Awas bisa menyebabkan kram pipi dan perut!
Kisah Cherry gadis putih Abu-Abu yang tak menyangka kaget menikah dengan seorang pria mapan bernama Lucas yang sering mengejeknya cabe-cabean.
Seperti apa ceritanya keseruannya langsung saja cus...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part. 14. Lucas akan menikah dengannya
Part. 14. Lucas akan menikah dengannya
Happy Reading...
Melihat keramaian di depan ruangan Lucas, Brandon yang tak sengaja lewat merasa penasaran. Dia ikut mendekati dan menyibak para kerumunan orang-orang yang berada disana.
"Ngapain kalian berkerumun di depan ruangan bos?" tanya Brandon.
"Itu pak didalam katanya ada mayat..," jawab salah satu karyawan wanita dengan ragu.
"Mayat?" Brandon segera memasuki ruangan Lucas, dilihatnya disana terdapat Neva sedang berusaha menyadarkan Reta, lalu mata Brandon tertuju dengan gadis cantik di sebelah Neva, Brandon sendiri hampir tak berkedip melihat Cherry.
"Kalian ngapain pada disana, buruan panggil ambulance!" sentak Neva kepada orang-orang yang hanya melihatnya tanpa mau membantunya.
Mendengar Neva berteriak, Brandon tersadar dari lamunannya dan meminta para karyawan untuk bubar.
"Bubar.. bubar.. bubar..!" usir Brandon dengan tegas.
Para karyawan yang berkerumun akhirnya membubarkan dirinya masing-masing. Lucas segera menghubungi ambulance menggunakan ponselnya. Setelah itu dia ikut mendekati Neva.
"Apa yang terjadi Nev?" tanya Brandon.
"Mana tau ka.., kita nyampe sini ka Reta udah pingsan aja" jawab Neva.
"Ka Lucas masih meeting ka?"
"Masih, sebentar lagi dia selesai"
Tak selang berapa lama akhirnya ambulance itu tiba bersamaan dengan Lucas selesai meeting. Melihat tiga orang berseragam putih Abu-Abu berlari-lari Lucas merasa penasaran. Kemudian di susul Asisten berlogo sholeh berlari melewatinya.
"Brandon.. ada masalah apa?" teriak Lucas.
"Reta tiba-tiba saja pingsan, untung ada Neva dan teman-temannya,"
"Reta pingsan? bukannya tadi dia baik-baik saja. Ah.. Brandon pake mobil gue aja yang larinya cepat" sahut Lucas
Brandon memutar bola matanya jengah, dikiranya mobil gue keong apa, sampai Lucas meminta untuk memakai mobilnya. Tetapi pada akhirnya Brandon pun menuruti perintahnya.
Neva dan Cherry sengaja mendampingi Reta di dalam ambulance, sedang Steve melajukan mobilnya mengikuti ambulance dari belakang.
"Neva, ini bukannya Dokter yang kemarin periksa Ibu aku?" tanya Cherry. Neva menganggukkan kepalanya.
"Kau mengenalnya?" Neva menggelengkan kepalanya. Memang dia belum mengenal Reta, tetapi Neva selalu tahu wanita yang dekat dengan kakaknya.
Neva sendiri sebenarnya sangat membenci Reta karena sudah mengkhianati kakaknya. Tetapi demi rasa solidaritas sesama makhluk Neva dengan terpaksa membantu Reta yang pingsan.
Ambulance sudah sampai di Rumah sakit, Reta segera dilarikan ke ruang IGD menggunakan brankar yang didorong oleh petugas kesehatan. Reta maupun Cherry tetap mengikuti Reta dari belakang, kemudian disusul Steve.
"Gimana keadaan mbaknya?" tanya Steve.
"Masih didalam, kita belum tahu" sahut Cherry.
Ini mengapa mereka ikut cemas ya, padahal mereka bertiga belum mengenal Reta.
"Keluarga Dokter Reta," panggil salah Dokter jaga.
"Apa yang terjadi dengan Dokter Reta Sus?" tanya seorang Pria yang datang dengan wajah khawatir dan cemas. Entah darimana dia mengetahui jika Reta masuk ke IGD.
"Dokter Reta tak apa-apa Dokter Ammar hanya membutuhkan istirahat, biasa wanita hamil muda pasti cepat mengalami kelelahan," ucap Dokter jaga.
Deg!
'Hamil? aku belum menyentuhnya sama sekali bagaimana bisa Reta hamil?' batin Lucas.
Lucas dan Brandon yang kebetulan tiba terkejut saat mendengar Dokter jaga mengatakan jika Reta sedang hamil.
"Elu bilang kemarin kagak bersenang-senang, ini kenapa bisa langsung hamil? apa kalian tak memakai pengaman saat melakukannya?" cecar Brandon dengan kesal.
"Lucas.., Lucas.." panggil Brandon karena Lucas tak menjawabnya.
