NovelToon NovelToon
Sistem Reinkarnasi Lucia

Sistem Reinkarnasi Lucia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Masuk ke dalam novel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Chicklit
Popularitas:103.1k
Nilai: 5
Nama Author: Indirani

🏆 Juaranya 2 Lomba Tema Chiklit - Wanita Kuat S3

Aku Lucia. Seorang agent peringkat SSS di sebuah organisasi yang mengembangkan Sistem Reinkarnasi dunia modern di masa depan.

Masalah muncul pada dunia kecil yang terus bermunculan akibat manusia terus membuat novel dan komik.

Aku sebagai salah satu agent menjalankan reinkarnasi dan memainkan peran untuk mengubah isi novel atau komik karena permintaan dan ketidakpuasan pemeran pendukung pada bagian akhir cerita.

Aku bersama Momo si pendamping sistem menjelajahi berbagai dunia kecil dan dengan cepat meraih peringkat tinggi di organisasi.

"Nona, ada misi lagi. Wah, hadiahnya besar sekali kalau bisa menyelesaikan dengan peringkat sss."
Aku mendorong Momo ke pinggir hingga dia terjatuh karena kucing gemuk itu menutupi layar.

"Menjelajahi dunia kecil dan membersihkan sampah-sampah ini. Misi yang begitu mudah dengan hadiah yang besar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Pria misterius itu mengucapkan terima kasih banyak pada Lucia atas makanan yang diberikannya. Pria itu tidak mengucapkan sepatah kata pun lagi dan langsung bergegas pergi tanpa memberitahu namanya.

Lucia tidak memikirkannya lagi. Toh, pria itu hanya orang asing yang tiba-tiba bertemu. Dia merasa setelah memberi pria itu makan maka Lucia sudah membalas budi pria yang menyelamatkannya tadi.

Lucia pun melanjutkan perjalanan ke Guild Informasi yang tidak jauh berada dari pasar. Sekitar 200 meter Lucia dan Momo berjalan, Momo sudah merasa kelelahan.

Lucia menoleh kesamping dan melihat kaki Momo yang sudah gemetaran. Terasa lucu saat melihat buntalan bulu berwarna kuning itu berjalan. Ada lemak dibagian perutnya yang terus bergoyang-goyang membuat Momo semakin kesulitan berjalan.

Tidak terasa mereka pun tiba di Guild Informasi. Pria penjaga di bagian depan yang terlihat menjaga toko kain langsung mempersilahkan Lucia untuk naik ke atas menemui Frans.

Lucia yang menaiki anak tangga mendengar keributan yang cukup besar di ruangan pemilik Guild Informasi. Terkadang terdengar suara pertikaian serta barang-barang yang jatuh.

Momo dan Lucia saling pandang dan mengangguk. Mereka mempercepat langkah kaki dan mendobrak pintu. Lucia agak khawatir ada penjahat/pembunuh yang mengincar nyawa Frans. Lucia bermaksud untuk membantu Frans jika memang ada hal genting seperti pembunuhan tapi pemandangan di depannya membuat Lucia terperangah bahkan Momo menganga dan hampir menjatuhkan bibirnya ke lantai.

Pemandangan di depan mereka adalah Frans yang sedang ditindih di atas meja oleh pria berjubah hitam yang mengenakan topeng. Tepat saat Lucia masuk ke dalam ruangan itu topeng yang pria itu gunakan pun jatuh ke tanah.

Lucia melihat sebuah botol yang berada di tangan Frans dirampas dengan cepat oleh pria itu. Entah kenapa mata pria itu sekilas berwarna emas. Lucia tidak yakin tapi setelah pria itu meminum air yang berada dalam sebuah botol, matanya menjadi hitam.

"Lukas? Frans? Jadi kalian memiliki hubungan yang seperti itu?"

Lukas menanggapi dengan cepat dan menyanggah pertanyaan Lucia. "Tidak mungkin, aku ini masih normal."

"Tunggu sebentar, bukannya kau pria yang tadi menolong aku dari kereta kuda yang melaju di tengah pasar. Itu kau kan?" Serentetan pertanyaan Lucia terlontar sembari dia semakin mendekati Lukas dan memperhatikan wajahnya.

Frans terlihat membenahi pakaiannya yang berantakan sementara dia melihat kucing gembul oren yang selalu bersama Lucia menatapnya dengan jijik.

"Sepertinya kucing ini salah paham, aku tadi hanya mengerjai Lukas. Siapa yang tahu dia akan menyerang ku karena ramuan itu," batin Frans.

