NovelToon NovelToon
My Soulmate

My Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Perjodohan / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:114.1k
Nilai: 5
Nama Author: She_Vent

By She_Vent


Seperti orang yang hilang akal Kalycha senyum-senyum sendiri sambil menggigit kuku jari telunjuknya. Ia sangat terpesona dengan ketampanan pria yang berdiri di depannya itu.

"Hello... Are you okey?" Pria itu menjentikkan jarinya di depan Kalycha membuat Kalycha tersadar dari lamunannya.

"I'm fine. Sorry I did not mean it. (Saya baik, maaf saya tidak sengaja)"

"Oke ga masalah" menjawab dengan cool, lalu berjalan meninggalkan Kalycha. Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar teriakan Kalycha.

"Kak... boleh minta nomor HPmu?"


🎀 Penasaran kelanjutan Ceritanya???
Kepoin yuk 😂
Semoga kamu semua terhibur 🤗

👉 Bebas Komentar apa saja yang penting tetep Sopan ya 👍
👉 Bebas Promo, Iklan dan Lain-lain

Disini mah kita BEBAS yang penting HAPPY 😃

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Vent, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buy One Get One

Seorang gadis cantik baru turun dari Ojek Online yang ia tumpangi. Gadis itu berjalan memasuki rumahnya. Namun wajahnya berubah saat semua mata tertuju padanya. Ia merasa risih dengan pandangan semua orang yang menatap aneh padanya. Ada yang menatap dengan tampang serius, ada yang sedang menahan tawa dan ada juga wajah asing yang belum dikenalnya.

"Pada kenapa sih kok liatin aku begitu amat." tanya gadis itu saat melihat semua orang menatapnya.

"Nah ini dia Cha, burung hidup satu satunya dirumah ini yang bisa ngomong." goda Gilang

"Cantik burung ya Om." gumam Kalycha setengah sadar.

"Kakak..." teriak gadis itu yang baru sadar kalau Kakaknya itu sedang mengejeknya didepan orang lain.

"Haha..." Semua tertawa kecuali Kalycha yang bingung dengan apa yang mereka tertawakan.

"Maaf ya sayang, kelakuan Abah sama Gilang emang begitu suka godain anak bungsu enin." Mama Gea melihat Kalycha yang masih bingung.

"Oya ini anak bungsu enin namanya Adara, dirumah ini biasa dipanggil Dara jadi Abah sama Om Gilang suka godain dia dengan nyebut burung Dara. Hehe."

"Kerang juga ada Enin yang namanya kerang Dara." Kalycha yang polos keceplosan.

"Haha... Bener juga tuh Cha. Tapi kerang mah kebagusan buat dia. Karena kelakuannya sama kayak burung suka terbang dan lupa pulang kalau ga dijemput." Gilang masih saja menggoda adik bungsunya.

"Kakak..." Habis sudah imagenya didepan calon keponakannya itu.

"Dara... ini Icha anak si Teteh." ucap Mama Gea.

"Buy one get one ya Teh. Nikah sama bapaknya dapat bonus anaknya. Hehe." Kali ini giliran Nayla yang kena ejek sama adiknya Gilang.

"Gilang...." Nayla mulai kesal melihat tingkah kedua adiknya.

"Teh, marahin tuh, makin lama makin gila dia karena cintanya ditolak anak SMA. Haha..." Dara membalas serangan balik mengejek Kakaknya Gilang.

"BURUNG... kok lo buka kartu sih." Gilang tampak kesal karena rahasianya sudah terbongkar didepan kedua orangtuanya apalagi di depan tetehnya.

"Haha...rasain lo, makanya jangan suka gangguin gue."

"DARA." Nayla sedikit meninggikan suaranya. "Kalian itu sama aja, ga ada yang bener. Yang muda ga mau ngalah sama yang tua. Yang tua juga sama ga ada rasa sayangnya sama adeknya. Kalian ga malu apa Icha ngeliat kelakuan kalian yang ga lebih kayak bocah."

