NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBU TIRI

"Ibu! Jangan pukul aku lagi, hiks... ampuh... ampun!"

Suara tangisan anak kecil itu langsung menyambut kesadaran nya begitu matanya terbuka.

Pusing langsung menghantam kepalanya, dibarengi dengan memori asing yang masuk ke dalam otak.

Sial!

Ariana, atau sekarang lebih tepat dipanggil Aleta Volis, mengumpat dalam hati.

Ariana adalah mantan agen rahasia sekaligus ahli strategi lapangan yang tewas dalam misinya melawan sindikat mafia. Tapi sekarang? Jiwa nya malah terlempar ke dalam tubuh seorang wanita bangsawan bodoh, jahat dan hobi menyiksa anak tiri nya.

"Hiks...hiks... jangan ibu hiks...."

"Diam kamu, anak sialan! Gara-gara kamu dan ayahmu yang miskin itu, hidupku jadi menderita!"

Bukan Ariani yang bicara, tapi tubuh baru nya yang bergerak sendiri, tangan kanan wanita itu sudah terangkat tinggi, siap mendaratkan tamparan keras ke pipi bocah laki-laki berusia tujuh tahun yang meringkuk di sudut ruangan.

Julian Volis, bocah malang yang selama ini selalu di siksa oleh ibu tirinya.

Bhuk

Alih-alih menampar sang anak, Aleta yang sekarang sudah diganti dengan jiwa Ariana, dengan sengaja membanting arah tangannya sendiri hingga menghantam dinding di sebelah Julian.

"Aakkghhh...."

Desis Aleta pelan, tangan nya terasa ngilu, tapi berhasil menyelamatkan wajah kecil Julian dari pukulan nya.

Julian terkesiap, matanya yang basah dan sembab menatap Aleta dengan takut, anak itu bergeser semakin mundur.

Aleta menarik napas panjang, lalu mendengus kasar, mencengkeram kepalanya yang masih nyut-nyutan, menatap Julian tajam dengan mata elangnya.

"Heh, bocah. Berdiri!" ucap Aleta, tegas.

"I-ibu... jangan hukum aku..." ucap Julian, semakin ketakutan.

"Kubilang berdiri," desis Aleta cepat.

Suaranya kini terdengar sangat dingin, tegas, dan sama sekali tidak mirip dengan rengekan manja si Aleta asli.

Tanpa menunggu anak itu bergerak, Aleta langsung menyambar sebelah tangan Julian dan menariknya untuk berdiri.

Julian yang kaget hanya bisa pasrah, mengira ibu tirinya akan memukulnya lagi.

"Ck, brengsek banget emak aslinya," gumam Aleta pelan, melirik ke arah cermin kusam di sudut kamar.

Brak

Tiba-tiba pintu kamar itu didobrak dari luar, tiga orang pelayan wanita dengan seragam kotor masuk dengan wajah penuh ejekan.

Kepala pelayan bernama Mira melipat tangan di dada, menatap Aleta dengan senyum meremehkan.

"Wah, wah, Nyonya Besar Aleta, masih pagi sudah berisik saja teriak-teriak memukul anak itu?" cibir Mira, sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat.

"Kalau mau melampiaskan emosi, jangan di sini, makanan jatah kami minggu ini belum turun, dan persediaan gandum di dapur sudah habis gara-gara kamu habiskan untuk foya-foya minggu lalu!" bentak Mira, semakin kurang ajar.

Ariana ini bukan hanya menjadi ibu tiri, tapi dia sekarang menjadi istri dari seorang Marquez miskin.

"Jangan harap kami mau melayani mu lagi kalau gaji kami tidak dibayar, cepat serahkan sisa uangmu!" perintah Mira, menatap Aleta menantang.

Aleta, yang tadinya sibuk memeriksa luka di tangan Julian, perlahan menegakkan tubuhnya, dia menoleh, sudut bibirnya terangkat sebelah, membentuk senyuman miring yang sangat dingin.

"Ah, pelayan kurang ajar yang biasa memeras nyonya rumahnya sendiri, ya? batin Aleta, dingin.

Di dunia lamanya, sampah-sampah seperti ini sudah biasa dia bereskan tanpa buang tenaga.

"Uang?" tanya Aleta santai, melangkah pelan mendekati Mira.

"Tentu saja! Jangan pura-pura pikun, kau masih berhutang banyak pada kami!" bentak Mira, merasa di atas angin karena tahu Nyonya Aleta biasanya hanya akan menangis histeris atau melempar barang pecah belah jika dibentak.

GREKK

Gerakan Aleta terlalu cepat untuk dilihat mata orang biasa.

Sebelum Martha sempat berkedip, Aleta sudah mencekik leher pelayan itu, memutar tubuhnya, dan membantingnya telak ke lantai.

