Sebuah Kerajaan di Dunia Fantasia melakukan pemanggilan 10 Pahlawan dari dunia lain untuk membantu Kerajaan itu menghadapi serangan Raja Iblis.
Upacara pemanggilan Pahlawan berjalan dengan lancar. Tapi karena energi yang berlebih saat upacara pemanggilan, tanpa sengaja ada seseorang dari dunia lain yang ikut terseret pergi ke dunia Fantasia.
Rein Alexander, seorang murid SMA yang tengah menikmati sensasi penggelontoran kotoran dari dalam perutnya, tiba-tiba dia tersedot masuk sebuah lubang sihir, dan sialnya dia terlempar tepat di tengah-tengah sebuah sungai.
“Bang**t, apa sebenarnya yang terjadi?.”
****
[Mau tahu kelanjutannya? silahkan di baca....]
[Update setiap hari, kecuali hari Minggu. Satu hari minimal satu BAB, tapi bisa dua atau sekaligus tiga BAB, tergantung kesibukan]
[Jangan lupa dukung Author dengan memberikan :]
[✓Like]
[✓Komen]
[✓Rate [5]]
[Vote [Seikhlasnya]]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JURANG BINATANG DEWA
[Sebeluk membaca, jangan lupa selalu dukung Author dengan cara :]
[✓ Like]
[✓ Komen]
[✓ Rate [5] dan....]
[✓ Vote [seikhlasnya]]
[Silahkan sampaikan kritik jika ada yang kurang baik dari cerita ini 😊😊🙏🙏....]
[Selamat membaca....]
*****
Rein masih tampak ragu untuk melompat ke dasar jurang.
Meskipun tau dia cuma akan mengalami luka kecil. Melihat sesuatu yang begitu dalam dan gelap, tentu ada sedikit rasa takut di dirinya.
[Jurang ini tidaklah bahaya, kecuali kedalamannya. Tuan lebih baik segera melompat, dan buang rasa ragu yang benar-benar tak berguna]
Fifi membentak sekaligus menyemangati Rein, dan ternyata itu sukses menyadarkan Rein dari keraguan yang benar-benar tak berguna.
“Kau benar, Fifi. Lebih baik aku melompat dan melihat apa yang ada di dasar sana.”
Melupakan keraguannya, Rein begitu saja melompat ke arah jurang.
WHUSS
WHUSS
WHUSS
Tubuh Rein bergerak begitu cepat kearah bawah, seolah ada magnet yang sedang menarik tubuh Rein.
BOOOMMM
Mendarat dengan kedua kakinya, Rein sedikit merasakan nyeri pada persendian kakinya.
“Ini memang sedikit sakit, tapi ini jauh dari cukup untuk membuatku terluka.”
Rein melihat setiap bagian tubuhnya, mencoba melihat jika ada bagian tubuhnya yang terluka. Tapi dengan sedikit kecewa, Rein tak sedikitpun melihat luka di tubuhnya.
Melupakan kekecewaannya, Rein segers terfokus melihat area di sekitarnya.
Tak butuh waktu lama, Rein seketika dibuat terkejut sekaligus terkagum-kagum akan apa yang saat ini terlihat oleh kedua matanya.
“I.. ini....”
Rein hanya bisa tergagap dalam berucap saat melihat apa yang berada di dasar jurang, dan tentu itu jauh dari apa yang semula dia bayangkan.
“Kenapa bisa ada tempat seindah ini?.”
Sebuah Istana megah dengan bangunan yang seluruhnya terbuat dari emas.
Taman di depan Istana yang di tanami bermacam bunga sedang bermekaran, dan itu semakin menambah keindahan Istana yang sedang di pandang Rein.
Jalanan dari gerbang masuk sampai depan pintu Istana, semua terbuat dari batu mulia, dan itu adalah sedikit kemegahan yang menjadi salah satu bagian dari bangunan Istana.
Selain Istana, Rein juga masih penasaran dengan keadaan di sekitarnya yang terang benderang. Sedangkan saat masih di atas jurang, Rein hanya melihat sebuah kegelapan menyelimuti bagian dasar jurang.
