Kisah dari seorang dokter wanita yang jenius, cantik, baik hati, ahli meracik obat atau racun dan multi talenta yang menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya, kalau dia adalah anak angkat dari salah satu ketua anggota mafia kejam di dunia.
Callysta Angelina mengalami kehidupan yang penuh lika liku dan menguras segala emosinya yang terkadang bertentangan dengan hati nuraninya sendiri.
Callysta di hadapkan pada dua pilihan yang paling berat dalam hidupnya, hidup yang terus di tentukan oleh orang lain membuatnya semakin muak, Callysta tidak bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.
Callysta berpikir hanya kematiannnya saja yang bisa membuatnya lepas dari semua rasa sakit, tetapi bukannya mati malah dia berada pada dunia lain.
Mampukah seorang Callysta Angelina menemukan pilihan hidup yang di inginkanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TDT angreni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Memperkuat Posisinya.
Episode sebelumnya…
"Tidak ada penolakkan, atau kau akan mati di tangan Mr. X jika menolak keinginannya." Ancam Jimmy Choo.
"Apa papa tidak akan membelaku?" Tanyaku untuk memastikan.
"Siapa yang berani melawan Mr. X ? Aku tidak ingin mengambil resiko, jadi kau harus menikah dengannya." Kata Jimmy Choo menajamkan setiap ucapannya.
"Kau persiapkan lah dirimu… aku akan memberikan informasi selanjutnya. Jangan coba-coba untuk menghindar, kau mengerti." Ucap Jimmy Choo mengancam sembari bangkit dan menunjuk ke arah Callysta, dia segera berlalu pergi.
Callysta duduk diam tidak bergerak sama sekali, dia tidak berdaya. Air mata yang sejak tadi di tahannya luruh jatuh begitu saja ke pipi putihnya. Hati Callysta sakit akan sikap keras sang papa angkat yang dia hormati dan sayangi. Jimmy Choo tidak pernah tulus menganggap Callysta sebagai putri angkatnya.
...----------------...
Callysta kecewa akan sikap sang papa Jimmy Choo yang tidak pernah tulus menganggapnya seorang putri angkat. Jimmy Choo hanya memanfaatkan Callysta saja untuk semua tujuan yang pria itu inginkan. Callysta masih diam pada duduknya, dengan sesekali menghapus air mata yang turun ke pipinya.
Callysta bingung harus bagaimana? Dia juga tahu siapa dan bagaimana kejamnya seorang Mr.X ? Apa yang di inginkan Mr.X ? Tentunya pasti harus terwujud, jika tidak nyawa yang menjadi taruhannya.
Callysta benar-benar tidak ingin mengikuti keinginan sang papa yang menginginkan dia menikah dengan Mr.X. Callysta sudah memiliki seorang kekasih yang mulai ia cintai dan sayangi yaitu Antoni. Sebaliknya Antoni juga sudah sangat mencintai dan menyayangi Callysta.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanyanya pelan sembari memijit pelipisnya karena pusing berpikir.
"Jika aku menolak keinginan papa, Mr. X tentunya akan membunuhku. Jika aku menerima keinginan papa, aku tidak ingin menghancurkan hubungan dan perasaan ku dan Antoni. Lambat laun hubungan kami pasti di ketahui oleh papa, dan Antoni pasti dalam bahaya." Ucapnya pelan memikirkan tindakan apa yang harusnya dia lakukan.
"Menghilang ataupun bersembunyi dari wilayah ini juga tidak mungkin. Mr. X dan papa pasti akan menemukanku dengan mudah di manapun aku berada." Gumamnya pelan kembali memikirkan nasibnya di masa depan.
Callysta mencoba menarik dan menghembuskan nafasnya yang begitu berat, agar sedikit meringankan beban di hatinya. Dia pun bangkit dan ingin cepat pulang, dia perlu kamar dan kasurnya untuk merebahkan tubuhnya yang lelah dan menumpahkan semua pikiran dan perasaannya di sana. Hanya di kamar dan kasurnya dia leluasa untuk berteriak, menangis, merenung dan mengeluarkan semua beban pikiran dan perasaannya yang berat.
...----------------...
Di tempat lain…
Di dalam ruang kerja pribadi Antoni dan asistennya sedang membahas sesuatu yang sangat penting bagi pria itu. Dia memiliki rencana akan melamar Callysta untuk menjadi istrinya, dan memberikan kunci ajaib milik keluarga Yuandara kepada dokter cantiknya.
Antoni akan membujuk Callysta untuk menanda tangani berkas kepemilikan kunci ajaib milik keluarga Yuandara secara diam-diam. Antoni tahu Callysta tidak akan mau menerima kunci ajaib itu, sejak awal Callysta menolak saat beberapa kali Antoni mencoba untuk memberikannya. Callysta menolak dengan alasan, dia tidak ingin menerima kunci ajaib dan apapun yang berharga milik Antoni.
Antoni kecewa dengan penolakan Callysta akan semua pemberiannya. Callysta bukan tipe orang yang suka untuk di paksa. Agar hubungan mereka tidak memiliki masalah, Antoni mencoba mengalah akan kemauan Callysta.