Lukas mengangguk mengenai pertanyaan Lucia tadi. Ternyata Lukas memang biasanya mengenakan topeng saat diluar Ceresia Property. Dia melakukan itu karena bekas luka yang di wajahnya tampak mengerikan dan membuat orang yang melihat jadi tidak nyaman.

Setelah kesalahpahaman Lucia selesai, mereka pun duduk di Sofa yang panjang di ruangan itu dan saling berhadapan. Posisi Lucia berhadapan dengan dua orang pria yang tidak lain adalah Lukas dan Frans.

"Jadi bagaimana dengan gelar yang ingin aku beli, apakah sudah ada?" Tanya Lucia setelah meletakkan gelas berisi teh yang barusan dia teguk.

Frans pun menjawab sembari memberikan sebuah akta yang berisi gelar Countess di dalamnya. Untuk mengesahkan dokumen tersebut Lucia harus membubuhkan nama dan tanda tangannya.

Perbincangan mereka cukup panjang hingga akhirnya Lucia pun tau bahwa Ceresia Property itu adalah salah satu bagian dari Guild Informasi. Bahkan sebagian besar toko yang berada di sepanjang jalan itu adalah milik Guild Informasi. Itu berarti Lukas adalah bawahan Frans.

"Kalau begitu urusan kita sudah selesai. Aku sudah mendapatkan gelar Countess. Kalau begitu aku akan pergi untuk melihat Villa dan bangunan yang telah aku beli."

Lucia pun keluar dari Guild Informasi lalu melanjutkan perjalanannya ke Villa dan bangunan yang akan dia buat restoran sekaligus tempat hiburan.

Pekerjaan dari budak yang dibeli Lucia cukup memuaskan. Bangunan dan Villa nya sudah hampir bersih dan bisa di tempati hanya butuh beberapa barang sebagai dekorasi. Setelah urusan itu selesai, mereka pun kembali ke kediaman Lamboerge.

Tidak terasa sebulan pun telah berlalu. Ini adalah hari yang begitu spesial karena hari ini merupakan ulang tahun Edith. Sejak pagi hari Lucia telah disibukkan dengan berbagai persiapan yang dilakukan oleh ketiga pelayannya.

Lucia jadi terpaku saat melihat wanita cantik didepan cermin. Rambut hitam bergelombangnya dibiarkan tergerai dengan indah. Dia memakai mahkota kecil dengan permata bewarna biru yang senada dengan gaunnya.

Perhiasan yang melekat di tubuhnya terlihat simpel dan elegan. Wajahnya diberi makeup yang sesuai dengan usianya. Gaun yang dia kenakan adalah rancangan ternama dan satu-satunya yang paling mahal dari Butik Rosegold.

Gaun tersebut terlihat mengembang tapi terasa begitu ringan. Setiap sisi gaun terlihat cemerlang karena bertahtakan berlian. Bagian atas lebih terlihat simpel dengan bagian bahu yang terbuka tapi memiliki tali tipis untuk menyangga dress tersebut (Sabrina).

Beberapa kali Lucia berputar dan yakin gaun tersebut begitu ringan. Lucia ingin memberikan 100 jempol pada desainer pakaian tersebut.

Momo pun tidak kalah tampan. Dia dengan wujud kucingnya pun memakai tuxedo berwarna biru muda yang senada dengan gaun Lucia.

Seorang pelayan kemudian masuk ke kamar Lucia dan memberitahu bahwa Duke dan para Tuan Muda sudah menunggu Lucia di bawah.

Lucia yang sudah siap pun turun ke bawah dengan anggun dan tidak tergesa-gesa. Hal itu membuat pelayan di sekitarnya begitu terpana dengan kecantikan dan keanggunan Lucia.

Lucia perlahan menuruni anak tangga dan melihat Duke dan para Tuan Muda di bawah sana menatap Lucia dengan erat. Tanpa sadar mata Duke bergetar dan dia merasa matanya jadi buram karena ada air mata yang tergenang di sana.

Duke dengan segera membalikkan badannya dan menatap berlawan dari arah kedatangan Lucia. Air mata yang sedari di tahannya ternyata jatuh juga. Dengan tergesa-gesa dia mengusap air mata itu agar semua anaknya tidak melihat titik lemah Duke.

Dia menitikkan air mata bukan tanpa sebab. Itu karena Lucia yang turun dari tangga begitu mirip dengan mendiang istrinya. Kecantikan dan Keanggunan itu begitu mirip belum lagi dengan rambut dan bola matanya yang sama persis dengan mendiang Duchess.

