NovelToon NovelToon
Menjerat Istri Lumpuh

Menjerat Istri Lumpuh

Status: tamat
Genre:Obsesi / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:636.7k
Nilai: 5
Nama Author: Uffahazz_2

Perselingkuhan membawa Glacia pada kecelakaan tragis yang membuatnya divonis lumpuh. Hebatnya, setelah apa yang ia lakukan, Narendra masih kekeh mempertahankan pernikahan mereka. Alih-alih meninggalkan Glacia yang cacat, Narendra justru berperan baik merawat dan menjaga wanita itu meski berkali-kali dilempari makian.

Glacia benci Narendra, karena dialah sang ayah tak merestui hubungan Glacia dengan pacarnya. Apa yang sebenarnya Narendra pikirkan? Kenapa lelaki itu selalu menolak ajakan bercerai? Padahal Glacia sendiri tahu Narendra memiliki wanita idaman yang ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uffahazz_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Hadiah Sepatu

"Tuan, kenapa anda menukar souvenir dari brand? Padahal sebelumnya mereka memberi souvenir untuk pria, tapi anda malah menukarnya dengan souvenir untuk wanita." Julian memperhatikan tuannya seraya membereskan berkas yang baru selesai Narendra tanda tangan.

Meski baru pulang dari Taiwan, Narendra tak lantas meliburkan diri untuk bekerja. Entahlah, menurut Julian pria itu terlalu workaholic, seperti tidak ada capeknya.

Narendra bergumam sambil lalu, ia terlihat begitu serius mengamati kertas demi kertas di atas meja. Mereka hanya sempat istirahat beberapa jam sepulang dari bandara, siangnya Narendra langsung mengajak Julian ke kantor. Sebenarnya Julian sudah terbiasa, tapi sekali-kali ia juga ingin libur di luar hari libur.

"Saya jadi berpikir anda sengaja melakukannya untuk Nyonya," celetuk Julian. Matanya diam-diam melirik Narendra. "Padahal produk itu akan sangat langka di musim ini," pancingnya lagi.

Narendra membuang nafas lumayan keras. Ia mendongak menatap Julian datar. "Kenapa aku merasa hari ini kau begitu cerewet? Kau mau libur? Oke, silakan pulang," putusnya lelah, lalu kembali menorehkan pulpen di atas berkas.

Mata Julian membeliak berbinar. "Serius, Tuan?"

Narendra mengangguk, hal tersebut tentu membuat Julian hampir berjingkrak kesenangan. Namun itu sebelum Narendra melanjutkan ucapannya.

"Serius, tapi selama 2 bulan gajimu kupotong 15 persen."

Seketika itu juga wajah Julian langsung layu, ia lantas diam dan memilih mengerjakan apa pun yang Narendra suruh.

Sementara di rumah, Glacia tengah berada di walk in closet bersama dua pelayannya, Wina dan Weni, mereka kembar tidak identik, hal yang membuat Glacia mudah membedakan mereka.

"Nyonya, bagaimana dengan dress ini?" tanya Weni sembari menunjukkan hanger di tangannya. Glacia baru saja mengalami hal menyebalkan, tanpa sengaja terkena tumpahan jus oleh seorang pelayan. Ia langsung memecat pelayan itu tanpa pikir panjang.

Glacia melirik malas pakaian di tangan Weni. "Terlalu tebal, aku tidak suka," jawabnya datar.

Weni meringis. Meski begitu ia tak menyerah memilihkan baju untuk Glacia. Entah sudah berapa banyak yang wanita itu tolak. Weni kemudian mengambil dress lilac dengan aksen renda yang lucu. "Bagaimana dengan ini, Nyonya?"

Glacia tak langsung menjawab, ia mengamati dahulu dress tersebut sebelum kemudian mengangguk. "Not bad."

Jawaban sederhana yang membuat Weni senang bukan kepalang. Ia langsung membantu Glacia memakai dress tersebut dibantu oleh Wina. Wina lalu merapikan rambut Glacia yang terurai panjang, memasangkan satu jepitan yang membuat tampilannya kian terlihat manis.

"Selesai!" seru mereka bersamaan. Glacia hampir memutar mata melihat tingkah dua bersaudara itu.

"Nyonya, sepatu anda." Wina membawa beberapa pasang sepatu ke hadapan Glacia.

Glacia mengamati satu persatu dari mereka sebelum kemudian menggeleng membuat Wina kecewa. Namun ia sudah biasa dan memaklumi sifat Glacia yang sangat pemilih.

Kemudian Wina teringat sesuatu. "Nyonya, bagaimana dengan sepatu hadiah Tuan?" tawarnya antusias. Ia berlari mengambil kotak hitam eksklusif di atas meja lalu kembali ke hadapan Glacia.

Weni tak kalah antusias melihat Wina membuka pita kotak tersebut. Di sudut kanan kotak terdapat ukiran nama brand dari tinta emas.

