Alina Hartawan gadis malang yang harus menebus semua hutang Ayah nya dengan cara terpaksa menikahi Ceo yang sangat Arogan dan Kasar padanya.
Akan kah Alina bisa meluluh kan hati sang Ceo dengan kelembutan yang ia miliki yuk merapat buat yang pengen tau kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si imuut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Keesokan pagi nya seperti janji mereka Papa dan Mommy Zian pergi mengunjungi mereka ke apartemen tempat mereka tinggal sekarang.
''Semoga mereka ada disana ya pah. Mama kangen banget sama Alin.''
''Iya Mah ini kan masih pagi pasti mereka masih disana.''
Mobil pun berhenti di parkiran dan mereka langsung menuju lantai tempat tinggal anak dan menantu.selepas sampai di depan pintu mereka menekan tombol bel.
ting... tung... (gitu kali ya bunyi nya,, anggap aja gitu. 🤣)
Mendengar bel berbunyi Alin pun bergegas membuka kan pintu. Dan betapa terkejut nya dia ternyata yang datang adalah kedua orang tua Zian.
''Pagi Pah, Mom.'' Alin menyalami punggung tangan kedua orang tua Zian. dan menyuruh mereka masuk .
''Ayo Pah, Mom masuk silahkan duduk, apa kalian sudah sarapan? kalau belum aku buat kan ya Pah, Mom. ''
''Gak usah sayang Mommy dan Papa sudah sarapan sebelum kesini. jadi kamu gak usah repot-repot sayang. ''
Alin pun ke dapur untuk mengambil kan minum,saat Alin ke dapur Zian Datang dan langsung menyelonong masuk kedalam.
Melihat Zian yang datang dari luar dan penampilan nya acak-acakan membuat kedua orang tua nya saling memandang.
''Dari mana kamu?'' suara bariton tegas itu mengaget kan Zian yang sedang fokus pada ponsel nya.
'' Papa,Mommy kapan kalian sampai?'' tanya Zian.
''Jangan mengalih kan pembicaraan Zian,papa tidak suka. ''
''Hmmm anu pah. ''
''Anu apa?''
''Itu pah semalam pekerjaan ku banyak jadi ketiduran di kantor. yah ketiduran di kantor. '' elak Zian sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Saat Zian sedang mencari alasan Alin pun datang dengan membawa 3 cangkir teh di nampan.
''Jadi kau meninggalkan Alin sendiri an di Apartemen sebesar ini. bagaimana kalau terjadi sesuatu pada nya. siapa yang akan menolongnya. ?''
''Sudah lah Momm dia kan sudah besar tidak ada yang akan menculik nya. ''
''Diam kau Zian Mommy kesal melihat mu. ''
Saat meletak an cangkir teh ke meja Mommy melihat Ada bekas luka di wajah Alin. Mommy menoel Papah er. dan memberikan isyarat .papa pun langsung mengerti dan melihat dan terkejut melihat wajah Alin.
''Alin dahi mu kenapa?dan itu pipi kenapa biru-biru? '' tanya Papa er.
Mereka berdua pun terkejut dengan pertanyaan papa Er dan saling tatap.tapi Zian mengeluarkan ekspresi seperti akan menelan Alin hidup-hidup. dan ia langsung mengalihkan pandangan nya karna takut.
''Hmm ini,, karna Alin jatuh di kamar mandi Pa makanya jadi gini. ''
''Apa betul itu Zian?'' tanya Mommy
''Iya Momm itu orang nya dah ngaku''
''Awas ya kalau sampe papa tau kalau itu akibat di sengaja. '' papa memberi tatapan sengit pada Zian.
Setelah mereka temu kangen beberapa jam Akhirnya Papa dan Mommy pun pulang.betapa lega nya Zian karna saat ini ia tidak lagi berpura-pura baik pada Alin dan menghentikan drama nya.
''Hai kau awas kalau sampai mengadukan semua nya pada Papa maka akan ku hancur kan semua keluarga mu. '' Ancam Zian sambil mencekik Leher Alin lalu menghempaskan nya ke lantai.
''Ya tuhan berikan lah hamba kesabaran dalam menghadapi semua ini. '' batin Alin.
--------------
"hallo... saya ada tugas untuk kalian dan dengar kan ini baik-baik jangan sampai salah apa kalian mengerti" Telfon pun di tutup.
BERSAMBUNG
eeh ada kak inem ..🤗🤗😂😂🤭makin seru wae ki lanjutt