Ketiga Tuan Muda masih terpaku dan tanpa sadar mengulurkan tangannya saat Lucia semakin mendekat. Lucia tersenyum tipis kemudian berkata, "Maaf, tapi tanganku cuma dua. Bagaimana bisa aku meraih tangan kalian semua. Bagaimana jika ayah saja yang menggandengku?"

Sontak saja perkataan tersebut membuat Duke berbalik dan melihat tangan Lucia yang terulur kepadanya. Duke pun meraih tangan Lucia. Mereka bersama-sama pergi ke Aula Pesta Kediaman Lamboerge yang telah dipadati oleh bangsawan lain.

Sepanjang jalan menuju aula mereka tidak banyak bicara hingga suara teriakan penjaga pintu menggema bersamaan dengan pintu aula yang terbuka lebar.

"Duke Afsan Lamboerge memasuki aula!"

"Tuan Muda Lion Lamboerge memasuki aula!"

"Tuan Muda Edith Lamboerge memasuki aula!"

"Tuan Muda Danny Lamboerge memasuki aula!"

"Nona Muda Lucia Lamboerge memasuki aula!"

Semua mata tertuju pada Duke dan tuan muda. Hanya saja beberapa orang mulai bertanya pada orang-orang disebelahnya.

"Nona Lucia? Siapa Nona ini? Apa kalian tahu?"

"Tidak, apa mungkin ini adalah nona yang Tuan Duke adopsi?" Beberapa orang mulai berspekulasi dengan pendapat sendiri tanpa tau kebenarannya.

Tuan Duke menggandeng seorang gadis muda berusia 14 tahunan. Gadis tersebut memukau semua orang yang hadir. Sekali lagi kecantikan Lucia mengguncang semua orang. Di belakang Duke dan Lucia diikuti Tuan Muda Lion, Edith, dan Danny.

Masing-masing dari mereka pun memukau semua wanita yang hadir. Para wanita itu kemudian menatap Lucia dengan tatapan kebencian dan iri karena bisa berjalan beriringan bersama Duke dan Tuan Muda Lamboerge.

Apalagi saat melihat kecantikan yang ada pada Lucia, hati mereka semua terasa teriris menahan sakit kecemburuan. Tatapan kebencian yang paling kuat berada dari seorang gadis yang berada di tengah kerumunan. Siapa lagi kalau bukan Selviana.

Duke mengenakan tuxedo berwarna hitam dengan kombinasi biru. Tidak lupa dia menyematkan bros lambang keluarga Lamboerge di dada kirinya. Bros itu terbuat dari berlian dengan kualitas tertinggi.

Para Tuan Muda juga mengenakan Tuxedo berwarna biru tua dengan beberapa sentuhan biru muda. Contohnya Lion yang mengenakan bros berlian biru muda, Edith mengenakan dasi kupu-kupu biru muda, Danny yang juga memakai cincin dan anting berlian biru muda. Beberapa aksen biru muda juga terdapat pada kancing baju mereka.

Usaha ini seperti untuk menyamakan warna tuxedo mereka dengan gaun yang digunakan Lucia.

Tatapan Lucia mendarat pada Selviana yang menatapnya dengan iri dan bengis. Lucia hanya menarik sudut bibirnya yang membuat Selviana semakin marah. Saat itu Selviana merasa Lucia seakan-akan mengolok-olok status rendahnya yang sangat bertolak belakang dengan latar belakang Lucia yang memang mulia.

1
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
ingat Lucia pria itu Oyen🤣🤣🤣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kaya mendadak🤣🤣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
wah² apa kh itu jodohnya Su Lu Xia🤭🤭🤭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Selir pencuri🤭🤭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
selir yg licik
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
cerita baru pula
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Sedihnya😭😭😭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
hebat
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
bgus klau d hukum penggal terus😌
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kakaknya Lois paling begok.. knp ngak diam saja😌
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kejahatan Ayah Lucia lagi teruk, selama 14thn d abaikn smpai Lucia asli meninggoi, Ayahnya memang ngak layak d maafkn..
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
sedihnya wajar sekali klau Lucia marah, mereka tau semua kejadian apa lagi saat hampir d perkosa, dan mereka buat tidak tau saja 😣😣😣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
aduiii kenapa bisa Thor kesian anat Emilia, kenapa ngak yg lain aja😣😣😣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
lucu pula nama kluarga Lee🤭🤭🤭sdh lucu licik lagi.
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
hebat
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
mesti c Sok cantik kegatalan tu😤
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
ceh percaya diri sungguh
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
🤣🤣🤣🤣Momo pengkhianat🤣🤣🤣🤣
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Lois jgn terlalu benci adik mu🤭
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
sepatutnya bgi Misi bagi Duke menderita ck ck 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!