Saat Wina berhasil mengangkat tutup kotak itu, nampaklah sepasang flatshoes cantik yang siapa pun yakin bisa menyihir semua mata wanita, tak terkecuali Glacia yang sempat dibuat terpaku melihat keindahan sepatu itu.

Narendra memberikan itu untuknya? Tanpa sadar Glacia membatin. Namun ia ingat bahwa itu hanya souvenir dari pre-launching produk.

"Singkirkan itu," cetus Glacia, mengejutkan Wina dan Weni yang masih bergeming terpesona melihat benda mahal itu.

Glacia mendengus. Mahal tapi gratisan.

Wina mengerjap. "Nyo-Nyonya tidak mau memakainya? Ini cantik sekali," tanyanya penuh sesal.

Sementara Glacia berdecak malas. "Kau pikir aku mau ke mana, harus memakai sepatu itu? Kalau aku memakainya sekarang akan aneh, itu lebih cocok untuk acara formal," ketusnya membuang muka.

"Iya juga, ya?" gumam Wina. Dalam hati ia tersenyum alasan logis Glacia. Itu artinya Glacia menerima sepatu pemberian Narendra, meski tak secara terang-terangan berkata.

Tanpa Glacia sadari, Weni mengulum senyum mengetikkan sesuatu di ponselnya. Ia mengirim pesan pada Julian si pria tampan idaman semua pelayan.

Nyonya menyukai sepatunya, Tuan.

Di lain sisi, Julian yang mendapati pesan tersebut langsung mendongak pada Narendra yang masih sibuk di meja kerja.

"Tuan, mereka bilang Nyonya menyukai sepatunya," ucapnya memberi tahu Narendra.

Respon Narendra tampak biasa saja. Ia bergumam, namun sesaat Julian dapati pria itu terdiam, dan ... tersenyum? Sangat tipis sampai luput dari pengamatan, apalagi Narendra melakukannya sambil membuang pandangan.

Julian mengerjap, mungkin ia hanya salah lihat.

1
Yeti Kosasih
Lizy perempuan penuh tipu muslihat .mengerikaan
Yeti Kosasih
Aaah sungguh cinta yg rumit....
Yeti Kosasih
Klo wanita SDH sakit hati ,mati rasa maka sesal yg di dpt pasangannya..menyesal seumur hidupmu Nareen..kamu pikir Lizy perempuan tulus dan kalem..kamu salah Lizy perempuan yg menakutkan yg penuh dgn sisat dan muslihat ditutupi topeng wanita lemah lembut..sereem
Yeti Kosasih
Aaah Glacy..akupun g bisa nyalahin kamu..pasti kamu murka ya..di bully dipermalukan..eeh Naren mlh cenderung asyeek berduaan sama Livy...
jujur aku mlh berharap kamu sama Rapael deeh...dia Dokter ,lembut dan sepertinya g byk menyimpan rahasia seperti Naren
Yeti Kosasih
Ayolaah Glacy..terimalah Naren..cba deeh turunin egomu berdamai dgn semuanya pasti yg kau rasakan keindahan...🥰🥰
Lia Ernawati
🥰
Ida Rianti
Luar biasa
Ida Rianti
Lumayan
Mujiningsih Mujiningsih
Luar biasa
Zahra Cantik
bagus & seruuu
Nurie
thor terbaik
Desi Asmarani
Luar biasa
Yeyet Agus
duh, novel ini sungguh bnyk misteri, sdkt tegang tp asyiiik. Tks thor, semangat berkarya.
Dysha♡💕
Luar biasa
Dysha♡💕
pasti Narenda ini orang kaya deh,,
Lestari Ratnawati
extra part
🍃⃝⃟𝟰ˢᴅᴇss𝐀⃝🥀
Akhirnya masa² kritis sudah terlewati 🤭
semoga GK ada lg pengganggu kedepannya
🍃⃝⃟𝟰ˢᴅᴇss𝐀⃝🥀
wkwkwkw jujur utk hal yg berhubungan dgn Gibran ini yg sulit diungkapkan 😆 hayo Naren pelan²
🍃⃝⃟𝟰ˢᴅᴇss𝐀⃝🥀
akhirnya selesai jg perjuangan Narend membantu melepaskan Glacy, tapi Rafael.. tulus mu bukan pada tempatnya, semoga Tuhan mengampuni dosamu, karna kau kn ga menyakiti Glacy emang. Tapi kau melukai perasaan Naren 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢᴅᴇss𝐀⃝🥀
Rafael menjadi gila karena gelar dokter nya yg menurut nya gak berguna karna gabisa selamatkan nyawa adiknya dari serangan kanker 🤭 jadilah dia main dokter-dokter an sekarang di apartemen dengan fasilitas medis yg sangat lengkap🤣bener² sakit jiwa kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!