NovelToon NovelToon
PUDARNYA PESONA WANITA PENGGODA

PUDARNYA PESONA WANITA PENGGODA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:82.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

"Aku cantik, lo mau apa??" (Evelyn Radistya)

"Lo emang cantik daripada gue, tapi lo gak akan bisa merebut Tristan dari gue." (Atalia Prameswari)

"Aku laki-laki mapan, masih muda dan tampan, kenala harus memilih barang bekas kalau yang ori bisa didapat." (Tristan Wijaya Ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEJA PANAS

"Kalian ngapain?" seru Tristan yang tiba-tiba datang dan mengagetkan kuta bertiga.

"Eh....meetingnya udah selesai?" sengaja tak kujawab pertanyaannya, agar tak curiga akan kedatangan Mbak Tiwi dan Lita.

"Udah, aku izin keluar duluan sudah dihandle Arik. Kalian ngapain?" ulang Tristan dengan tatapan menyelidik.

Aku menoleh ke arah Lita dan Mbak Tiwi, mereka menunduk sudah tak berani menatapku apalagi Tristan.

"Sayang?" tegur Tristan yang tak suka pertanyaannya diabaikan. Aku menghela nafas berat, mau tak mau jujur deh, daripada salah paham.

"Kita lagi melakukan misi khusus," duh..lidahku agak keluh bicara jujur saat ini. Begitu aku mengatakan misi khusus, Lita dan Mbak Tiwi sontak menatapku tajam. Mati aku.

"Misi khusus apa?" nah kan semakin dalam introgasinya. Tendangan kecil Lita mengisyaratkan aku untuk diam, mana bisa???

"Urusan cewek," jawabku memberanikan diri.

"Hem..kita balik dulu ya, Ta. Mari Pak Tristan,"pamit Mbak Tiwi dengan tergesa. Aku pun hanya mengangguk saja.

"Jadi? urusan cewek apa?" tanya Tristan kembali.

"Kita lagi mengikuti Evelyn dan Pak Dar di sini." Tristan tampak mengerutkan dahi, sebelum klien masuk tadi Arik juga bilang kalau mau bertemu dengan Evelyn di restoran ini.

"Mas tahu, mereka nyalinya besar loh. Menurut Mbak Tiwi dan Lita, Mbak Asna juga ikut."

"Asna siapa?"

"Istri Pak Dar," jawabku lirih.

Tristan menganggukkan kepala, lalu menatapku. "Kenapa belum makan?" tanyanya mengintimidasi. Alamak keasyikan dengan Lita dan Mbak Tiwi, makanan tidak kusentuh sama sekali, bahkan jus alpukatku sudah mengembun.

"Gak sempat makan, karena keasyikan ngobrol," sindirnya sambil menyodorkan pasta ke mulutku.

"Aku bisa makan sendiri, Mas," pintaku karena malu. Mejaku bukan di ruang private banyak orang yang berlalu lalang.

"Udah, tinggal buka mulut aja." Lagi-lagi aku pasrah, urusan makan Tristan tak mau kompromi. Waktunya makan gak boleh telat, ia sangat paham penyakit maagku yang gampang kambuh.

Dia menyuapiku dengan telaten, aku pun menikmatinya. "Kamu udah makan?" tanyaku dengan menatap wajah gantengnya.

"Udah, tadi di dalam. Mau nambah lagi?"

"Enggak, udah kenyang. Eh tapi jangan pulang dulu ya?"

"Tumben, mau lama-lama sama aku. Biasanya ngerengek pulang terus, udah sadar kalau sama calon suami tuh kudu lama."

Aku mencebik, bukan masalah ingin berduaan dengan Tristan, lebih tepatnya ingin tahu kabar dari meja Evelyn, yang sampai saat ini aku belum tahu dia duduk mana. "Aku mau nunggu kabar dari Lita."

"Hah?"

"Aku mah dari tadi bertahan karena menjadi detektif Evelyn tau."

"Kenapa Nyonya Tristan jadi julid gini sih?" protes bos ganteng itu sambil menarik ujung hidung mancungku.

"Karena julid lebih menarik," jawabku sambil terkekeh.

"Pulang aja, yuk!" ajak Tristan, aku tahu dia ogah banget diajak julid. Harusnya aku bersyukur ya punya pasangan yang gak mau ikut campur urusan orang, hanya saja untuk kali ini aku sudah terlanjur menjadi anggota detektif ******, rugi kalau gak terjun sekalian.

"Eng---"

"Yan!" panggil Arik agak cemas.

"Kenapa lo?" sahut Tristan heran.

"Berkas dari klien lo bawa sendiri ya, gue mau ketemu sama dia."

Ah...aku paham, dia yang dimaksud Arik pasti Evelyn, dan aku semakin tertarik mengetahui keputusan apa yang akan diambil. Bayangkan saja, Evelyn hamil, meminta pertanggung jawabkan pada Arik, dan juga Pak Dar. Kalau Arik sih wajar aja, dia single lah Pak Dar, bahkan ada istrinya pula.

Astaghfirullah, Ya Allah Tuhan sekali ini saja aku menjadi orang julid, batinku mengharap.

"Bawa aja kenapa sih," Tristan pasti tak mau. Kencan denganku itu agar tak penat dengan pekerjaan dan dokumen, kok ini membawa berkas segala. Jelas gak mau lah.

"Kan, lo ada asisten plus-plus," tawarnya sambil meliriku.