Lucas berjalan menghampiri Dokter Ammar yang akan masuk kedalam ruangan Reta. Terlihat kemarahan Lucas saat ini. Sudah cukup Reta membohonginya, kali ini Lucas ingin mengetahui kejujuran Reta sebelum membatalkan pernikahannya.
"Itu kan.., orang yang sudah menabrakku dan merusakkan motorku. Terus motorku dimana sekarang? awas ya kalau sampai motorku ga dibalikin gue bakal laporin elu ke polisi" gerutu Cherry saat melihat Lucas.
"Ehem," Lucas berdehem agar Dokter Ammar menoleh kearahnya.
"Tuan Luca..," terlihat wajah Ammar gugup mengetahui jika Lucas berada di dekatnya. Perlahan dia menyingkir mempersilahkan Lucas untuk masuk terlebih dulu.
Melihat Lucas masuk kedalam, Cherry melangkahkan kakinya untuk ikut mengejar Lucas. Melihat Cherry melangkahkan kaki, Neva, Steve maupun Brandon mengikutinya dari belakang.
Didalam ruangan Reta terlihat sangat ketakutan, ruangan ber-AC itu tak mampu mendinginkan pikiran dan hatinya.
"Lu_cas..," ucap Reta terbata-bata.
Lucas hanya tersenyum, kemudian mendekati Reta membelai ujung kepalanya dengan halus.
"Reta selama ini aku sangat mempercayaimu, mengertimu dan yang paling penting selalu setia menunggumu" masih membelai rambut Reta dengan lembut.
"Sekarang katakan siapa ayah bayi yang kau kandung saat ini!" Lucas berjangkit dari duduknya menaikkan suaranya hingga memenuhi ruangan itu.
Cherry yang tadinya akan mengomelinya dia urungkan karena ketakutan. Sama dengan Cherry, Neva, Steve maupun Brandon terdiam. Lucas memang orang yang baik, tetapi jika kebaikannya terkhianati maka dia akan berubah menjadi seekor singa yang kelaparan.
Reta memegangi selimutnya dengan kuat, dia tak tahu lagi harus berbohong bagaimana lagi. Jika dia mengatakan Lucas adalah ayahnya, Lucas pasti akan lebih marah karena Lucas tak pernah menyentuhnya lebih intim.
"Katakan Reta, siapa Ayah dari calon bayimu ini!" bentak Lucas sekali lagi. Melihat Reta semakin terpojok, Ammar merasa tak tega.
"Tuan Lucas, bisakah anda memelankan suara anda sedikit saja," Dokter Ammar hanya membantu Reta agak tidak terlalu tertekan.
Lucas tersenyum licik mendengar Dokter sok baik dan sok bijak itu ikut campur dalam urusannya.
"Pasangan yang kompak," ucap Felix.
"Apa yang anda katakan Tuan?" Dokter Ammar memastikan.
"Aku hanya mengatakan pasangan yang kompak," sindir Lucas sedang sekarang Dokter Ammar yang gugup.
"Sudahlah tak usah berbohong lagi, lebih baik kalian jujur," ucap Lucas memperingatkan kembali.
"Reta, katakan siapa ayah bayi yang kau kandung ini" tanya Lucas sekali lagi kali ini dia sudah sangat geram, bahkan Lucas sampai mengguncangkan tubuh Reta karena Reta tak menjawabnya.
"Lucas, hentikan!" bentak Ammar.
"Sekali lagi katakan siapa ayah bayi yang kau kandung Reta!" kali ini habis sudah kesabaran Lucas, tangannya mengepal sembari mengeratkan giginya.
"Aku ayah kandung bayi itu!" ucap Ammar dengan tegas dan jelas.
Mata Reta terbelalak, wajah yang sedari tadi menunduk mendongak saat Ammar mengakui semuanya.
"Aku sudah menduganya Reta," ucap Lucas dengan menyunggingkan satu bibirnya. Pengkhianatan yang rapi terbongkar dengan satu peristiwa.
"Mama...," teriak Papa Hadi melihat Mama Risti tak kuat menahan tubuhnya, entah sudah berapa lama kedua orang tua Lucas dan Neva berada di belakangnya.
Neva maupun Lucas menoleh, mereka terkejut dengan apa yang terjadi.
"Mama...," teriak Neva menghampiri Mamanya.
"Neva, bantu Papa mengangkat Mama" perintah Papa Hadi.
"Ma.. Mama..,"
"Mama tak apa Lucas, Mama hanya terkejut dengan yang terjadi pada kalian. Reta, tante sangat kecewa kepadamu" Mama Risti beralih menatap tajam Reta yang menatapnya.
"Lucas, sekarang segera tentukan pilihanmu agar Papa bisa mengatakan semuanya kepada Arif,"
Lucas terdiam, kemudian melirik kearah Cherry. Perlahan dia mendekatinya,
"Lucas akan menikah dengannya,"
Bersambung...
Apa.. apa... apa??? omegat Lucas....
btw, cherry kelas brapa sih?
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