Keduanya menundukkan kepalanya dan saling melirik sambil mencibir satu sama lain dengan menggunakan gerakan bibir tanpa mengeluarkan suara.

"Gara-gara lo tuh..." Gilang.

"Lo..." Dara.

"Gilang, Dara... Masih aja ya. Kalau kalian masih mau ribut keluar sana." Nayla lebih meninggikan suaranya.

Kalau Nayla sudah memarahi kedua adiknya maka Mama dan Abahnya tidak mau ikut campur.

"Kalian makan deh, Nay udah keyang liat tingkah kalian." Menghempaskan serbet yang ditangannya lalu beranjak meninggalkan ruang makan.

"Ya si teteh ngambek. Teh... Maafin kita dong teh." Gilang berlari menyusul Nayla.

"Wah, ternyata kalau dirumah si Ibu guru disegani juga ya. Bukan cuma disekolahan doang. Salut... Salut. Kasih empat jempol nih." Batin Kalycha.

"Jangan diambil hati ya. Mereka memang suka begitu. Nanti juga baikan sendiri." Mama Gea mengajak Kalycha duduk dimeja makan.

"Kamu ga mau nyusulin tetehmu dan minta maaf sama teteh. Kalian ga sadar kalau secara tidak langsung kalian sudah mempermalukan teteh didepan anaknya sendiri." Mama Gea menatap putri bungsunya, Dara hanya diam tertunduk malu.

"Maaf mah." ucap Dara menundukkan kepalanya lalu berjalan menuju kamar Nayla.

"Si teteh meni sensitif ya mah." Abah yang tadinya diam mulai bersuara.

"Abah juga sama aja." Kali ini Abah yang dapat semprotan dari sang Mamah.

"Lah, kok jadi Abah yang salah Mah..." si Abah protes keberatan tidak mau disalahkan.

"Tadi yang sebut-sebut burung duluan siapa?"

"Mamah..." ucap Abah dan Gilang bersamaan karena ternyata Gilang sudah kembali dari kamar Nayla.

"Plak..." Sebuah pukulan mendarat dibahu Gilang.

"Yang sebut burung duluan siapa?" Mama Gea mengulangi pertanyaannya tegas.

"Kamu Kak..." ucap Abah.

Gilang pun memutar memorinya kembali dan membenarkan kata si Abah.

"Mah... Dara nyerah deh mah." Mengangkat kedua tangannya. "Mama gih yang bujuk. Siteteh nangis tuh. Dara udah minta maaf tapi nangisnya teteh makin kenceng."

"Wah si Ibu guru ngambek sampe segitunya. Sampe mewek padahal yang dibecandain juga adeknya."

"Ya sudah biarin aja. Kita makan aja dulu. Udah pada laper kan."

...***...

Diperusahaan Liemasta Group pria yang bernama Haidar Anaz Yudistira sedang menjalani hukumannya karena ia memberikan prediksi yang tidak tepat soal persyaratan yang di ajukan oleh Putri atasannya itu. Sudah seminggu ia menjalani hukuman itu dan ini adalah hari terakhir ia menjalaninya.

Hukuman yang diberikan Jack padanya ialah dalam seminggu Haidar harus sudah paham tentang segala pekerjaan dalam perusahaan, menghafalkan nama-nama investor dan masing-masing wajahnya. Baik Investor dalam maupun luar negeri. Dan setiap harinya ia mendapatkan tes langsung dari Jack dan apabila dia melakukan kesalahan maka Jack akan menambah hukumannya.

"Haaa... Akhirnya aku terbebas juga dari masalah ini." Batin Haidar.

"Akhirnya aku bisa pulang kerumah. Kangen masakan Ibu." Haidar bicara pada dirinya sendiri.

Ya selama menjalani hukumannya Haidar tidak di ijinkan pulang kerumah. Ia harus menginap dikantor karena apa yang dipelajarinya adalah rahasia perusahaan. Iapun meminta adiknya Helsa si calon dokter mengantarkan beberapa pakaian ganti untuknya.

Baru saja merenggangkan otot-ototnya tiba-tiba sebuah pesan dari Jack masuk ke ponselnya.