[Tuan, di bagian tengah jurang ini ada sebuah mantra sihir kuno yang melindungi tempat ini. Menurutku, sihir itulah yang membuat tempat ini tak terlihat dari atas]
“Itu sangat masuk akal.” ucap Rein sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
Saat Rein masih mengagumi keindahan bangunan yang ada di depan matanya, tiba-tiba dia merasakan dingin di punggungnya, dan itu adalah tanda akan datangnya mara bahaya.
Merasakan datangnya bahaya dari arah belakang, Rein dengan cepat membalikkan badannya dan sedetik kemudian mata Rein melotot lebar saat melihat apa yang sedang berjalan kearahnya.
Ratusan.... Ribuan.... Bukan ribuan, melainkan ada ratusan ribu binatang berbagai jenis yang berjalan serempak kearah Rein.
Setiap detik berlalu, para binatang yang bergerak semakin mendekat kearah Rein.
“Sepertinya mereka bukan binatang sembarangan.” gumam Rein setelah dia mengeluarkan Black Sword untuk mempersenjatai dirinya.
[Jumlah binatang buas di depan tuan ada 899.500 ekor.]
[Binatang buas terlemah berada pada level 190 [Rank SSS]. Ada 10 Binatang Buas yang memiliki level 500+ [SSS+]
[Presentase kemenangan jika tuan melawan mereka tak lebih dari 1%]
[Aku sarankan tuan untuk kabur secepat mungkin]
Rein hanya bisa merasa dirinya begitu sial saat mendengar apa yang Fifi ucapkan padanya.
Melawan 100 ekor Binatang Buas Rank SSS mungkin Rein bisa menang, tapi dengan catatan dia akan sedikit memaksa kekuatan tubuhnya.
Tapi saat ini di hadapannya ada ratusan ribu Binatang Buas Rank SSS, ditambah 10 Binatang Buas Rank SSS+.
Bisa keluar dengan selamat dari dasar jurang saja itu merupakan sebuah keberuntungan.
Di saat Rein sudah bersiap untuk mengeluarkan seluruh Skill yang dia miliki demi mencari celah untuk kembali ke permukaan.
Sebuah peristiwa yang sangat membingungkan terjadi, dan itu sulit untuk Rein percaya.
“Kenapa mereka tiba-tiba terdiam sambil menunduk, seolah memberi hormat padaku?.”
Rein benar-benar di landa kebingungan saat melihat kejadian yang ada di depan matanya.
[Aku merasa mereka benar-benar paruh dan menghormati tuan]
“Apa kamu tau apa yang sebenarnya sedang terjadi?.”
[Aku belum mengetahui apa yang sedang terjadi dengan mereka. Tapi aku tau akan satu hal, ada makhluk berkekuatan besar mendekat ke tempat tuan. Level makhluk itu setidaknya menyentuh angka 1.000 [SSS+ puncak]]
“Kenapa ada makhluk seku....”
Boommmm....
Seekor makhluk tinggi besar datang dan seketika membuat Rein menghentikan ucapannya.
Kedatangan makhluk yang begitu besar, sempat membuat suara ledakan, dan tanah pun ikut bergetar.
“Na.... naga....” ucap Rein dengan tubuh gemetaran.
[Tuan tak perlu takut dengan makhluk di depan tuan, karena aku sama sekali tak merasakan niat buruk dari makhluk di depan tuan]
“Warna hitam legam, serta ukuran yang begitu besar, itu sudah lebih dari cukup untuk mengintimidasi ku. Apa lagi dengan level kekuatannya, tak ada alasan untuk ku tidak takut dengannya.”
Fifi tak membalas ucapan Rein, melainkan terdengar sosok di depan Rein mulai mengeluarkan suaranya.
“Selamat datang tuanku.” ucap sang naga sambil menundukkan kepalanya.