"Enak aja," sahutku sewot, namun detik berikutnya aku merevisi jawabanku. "Oke, gak pa-pa aku bawa, tapi---"

"Gak usah macem-macem, Yang. Bukan urusan kamu." Nah...dukun Tristan tahu apa yang aku rencanakan, hem memiliki pasangan yang tahu kebiasaan itu ada enaknya ada enggaknya, apalagi kalau kebiasaan yang tak ia sukai, mau merengek sampai kejer gak bakal dituruti.

"Maaassss," rengekku. Arik heran karena aku bertingkah manja, tak ada yang tahu 'manja' ku pada Tristan seperti apa.

"Jijik, gue Ta lihat lo gini," cicit Arik sambil meletakkan dokumen di kursi kosong dan berbalik badan.

"Mas, plis deh, boleh ya sekali aja, aku pengen tahu aja," bujukku penuh rayu, bergelut manja di lengan Tristan.

"Manfaatnya?"

Ya Allah Tuhan, namanya julid manfaatnya ya untuk memuaskan hati biar gak penasaran. Soriiiii Tristan hobi ghibah gak ada dalam hidup kamu, alhasil kepuasan ghibah gak bakal kamu pahami.

"Massss,"

"Setengah jam," titah Tristan mengizinkan dan aku mengangguk. Saat beranjak, tanganku digenggam Tristan dan ia membawa tas berupa map yang dititipkan Arik tadi.

"Kenapa?" tanyaku heran.

"Sama aku."

Melongo dong, kejutan di malam ini seorang bos mau diajak julid. Sungguh, aku memberikan pengaruh buruk pada Tristan. Eh tak apa sih, sekali ini doang kok.

Kita berjalan beriringan sambil celingak-celinguk mencari meja 'panas' itu. Ternyata pilihan mereka jatuh di meja dekat pintu belakang cafe, pojok dan sedikit gelap dan sempit.

Tristan terjunnya juga totalitas, ia memilih meja yang strategis bisa melihat meja itu dan alu yang terlalu serakah meminta lebih, meminta apa? meminta Tristan agar Arik merekam semua obrolan mereka.

"Buat apa sih, Sayang?" tanyanya gemas. "Jadi penonton aja."

"Kurang seru, Mas. Ayolah."

"Ck...tadi bilangnya cuma pengen lihat sekarang pengen dengar pembicaraan, habis ini apa lagi," gerutu Tristan jengkel tapi ia pun mengirim pesan pada Arik juga.

Mungkin Arik juga butuh dukungan, apalagi Tristan juga menyelipkan kalimat pengingat, bukti autentik suatu saat nanti, alhasil Arik mau menerima panggilan telpon dari Tristan. Bayangkan, demi aku Tristan mau mengorbankan pulsanya.

"Jadi siapa suami dari anak kamu?" tanya suara seorang wanita yang kuprediksi adalah Asna, istri Pak Dar, terdengar sangat ketus pula. Jangan ditanya soal tatapan, terlihat dari mejaku, tatapannya mengintimidasi, namun anehnya Evelyn masih tegak dan tak takut sama sekali.

"Firasat saya, dia anak Pak Arik" ucap Evelyn jelas.

"Yakin anak saya? pas kapan buatnya?" tantang Arik dengan suara yang santai, tapi menusuk.

"Di puncak, 3 bulan lalu," ucap Evelyn.

"Udah USG?" tanya Arik lagi.

"Udah," dan Evelyn pun mengeluarkan foto usg tersebut pada Arik. Pak Dar hanya memijit kepalanya, sedangkan Mbak Asna menahan nafas mungkin cemas mendapat kenyataan nantinya.

"Usia kandungan kamu 6 minggu, wajar sih kalau kamu berpikir benihku, tapi dengan Pak Dar terakhir kalian tidur kapan? apa selama 3 vulan terakhir cuma aku yang meniduri kamu?"

Evelyn terlihat menelan salivanya dengan berat, manik matanya melirik Pak Dar namun si pria matang itu menggelengkan pelan.

"Aku----"

1
Ray Aza
tega bgt km thor anak baik2 gitu km kasih pasangan psk. 😓
Lel: hwkwkkw nyatanya ada di dunia kerja kakak
total 1 replies
siti salamah
nge gabtung giini akhirrnyaa yao kaka
Sartika Thika
kak,ini gmn?kok gantung?
Sri Ariyanti
hallo othor, beneran end kah? koq berasa gantung ya?

yg jelas ditunggu kelanjutannya
Sri Ariyanti
ok
Sri Ariyanti
selalu suka karyamu. pokoknya ok lah
falea sezi
najis dpet jalang
Quinza Azalea
gak rela banget si Abi sama Evelin thor😭
Quinza Azalea
ceritanya bagus bagus thoor
Lel: terimakasih kak
total 1 replies
Quinza Azalea
bagus
pipi gemoy
thor lanjutannya mana Thor 🌹5x
pipi gemoy
astoge setres ya ini org ckckck😡😤
pipi gemoy
mampus lelaki penghianat n murahan ludahin aje trus buang ke sampah😂😂😂😂👻
pipi gemoy
sabar Tris 😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
cerdas Ata👻👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
Gonta ganti itu WC umum 😂😂😂😂👻
pipi gemoy
Tristan 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🌹
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
Gracela Gultom
thor kenapa gantung
Vera Uni
cerita nya kok semua gantung thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!