NovelToon NovelToon
Possessive Brother

Possessive Brother

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Biru Blerina

Apa salah jika memiliki kakak yang super posesif, ini tidak boleh itu tidak boleh?

Bahkan Papa dan Mama juga tidak pernah membatasi apa yang kulakukan. Hampir semua laki-laki yang mendekatiku akan mundur secara perlahan karena kakak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Blerina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Possessive Brother| 14

“Papa setuju aja, biar kak Elang nggak kaya gitu sama Aletha!”, sang ayah hanya tersenyum mendengar bujukan putrinya. Tetapi ia sangat yakin jika Elang tidak seperti Gean yang akan menerima ide itu, lagi pula ia sudah berjanji tidak akan ikut campur dalam kisah cinta Elang.

Tetapi, tatapan memohon putrinya itu. Apa boleh buat tidak bisa menyetujui Elang bertunangan dengan Anna, bukan berarti tidak bisa berusaha membuat mereka lebih dekat lagi.

“Loh Aletha sudah pulang?”.

Kata Gean yang baru saja keluar dari dapur, bajunya terlihat sangat santai bukan seperti baru saja bekerja atau akan berangkat bekerja. Selalu berbeda dengan saudara kembarnya yang terkesan selalu rapi dan disiplin.

“Tumben kak Gean sama kak Elang nggak dikantor? Emang para pemimpin perusahaan bisa cuti barengan ya pa?”.

“Eh benar kamu Tha, kok kalian berdua dirumah semua?”, Geandra meringis karena tidak tahu jawaban yang tepat. Ia sengaja berpura-pura sakit hari ini agar tidak disuruh Elang ikut rapat yang isinya seumuran dengan ayahnya, apalagi pertemuan dengan kolega yang ia tahu sangat rempong. Tetapi, Elang justru pulang awal. Sepertinya ia sudah siap mendengar omelan ayahnya yang akan dikompori oleh sang adik, wajah mereka begitu kompak.

Sebelum ada sepatah kata yang keluar dari mulut ayahnya, Gean berpamitan pergi. Tujuannya jelas mencari Elang, kenapa ia tiba-tiba pulang awal jika selalu seperti ini ayahnya akan marah dan yang lebih menakutkan dihapus dari daftar keluarga Wijaya. Akan jadi seperti apa hidupnya tanpa fasilitas yang digunakan saat ini, ia juga takut Carol yang seorang model malu memiliki calon suami orang miskin. Gean menggelengkan kepala ngeri, lalu bergerak cepat mencari saudara nya yang bersifat semena-mena itu.

_______________________________________

Elang menatap tajam kepada Gean yang masuk kamarnya tanpa permisi, laki-laki yang merupakan saudara kembarnya itu langsung mengambil posisi duduk didepannya.

“Kenapa pulang?”.

Elang memutar bola matanya malas, sebenarnya ia tidak berniat pulang hanya karena memergoki Aletha pergi dengan Arka. Membuatnya tersulut emosi dan segera membawa Aletha pulang, ia juga sepertinya lupa dengan pertemuan penting dengan koleganya.

“Aku tau kamu juga malaskan bertemu kolega papa hari ini?”.

Elang terkekeh dengan anggukan Gean, memang hampir setiap pertemuan penting selalu ia limpahkan pada Gean. Sedangkan dirinya hanya duduk diam di ruangannya yang dingin, berkutat pada berkas-berkas yang selalu menemaninya seperti jodoh.

"Lalu bagaimana? kamu tidak membiarkan mereka menunggu kan?, papa pasti marah kalau tau kita seperti ini."

"Jika kamu tau kenapa harus berpura-pura sakit? Sekarang balik ke kantor!". Sepertinya sikap bossy itu melekat dengan baik seperti sebuah perangko, bahkan dengan saudaranya sendiri ia selalu memerintah. Elang memang sudah mulai buta tempat, dimana ia harus menunjukkan sifat yang sesuai tetapi ia selalu bersifat sama keras, bossy,

posesif apalagi menyangkut Aletha.

