NovelToon NovelToon
Sang Dewa Tertinggi

Sang Dewa Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Effa

Semua orang menginginkan kekuatan dan kekayaan, mereka ingin menjadi imortal agar bisa tetap hidup selamanya.

Kekuatan dan kekuasaan adalah impian yang mereka inginkan. Namun, berbeda halnya dengan tokoh kita yang sudah memiliki segalanya.

Dia diciptakan dengan begitu sempurna, dia adalah lambang dari kekuatan, dia adalah tambang kekayaan bagi siapapun orang yang menyembahnya.

Dialah Sang Dewa Tertinggi, sesuai dengan namanya dia adalah Dewa nya para Dewa. Semua orang harus tunduk didepannya, jika mereka ingin mendapatkan apa yang mereka mau maka solusinya adalah dengan memuja Sang Dewa Tertinggi.

Namun tidak seperti yang mereka bayangkan, nyatanya Sang Dewa Tertinggi sendiri tidak ingin semua apa yang dia punya, dia hanya ingin menjadi seorang manusia biasa. Dan keinginannya itu pun akhirnya bisa ia dapatkan dengan cara... Berpindah Dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Effa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluar dari rumah

3 hari berlalu dengan begitu saja, kini Max dan Theo sudah bersiap untuk meninggalkan tempat kelahiran mereka itu, dipunggung mereka terdapat sebuah tas yang membawa semua keperluan mereka saat di perjalanan.

Sebenarnya tidak banyak yang mereka bawa selain baju untuk ganti sehari-hari, selain itu tidak ada lagi. Untuk makanan sendiri mereka bisa memetiknya ketika di hutan dan ketika di kota mereka bisa menjual beberapa yang mereka ambil saat di hutan.

Max berjalan dan memeluk Sandra "Kau tenang saja, aku tidak akan melupakan mu. Aku berjanji, jika nanti aku sudah cukup kuat aku akan membawamu pergi bersama ku," bisik Max pada Sandra dan berusaha meyakinkan wanita yang kini menjadi ibunya itu untuk mempercayai ucapannya.

"Tentu... Tentu ibu akan selalu menunggu nak," Sandra mengecup kepala Max berulang kali, ingin rasanya Sandra menolak kepergian Max namun dia juga tidak ingin egois untuk menahannya. Apalagi kini sandra tahu yang menempati tubuh anaknya ini adalah seorang Maha Dewa dulunya, dia yang manusia biasa tidak akan mungkin menentang keinginannya.

"Pergilah... Ibu akan selalu mendoakan mu," Sandra melepas pelukan dan menghapus air matanya.

Max mengambil tangan ibunya dan menciumnya "Aku akan segera kembali, jadi kumohon tunggu aku sebentar," Max berbalik dan berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi "Ayo Theo! Jika kau lama aku akan meninggalkan mu."

"Hey sebentar! Ibu aku pergi dulu jika nanti aku masih hidup aku akan kembali untuk menemui mu! Sampai jumpa lagi bu..!" Theo melambai dan segera berlari menyusul Max yang sudah jauh didepan.

"Lama sekali," cibir Max.

"Berisik!"

"Kau tidak lupa untuk membawa pedangmu kan?"

Theo menunjukan pinggangnya yang terdapat sebuah pedang kayu disana "Mana mungkin aku meninggalkannya."

"Percepat langkahmu kita akan menemukan sebuah gua sebelum malam tiba."

Max dan Theo terus melanjutkan perjalan sesekali mereka akan berhenti untuk memetik buah untuk dimakan, kadang pula akan ada serangan hewan buas seperti serigala dan rusa. Untuk modelan serigala liar Max menyerahkannya pada Theo itung-itung itu sebagai latihannya, dan jika mereka bertemu hewan yang cukup kuat mereka akan berlari menghindar jika Max sedang malas bertarung.

"Kita akan bermalam disini saja," Max memasuki sebuah gua dan mengitarinya memastikan gua itu kosong tidak ada yang menempati.

"Haaah... Lelahnya..." Theo menyimpan barang-barangnya dan merebahkan tubuhnya begitu saja tanpa alas "Aku lapar," gumamnya yang masih didengar oleh Max.

"Bangunlah, bersihkan dirimu dulu. Aku menemukan sebuah mata air didalam gua, kau bisa mandi disana," Max datang membawa peralatan memasaknya.

"Baiklah."

Selepas kepergian Theo, Max mulai berkutat dengan alatnya, dia sekarang akan memasak untuk mereka makan, kebetulan tadi di jalan mereka menemukan sebuah kambing hutan yang cukup gemuk. Max berniat akan memasak sop kambing untuk malam ini.

Pertama Max nyalakan apinya terlebih dahulu kemudian dia memotong-motong daging kambing untuk di jadikan steak dan kepalanya akan dia rebus dijadikan sop.

Asap mengepul memenuhi seluruh ruangan dalam gua yang menyebabkan dimana pandangan Max sedikit terganggu, dengan kesal Max meniup asap tersebut hingga batu-batu disana berterbangan.

