NovelToon NovelToon
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:158.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: EnderGamer 1256

Reva, datang ke Taiwan dengan niat bersungguh-sungguh untuk kuliah dan lulus dengan nilai terbaik.

Steven, pemilik apartemen yang ditinggali Reva dan tinggal di gedung sebelah. Menganggap Reva anak bawang tapi juga mengagumi kecantikan Reva yang mirip dengan Tia, penyanyi sekaligus istri bossnya.
Sosok yang menjadi standarnya saat mencari pendamping hidup.

Sandy, yang dianggap sebagai Om oleh Reva, selalu memberinya dukungan dan pertolongan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kisah cinta Sandy membuat Reva terpaksa membantunya dan membuatnya terjebak dalam kerumitan hubungan diantara mereka bertiga.

Hubungan Mereka bertiga, pacar Sandy dan pengagum Steven.

Siapa yang akan dipilih Reva?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EnderGamer 1256, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Drummer

Reva merasa bersemangat.

Gedung Maxx Entertainment terlihat mewah.

Sejak dari luar hingga masuk, bibir Reva tak hentinya berdecak.

Tia menyapa semua orang di lobi.

Mulai dari sesama artis sampai cleaner yang sedang membersihkan jendela.

"Tante hafal semua ?" tanya Reva yang menggandeng Jason.

Tia mengangguk.

"Kecuali orang baru.

Kudu kenalan dulu." cengir Tia.

Reva menggelengkan kepalanya.

"Jasoon..." sapa Nancy.

"Onciii..." sapa Jason cadel

Dia berlari menghampiri Nancy yang langsung menggendongnya.

Nancy lalu membawa Jason ke ruangan Tia.

"Ayo Tante tunjukin studionya." ajak Tia.

Mereka masuk ke studio musik.

Reva mendecak kagum.

Dia berseru riang sambil duduk dan mulai mengambil stick drum.

Tia tersenyum lebar melihat keriangan Reva.

"Tante tinggal yaa.." katanya.

"Iya Tante.."

Reva mulai memukul berirama.

Di ruangan Tia.

"Siapa itu Miss ?"

"Keponakanku.

Dia drummer.

Jadi aku tunjukin studio, biar dia main.

Udah lama dia gak main."

Jim membuka pintu studio Tia saat mendengar ada suara orang bermain.

Dia mengintip.

Seorang gadis sedang bermain sendirian.

Beat yang sedang dimainkan pas sekali dengan satu lagu yang sedang digarapnya bersama teman-temannya.

Jim masuk.

Menikmati sambil ikut mengetuk-ngetuk kan jarinya.

Reva berhenti.

Meraih satu kertas musik, mempelajarinya sejenak lalu memulai lagi.

Dia begitu tenggelam sehingga tidak menyadari bahwa dia punya satu penonton.

Daniel melintas, mendengar suara hentakan drum, dia lalu mengintip.

Membuka pintu lalu masuk.

Dilihatnya Jim sedang berdiri sambil menikmati alunan drum.

Jim menoleh saat merasakan seseorang berdiri didekatnya.

"Boss.." sapanya.

"Siapa ?" tanya Daniel.

Jim mengangkat bahu.

"Gak tau.

Tapi ini studio Tia.

Tia mungkin yang bawa dia."

Daniel tidak menjawab.

Dia memperhatikan dengan seksama gaya Reva memainkan drumnya.

Reva memainkan dengan sepenuh hati.

Dalam bayangannya dia memainkan dalam satu pertunjukan dengan teman-temannya dulu.

Dia memutar-mutar stik drumnya di tangannya.

Menganggukkan kepalanya mengikuti beat yang sedang dimainkannya.

"Dia bagus." putus Daniel.

Akhirnya Reva berhenti.

Jim bertepuk tangan.

Reva kaget, mengangkat kepalanya memandang dua orang yang sedang menontonnya.

"Uncle Jim !!" panggilnya

Jim mengerutkan keningnya.

"Dia kenal kamu Jim." kata Daniel.

Jim tidak menjawab.

Dia melangkah mendekati.

Daniel mengikuti dengan penasaran.

"Uncle Jim." sapa Reva sambil turun.

"Aku lupa. Kamu siapa ?"

Reva melempar senyum.

Jim lalu teringat.

"Ah..kamu keponakan Tia.

Yang dulu minta aku ngepas baju.

Iya kan ?" katanya dalam bahasa Inggris.

Jim mengulurkan tangannya.

"Apa kabar ?