Gean dengan pasrah mengikuti perintah Elang, berbalik ke kamarnya yang berada di ujung ruangan lantai dua. Berganti pakaian dengan formal dan sangat rapi, tidak kalah tampan dengan Elang yang sudah bosan menunggu saudara kembarnya itu didepan kamarnya. Hari belum terlalu sore untuk pergi ke kantor, baru saja melewatkan jam makan siang tidak masalah bagi para pemimpin perusahaan.

Setelah menunggu beberapa saat mereka berdua turun dengan berdampingan, tepat pada anak tangga terakhir Andre yang melihatnya mengembangkan senyumnya. Ia seperti melihat kedua putranya saat berusia enam tahun, pergi dan bermain bersama. Setelah suit yang melekat pada tubuh mereka, sudah seperti pakaian kembar yang dulu sangat disukai oleh istrinya. Andre tidak menyangka saat-saat seperti itu sudah sangat lama, tanpa terasa ia merindukan masa dimana ia masih muda dan selalu menghabiskan waktu dengan tumpukan berkas-berkas yang membuatnya kehilangan kesempatan bersama dengan kedua putra yang hari ini sudah dewasa. Sudah bersedia diberikan tanggungjawab besar dengan perusahaan tanpa saling iri, mungkin sudah saatnya ia harus memiliki seorang cucu.

"Papa kenapa, liatin Kak Elang sama Kak Gean kaya gitu?".

"Tidak ada, papa hanya rindu saat mereka masih sering bermain bersama", Aletha mengerti itu sudah sangat lama, sejak ia mengingat Elang tidak pernah bermain lagi bersama Gean. Sejak kecil Aletha selalu diam-diam mengintip Elang yang duduk diruang latihan, terpaku dengan buku-buku tebal atau dengan semangat meninju dan menendang samsak. Elang memang sudah gila, gila dengan segala hal termasuk Aletha.

"Kalian mau berangkat lagi?."

Kedua laki-laki itu mengangguk bersamaan lalu bergantian mencium tangan ayahnya dengan sopan, terakhir juga Elang melemparkan tatapan tajam pada Aletha yang tersenyum. Buru-buru gadis itu mengalihkan pandangannya dari Elang, ia takut jika tiba-tiba kakaknya itu memiliki tatapan laser yang bisa membunuhnya dengan tatapan.

"Ya udah, aku anterin papa ke kamar ya. Aletha mau mandi udah bau acem," Andre mengangguk ia sendiri bangga dengan Aletha yang selalu perhatian dengan semua orang, ceria dan bersemangat.

"Huh, akhirnya aku bisa mandi juga. Lega rasanya selesai ujian", Gadis itu bergumam sendiri sambil menatap pantulan dirinya dalam cermin dimeja rias. Ia jadi teringat dengan seseorang yang sama sekali tidak ia kenal, laki-laki yang mengatakan jika dia adalah orang lain? Mana mungkin, gadis itu adalah Aletha Maudy Wijaya. Putri bungsu keluarga Wijaya.

Aletha memakai baju bermodel casual berwarna peach, dan tidak lupa mengucir kuda rambut panjangnya yang indah. Ia berniat untuk pergi ke taman kota dekat kompleks rumahnya, hanya sekedar untuk me-refreshing otaknya yang hampir meleleh karena mengerjakan soal-soal ujian. Akhirnya hari ini ia selesai berjuang mengumpulkan modal ilmu untuk pergi ke perguruan tinggi, tiga tahun lamanya hari ini yang paling Aletha tunggu. Tetapi, tidak ada teman yang menemaninya untuk berjalan-jalan sore ini, merayakan kebebasannya.

"Kesel sendiri juga kalau ngapa-ngapain sendirian terus!", Aletha bergumam tidak senang sesekali menendang batu kecil didepan sepatu putihnya.

