NovelToon NovelToon
Tanah Luka Dan Persahabatan

Tanah Luka Dan Persahabatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:169
Nilai: 5
Nama Author: Dini Sinaga

Kehidupan penduduk Kampung Surya Kencana, dimana sebagai besar penduduknya bekerja sebagai besar petani. Kampung ini kini gersang karena dilanda kekeringan.
Warga Kampung Surya Kencana bersifat, tradisional, sehingga sulit menerima perkembangan terutama dibidang pertanian. Pemerintah baik dari pusat, provinsi, kecamatan hingga Kampung sudah sering mengadakan Penyuluhan Pertanian agar pertanian masyarakat dapat meningkat, namun di tolak oleh sebagian besar penduduk yang bekerja sebagai petani.
Seorang pemuda bernama Harjo (pemeran utama) adalah salah seorang dari sedikit petani yang mau mengikuti arahan Penyuluh Pertanian. Dia gigih dan ulet dalam bertani serta cerdas dalam mengembangkan pertanian, sehingga hasil pertanian Harjo menjadi berbanding terbalik dengan hasil pertanian warga Kampung. Hasil pertaniannya melimpah sedang petani lainnya sering terkena hama dan gagal panen.
Banyak penduduk yang mulai tertarik dengan cara bertani Harjo yang terkadang diluar kebiasaan penduduk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Sinaga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17. Tiara Penyelamat

Slamet yang kini melihat Tiara bertambah pusing setelah sebelumnya Feri dan Yono yang telah sangat menyudutkan posisi Slamet.

Rasa malu sudah menyelubungi Slamet, setiap sudut ruangan serasa menghimpitnya dan tak ingin melepaskannya.

Namun api dendam membara masih saja terus membakar di dalam dada Slamet yang sudah tak berkutik lagi.

Semua mata memandang ke arah Tiara yang juga berwajah cantik, berpenampilan menarik sebab dirinya berasal dari kota dan memiliki profesi sebagai pelayan di Rumah makan yang berada di pinggir sungai itu.

"Nona ada apa kemari? Apakah Nona mengetahui sesuatu mengenai perkara ini?" Tanya Kepala Kampung kepada gadis itu yang bernama Tiara.

"Benar Pak. Saya mendengarkan secara seksama tadi dari luar dan Slamet kembali menyebutkan nama saudara Harjo. Saya sebagai pelayan di rumah makan tepi sungai Pak, mengetahui secara langsung bahwa kemarin tidak ada yang bernama Harjo di rumah makan kami Pak! Slamet berbohong untuk menimpakan kesalahan kepada Harjo sama seperti kemarin sewaktu di rumah makan tempat saya bekerja." Tiara memberikan keterangannya untuk memberikan kepastian bahwa Harjo tidak terlibat dalam permasalahan di rumah makan.

"Oh begitu ya. Kalau boleh saya tahu masalah apakah yang sebenarnya telah terjadi di rumah makan tempat anda bekerja itu Nona.. Oh ya saya belum mengetahui nama anda siapa?" Tanya Kepala Kampung kepada Tiara.

"Perkenalkan nama Saya Tiara, pelayan di rumah makan tepi sungai. Saya berasal dari kota dan ingin mengais rejeki di kampung ini sebagai pelayan." Tiara memperkenalkan dirinya kepada Kepala Kampung dan juga kepada orang-orang yang berada di dalam Balai Kampung. Kemudian Tiara melanjutkan,

"Kemarin Slamet datang ke rumah makan bersama 3 orang temannya, kalau tidak salah Nona ini dan Tuan yang berada disebelahnya dan seorang wanita cantik lainnya. Kebetulan saya tidak dapat melihatnya berada di tempat ini. Saat itu terjadi pertengkaran di antara mereka sehingga dengan tidak sengaja Saya menjadi tertarik dan mengamati dari meja kasir tempat Saya bekerja. Dia, Slamet telah membohongi Nona, maaf saya lupa namanya..." Perkataan Tiara terhenti dan langsung disambung oleh Sari.

"Wati." sahut Sari.