Siapa ya namanya ?"

"Reva, uncle.." jawab Reva menyambut uluran tangan Jim.

Jim lalu menoleh pada Daniel.

"keponakan Tia.

Aku dulu ketemu pas Tia nikah."

Daniel mengangguk.

"Halo.." katanya.

"Halo.." sapa Reva dalam bahasa Mandarin.

"Lho..kamu bisa Mandarin?" tanya Jim.

Reva mengangguk.

"Bisa, Uncle.

Saya kuliah di sini sekarang.

Mau semester dua." jawab Reva dalam bahasa Mandarin.

"Kamu pinter." kata Daniel menganggukkan kepalanya pada set drum.

"Iya. Dulu punya band." jawab Reva.

Daniel menatap Reva.

Tia dulu juga punya band.

Makanya dia tau Tia bisa nyanyi.

"Coba deh kamu main lagi.

Jim..kamu temenin." kata Daniel.

"Main sama uncle Jim ?" Tanya Reva dengan takjub.

Jim tersenyum.

"Ayo Va !" ajak Jim.

"Lagu ini tau ?"

Reva mengangguk.

Dia kembali ke duduk.

Mereka berdua lalu berkolaborasi mulai memainkan satu lagu.

Lagu kedua.

Lagu ketiga.

Daniel menelpon stafnya dan teman-teman band Jim.

Menelpon Tia.

Kabar menyebar.

Mereka semua menonton.

Beberapa mengambil video.

Tidak banyak drummer perempuan.

Apalagi dengan kelincahan seperti Reva.

Reva juga menunjukkan kemahirannya memutar stik.

Melemparkannya ke atas lalu menangkapnya disela-sela hentakannya.

Setelah lagu keempat, mereka berdua berhenti.

Penonton bertepuk tangan.

Reva tersenyum lebar.

Memutar sekali lagi stiknya lalu menaruhnya dengan hati-hati.

"Tengkyu uncle.." katanya menyalami Jim.

"Jim saja.

Gak usah pake uncle." kata Jim tersenyum.

"oke..

Jim !"

"Bagus !!"

Sementara video menyebar dengan cepat.

Jenny mengirimkannya pada Josh.

Di kantor.

"wuihh..keren banget !" kata Josh Sambil menonton.

"Apa ?"

"Reva."

"Ngapain ?

Mana..mana ?" tanya Anna.

Josh keluar dari ruangannya.

Menyambungkan ponselnya pada TV besar di ruangan lalu mulai menyetel video Reva.

Semua berkumpul.

"Ada apa ?" tanya Michael.

"Reva."

Michael keluar.

"Ada apa ?" tanya Sandy yang melihat anak buahnya berkumpul di depan TV besar.

"Reva Boss."

Dinding Steven diketuk.

"Ayo..liat Reva." kata Sean.

Steven mengangkat mukanya dari monitor.

Lalu keluar.

Bersandar pada dinding ruangan nya yang memang menghadap TV dan menonton.

Josh menyetel videonya lalu membesarkan suaranya.

Mereka semua menonton.

Menyaksikan kelincahan Reva memainkan stik drum.

Beberapa menganggukkan kepalanya mengikuti hentakan irama yang dimainkan Reva dan Jim.

Saat selesai, mereka semua bertepuk tangan.

Steven tetap memasukkan tangannya di dalam saku.

Bibirnya tersenyum.

Lalu sebuah pikiran melintas di kepalanya.

Senyumnya lalu membeku.

Sementara Sandy yang menikmati alunan musik menjaga wajahnya tetap datar.

Tangannya dilipat di depan dada.

Saat semua bertepuk tangan, dia ikut bertepuk tangan sebentar.

Lalu kembali melipat tangannya.

Keningnya berkerut sedikit.

Dia lelah dengan kehidupan para artis.

Dulu dia melihat Tia dan perjuangan Michael.

Sekarang Cindy.

Dan kini..nampaknya Reva akan di plot menjadi seorang drummer.

Sandy membalikkan badan lalu kembali masuk ke ruangannya.

Sementara Robert dan Michael memperhatikan reaksi Sandy dan Steven.

Nampaknya Sandy dan Steven sama-sama tidak menyukai kehidupan artis.

Terutama bila gadis yang mereka incar akan dijadikan artis.

Josh sendiri memusatkan perhatiannya pada reaksi Steven.

Dia menyusul Steven masuk ke ruangan nya.

Steven sedang menatap layar monitor-monitornya.

