NovelToon NovelToon
Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

ig : tri.ani.5249

Hidup ini berjalan sering kali tak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, Allah lah yang paling tahu tentang kita dan akhir cerita kita. Aisyah Ratna, seorang agdis belia yang memimpikan bisa menikah dengan seorang pria yang sholeh yang akn membimbingnya, tapi sebuah takdir malah mempertemukan dengan pria arrogant yang jauh dari mengenal agama.
Hatinya begitu hancur saat seseorang yang bernama Kevin Alexander tiba-tiba hadir dalam hidupnya dan meminangnya. Apakah hidupnya akan bahagia setelah menjadi istri seorang Kevin Alexsander? Bisakah ia melupakan cintanya pada seorang pria anak ustad bernama Fahmi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria dingin itu

Siang ini Aisyah sepulang dari rumah sakit segera mengajak Nino masuk ke dalan rumah,

Nino begitu lemah karena pengaruh cuci darah. Aisyah meninggalkan gus Fahmi di

depan.setelah memastikan Nino istirahat, Aisyah kembali ke luar menghampiri gus

Fahmi, bu Santi sudah kembali masuk.

“terimakasih yang gus, untuk hari ini!” ucap Aisyah setelah meletakkan segelas teh dingin di atas meja, “Minumlah!”

“Maaf saya puasa!”

“maaf, saya tidak tahu!” Aisyah segera mengambilnya kembali dan meletakkannya di dalam dan segera kembali menghampiri gus Fahmi, Aisyah sampai lupa kalau hari ini

hari kamis.

“Kalau begitu saya pulang dulu ya, salam buat ibu!” ucap Gus fahmi yang sudah berdiri.

“sekali lagi terimakasih untuk hari ini, sampaikan salam ku juga untuk Bu Nyai dan pak Kyai ya, maaf hari ini nggak bisa belajar di pesantren!”

“Iya, pasti akan aku sampaikan!” lagi-lagi gus fahmi tersenyum, “Assalamualaikum!”

“Waalaikumsalam!”

Gus Fahmi berlalu dari hadapan Aisyah, Aisyah hanya bisa menatap punggung pria

itu, ia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk mereka.

Gus Fahmi kembali menghentikan langkahnya tepat sebelum membuka pintu mobil.

“Ais!”

“Ya?”

“Jika kamu sudah yakin, lusa aku akan datang bersama Abi!”

Aisyah terpaku, hatinya menghangat. Senyum Aisyah mengembang, ia tidak mampu

menolaknya lagi, Allah yang akan menjaganya dan keluarganya dengan rahmat yang

selalu Dia berikan.

“saya yakin!” ucap Aisyah lembut dengan senyum malunya. Gus Fahmi tersenyum senang mendengarkan ucapan Aisyah.

“Sampai jumpa lusa, assalamualaikum!”

“Waalaikum salam!”

Gus Fahmi dengan wajah sumringahnya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah

Aisyah. aisyah terus memperhatikan mobil itu hingga menghilang di makan jarak.

Senyum juga tidak bisa memudar dari bibir Aisyah, seperti ada kupu-kupu yang

sedang menarik di sekelilingnya hingga membuatnya hampir lupa jika ia harus

segera ke mini market.

Aisyah pun segera masuk ke dalam rumah dan menganti bajunya, ia sedang haid jadi hari

ini ia tidak puasa sunnah, biasanya ia juga tidak pernah meninggalkan puasa

sunah.

“Bu..., Aisyah berangkat dulu ya!”

“Iya…, hati-hati ya, jangan terlalu malam pulangnya!”

“Iya! Assalamualaikum!”

“Waalaikum salam!”

Aisyah menutup kembali rumahnya, walaupun ibu dan adiknya di dalam, ia tidak pernah

membiarkan rumah itu terbuka, karena setelah ini ibunya pasti juga tidur.

Aisyah pun  melangkahkan kakinya dengan begitu ringan, ia sesekali menyapukan kakinya ke udara dengan senyum yang tak pernah

pudar. Tapi langkahnya terhenti saat ia melihat ada sebuah mobil yang terparkir

di depan rumah Nadin.

“Mbak Nadin kan sedang tidak di rumah, trus itu mobil siapa?”

Tak jauh dari mobil itu ia bisa melihat ada seorang pria dengan wajah dingin sedang

mengawasi rumah itu.

“Dia siapa?”

