Siapa dirimu?
aku jan hu, aku pembunuh bayaran no1 didunia dengan sebutan Mr.Shinigami.
aku mati karna melompat ke jurang
bukanya ke alam baka aku malah nyasar ke dunia para kultivator yang mementingkan kekuatan daripada ikatan kekeluargaan
parahnya aku menjadi pangeran tak berguna serta manja dari kerajaan Hu, entah orang baik mana yang aku tolong dulu hingga membuat ku seperti ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloud_white, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selir Yen Ji Ibuku
Setelah mereka selesai melakukan kegiatan di taman bunga, Ling hu dan Ye fu langsung melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke istana dan menyerahkan hasil buruan.
Di perjalanan.
"Pangeran Ling hu, aku ingin bertanya satu hal padamu" ucap putri Ye fu
"Hah? apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Ling hu yang tetap menatap kedepan
"Apa anda...pernah jatuh cinta pada gadis lain" tanya putri Ye fu malu-malu
"Pernah" jawab Ling hu santai
"S-siapa dia kalau boleh tahu" tanya putri Ye fu lagi
"Dia adalah...Ibuku, aku sangat mencintainya" jawab Ling hu dengan senyuman manis terukir diwajahnya
"Tapi...Permaisuri Wei tidak menganggap anda-" ucap putri Ye fu terpotong karna Ling hu mulai berbicara
"Bukan dia, ada seorang wanita lain yang sangat menyayangi dan mencintaiku dulu maka aku juga merasakan hal yang sama padanya" jelas Ling hu dengan raut wajah yang berubah drastis
'Aku pernah mendengar bahwa dulu pangeran Ling hu dijaga oleh seorang selir yang menganggapnya seperti anak kandung nya sendiri tetapi...dimana Selir itu' batin Ye fu
"Kau terlihat kebingungan, Apa ada yang ingin kau tanyakan lagi?" tanya Ling hu
"Pangeran jika tak salah orang yang anda maksud itu...apakah Ibu Selir anda" tanya Ye fu
"Dia bukan Selir....dia Permaisuri bagiku" tegas Ling hu
"A-ah..namanya jika tidak salah adalah Selir Yen ji bukan?" ucap Ye fu lagi
'Yah...aku tak tahu jika pemilik tubuh ini dulu dijaga oleh seseorang yang mirip dan memiliki nama yang sama seperti Ibuku' batin Ling hu "yah...namanya memang Yen ji"
"Kemana Selir Yen ji pergi?" tanya Ye fu lagi dengan rasa penasaran menyelimutinya
"Ibu...Dia bunuh diri" jawab Ling hu enteng
Saat mendengar perkataan Ling hu yang menjelaskan bahwa orang yang ia anggap Ibunya itu bunuh diri, putri Ye fu semakin penasaran tentang alasannya.
"Mengapa Ia bunuh diri?"
"Hahahaha! Jangan dekatkan dirimu dengan urusan yang bukan urusan mu...urus saja urusanmu sendiri" balas Ling hu dingin dan sempat ia menatap tajam putri Ye fu
"Maaf"
Perjalanan mereka kini dilalui dengan diam-diaman kayak pengantin yang lagi berantem aja...namun suasana mulai mencair disaat mereka hampir sampai di Istana.
Di Istana.
"Ye fu! Adik aku sangat khawatir padamu" teriak Ye cixu panik dan langsung memeluk tubuh Ye fu yang dibalut perban
"Adik...Tubuh mu penuh luka" ucap Ye min yang langsung memelototi Ling hu dengan tajam
"Haha Kakak, ini bukan apa-apa dan juga sudah sembuh kok" ucap Ye fu menenangkan Kakak-kakaknya
"Baiklah jika memang sudah baikan" ucap Ye min
"Wahh kalian punya mahkota bunga yang sama di atas kepala kalian..imutnya~" ucap putri Gong nian
"Wuaah aku harap saat berburu aku juga sempat membuat itu untukku dan Tunanganku" iri putri Ling yeye
"Syukurlah Ling hu bukan tipe penolak jadi mudah membuatnya menuruti kita" ucap putri Lee jiang
"Putri-putri aku harap kalian memperhatikan ucapan kalian karna-" lagi-lagi ucapan putri Ye fu terpotong
"Sudahlah...Aku akan pergi dulu bersama arang kecil" ucap Ling hu dingin
"Ling hu, hasil buruan mu kumpulkan disana dan besok akan diumumkan hasilnya" ucap Murong qi sembari menunjuk tempat yang dipenuhi hasil buruan
"Terima kasih Murong qi" balas Ling hu tetap cuek
"Pangeran...Jika kau tak ingin menggunakan mahkota bunganya kau bisa membuangnya atau membakarnya" ucap putri Ye fu sembari menatap Ling hu
"Aku menyukainya, Aku tak akan membakarnya tenang saja...Ye fu berikan tanganmu" perintah Ling hu
Segera Ye fu memberikan tangannya setelah mendengar perintah Ling hu, melihat Ye fu telah memberikan tangannya langsunglah Ling hu mencium punggung tangannya itu.