"Aiss kekencangan!" Max kembali menyalakan api yang sempat padam oleh tiupan anginnya. Karena merasa api biasa terlalu lemah Max menambahkan api birunya dan itu sukses membuat panci sop-nya meleleh.

"Ya! Ya! Ya! Bagaimana bisa kau meleleh? Theo! Cepat kau mandi dan ambil panci baru!" Max kalang kabut mencari pengganti panci itu sampai batu-pun dia pukul pukul hingga berkubah dan dijadikan wadah sop pengganti panci.

"Haisss! Repot jika begini, dimasa depan aku harus membuat panci dari bahan yang kuat," Max terus mengaduk sop kambingnya hingga matang.

"Waaaah... Kau masak apa? Baunya sampai tercium kedalam," Theo menghirup aroma sedap itu dan mengelus perutnya yang sedari tadi terus berbunyi.

"Nih! Ambil bagian mu," Max menyerahkan satu wadah kecil untuk Theo sedangkan sisanya dia yang makan. Theo yang tidak terima segera menghabiskan semua bagiannya dan ikut mengambil lagi berebutan dengan Max. Akhirnya sop kambing yang banyak itu habis hanya dalam waktu singkat oleh mereka.

"Ah'kenyang nya..." Theo mengusap sisa di mulutnya dan ikut menyender di samping Max.

"Tidak! Aku masih lapar!" Max mengelus perutnya yang buncit dan bersendawa dengan keras namun masih bisa mengatakan bahwa dia masih lapar.

Steak yang dia panggang sudah habis terbawa angin tadi, dan sisanya terbakar oleh apinya.

"Kau saja yang berburu, aku ngantuk ingin tidur," tanpa merubah posisinya, Theo tertidur begitu saja.

"Tsk! Sialan!" akhirnya karena lelah Max pun ikut tidur disamping Theo.

...****************...

Besoknya mereka melanjutkan perjalanan sesekali akan berhenti untuk makan dan istirahat. Namun sejauh ini, mereka tidak bertemu dengan bandit gunung dan semacamnya.

Sebenarnya itu hal yang bagus mengingat dimana dalam kelompok Max yang jumlahnya tidak sampai tiga kepala itu masih jauh dari kata kuat. Jangankan untuk melawan bandit gunung, melawan hewan buas saja mereka harus lari tunggang-langgang. Itu sih beda lagi cerita kalau Sang Dewa Tertinggi sudah bertindak, tapi yaaah apalah daya sang Dewa kita ini menjadi pemalas orangnya.

"Guru, kau belum mengatakan padaku tujuan kita yang sebenarnya," Theo menebas ilalang yang menghalangi jalan dan bertanya pada Max, sekedar untuk memecah keheningan di antara mereka saja.

"Kau akan tahu pada saat waktunya," Max menjawab persia seperti jawaban Lili dulu padanya.

"Mengapa bisa begitu?"

"Ya bisa saja, jika aku berkehendak!"

"Ck! Dasar menyebalkan!"

"Berhenti mendumel! Lanjutkan jalanmu jangan sampai kita terlambat akibat jalanmu yang lelet!" Max mendahulu Theo sambil meraih sebuah apel dan memakannya.

Mata Theo berkedut dan kembali mendumel tentang sikap Max yang sembrono. Apanya yanga berwibawa? Apanya yang bermartabat? Semua itu tidak ada jika melihat dari sikapnya yang begitu sembrono itu. Jika tampan... Mungkin Theo akan mengakuinya bahwa Max memang termasuk golongan orang yang tampan. Dan kuat? Hmmmm mungkin dia juga kuat jika dilihat dari auranya, namun ya itu, gurunya tersebut tidak pernah serius jika bertarung bahkan lebih banyak menyuruhnya untuk maju ke medan perang sendirian, dianya mah malah santai-santai saja.

1
Ushio-chan
ahh max somplak 😂
SEORANG PENGAGUM DARI JAUH😆
semangat kak
Dzikir Ari
Lanjut
Dzikir Ari
Numpang mampir semoga Alurnya bagus
Watashi: Silahkan, semoga saja suka yaa🤗
total 1 replies
グルシャ
Up lgi thor
Nori^
sungguh enak dibaca
Erarefo Alfin Artharizki
rapih banget tulisannya. ajari aku yaa
Watashi: waah aku juga masih tahap belajar kak, yuk belajar bareng!
total 1 replies
Erarefo Alfin Artharizki
lanjutkan
Bagus weh, tulisannya rapi dan enak di baca dan di mengerti.

semangat Thor. aku tunggu update lanjutan
Danda Saputra: bnerr bngt
total 2 replies
RyuCandra7
Reverse Isekai yah? Menarik!
RyuCandra7
bisa-bisanya kabur dari kerjaan
PORREN46R
Bagus ceritanya semangat terus ya author. uda mampir ya
PORREN46R: Sama sama
total 2 replies
グルシャ
Lanjut Thor ✨✨
Alcatraz
mantap lanjutkan Thorrr upnya
Ardima El_cayy
mantaap thooor lanjuut
グルシャ
Hahaha 😂😂😂
Buang Sengketa
dewa nya maha kuasa tapi gak tau portal dunia lain..butuh banyak perbaikan serius ini cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!