NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Duda Beranak Tiga

Terjerat Pesona Duda Beranak Tiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Nikahmuda / CEO / Pengantin Pengganti / Duda / Romansa
Popularitas:380.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Donacute

Blurb

Aurora Clarance Adelia, seorang perempuan yang diberi nama seperti salah satu tokoh putri di dunia Disney, tetapi kisah hidupnya justru tidak seindah cerita dongeng.

Aurora terpaksa menjadi pengantin pengganti dengan seorang pria yang telah memiliki anak untuk menutupi pelarian yang dilakukan oleh sang sepupu sebagai calon pengantin. Dia terpaksa harus menjadi istri dan ibu sambung dari seorang duda beranak tiga di umur yang masih cukup belia. Namun, ia tak memiliki pilihan lain karena ada 'sesuatu' yang harus ia pertahankan.

Niat hati ingin terbebas dari 'sesuatu' yang selalu membuatnya tertekan, menikah muda dan menjadi ibu sambung justru membuat kehidupan Aurora berubah. Hal tersebut justru seolah merampas seluruh kebebasan yang selalu dinanti. Akankah perempuan itu dapat menemukan kebahagiaannya sendiri di tengah-tengah kabut nelangsa yang menguasa?

© Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Donacute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, Aurora, Danisha, Ruby serta Aksan akhirnya tiba juga di mal terbesar di Jakarta. Mereka pun segera masuk ke dalam, termasuk Aksan yang berjalan di belakang Aurora dan Ruby. Ia akan mengikuti ke mana sang Nyonya pergi, seperti tugas yang diberikan oleh Keenan.

"Kita mau ke mana dulu, Ra?" tanya Ruby pada Aurora.

Aurora tidak langsung menjawab pertanyaan Ruby, ia begitu mengagumi sekelilingnya. Gadis cantik itu suka sekali berada di mal, walau ia mengakui bahwa mal dulu dan sekarang sudah banyak sekali perubahan.

Selain itu, Aurora juga bingung mau mengunjungi toko yang mana dulu. Jika bisa, tentu ia ingin mengunjungi semua tempat. Namun, lagi-lagi ia harus tersadar bahwa dirinya pergi bersama bayi. Danisha bisa saja mendadak rewel nanti.

Ruby yang tidak mendapat jawaban langsung mencubit tangan sahabatnya. "Aw! Sakit tau, By. Lo suka banget sih KDRT ke gue," keluh Aurora sambil mengusap tangan yang tadi habis dicubit Ruby.

"Lagian lo ngeselinnya kumat! Gue tanya sama lo, tapi lo malah diam aja. Siapa yang enggak kesel, coba?" Wajah kesal Ruby memang tidak dapat ditutupi lagi, Aurora yang melihat itu hanya bisa menahan tawa sebab wajah kesal Ruby justru terlihat lucu bagi Aurora.

"Gue bingung tau. Udahlah, lo aja yang mutusin mau ke mana. Gue ikut aja," jawab Aurora pada akhirnya.

"Tapi traktir, ya? Lo 'kan sekarang udah jadi istri orang kaya, uang lo pasti udah unlimited. Kali-kali aja gitu traktir gue. Enggak akan gue buat bangkrut kok," kata Ruby.

"Iya, gampang elah."

Sejak awal, Aurora memang sudah ada niat untuk mentraktir sahabatnya, apalagi selama ini Ruby pun sering menaktir dirinya makanan di kantin sekolah atau buku-buku untuk kepentingan pelajaran. Jadi, tak ada salahnya jika Aurora hendak membalas kebaikan sang sahabat.

Mendengar hal itu, Ruby langsung tersenyum senang. "Pertama-tama kita liat-liat gaun, yuk, Ra? Menurut gue, sebagai istri dari cowok tajir kayak Keenan, lo butuh banyak gaun yang cantik. Kali aja nanti lo tiba-tiba diajak datang ke pesta buat nemenin dia kayak di film atau novel gitu."

Untuk hal itu, Aurora sama sekali tidak berharap banyak. Ia jelas sangat sadar diri, bahwa dirinya adalah istri yang tidak diinginkan. Mungkin selamanya akan disembunyikan, jadi menurutnya Keenan tidak akan pernah melakukan hal tersebut.

Namun, tidak ada salahnya ia membeli gaun cantik. Gaun yang selama ini ia impikan akan dibeli hari ini, tanpa memikirkan harganya lagi.