BRAKKKK

"AAAAKKKKKKHHHH!"

Mira menjerit histeris saat punggungnya menghantam lantai dengan keras, dengan nafas terputus-putus.

Dua pelayan di belakang Mira langsung terpekik kaget, menunjuk Aleta dengan tangan gemetar.

"K-kamu... apa yang kamu lakukan pada Kepala pelayan Mira?!" teriak salah satu pelayan.

Aleta tidak menjawab, dia berjongkok, menatap Mira yang sedang meringis kesakitan di lantai.

Srettt

Dengan tangan kirinya, Aleta dengan santai mencabut pisau kecil yang terselip di balik pakaian Mira, pisau yang biasa dipakai pelayan itu untuk mengancam atau mencuri barang milik Aleta asli.

"Dengar, pertama, rumah ini lagi bangkrut dan aku tidak punya uang buat kalian, kedua, mulai detik ini, kalau ada yang berani membentak atau kurang ajar lagi di hadapanku," ucap Aleta menatap tajam ketiga pelayan kurang ajar itu.

"Pisau ini akan mendarat di tempat yang lebih menarik dari sekadar dagu kamu. Mau coba?" lanjut Aleta, dingin.

Mira menggeleng cepat, air matanya tumpah seketika karena ngeri.

Aura membunuh yang terpancar dari mata Aleta sama sekali bukan main-main, wanita di depannya ini terlihat seperti iblis yang baru keluar dari neraka.

Aleta berdiri, menyarungkan pisau kecil itu ke pinggangnya sendiri, lalu melirik dua pelayan lain yang sudah gemetar ketakutan di pojok ruangan.

"Kalian berdua. Ambil sapu, bersihkan kamar ini sampai bersih!" perintah Aleta, tegas.

"Dan kamu," ucap Aleta menendang pelan kaki Mira yang masih tergeletak.

"Kalau masih ingin hidup, pergi ke dapur dan cari apa saja yang bisa dimasak untuk sarapan anak ini, kalau tidak ada, kamu sendiri yang akan ku jadikan bahan sup!" lanjut Aleta, menatap Mira tajam.

"B-baik, Nyonya! Kami mengerti!" teriak ketiga pelayan itu serempak, lalu lari keluar kamar.

Julian yang melihat kejadian itu dari tadi hanya bisa membelalakkan mata, mulutnya terbuka lebar karena syok.

Ibu tiri nya yang biasanya kejam dan menakutkan itu, baru saja mengalahkan kepala pelayan hanya dalam satu detik?

Aleta melirik Julian yang masih terpaku, lalu mendengus pelan sambil mengelus kepala bocah itu asal-asalan.

"Mulai sekarang, tidak ada lagi yang boleh menyiksa mu di rumah ini," ucap Aleta menatap Julian.

"Termasuk diriku sendiri," batin menyeringai tipis.

Aleta menarik napasnya panjang, meresapi ingatan pemilik tubuh asli ini yang benar-benar keterlaluan.

"Mulai hari ini, aturan di rumah ini sudah berubah! Wanita yang suka memukul dan menghamburkan uang itu sudah tidak ada. Mengerti?" ucap Aleta dengan suara sedikit lembut, tapi tetap tegas.

Julian mendongak perlahan, menatap mata Aleta lekat-lekat, tidak ada kilat kemarahan atau seringai jahat seperti biasanya di mata wanita itu, yang ada hanya sorot mata tajam penuh keyakinan.

"Ibu tidak berbohong?" cicit Julian pelan.

"Mana ada orang bohong sambil nahan sakit kepala seperti ini," jawab Aleta malas.

"Sekarang, coba ceritakan padaku, kenapa pelayan tadi bilang persediaan gandum di dapur habis?" tanya Aleta.

Glek

Julian menelan ludahnya, lalu menjawab dengan suara ragu.

1
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
IG : hofi03_skrniii: ikuti terus cerita mereka ya beb, nanti kita kupas tuntas siapa Julian itu sebenarnya dan hubungannya dengan Liam😉
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
Ita Xiaomi
Lady Serra lg mengundang bahaya.
IG : hofi03_skrniii: minta di cincang dia kak😁
total 1 replies
Tiara Bella
Aleta membalas wanita gila itu dengen tenang dan cantik....
Tiara Bella
wow ini yg ditunggu² para pembaca...Pepet trs liam
Maria Lina
moga rajin up double"!ya outhor sayang🙏🙏😍😍😍
Tiara Bella
ngeri kali.....
Septi Wijaya
ahhaaiiii.... akankah terjadi sesuatu di gubuk itu 😍
Mommy Ayu
kesempatan dalam kesempitan tuh jendral, main sosor aja 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!