Dia melirik sebentar saat menyadari ada orang yang masuk lalu kembali menatap monitor nya.

"Apa ?" sergah Steven.

"Kamu gak suka." kata Josh sambil menutup pintu Steven.

Steven tidak menjawab.

"Steve.."

"Dia bukan siapa-siapa buatku.

Aku gak punya hak untuk melarang dia."

"Dia memang belum jadi siapa-siapa buat kamu Steve."

Steven mengangkat wajahnya. Menatap Josh.

"Belum ?" tanya nya.

"Belum.

Belum kalo kamu belum bergerak. "

"Aku memang gak akan bergerak.

Dia keponakan Boss.

Aku gak mau macam-macam.

Aku senang disini."

"Ck..ck..ck..." Josh berdecak.

"Gadis itu menyukaimu."

"Aku juga suka sama dia.

Tapi..cukup sampai di situ."

Josh diam.

Steven meneruskan pekerjaannya.

"Nanti ini buat kamu bawa ke rapat.

Aku gak bisa ikut.

Gak mau."

Josh kembali berdecak.

"Terus..mau kemana kamu ?"

"Pulang."

Sementara di ruangannya, Sandy kembali menekuri pekerjaan nya.

Ponselnya bergetar.

Pesan dari Cindy.

'Jemput aku, kita makan siang.'

Sandy menatap pesan itu.

Benaknya berputar.

Mengingat kembali percakapannya dengan kedua sahabatnya.

Kedua sahabatnya tenang dengan masing-masing pasangan mereka.

Sementara dia kalang kabut harus melayani yang satu ini.

Dan dia tadi berjanji akan makan siang dengan teman-teman nya.

Sandy meraih ponselnya lalu mengetik.

Di ujung sana, Cindy membanting ponselnya dengan kesal.

Belum pernah Sandy menolak permintaannya.

1
Anonim
Lanjut Dong
minsy
kapan uppp
Nana_Ratna
ooohhh Author, knp ga pernah update lagi?. kangen ma Sandy n Reva
Nana_Ratna
kapan Up Thor? kangen Sandy neeh
Ridhan Insya
thor.....lama banget upnya....gue jg lg nunggu yg di asdos thor.....up dhonk thor.....please.....😍😍😍😍😍😍😍
Nayla Sasa
aku tim sandy aja dechhh
kerennnnn
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
cerita yg menarik dan luar biasa.. semangat buat othornya 🤗😇
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
Steven ini pantang menyerah bngt yaa, jelas² Reva sdh milik Sandy.. move on Steve, msh bnyk gadis yg lebih dari Reva di luaran sana jadi jadi pebinor dech aah😏
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aseeek mau di isiin nastar🤣🤣
Ris Andika Pujiono
steve2 gitu aja udah ke geeran. Berasa reva masih cinta? move on woyyy
Ris Andika Pujiono: wadu.. suruh sama Cindy aja klop
total 2 replies
Nana_Ratna
sok banyakin bikin salah Vs,biar makin byk hukumannya n level hukumannya makin meningkat🤣🤣
Nana_Ratna: kan itu tujuannya🤣🤣🤣
total 2 replies
Ridhan Insya
thor.....lama banget upnya ya......dah gak sabar gue nunggunya thor.....please....
EnderGamer1256 @endergamer1256: iya Kak.. diusahakan. Author nya terbagi waktunya dengan novel Selingkuhku Selingkuhmu ..😀
total 1 replies
Ris Andika Pujiono
kirain habis nikah tuh ceritanya sdh g bikin deg2an ternyata masih dilanjut
jangannbilang terjadi huru hara saat pesta lho kak author
Yusup Priyono
mesti sabar - sabar....
baca novel ini....... !@#$^&*%!!
ida siz
happy married y mas sandyreva.. bahagia selalu Buat klian ber 2..
Ris Andika Pujiono
honeymoonnya dikencengin. Kalian usah melwwati lika liku yg bikin jantung reader mo copot. Semoga langgeng ya
cheers 🥰🥰🥰
Bunga Terakhir 🌹
nikah udah .. tinggal punya baby .. yeyy
Nana_Ratna
ikut happy buat kalian b2. smoga kamu ga kegoda lg yaa Va. n jadi tegas ma mantan
Gedang Raja
Sandy di butakan akan cintanya pada Cindy
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aduuh kenapa makin bnyk aja sich thor pengganggunya.. pertama Steven lalu Cindy dan bisa jadi kemungkinan maminya Sandy menjadi duri dlm rumah tangga anaknya sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!