"Terima kasih untuk hari ini" ucap Ling hu dengan senyumnya yang dapat membuat seluruh Negara bertempur memperebutkannya
"Y ya sama-sama Pangeran •///•" balas Ye fu
"Tak aku tahu juga kalau kau pandai merebut hati para Gadis" ucap Han kagum
"Haha itu sangat mudah untuk dilakukan" balas Ling hu
"Nanti jangan beristirahat, pergilah bermeditasi dan naikan tingkatanmu" perintah Han
"Baik beb!" jawab Ling hu dengan tegas
"Apa kau ingin aku menghancurkan dantianmu hah?" sebal Han
"Sorry..nggk bakal diulang lagi!" ucap Ling hu
Setelah meletakkan buruannya dan mengembalikan Arang kecil kekandangnya, Ling hu pergi menuju Paviliun Xue Fengnya.
"Tuan! kau sudah kembali...EHHHHH" ucap Wu sang terkejut karna Ling hu mengenakan mahkota bunga "T tuan dikepalamu itu!"
"Aku tahu...Ini...Simpan lah karna nanti malam kita akan kedatangan Tamu dan berikan ini kepada Tamu Gadis kita" perintah Ling hu sembari menyerahkan mahkota bunganya "Aku akan membersihkan diriku"
Setelah Ling hu membersihkan tubuhnya dan mengenakan hanfu biasa, Ia melihat keluar Paviliunnya dan ternyata sudah malam.
"Sudah waktunya aku membebaskan Fu...serah! Aku lupa namanya" kesal Ling hu dengan segera Ia melesat menuju Kediaman bobrok didekat Perpustakaan Istana.
"Moshi moshi...Fu..kau ada disini kah?" tanya Ling hu sembari melihat kiri kanan
"Ling huu"
"Ihh...Hantu...disini juga ada hantu" ucap Ling hu ketakutan
"Ling huuuu...Aku disiniiii"
Seketika ada yang menyentuh pergelangan kaki Ling hu hingga membuat sang Empu keringat dingin dan gemeteran.
"E eh...k kau siapa" tanya Ling hu takut
"Ling huuuu"
"AHHHH JANGAN HANTUI AKUUU...AKU JANJI NGGKA AKAN NONTON ANIME GENRE HAREM LAGII AHHHH HANTUUU" panik Ling hu
"Oii...ini aku Fu suang...Kau lupa kah sama aku?" tanya Fu suang
"Fu suang? Ehhh kenapa kau ngepel lantai kayak gitu ya Lord nggk gitu juga kalau mau nyambut aku, ayo bangun...sini aku bantu" ucap Ling hu kepedean
"SIAPA YANG NGEPEL LANTAI BUAT KAU!" teriak Fu suang tak terima
"Lalu?"
"Aku tadi berusaha keluar dari sana dan aku mengerahkan seluruh kemampuanku, aku berhasil namun aku kewalahan karna itu" jelas Fu suang
"Sedihnya hidupmu...sini abank bantu"
Ling hu pun langsung menompang Fu suang dibahunya dan melewati sihir yang dipasang dengan mudah menuju Kediaman mereka.
"Ini Kediaman mu?" tanya Fu suang
"Aku tau..memang tak bagus tapi masih bisa ditinggali, ayo masuk" ucap Ling hu
Saat mereka memasuki Paviliun Xu Feng, disana terlihat 2 anak Laki-laki dan Perempuan serta Wu sang
"Sudah kuduga kau akan datang dengan cepat...Gin" ucap Ling hu "Wu sang..urus luka orang ini, nama dia adalah Fu suang"
"Baik tuan" balas Wu sang
"Apakah dia adalah Adikmu Gin?" tanya Ling hu
"Ya tuan, namanya adalah Mui ia memiliki fisik yang lemah jadi harus hamba gendong kemana pun kami pergi" jelas Gin
"Begitu ya...halo Mui namaku Ling hu kau bisa memanggilku Kak Ling oke" ucap Ling hu sembari mengulurkan tangannya
"Halo Kak Ling, tolong jaga Mui untuk kedepannya" balas Mui yang menyambut tangan Ling hu dengan lembut
"Mui! panggil dia Tuan" marah Gin
"Tak apa Gin, kau juga bisa memanggil ku Kak Ling" ucap Ling hu dengan senyuman
"E eh...benarkah" tanya Gin ragu-ragu
"Tentu saja"
"Baiklah, mohon bantuannya Kak Ling" ucap Gin tegas
"Haha aku sudah mengukir tangan Mui dan ini untuk mu Mui" ucap Ling hu yang kemudian memasangkan mahkota bunga di kepala Mui
"Wuaahh terima kasih Kak Ling" girang Mui
"Hehe mulai sekarang anggap saja aku Kakak kalian" ucap Ling hu
"Kak Ling bukanya kau mempunyai Adik Laki-laki juga..siapa namanya" tanya Gin penasaran
"Hmm namanya Ling su, hubungan kami tak baik tetapi ia tetap Adikku dan aku akan melindunginya jika ia dalam bahaya" jelas Ling hu
"Ohh" ucao Gin dan Mui bersamaan
'Walaupun aku tak tahu kapan kau akan memanggilku Kakak lagi'
...----------------...
SELAMAT TAHUN BARUUU🌹🥀
semoga tahun 2021 lebih baik dari sebelumnya🌱
semanggat