"Ya, benar Wati. Dia, relay menjanjikan kepada Wati akan bertemu dengan Tuan Harjo alias Jo, namun yang datang kerumah makan adalah Tuan ini. Kalau tidak salah saya bernama Jhon. Saya mengetahuinya sebab posisi saya dekat dengan meja yang mereka pakai." Tiara mengarahkan pandangannya ke sekeliling dan juga ke arah Harjo lelaki yang belum dikenalnya.

"Oh, ya setelah pertengkaran itu mereka satu persatu meninggalkannya, em.. Tak lama setelahnya Dia berakting kerasukan sehingga seluruh pelanggan merasa ketakutan dan berhamburan dan ternyata seringnya itu disebabkan dirinya tidak sanggup membayar pesanannya. Saat ini, Dia berhutang pada rumah makan tempat saya bekerja. Dan... Saya datang ke tempat ini karena mendengar dari beberapa orang yang beberapa orang dan bang Junaedi yang tadi sempat membeli makanan ke rumah makan tempat saya bekerja yang saat ini sedikit sepi akibat berkumpul di tempat ini." Tiara menjelaskan selengkap mungkin. Lalu Tiara menghadapkan wajahnya kepada Slamet dan berkata,

"Jangan lupa, sesuai perjanjian kalau rumah makan kami menjadi sepi, kamu harus memberi ganti rugi akibat kelakuannya ini. Jangan lupa kamu." Desak Tiara dengan mata yang serius ke arah Slamet yang tertunduk diam di antara Udin dan Arif yang berada di sampingnya.

"Tetapi, mengapa bang Slamet mengatakan bahwa dirinya telah dibuat terhina oleh Harjo sehingga merasa marah sekali dan dendam kesumat yang harus dibalaskan?" Tanya Udin tiba-tiba setelah Tiara menyelesaikan ucapannya.

Arif yang sedari-tadi merasa si al jika Udin berbicara, segera menjawab.

"Tentu saja, aneh sebab seharian Kita kan bersama Harjo di warung Widuri. Kau saja yang memaksaku untuk turut serta membantu melakukan pembalasan kepada Harjo!" Arif menjawab pertanyaan Udin, sekaligus membela dirinya atas apa yang telah mereka lakukan bertiga.

Mendengar hal tersebut Slamet ingin memberikan jawabannya, namun Udin sudah terlebih dahulu berbicara.

"Iya benar, abang Arif awalnya menolak memberikan bantuan, tetapi kita kan memiliki dendam kepada Harjo yang telah mendekati Widuri." Udin yang sedang menjelaskan coba dihentikan oleh Arif, namun karena posisi duduk mereka terpisah oleh Slamet yang berada ditengah-tengah antara mereka.

"Bang Arif malahan menjadi orang yang paling semangat." Udin menyelesaikan ucapannya, sebab Arif gagal menghentikannya.

Semua orang tersenyum dan tergelitik mendengar ucapan Udin, hanya Harjo saja yang tidak tersenyum.

Widuri merasa sedikit tersanjung Alan pengakuan Udin, namun dirinya akan lebih bahagia kalau pria yang di ceritakan Udin bukan Arif tetapi Harjo yang sudah mulai memberikan kesan spesial dihatinya.

Kepala kampung mengambil alih pembicaraan dengan mengatakan,

"Kalau begitu Slamet sudah terkena masalah di Rumah makan tepi sungai, lalu merasa Harjo yang menjadi penyebab semua masalah yang dihadapinya, tanpa sengaja bertemu dengan kalian Arif dan Udin yang saat itu merasa kesal terhadap Harjo dan merencanakan bersama-sama menyerangnya karena bujukan dari Slamet! Tetapi apa yang menjadi penyebab utama kamu Slamet membenci Harjo yang kalau saya ketahui selama ini, kalian bertiga bersama Jhon adalah teman akrab sekali? Saya merasa ada yang belum terbuka dengan jelas untuk permasalahan ini!" Tanya Kepala Kampung kepada Slamet yang duduk terdiam, mendengarkan kesimpulan dari Kepala Kampung.