Naga adalah ras yang terkenal begitu angkuh dan arogan, tapi anehnya naga hitam yang ada di depan Rein, tanpa sungkan dia menundukkan kepalanya sebagai tanda penghormatan.
“Ka.. kau bisa bicara?.” tanya Rein yang masih mencoba menenangkan dirinya.
“Tuanku, kaki adalah binatang peliharaan Dewa, dan tentunya kami semua bisa bicara.”
“Benar, tuanku.” kata seluruh binatang yang berada di belakan sang naga.
“Lalu, kenapa kalian menunduk hormat padaku, dan memanggilku tuan?.” ucap Rein menanyakan apa yang membuatnya begitu penasaran.
“Tuanku, dulu kami semua tinggal di alam [dunia] para Dewa. Namun tepatnya seratus tahun yang lalu, sang Dewa Agung memindahkan kami ke dunia ini untuk membantu keturunannya. Seratus tahun menanti, akhirnya sosok yang kami tunggu telah datang, dan tuanlah yang selama ini kami tunggu.”
Sang naga menjawab pertanyaan Rein dengan suara tegas tapi penuh kesopanan.
“Apa kamu yakin jika aku lah yang kalian tunggu? bisa saja itu orang lain.” ungkap Rein.
Biar pun tak terlihat seperti sedang tersenyum, tapi Rein merasa jika naga hitam di depannya sedang tersenyum saat mendengar apa yang Rein ungkapkan padanya.
“Tuan adalah satu-satunya pemilik 100% darah Dewa yang ada di dunia ini, dan lagi sang Dewa Agung juga pernah berpesan, hanya keturunannya lah yang bisa sampai dengan selamat ke tempat ini. Jika ada orang lain mencoba masuk ke tempat ini, hanya abunya lah yang akan sampai.”
Mendengar jawaban sang naga, Rein akhirnya percaya jika memang dia lah yang selama ini di tunggu oleh semua binatang yang tinggal di dasar jurang ini.
“Kalau aku boleh tau, apa alasan sang Dewa Agung mengutus kalian untuk membantuku? padahal aku merasa tak ada yang berbahaya di dunia ini.”
Rein mengatakan itu karena dia teringat tentang Fifi yang pernah mengatakan jika di dunia ini, makhluk terkuat adalah Raja Iblis, dan lagi level nya cums menyentuh angka 500.
[Tuan, setelah aku mengalami peningkatan besar-besaran, informasi yang aku punya tentang dunia ini bertambah semakin banyak]
[Raja Iblis level 500 adalah Raja Iblis terlemah, dan dia merupakan Raja Iblis yang mendiami Southern Continent, dan di Southern Continent inilah saat ini tuan berada]
[Selain di Southern Continent, Raja Iblis juga mendiami empat tempat lainnya, dan untuk Raja Iblis terkuat dia tinggal di wilayah Northern Continent]
[Dengan kekuatan mencapai level 2000, Raja Iblis di Northern Continent adalah ancama semua Ras selain Ras Iblis yang ada di dunia ini]
[Ras Iblis terkenal tak pernah menyukai keberadaan Ras lainnya, dan ketakutan dunia ini adalah jika Raja Iblis yang menguasai Northern Continent ingin menguasai Dunia ini]
[Dengan kekuatan yang begitu besar, sulit untuk menghentikan Iblis itu, dan jika itu terjadi, kemungkinan dunia ini akan di bawa ke masa kegelapan tak berujung dan bisa dipastikan dunia ini akan kacau balau]
Begitu panjang penjelasan Fifi sebelum dia akhirnya kembali terdiam.
“Aku kira naga hitam di depanku adalah makhluk terkuat di dunia ini, tapi ternyata ada satu lagi makhluk yang kekuatannya dua kali lebih besar dari naga ini.” ucap Rein dalam hati.
“Mengira diriku kuat ternyata itu salah. Jika dibandingkan mereka yang terkuat, aku mungkin hanya seperti remah-remah roti bagi mereka.”
*****
[Bersambung.....]
dengan jentikan jari musuh mokat, dengan lambayan tangan auto rata.