Antoni hanya ingin Callysta memiliki kunci ajaib tersebut untuk membuktikan Callysta hanya miliknya seorang. Antoni ingin memperkuat posisi Callysta, dan tidak ingin keluarganya menolak hubungan mereka jika tahu siapa Callysta yang sebenarnya?
Apapun akan di lakukan oleh Antoni untuk memiliki dan mempertahanan Callysta tetap bersamanya. Antoni akan melakukan segala hal untuk Callysta, pria itu sudah sangat di butakan oleh cinta terhadap Callysta.
"Apa semua berkas kepemilikan kunci ajaib itu sudah kau siapkan Leo?" Tanya Antoni yang duduk di balik meja kerjanya.
"Sudah tuan…tapi tuan, apa anda yakin akan hal ini?" Tanya takut asisten Leo karena berani mempertanyakan akan keputusan tuannya.
Leo tahu kunci ajaib milik keluarga Yuandara setara dengan setengah dari aset kekayaan milik keluarga itu. Dengan mudah tuannya ingin memberikan kunci ajaib itu kepada Callysta yang baru beberapa bulan di kenal oleh tuannya.
Walaupun Leo tahu begitu besar cinta tuannya terhadap Callysta, tetapi memberikan kunci ajaib itu untuk Callysta sangatlah berlebihan. Itu pendapat Leo.
"Apa maksudmu Leo ?" Tanya Antoni menatap Leo dengan tajam.
"Maaf tuan… saya tidak bermaksud apapun, tetapi saya hanya ingin memastikan semua keputusan yang anda buat. Saya tidak ingin anda mendapatkan masalah di masa depan, tuan." Balas Leo dengan takut karena melihat tatapan tajam tuannya.
"Leo…aku hanya tidak ingin kehilangan dia, kau tahu sendiri Leo siapa sebenarnya Callysta? Apa kau pikir keluarga ku akan menerima dia begitu saja, jika tahu siapa Callysta yang sebenarnya?" Tanya Antoni melihat ke arah Leo.
Leo masih diam untuk berpikir, Antoni pun melanjutkan ucapannya kembali.
"Kunci ajaib itu akan menguatkan posisinya, agar keluargaku tidak bisa menolak hubungan kami. Aku tidak ingin Callysta merasa tidak nyaman dengan penolakkan keluargaku, karena dia adalah putri angkat dari tuan Jimmy Choo ketua mafia Balck King." Jelas Antoni kepada asistennya.
"Aku tahu. Kau mengkhawatirkan Callysta bisa saja akan mengkhianati aku, berkas itu sudah tertulis sangat jelas. Jika seandainya Callysta berani berkhianat dan meninggalkan aku lebih dulu, kunci itu tidak dapat di gunakan untuk mengancam diriku, dan dia tidak akan bisa mendapatkan setengah aset milik keluarga Yuandara." Jelas Antoni kepada Leo yang khawatir akan keputusan tuannya.
"Kau juga bisa tenang Leo, kunci ajaib itu ada dua pecahan dan aku hanya memberikannya setengah dari pecahan kunci ajaibnya. Jadi dia memegang satu pecahan dan aku juga memegang satu pecahannya." Ucap Antoni untuk mengurangi kekhawatiran sang asisten yang sudah begitu setia bekerja padanya.
"Jika nanti keluargaku menentang hubunganku dengan Callysta, di sana aku akan menyatukan kedua pecahan kunci tersebut untuk memperkuat posisi Callysta. Apa kau bisa mengerti?" Jelas dan tanya Antoni.
"Iya tuan saya mengerti." Balas Leo mengerti sembari menganggukkan kepalanya.
"Baiklah. Kau bawa berkas itu dulu, setelah sampai di apartemen Callysta aku akan mengambilnya."
"Baik tuan"
"Ok kalau begitu, aku ingin bersiap-siap dulu untuk bertemu dengan Callysta. Kau bisa pergi untuk beristirahat terlebih dahulu." Perintah Antoni kepada Leo yang segera menundukkan kepalanya dan berlalu pergi dari ruangan.
Seharusnya Leo libur bekerja di hari minggu. Rencana Antoni yang ingin melamar Callysta hari ini, memaksa Leo bekerja melayani keinginan tuannya. Perintah dan keinginan tuannya adalah prioritas utama bagi Leo.
Antoni segera pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap bertemu dengan sang pujaan hati. Sudah beberapa hari tidak bisa bertemu karena kesibukkan mereka masing-masing. Antoni sudah sangat merindukan Callysta. Rindu ingin melihat, memeluk, membelai sayang, dan mencium Callysta yang begitu sangat ia cintai.
Selama bersiap-siap Antoni selalu tersenyum membayangkan wajah cantik Callysta dengan senyum manisnya. Wajah cantik yang tidak bisa di lupakan oleh Antoni walau sedetik saja. Callysta sudah sukses membuat seorang Antoni tergila-gila akan pesonanya yang kuat.
Antoni tidak sanggup jika harus kehilangan Callysta. Kehilangan cinta pertama dan terakhir baginya. Antoni akan berbuat apa saja untuk memiliki Callysta seutuhnya, dan menjadikannya nyonya Yuandara di masa depan sekaligus pemilik hatinya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
semangat menulis kk😊😊