Aisyah berencana menghampiri pria itu, tapi segera ia urungkan saat melihat jam tangan

yang melingkar indah di tangannya.

“Astagfirullah …, aku terlambat!”

Aisyah segera mempercepat langkahnya melewati mobil dan pemiliknya itu begitu saja.

Tapi saat sudah berlalu, Aisyah kembali melihat ke belakang. Ia melihat pria itu melompati pagar yang tertutup itu.

“Apa-apaan tuh orang!” hampir saja Aisyah berbalik, tapi ia teringat kembali dnegan

pekerjaannya, bosnya sudah sangat baik memberinya pekerjaan walau hanya paruh

waktu, Aisyah pun menghilangkan prasangka buruknya sendiri,

“Ah …, itu mungkin hanya orang asuransi atau apa!” Aisyah pun segera meninggalkan

tempat itu. Walaupun sebenarnya perasaannya tidak tenang karena dialah yang di

beri tanggung jawab menjaga rumah itu selama di tinggal penghuninya.

“Assalamualaikum!”

sapa Aisyah pada pria tua yang sedang menunggu di meja kasir mini market itu.

“Waalaikum salam!”

“Maaf koh, saya terlambat!”

“Nggak pa pa, akoh juga sedang tidak sibuk, ya sudah kalau begitu akoh tinggal ya!”

“Iya koh!”

Pemilik

mini market itu adalah muslim keturunan Tionghoa, dia begitu baik. Istrinya

sudah meninggalkan sedangkan anak-anaknya tinggal jauh.

Setelah akoh Wan pergi, Aisyah menggantikannya di kasir, di mini market itu hanya ada dua karyawan. Mini market itu memang tidak terlalu besar tapi sangat ramai

karena harganya juga lebih miring di bandingkan dengan minimarket lainnya.

Aisyah tidak punya kesempatan untuk duduk jika jam-jam seperti ini, karena jam pulang

biasa di manfaatkan orang untuk berbelanja hingga menjelang isha’,

Aisyah begitu lihai menotal seluruh belanjaan dengan mesin kasir itu. Ia mengisi waktu

luangnya dengan membaca buku, membaca buku adalah kegiatan favoritnya.

Hingga menjelang magrib barulah toko sepi, aisyah meregangkan otot-ototnya yang terasa

begitu kaku. Ia kembali duduk dan melanjutkan bacaannya.

Ting

Lonceng berbunyi setiap kali ada  yang masuk,

Aisyah segera bangun dari duduknya dan menyapa yang datang dengan menundukkan

kepalanya.

“Selamat datang, selamat berbelanja di toko kami!”

Tak ada sahutan dari orang yang masuk, sepertinya pelanggannya itu berlalu begitu

saja menuju ke rak belanjaan, Aisyah tidak peduli, itu sudah biasa jarang sekali orang yang mau menjawab sapaannya. Ia kembali duduk dan melanjutkan membaca.

Lima menit kemudian, seseorang sudah berdiri kembali di depan meja kasirnya dan

sepertinya menatap Aisyah begitu tajam.

“Niat kerja nggak?!” ucap pria itu sambil meletakkan sekaleng minuman di atas meja kasirnya. Aisyah segera meletakkan bukunya dan mendongakkan kepalanya.

Aisyah mengenali pria arrogant itu, “Tuan Alex!”

“Jika tidak niat bekerja, jangan buka toko!’

‘Maaf!”

aisyah segera mendekatkan kaleng itu ke mesin kasir. Ada dua kaleng di atas

meja itu.

“semua tiga puluh ribu!”

Pria arrogant itu adalah Alex, ia baru saja memantau rumah Nadin dan ternyata di

sana masih ada Rendi. Ia segera meninggalkan rumah Nadin dan mampir ke

minimarket yang kebetulan menjadi tempat kerja Aisyah. alex menyerahkan selembar

uang seratus ribuan.

“Ambil saja kembaliannya!”

“Tapi….!”

Ucapan Aisyah terhenti karena langkah Alex lebih cepat dari ucapannya, pria itu sudah

berada di dalam mobilnya saja. Aisyah hanya mendengus kesal.

“Tapi ini terlalu banyak! Cepat sekali dia jalannya!” gumam Aisyah.