Jhon yang merasa apa yang disampaikan oleh Kepala Kampung adalah sesuatu yang benar sekali dan juga merasa peduli akan masalah ini pun akhirnya berbicara sebab sedari tadi dirinya hanya mengamati saja.

"Benar sekali Pak! Kami bertiga adalah sahabat dari kecil, namun beberapa hari ini Slamet ingin memperkenalkan Saya dengan Ibu guru Wati teman sepekerjaan dengannya. Kemarin kami mengadakan janji bertemu di rumah makan tepi sungai itu. Pada saat itu Saya bersama Sari Adik Saya. Mengetahui kalau Slamet sudah membohongi Ibu guru Wati dengan cara menjanjikan Ibu guru Wati akan bertemu dengan Harjo atau yang biasanya kita panggil dengan Jo. Namun nyatanya Jo yang dijanjikan Slamet kepada Ibu guru Wati adalah Saya Jhon yang juga memiliki panggilan yang mirip dengan Jo." Jhon membuka kembali cerita kemarin sore di rumah makan tepi sungai itu.

"Pertemuan itu pun menjadi berantakan, sebab Ibu guru Wati yang terlihat gelisah pada saat itu akhirnya mendesak Slamet untuk menjelaskan, mengapa Jo tidak hadir juga di rumah makan tersebut, padahal waktu sudah cukup sore dan Ibu guru Wati sudah secara jelas menyebutkan nama Harjo lah yang ingin di temuinya, bukan Saya." tambah Jhon.

"Betul sekali." Jawab Sari sambil menganggukkan kepalanya, yang juga berada di rumah makan tersebut bersama Jhon, Wati dan Slamet.

"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya kepala Kampung dengan serius.

"Wati merasa tertipu, lalu pergi begitu saja, diikuti Sari lalu saya tidak bisa tidak harus mengejar adik Saya dan Wati pada saat itu. Setelahnya saya tidak tahu lagi apa yang terjadi di rumah makan tersebut." Jawab Jhon.

"Oh iya, satu lagi. Saya dan Sari yang telah lama menunggu kedatangan Wati dan Slamet telah menyelesaikan acara makan kami dan tentunya telah membayar pesanan kami sebelum Slamet dan Wati tiba dirumah makan tersebut. Sebab mereka sudah sangat terlambat tibanya di rumah makan tersebut. Sehingga untuk biaya yang kami makan bersama Wati yang hanya meminum air putih sudah selesai. Namun untuk pesanan Slamet saya tidak sempat membayarkan atau mengetahui apakah sudah dibayar atau belum oleh Slamet." Jhon mengaitkan dengan pembayaran pesanan makanan, sebab mendengar cerita versi Joki dan Feri beserta Tiara yang mengisahkan sandiwara Slamet di rumah makan tersebut.

"Benar, pesanan Tuan dan Nona ini sudah selesai dibayarkan, sebab saya sendiri yang menerimanya." Tambah Tiara, memperjelas pernyataan dari Jhon.

Jhon kembali menambahkan,

"Saya, Harjo dan Slamet tidak memiliki persoalan apapun, bahkan beberapa hari yang lalu kami minum kopi dan memakan beberapa kue buatan Mak Widuri di warung dengan candaan dan sangat akrab sekali. Sehingga kalau ada dendam atau amarah, saya juga tidak tahu dan merasa sedikit bingung saja." ucap Jhon, sambil mengenang masa-masa mereka bertiga bercanda di warung Widuri.

Widuri hanya tersenyum sebab dirinya juga mengingat kejadian sore itu di warung tempat dirinya berjualan makanan, berbagai kue dan minuman itu. ***

1
Dini
okey bagus
👍
Dini
💪baru setiap harinya

yuk diikutin dan di like
Dini
bagus, cara bercerita yang berbeda
tema yang baru
Zidan
GG bang bagus , saling folow yuk jangan lupa baca novel ku juga kalau boleh 🙏
Zidan
GG bang saling folow yuk bang
Dini: 🙏ok sudah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!