"Jemput Nona Kalycha sekarang."

"Apa??? Baru juga mau pulang kerumah. Udah kayak sopir pribadi aja deh gue." Haidar kesal.

Lalu masuk satu pesan lagi yang berisikan alamat rumah Nayla. Diliriknya jam tangannya sudah jam delapan malam.

Haidar langsung menuju basement tempat mobilnya terparkir. Dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

Hanya butuh waktu 45 menit baginya dari kantor untuk sampai di alamat yang ditujunya itu.

Haidar memarkirkan mobilnya dipekarangan rumah Nayla dan ia melihat seorang pria paruh baya sedang duduk di teras rumah sedang menikmati secangkir kopi.

"Selamat malam Pak, saya Haidar asisten Tuan Pram." dengan Sopan Haidar memperkenalkan dirinya. "Saya diminta Tuan untuk menjemput Nona Kalycha Pak."

"Oh iya silahkan duduk. Sebentar ya." ucap Bagas "Teh... Teteh... Si Icha udah ada yang jemput nih." Teriak Bagas.

Haidar hampir menutup telinganya saat mendengar teriakan pria yang duduk disebelahnya itu.

"Hehe... Maaf ya. Abah lagi mager."

"Haha... Gaul juga orangtua nih, tau bahasa anak jaman Now."

"Iya Pak, ga apa-apa."

"Mau minum apa? Mau Teh atau Kopi?" Bagas menawarkan minum sambil menunggu Kalycha keluar.

"Terimakasih Pak, tidak usah sudah malem pak saya juga belum pulang kerumah. Selesai ngantar Nona pulang saja juga mau langsung pulang pak. Capek banget kerja seharian."

"Kok gue malah curhat sih."

Bagas hanya tersenyum mendengar cerita Haidar. Tak berapa lama Nayla keluar bersama Kalycha.

"Mas Haidar ya?" Tanya Nayla begitu melihat pria asing yang duduk bersama Abahnya.

"Waahh ternyata lebih cantik dari yang di foto." Batin Haidar yang kagum pada kecantikan Nayla.

"I..Iya Nyonya..." Jawab Haidar canggung.

"Eeii... Panggil Nayla saja."

"Wah mana berani saya Nyonya." Menjawab dengan malu-malu."

"Ya udah panggil mbak aja kalau ga ada mas Pram."

"Maaf Nyonya tetap saya ga berani."

"Ya udah titip Icha ya. Tolong hati-hati bawa mobilnya."

"Iya Nyonya pasti."

"Nih cewek beneran deh kayak pernah ketemu." Sambil berpikir keras. "Ooo... Ga salah lagi nih cewek yang dulu pernah buat gue hampir kehilangan separuh gaji gue. Jadi... Dia anak Bos gue? Omegad Omegad... Kenapa perasaan gue jadi ga enak gini ya." Batin Haidar.

"Ganteng banget sih...Tunggu-tunggu bukannya cowok ini??? Iiiihhhh si Cowok mesum dibioskop dulu kan? Kok bisa sih, dia jadi asintennya Daddy?" Batin Kalycha mengingat pertemuan tahun lalu.

"Cha, nanti kabari ya kalau kamu udah sampe rumah." Nayla memberikan tas sekolah milik Kalycha.

"Iya Bu. Icha pulang dulu."

Kalycha berjalan mendahului Haidar.

"Kalau begitu saya pamit dulu Pak, Nyonya." Setelah mendapat anggukan kepala dari keduanya Haidar bergegas membuka pintu mobil untuk Kalycha.

"Saya ga suka sendirian duduk dibelakang. Buka pintu depan." Perintahnya dengan ketus.

"Kalau bukan anak si bos mah ogah gue ngelakuin ini."

"Baik Nona, silahkan."

Haidar membuka pintu depan, setelah Kalycha masuk kedalam ia pun mengitari mobilnya dan duduk dibelakang kemudinya.

Haidar melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, dan tanpa ia sadari perbuatannya itu membuat Kalycha sedikit ketakutan.

"Bisa pelan ga sih bawanya." Protes Kalycha.

"Maaf Nona..."

Haidar mengurangi laju kecepatan mobilnya. Dan itu bukan membuat Kalycha senang malah membuatnya semakin kesal. Terang saja pasalnya Haidar melajukan mobilnya dengan sangat lambat. Lebih laju dari jalan kura-kura.

"Ya ga gini juga kali lambatnya." Protes Kalycha lagi.

"Cepat salah, lambat pun salah. Maaf Nona, boleh singgah makan dulu ga? Saya laper banget nih." Haidar ingin mengatakan itu tapi dia tidak melakukannya.

Tanpa menjawab lagi, Haidar langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena jarak tempuh antara rumah Nayla dengan rumah bos nya terbilang lumayan jauh sehingga memakan waktu hampir dua jam. Apalagi kecepatan yang digunakan adalah kecepatan normal.

"Coba aja kalau ngebut pasti ga selama ini. Dan gue bisa cepet nyampe rumah juga." Haidar masih kesal.

Setelah sampai dirumah Tuannya Haidar langsung membukakan pintu untuk Nona mudanya itu. Dilihatnya Pram duduk sambil menonton televisi.

"Nyantai banget si Bos, sementara gue pulang juga belum."

"Haidar Terimakasih ya sudah mengantarkan My Princess dengan selamat." Manis sekali ucapan Pram pada Haidar malam itu.

"Sama-sama Pak, kalau begitu..." Belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah dipotong dulu oleh Bos nya.

"Kamu ga mau makan dulu?" Pram kembali menawarkan Haidar.

Ia tahu kalau Asistennya itu pasti belum makan malam.

"Wah, beda banget ya si Bos dirumah sama dikantor. Apa kalau dirumah si Bos selalu hangat begini ya? Kalau di kantor mah sesejuk salju. Hehe."

"Terimakasih Tuan tidak usah Tuan, saya mau langsung pulang saja Tuan."

"Ngapain sih Daddy pake nawarin makan segala." Batin Kalycha

"Kamu sudah makan sayang?" tanya Pram pada Putrinya.

"Sudah tadi dirumah Bu Nayla."

"Gimana tadi dirumah Reva?"

Yang ditanya malah nyelonong masuk ke kamarnya.

Jangan lupa Absen ya My Receh tunjukin kehadiranmu disini 😍

1
Yani Cuhayanih
kebetulan disini lagi musim kemarau panaaaaaas
Yani Cuhayanih
Sayaaaaaang aku maluuu..
Yani Cuhayanih
Aku percaya thor panjaaaaang bangeettt kayak kereta api expresss
Gissa_Chieko
mantap thor
Silent Codex
nangis.....
💞 Lily Biru 💞
semoga Icha cepet sadar
Gissa_Chieko
semangat
Gissa_Chieko
komen
Gissa_Chieko
oke
Gissa_Chieko
mampir. mantap thor
She_Vent: Terimakasih ya 🙏
total 1 replies
💞 Lily Biru 💞
fiks, eps selanjutnya lahiran, wkwk
💞 Lily Biru 💞
lanjut kak she vent
maduan
kaka author kalau sembilan bulan kmudian mah udh ngelhirn thor anaknya udh umur 1 bulan.
tpi mksh thor dh up
💞 Lily Biru 💞
semangat kk, salam dari ADEK gue BAD
She_Vent: Done ya Kakak. Terimakasih buat dukungannya selalu 😊
total 1 replies
xia.SIA_
semangat ya Thor,jangan lupa mampir juga 🤗
She_Vent: Done ya. Mari tetap saling mendukung 🤗
total 1 replies
Hinata soyo
singgah juga di tepat ku ya
She_Vent: Semangat, udah banyak boom like aku. Nanti lanjut lagibya
total 1 replies
maduan
semongko thor..
maduan
hamidul ya thor kayanya sikali
Clearesta Santoso
ngidam x thor
💞 Lily Biru 💞
lanjut kkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!