***

Paper bag yang Aurora dan Ruby bawa sudah sangatlah banyak, kedua gadis itu benar-benar tidak melewatkan kesempatan untuk belanja. Mulai dari baju, sepatu, tas sampai aksesoris wanita lainnya.

Selain untuk dirinya sendiri, Aurora tentu membelikan beberapa barang untuk anak sambungnya. Ia sama sekali melupakan mereka.

Danisha pun sama sekali tidak rewel di stoller yang didorong oleh Aksan. Untung saja pria itu berbaik hati dengan menawarkan diri untuk melakukan itu agar Aurora bisa menikmati waktu dengan sahabatnya.

Namun, ketika mereka sedang melihat-lihat koleksi tas yang ada di salah satu toko branded, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang terasa sangat familiar di telinga Aurora dan Aksan.

"Bagus, ya, kamu! Pasti kamu menikahi putra saya demi uang aja. Belum lama jadi istri anak saya aja, kamu udah berani belanja sebanyak ini. Kamu pikir anak saya mesin uang?!" omel seorang wanita paruh baya sambil menunjuk wajah Aurora.

"Siapa, Ra?" Ruby yang terkejut langsung menanyakan siapa wanita paruh baya yang baru datang langsung mengomel pada sahabatnya, walau memang dengan berbisik agar tidak sampai terdengar oleh wanita paruh baya itu.

"Mamanya Mas Keenan, By," jawab Aurora sangat pelan. Gadis itu tidak menyebut Nandini sebagai mertua walau kenyataannya seperti itu. Sebab Aurora tahu sekali bahwa wanita paruh baya itu tidak akan menganggapnya sebagai menantu.

Aurora sendiri pun cukup terkejut, bisa bertemu dengan Nandini di sana. Seakan dunia begitu sempit, hingga di manapun Aurora berada, pasti ia akan bertemu dengan sang mertua.

Begitu juga Nandini yang awalnya hanya ingin membeli beberapa barang di mal, tetapi ia justru melihat Aurora yang tampak bahagia setelah berbelanja. Apalagi ia bisa melihat dengan jelas banyak belanjaan Aurora dan satu wanita yang bersamanya.

"Oh, mertua lo." Aurora mengangguk kecil, obrolan singkat antara Ruby dan Aurora terlihat di mata Nandini.

"Kalian lagi ngomongin saya sampai bisik-bisik gitu?" tanya Nandini dengan wajah yang merah padam karena marah.

"Bukan begitu, Bu."

"Halah alasan aja kamu! Saya akan adukan kelakuan kamu sama Keenan. Biar kamu dimarahi putra saya. Ya, meski saya lebih suka kalo dia langsung ceraaiin." Nandini mendorong Aurora dengan kasar, sedangkan Ruby segera membantu sahabatnya untuk bangun.

Aksan sendiri juga ingin membantu, tetapi di hadapannya adalah nyonya besar Mahanta. Jadi, ia hanya diam saja menyaksikan semua yang Nandini lakukan pada Aurora. Tentu ia masih sayang dengan pekerjaannya, toh yang dilihatnya Nandini tidak melakukan tindakan di luar batas.

"Saya sama sekali enggak tau apa yang membuat putra saya menikahi wanita kayak kamu. Perempuan yang cuma mengejar harta aja. Kayaknya kamu pake pelet deh. Karena kalau sadar, dia pasti enggak akan sudi nikahin kamu," ujar Nandini lagi dengan tersenyum mengejek.

Ruby yang tidak tahan mendengar ucapan Nandini yang terus menghina sahabatnya, ingin sekali ia membalas ucapan wanita paruh baya itu. Namun, Aurora malah mencegah. Bahkan keributan yang diciptakan oleh Nandini berhasil membuat Danisha terusik.

Bayi itu tiba-tiba menangis. Mau tidak mau, Aurora pun dengan sigap langsung mengambil Danisha dari stroller, kemudian digendong untuk menenangkannya.

"Hati-hati itu gendongnya! Kamu itu sekarang tugasnya cuma ngurus cucu saya aja, jangan sok-sokan pergi ke mal gini. Dasar enggak sadar posisi!" Sekali lagi hinaan Nandini begitu menusuk hati Aurora, tetapi perempuan itu terus bersikap biasa aja.

