikuti langkah Bella.
"Hei, bagaimana, apa kau masih berminat dengan tawarannya, karena ini tawaran yang sangat-sangat spesial, tidak semua orang bisa mendapatkannya," teriak kecil Jay, gadis itu hanya diam saja, terus berjalan cepat tidak memperdulikan keberadaan Jay.
(Jay dan Bella baru saja bertemu dan berkenalan. Namun anehnya, mereka seperti pasangan yang sudah cukup akrab dan saling mengenal)
"Hei...hei..Jangan pulang dulu, masih ada satu hewan peliharaan lagi yang harus kau saksikan!" panggil Jay.
Dibawah cerahnya mentari pagi Jay masih setia mengikuti langkah cepat Bella.
Pada umumnya seorang pemuda suka pamer dengan kendaraan mewahnya kepada perempuan, namun tidak dengan Jay, si pria unik itu justru bangga dan bersemangat ingin memperkenalkan hewan-hewan peliharaannya kepada Bella.
Bella berbalik cepat dengan kocak pinggang menghadap Jay.
"Tidaaaaaaak, satu triliun dolar pun aku tidak berminaaaat!" Jerit naga Bella yang justru membuat Jay tertawa kekeh.
"Hei pria aneh, kau itu sudah benar-benar menipuku, Ini bentuk kejahatan sebuah penipuan yang tidak bisa dibiarkan, kau bilang kau itu cedera telinga paska kecelakaan sehingga aku harus ditahan oleh polisi, tapi kenyataannya bohong, ternyata kau bisa mendengar dengan sangat baik, bahkan sepertinya kau bisa membaca hati dan pikiranku. Aku akan menuntut mu balik!" ancaman dan omelan panjang lebar Bella benar-benar tidak terima kepada Jay. Justru malah mendapatkan tanggapan yang sangat santai dari si pemilik perusahaan Kavindra itu.
"Silahkan saja, tapi jangan lupa yah! kembalikan dulu mobilku yang rusak seharga 3.5 M, kepolisian manapun tentu lebih memihak kavindra dari pada kamu?" jawaban Jay membuat Bella semakin geregetan.
Bella terdiam, ia semakin kesal berat, kembali melanjutkan perjalanannya dengan jeritan hati, sementara Jay berlari mengambil club car nya.
"Heh, pantas saja tidak ada yang berminat, mayat sekalipun tidak akan menerima tawaran pekerjaan itu. 200 juta...200 juta... dasar pria licik, aneh plus gila, bilang saja 200 juta itu bukan gaji, melainkan uang duka karena sudah tersiar kabar bahwa Bella Arunika, telah tewas ditelan bulat-bulat oleh buaya dan sudah berada di perut buaya!" omelan-omelan geregetan Bella.
*
"Booooos!" panggilan bahagia dari beberapa staf-staf yang langsung mengacungkan jempol like kepada Jay. Mereka ikut senang karena Jay telah memiliki pasangan gadis cantik. Namun, Jay hanya geleng-geleng kepala memaklumi salah praduga para stafnya.
*
"Naik!" Ajak Jay kepada Bella yang terlihat kepanasan berjalan dibawah terik matahari.
Bella masih dikuasai rasa marah dan gengsi.
"Cepaaaaat!" teriak kecil Jay.
Karena hari semakin panas, Bella akhirnya naik kendaraan mini itu lagi bersama Jay.
Dalam perjalanan, Bella hanya diam saja menunjukkan raut wajah cemberut kesalnya kepada Jay. Bahkan ia membuang wajahnya ke arah kebun, tidak ingin melihat pria itu.
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga