NovelToon NovelToon
Di Simpang Jalan

Di Simpang Jalan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:290.7k
Nilai: 5
Nama Author: heni

Perjalanan hidup yang Kia tempuh sangatlah indah, memiliki karir sukses dan keluarga yang sangat harmonis. Pernikahan yang dia jalani juga sangat indah, memiliki suami yang tampan, dan pernikahan mereka dikaruniai seorang anak perempuan.

Hingga sebuah tamparan keras menyadarkan Kia kalau perjalanan hidup tidak selamanya mulus. Kia mengetahui perselingkuhan suaminya dengan salah satu orang terdekatnya.

Mengetahui perselingkuhan ini membuat Kia membeku, bagai berada di persimpangan jalan, ingin berjalan lurus untuk meneruskan pernikahan mereka atau berbelok dan mengakhiri pernikahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Entah mengapa proses kepemilikan terasa bagi lama untuk Davi, setiap menit tanpa Likha waktu terasa sangat lama berjalan. Davi hanya bisa menghubungi Likha via chat. Setiap saat matanya selalu pada handphone.

"Mas, disimpan handphonenya, sarapan dulu pekerjaan nanti di selesaikan."

"Iya sayang." Davi terpaksa menyudahi kesenangannya.

"Ayah sekarang berubah, di rumah handphone melulu," protes Rachel.

"Maaf ya sayang, Ayah sedang berusaha untuk masa depan kita.

Selesai sarapan, selesai pula kebersamaan mereka di pagi itu. Kia memulai hari dengan usaha Restorannya, Rachel bersekolah, Davi sendiri langsung menuju kantor.

"Pagi Tuan." sapa Dharma.

"Pagi," sahut Davi lemas.

"Sudah untung besar, kok Tuan satu bulan ini terlihat tidak semangat? Nggak dapat jatah dari Nyonya Kia ya?" goda Dharma.

Jatah? Untuk hal itu dia selalu dapat dari Kia, tapi dia kehilangan rasa bersama Kia. Yang dirindukan Davi saat ini adalah Likha. Davi berusaha mengembalikan kesadarannya yang hampir melayang karena membayangkan Likha.

"Aku ke dalam dulu, kalau ada tamu tidak penting jangan diizinkan masuk." Davi segera masuk ke dalam ruangannya.

Namun sesampai di ruangannya Davi tidak memulai pekerjaannya, namun malah menghubungi Likha via panggilan video.

"Sayang ... kapan kita ketemu? Aku rindu berat sama kamu," keluh Davi.

"Aku kerja sayang, setelah aku nabung buat Nanda, aku pasti samperin kamu. Kamu pikir aku nggak kangen?"

Davi merasa sekujur tubuhnya berdenyut melihat sosok Likha di layar handphonenya.

"Sayang ...." Davi bingung mengutarakan kalimat apa.

"Sabar ya sayang, kita sama-sama berjuang menahan rindu."

Semakin lama melihat Likha, semakin besar rasa rindu dan hasrattnya, Davi tidak kuat lagi, dia menyudahi panggilan videonya dan mengalihkan pikirannya pada pekerjaan.

Di tengah pekerjaannya, Davi mendapat kabar kalau yang dia persiapkan untuk Likha siap untuk ditempati. Secepat kilat dia pergi menuju parkiran agar sampai di tempat impiannya.

Di tengah perjalanannya Davi tidak sengaja melihat sosok Likha yang tengah menumpangi ojek online.

Ntin! Ntin!

Davi memberi kode agar ojek itu menepi.

Likha sangat mengenali siapa pemilik mobil itu, dia segera meminta ojek yang dia tumpangi menepikan motornya. Likha membayar ongkosnya, dan segera masuk ke mobil Davi, terlalu lama di jalan dia takut ada orang yang mengenal mereka melihat hal itu.

"Yang gila itu cukup aku, kamu jangan Kak!" protes Likha.

"Aku tidak rela melihatmu berada dibawah terik matahari, kamu itu ratuku."

"Aku hanya mainanmu kak, ingat ratumu hanya Kia."

Davi perlahan melajukan mobilnya. "Kamu mau kemana?"

"Mau penuhi panggilan kerja, kemaren aku dihubungi sama pemilik klinik, aku lamar kerja di sana sebelumnya."

"Pekerjaan kamu hanya rawat aku, kamu nggak boleh rawat yang lain."

"Jangan egois kamu kak, ingat ada seorang anak yang jadi tanggunganku, walau suami mama sanggup membiayai Nanda, sebagai orang tua bukan berarti aku pasrah."

"Impianku, Nanda bisa sekolah international seperti Rachel. Tapi apa daya, aku tidak kuat dengan biaya di sana jika Nanda masuk TK di sana."

"Tahun ini Nanda masuk SD kan?" Davi memastikan.

"Iya, setidaknya aku memulai impianku dengan menyekolahkan Nanda mulai SD di sekoah Favorite itu."

"Kirim semua data-data yang diperlukan untuk pindah Nanda, aku akan tanggung semua biaya Nanda mulai sekarang."

"Nanda anakku, dia tanggung jawabku."

"Kamu kebahagiaanku, apa yang membuatmu bahagia juga jadi bagianku!"

"Aku tidak terima Kak!"

"No debat! Kamu bilang mau mengikuti apa yang aku mau."

"Tapi aku nggak mau Kakak membiayai aku apalagi anakku!"

"Kamu layani aku sepenuh hati, biarkan aku membantumu. Jika kamu kutanggung, yang senang juga aku, saat aku datang kapan saja, kita bisa melakukan apa yang kita mau, tanpa harus menyiksa diri karena menahan rindu!"

"Aku nggak mau Kakak membiayai aku!" ucap Likha.

"Aku mau, jadi apa yang aku mau, itulah yang berlaku." Davi menambah kecepatan mobilnya.

"Kita mau kemana?"

"Nanti juga kamu tau.

Flash Back

Davi tersenyum mendengar semuanya sudah siap. Dia sangat penasaran bagaimana reaksi Likha jika dia mengetahui kejutan ini. Setelah membereskan semua urusan, Davi menuju tempat aman, dan meminta mereka mengantar yang dia beli ke suatu tempat. Namun tujuannya terhambat karena menyelesaikan beberapa proses.

Flash back off

Mobil Davi memasuki sebuah parkiran yang berada di kawasan gedung pencakar langit. Likha terpesona dengan pemandangan yang menyapa sepasang matanya.

Davi memarkirkan mobilnya tepat disamping mobil sedan hitam seri terbaru yang berhiaskan pita besar.

"Kenapa kita ke sini?" Likha asing dengan tempat ini.

"Untukmu." Davi memberikan kunci mobil pada Likha.

"Aku tidak mau!"

"Aku mau kamu menerimanya, ini demi kebahagiaan kita." Davi memberikan kunci mobil ke tangan Likha. "Cari mobilmu," ucap Davi.

Likha keluar dari mobil Davi, dan mulai memencet remot mobil. Saat yang sama mobil baru yang berhias pita itu menyala.

"Itu?" Likha tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Kamu suka?" Davi segera mendekati Likha.

"Di dunia ini hanya kamu yang aku suka."

"Ih nakal! Ayo periksa bagian dalamnya." Davi dan Likha sama-sama memasuki mobil baru itu.

Likha masih larut mengagumi setiap sudut mobil baru hadiah Davi untuknya.

"Mulai sekarang, kamu pakai ini kemana kamu mau," ucap Davi.

"Ini berlebihan Kak ...." ucap Likha lirih.

"Ini tak sebanding dengan kebahagiaan yang kamu beri padaku."

Perlahan sepasang wajah itu saling mendekat, hingga tak jarak lagi diantara keduanya. Yang ada hanya suara pertukaran saliva yang begitu panas yang berakhir semburan hangat di mesin reproduksi Likha.

Selesai petualangan di dalam mobil baru, Davi dan Likha sama-sama sibuk merapikan pakaiannya.

"Bagaimana aku bawa mobil ini? Di kost-an aku tidak ada parkiran," keluh Likha.

"Aku tidak izinkan kamu kembali ke kost-an kamu," ucap Davi.

"Terus aku tidur di mobil?"

"Ayo ikut." Davi meminta Likha mengikutinya, keduanya berjalan bersama memasuki lift.

"Ini tempat elit Kak, bagaimana jika ada kenalan Kak Kia yang melihat kita?"

Davi tersenyum dan menciumi Likha dengan gemas. Sampai di lantai tujuan mereka, Davi menuntun Likha menuju sebuah pintu. Likha bingung karena Davi malah membuka pintu itu.

"Surprize ... ini adalah istana kita."

"Maksud Kakak?"

"Aku membeli Apartemen ini untuk kamu tinggali, untuk kita agar leluasa bersama." Davi memeluk Likha dan kembali menyambar bibir seksi Likha.

"Em!" Likha menyudahi pangutan mereka. "Ini terlalu mewah Kakak ...."

"Andai aku punya lebih, bahkan mewah dari ini pun akan ku persembahkan untukmu."

"Kakak ... bagaimana aku bisa berhenti mencintaimu?"

"Jangan berhenti, cintai aku sepenuhnya sayang ...." Davi menggendong Likha menuju kamar mandi, dan mandi berdua di Apartemen baru itu.

***

Sejak malam itu Kia dan Rachel merasa kehilangan Davi. Davi selalu pulang hampir jam 12 malam, bahkan sabtu dan minggu yang biasa mereka habiskan bersama, Davi juga tidak ada di waktu itu.

Sedih, namun berusaha memahami pekerjaan suaminya.

Pikiran Kia begitu kacau memikirkan Davi, setelah pekerjaannya selesai, dia kembali pulang ke rumah. Rasa lelah yang mengikat hatinya seketika lenyap kala melihat senyuman putrinya. Sosok itulah yang masa depannya tengah dia perjuangkan.

"Bunda pulang cepat?" sambut Rachel.

"Iya sayang, pekerjaan selesai lebih awal."

"Walau Ayah sering tidak pulang, tapi bunda selalu berusaha ada buat aku, terima kasih bunda."

Sepanjang waktu Kia habiskan untuk menemani putrinya. Tak terasa langit kini berwarna hitam pekat dan dihiasi kelipan cahaya bintang.

Rachel berulang kali melirik jam dinding, sudah lewat jam makan malam, tapi Ayahnya masih belum pulang.

"Bunda udah telepon Ayah?" tanya Rachel.

"Sudah, tapi tidak terhubung, sepertinya Ayah lembur lagi."

Rachel sangat sedih, ini kesekian kali Ayahnya melewatkan makan malam.

"Kita makan duluan yuk sayang."

"Ayah gimana bund?"

"Kalau nanti Ayah mau makan, bunda yang temani."

Ibu dan anak memulai makan malam mereka. Rasanya sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya. Ada kesedihan yang begitu kuat menyelimuti perasaan keduanya.

Selesai makan malam Rachel kembali ke kamarnya, sedang Kia mondar mandir di kamar menanti kedatangan Davi. Namun kekuatan fisiknya tidak sekuat keinginannya menanti Davi. Kia tertidur di sofa yang ada di kamar mereka.

1
Triana Oktafiani
luarrrr biasa 👍
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
kasihan indra cinta a bertepuk sebelah tangcn
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
kok ruri sih indra a mn
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
semangat berjuang indra
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
mau a sih kia sm indra aja y Rachel a kn dah cocok
budak jambi
video kn aja kelakuan si fany trus sebar kn ke mensos biar malu dan gila tu cew gatal
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
seperti a kia jodoh y am. rury
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
terll bnyk drama menegangkan
bnyk pelakor a
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
baru sadar mk a jng simpan ular dirumah, bisa a hmmm beracun
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
terll ribet
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
mampuz rasain
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
kia jd orng terll bnyk pertimbangan
ngk mikr sakit hati a
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
lelaki bodohhhh
budak jambi
semoga kedua manusia laknat mendpt kan karma yg lebh sakit dr kia dan rachel
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
mk a jng taruh orng lain di rumah mau saudara teman atau pun apa, karna suatu saat di pst akan menggigit
mn ada orng laen jenis normal" aja
kinan syakira putri
keren
Listiawati listiawati
g ada cerita Rachel besar Thor?
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: aamiin
total 4 replies
Tri Oktifatun
wah udah tamat aja. kasih extra part nya dong kak othor 🤭
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: aku lagi sibuk bantu mak aku proses rehab rumah kak, untuk 2 bulan kedepan sibuk mojok ama akang2 tukang🤭🤭🤭🙈
total 3 replies
Muzaata Alenmiyu
makasih thor ceritanya 😊 moga aja ada bonchap dari diana ya thor 🤭
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: pengen andai ada ide lanjutan dari tim misi kepenulisan, klo aku sendiri gak sampai mikirnya🎶
total 1 replies
Sri Ambarwati
ta udah tamat. cerita bagus
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: iya, udah selesai konflik yg aku bikin. Makasih kak,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!