Kini Aisyah harus menunggu hingga jam Sembilan, setelah tepat jam sembilan ia segera

menutup toko itu dan mengembalikan kuncinya pada koh wan dan menyerahkan hasil

jualan hari ini, ia tidak di gaji satu bulan sekali, tapi setiap kali ia datang

ia akan langsung di beri gaji, tidak seberapa memang tapi lumayan untuk makan

satu hari.

Aisyah segera pulang, saat hampir sampai di rumahnya ia masih bisa melihat mobil yangs

ama masih terparkir di depan rumah Nadin, kali ini Aisyah memberanikan diri untuk menghampirinya.

Ia mengintip pria itu di dalam mobilnya, “Dia tidur ya?” gumam Aisyah. aisyah pun

meninggalkan mobil itu dan menuju ke pagar rumah nadin, ia membuka gembok pagar

itu.

Sepertinya pria dingin itu terbangun karena suara gembok Aisyah. saat hendak membuka pagar tiba-tiba tangannya di genggam erat oleh seseorang.

 “Nadin!” Ucap pria dingin itu dengan tangan

yang menggenggam erat tangan Aisyah hingga membuat Aisyah berbalik padanya.

“Maaf anda siapa?” Aisyah menajamkan matanya. Ia begitu kesal karena pria yang bukan mahramnya telah berani menyentuh tangannya.

“maaf …, maaf saya salah orang!” ucap pria dingin itu sambil melepaskan genggaman

tangannya.

Aisyah memundurkan langkahnya memberi jarak dari pria itu, “Anda siapa?”

“Apa ini rumahmu?” pria itu malah balik bertanya pada Aisyah membuat Aisyah

bertambah kesal. Jika pria itu malas untuk menjawab pertanyaannya makan Aisyah

pun juga tidak akan menjawab pertanyaan pria itu.

“Kenapa anda menanyakan rumah ini?”

“Saya hanya ingin tahu, di mana pemilik rumah ini!” pria itu sepertinya marah membuat

Aisyah sedikit takut apalagi dengan tatapan dinginnya itu membuatnya begitu

merinding.

‘Ini rumah kakak saya, jadi anda jangan macam-macam ya di sini, silahkan anda pergi

dari sini, jika tidak saya akan melaporkan ada pada aparat keamanan jika anda

mengganggu kenyamanan warga di sini!” Aisyah menggunakan senjata terakhirnya

dnegan mengancam pria yang ada di depannya itu.

 “Baiklah!” pria itu sepertinya tidak mau ada

keributan, ia memilih berlalu meninggalkan Aisyah,

Beberapa hari yang lalu Nadin menghubunginya karena ia tidak bisa pulang, Alex memintanya untuk menginap. Nadin meminta Aisyah untuk menyalakan lampu rumahnya dan memeriksa keadaan rumahnya. Tapi saat bertemu dengan Alex, Aisyah malah lupa menanyakan soal Nadin.

Bersambung

Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

Happy Reading 🥰🥰😘❤️

1
Novika Riyanti
Lumayan
Novika Riyanti
Kecewa
Marhaban ya Nur17
udh cerita panjang kali lebar, konflik g ada keluar"nya eh malah ini pake amnesia 😁 cerita basi thor
Marhaban ya Nur17
klo amnesia gw tinggalin neh lapak wkkwwkkw
Marhaban ya Nur17
kecelakaan , koma, amnesia uh males
Marhaban ya Nur17
musibah nya g kelar" thor 😁
Tri ani: sabar kak, semua akan indah pada waktunya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
anaknya raka apa anaknya,,,
Tri ani: eng ing eng ..., tunggu kejelasannya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
pendarahan apa ???
Marhaban ya Nur17
hamil kah tp nanti anaknya siapa ???
Marhaban ya Nur17
asna g hamil tuh thor ???
Marhaban ya Nur17
emang faling miris klo korban pelecehan itu ini yg tertinggal tuh pasti traumanya
Marhaban ya Nur17
salah target apa y asna 🤔
Marhaban ya Nur17
jujur as kau ini jan diem" bae napa
Marhaban ya Nur17
Gus fahmi kah orangnya bang alex
Marhaban ya Nur17
sabar bang wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
ujian mau naik kelas wkwwkk
Marhaban ya Nur17
sah
Marhaban ya Nur17
makanya gw faling benci klo kasusu pelecehan
Marhaban ya Nur17
calon adik ipar wkwkw
Marhaban ya Nur17
tuh kan bener raka ama asna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!