Suara Nandini memang agak keras dari tadi, bahkan sejak ia mendorong Aurora dengan keras. Mereka sudah menjadi tontonan banyak pasang mata. Akan tetapi, Nandini sendiri bersikap seolah tidak ada yang melihat. Padahal kenyataannya sangat berbeda. Orang-orang yang menonton awalnya mengira bahwa Nandini tengah melabrak pelakor, tetapi setelah mendengar makian dari Nandini. Mereka jelas tahu bahwa yang tengah dilabrak adalah menantu Nandini sendiri.

Tangisan Danisha semakin kencang, Nandini langsung terlihat panik dengan keadaan cucunya. Aurora masih berusaha menenangkan Danisha. Namun, ketika perempuan itu hendak memberi susu, ternyata botol susunya sudah kosong. Ia pun baru teringat jika air panas di tumbler termos sudah habis.

"Mohon maaf, Bu. Aku pamit dulu mau cari air panas untuk susu Danisha," kata Aurora sebelum berlalu meninggalkan sang mertua.

Untung saja Danisha terusik sehingga Aurora dapat kabur dari hadapan wanita paruh paya tersebut. Jika tidak ada alasan itu, mungkin Aurora harus tetap berdiri di depan Nandini dan mendengar segala hinaan dari mulutnya.

Mereka pun mencari restoran terdekat. Ruby yang memilih restorannya. Selain mencari air panas, tentu mereka juga hendak makan siang karena sudah mulai lapar. Begitu sudah di dalam restoran, Aurora dan Ruby pun mencari tempat duduk yang kosong, sementara Aksan tetap mengekor di belakang dan memilih untuk duduk di meja berbeda.

Belum lama duduk, seorang waitress pun datang untuk menerima pesanan dari mereka. Tiga orang itu segera memesan makan siang yang tertera di menu. Tak lupa Aurora meminta segelas air hangat agar dapat menyeduh susu untuk Danisha. Setelah itu, mereka kembali pada kegiatan masing-masing. Aurrora dan Ruby yang sibuk bercengkrama, sementara Aksan hanya sebagai pendengar.

"Harusnya tadi lo jangan diam aja gitu, Ra. Lawan dong!" Ruby sangat gemas dengan Aurora karena hanya diam saja, tidak membalas apa pun yang dikatakan oleh Nandini.

"Mana berani gue, By. Apalagi beliau mamanya Mas Keenan. Gimana kalau anaknya enggak terima? Lagian gue juga udah bisa diginiin, jadi ya udahlah. Sejak dulu juga mana pernah gue ngelawan Om sama Tante gue, walau mereka sering berbuat enggak adil?"

"Itu sih lo aja yang bego, Ra! Mau aja digituin sama mereka."

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Puri khusuma
kok cerita aurora ndak lanjut kak
Donacute: belum bisa lanjut kak gak ada idenya, kakak mampir aja ke ceritaku yang lain
total 1 replies
marti 123
Lumayan
marti 123
Kecewa
Novi Kristina
jgn PHP dong.....
Nikma: Permisi kak Author ...

Halo kak reader, kalau berkenan mampir juga di novel aku 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima kasih😊🙏
total 1 replies
bundha novita
Luar biasa
Falisha Azka
ceritanya seru
Falisha Azka
kak ini kapan update nya?
Falisha Azka
kapan update lagi thor
Apriliana Putri Kezia Sitepu
kapan update lagia thorr seru banget ceritanya...
Morina Simamora
nungguinnya setahun thorr😭😭
bunny_jeon.jk13.97.9707
kapan up nya thorr
uwuw
gk kerasa udah sampe sini, pdhl aku baru baca 2 hari. seru bgt ceritanya kak, ditunggu updatenya ya🤩
Donacute: terima kasih kak
total 1 replies
uwuw
Luar biasa
Rini AL
Semngt thor ,aku setia menunggu ,walau kadang masih baca yang lain hhe
Donacute: makasih Kak
total 1 replies
Rini AL
Jangan lama2 lagi ya thor ,hhh
Donacute: do'akan idenya ngalir terus
total 1 replies
Lussii Sihotang
untung ni aplikasih gak ku hapus
Donacute: hehehe untung ya kak, jadi nggak ketinggalan updatetan terbaru cerita ini
total 1 replies
bunny_jeon.jk13.97.9707
aa seneng banget, akhirnya up lagi 😭💗💗💗💗💗
Donacute: ikutin terus ya ceritanya, jangan sampai ketinggalan
total 1 replies
bembi septiani
Min udah setahun ni
Nurani Dwi Putri
thorr, ayoo up lagii huhuhuu🥹🙏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!