Rasa kesepian itu kembali melanda hati kecil Aletha yang kosong, ia selalu bahagia dengan keberadaan keluarganya tetapi ia juga ingin memiliki banyak teman yang bisa menemani gadis itu disaat seperti ini. Keluarganya sibuk dengan urusan masing-masing, ia seperti buah yang berada dipucuk pohon yang menjulang tinggi sulit digapai orang. Hanya angin dan dedaunan yang menjadi temannya, sementara gadis itu sebenarnya hanya sebuah dedaunan kering yang terbang karena hembusan angin. Ia kesepian.

Aletha duduk disalah satu bangku taman, pemandangan taman bunga yang penuh warna-warni bunga dengan berbagai jenis itu sangat indah. Apalagi bunga pukul empat, bunga yang hanya akan mekar setiap pukul empat sore. Saat ini gadis itu sedang duduk di bangku taman yang paling dekat dengan bunga yang beberapa jam lagi akan mekar, momen yang sangat langka. Apalagi Aletha sendiri akan menunggu bunga itu mekar, menjadi bunga yang indah.

🍃🍃

Selamat membaca teman-teman, maaf kalau masih amatir, maklum sajalah cerita ini hanya berdasarkan imajinasi ku yang tidak pandai menyambung dan merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang indah. Tidak terlalu pandai menggambarkan sebuah suasana cerita tetapi berusaha membuat sebuah alir cerita yang nyambung dan baik, agar teman-teman yang sudah membaca tertarik.

Terimakasih yang sebesar-besarnya sudah mau mampir .. 😊😊

1
Bear
Jadi kapankah kelanjutannya diupdate?
Linda Dwi Saputri
kak udah beneran End kah ini . terus gak ada kelanjutannya lagi
elf
sepertinya GE mau d jodohin Ama Anna Ama othor... huufff... AQ g mw lanjut baca wes... takut kecewa.. AQ g suka Anna..
endra gunawan Gunawan
arletha jgn meninggal dong,entar aku ngk mau baca lagi.nyesek
Sita Sara
Thor up lagi dong ceritanya bagus
Adey
knp gk update lg thor
Oh Dewi
Wah seru banget ceritanya kaya Novel (Siapa) Aku Tanpamu
Queenmf😉
Enak kayakya punya kk perhatian
Sinsin Nur Syifa Karimah
anna itu jahat tapi kenapa musti dipasangin sama Gean sih thor 😭😭
Sinsin Nur Syifa Karimah
aku baca lagi yang ke lima apa ke empat sih, suka bngt..
KooKie💜🐰
sabar ya gean😂
uli
sptnya bukan Abang kandung
Dekta Wita
kisa yang menarik
Sinsin Nur Syifa Karimah
yang aku gak suka disini, Anna, titik gak pake koma!! 😂😂 kalo aku suruh milih mending Caroline daripada Anna
Sinsin Nur Syifa Karimah
entah ini yang ke tiga ke empat kalinya aku baca cerita ini, suka bngt. tapi kenapa Thor musti gean bersama Anna 😔😢
☘️anita🌺
beli asi saja ,ada kok sekarang....atau dikasih susu formula saja dan berdoa supaya aletha sadar atau taruh saja bayinya di dadanya aletha jadi intinya didekap tuh bayi biasanya akan ada ikatan mungkin bisa membuat aletha bangun dari koma nya apalagi kalau bayinya nangis...
jangan ada pelakor lah....
Azkadina Maritza
ggvFYI ftp FYI hi
Sumardi
emangnya masi gadis bisa ngeluarkan asi?????
tak masuk di akal????
ini aku yg bodoh apa thoor nya yg ngelantur????
💥Meg🔥
jangan ada cerita nikah sama ibu yg ngasih ASI yahh....
Aisyah Prasutio
gk relaaaa Thor,kalau ada ibu susu yg lain,,,,cepet bangun aletha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!