NovelToon NovelToon
Istri Kontrak CEO Lumpuh

Istri Kontrak CEO Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Panti asuhan "Lentera Kasih" akhirnya menjadi satu-satunya tempat yang bersedia menerimanya. Di sana, di antara keterbatasan dan hidangan seadanya, Kirana tumbuh menjadi gadis yang kuat dan sangat cerdas. Buku-buku tua di perpustakaan panti menjadi teman setianya. Kirana belajar dengan giat, menyerap ilmu pengetahuan dengan ketajaman berpikir yang mengagumkan. Ia tahu, hanya dengan pendidikan ia bisa mengubah takdirnya.

​Namun, kecerdasannya saja tidak cukup untuk membayar biaya masuk universitas. Mimpinya untuk berkuliah di jurusan Kedokteran—cita-cita yang terinspirasi dari keinginan menyembuhkan luka dan menyelamatkan nyawa—membentur dinding tebal bernama biaya. Malam ini, dengan sisa-sisa keberanian yang ia kumpulkan selama berminggu-minggu, Kirana memutuskan untuk mendatangi rumah masa kecil ayahnya. Ia tidak meminta warisan atau kemewahan; ia hanya berharap ada sedikit keajaiban dan rasa iba di hati sang nenek agar mau membiayai pendidikannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergulatan Batin di Kamar Kecil

​Langkah kaki Kirana terasa begitu berat saat menaiki tangga kayu menuju kamar kecilnya di lantai dua panti asuhan. Setelah menenangkan Ibu Ratna dan beralasan bahwa ia mendapat tumpangan dari seorang dermawan yang kebetulan melintas, Kirana segera membersihkan diri. Pakaian basah kuyupnya kini telah berganti dengan kaos oblong longgar dan celana kain yang bersih serta kering.

​Namun, rasa hangat di tubuhnya sama sekali tidak mampu mengusir kegelisahan yang membelenggu pikirannya.

​Kirana merebahkan tubuhnya di atas kasur tipis yang beralaskan lantai semen. Kamar berukuran dua kali tiga meter itu sangat hening, hanya dihiasi derap langkah takdir yang seolah makin mendekat. Ia mencoba memejamkan mata, memeluk bantal kapuknya erat-erat. Namun, rasa kantuk sama sekali tidak berkunjung.

​Ia berguling ke kiri, menatap dinding kamar yang catnya mulai mengelupas. Beberapa detik kemudian, ia kembali berguling ke kanan, memandangi jendela kayu yang diusap sisa-sisa air hujan. Wajah Rian Wijaya—dengan garis rahang tegas, tatapan mata yang dingin menembus jiwa, serta ketegasannya saat mengucapkan penawaran gila itu—terus membayang di ruang hampa pikirannya.

​“Jadi istri saya. Saya akan mengurus semua administrasi kuliahmu, membiayai pendidikannya sampai selesai, dan menjamin seluruh kehidupanmu.”

​“Jika kamu setuju, besok siang anak buah saya akan menjemputmu. Kita akan ke kantor catatan sipil.”

​Akhirnya, karena merasa dadanya kian sesak, Kirana menyerah. Ia mendudukkan dirinya di atas kasur tipis itu, menyandarkan punggung pada dinding yang dingin. Kedua lututnya ditekuk dan dipeluk erat ke dada. Tangannya meraih kartu nama bertepi emas yang tergeletak di atas meja belajar kecil di samping kasurnya. Tulisan embossed timbul Rian Wijaya - Chief Executive Officer berkilau samar diterpa pendar kuning lampu minyak tempel.

​"Apa aku terima saja, ya, tawarannya?" tanya Kirana pada dirinya sendiri dalam bisikan lirih yang nyaris tenggelam di kegelapan malam.

​Pikirannya berputar hebat. Bayangan masa lalunya yang kelam kembali berputar seperti kaset rusak. Rasa sakit saat Nenek Helena mengusirnya dan melabelinya sebagai "anak pembawa sial", rasa lelah saat berjalan belasan kilometer di bawah guyuran hujan, hingga kenyataan pahit bahwa kuota beasiswa pemerintah untuk gelombang utama telah habis. Pintu-pintu di masa lalunya telah terkunci rapat oleh takdir.

​"Ini kesempatan pertama dan terakhirku untuk mengubah nasib... untuk berkuliah dan menjadi seseorang yang berguna," gumamnya lagi, jemarinya mengusap permukaan kartu nama yang terasa mahal itu.

​Namun, ketakutan lain membayang di sudut hatinya yang paling dalam. Rian Wijaya adalah seorang pria kaya raya berkuasa yang terikat di atas kursi roda—sosok asing yang baru ia kenal tidak sampai satu jam di dalam mobil mewah. Mengapa pria sekelas CEO mau menikahi seorang gadis panti asuhan yang tidak punya latar belakang apa-apa? Apakah ada intrik di balik keputusan impulsif pria itu?

​"Tapi dia orang asing... apakah semuanya akan baik-baik saja jika aku melangkah ke dalam dunianya?" tanya Kirana, suaranya bergetar menahan keraguan yang memuncak.

​Kirana mendongak, memandang langit-langit kamarnya yang lapuk. Di satu sisi, ada jurang ketidakpastian bersama pria asing yang penuh misteri. Di sisi lain, ada impian besarnya yang terancam padam jika ia menolak. Kirana mengepalkan tangannya di dada. Ia tahu, esok siang saat mobil jemputan itu tiba, ia tidak hanya memilih sebuah pernikahan, melainkan sedang mempertaruhkan seluruh masa depannya.

1
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Shinta, kamu lebih baik mati saja
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Rian and Kirana 😄🙏
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Rian and Kirana
Ariany Sudjana
ah ga seru, masak orang sekaliber Rian, ga bisa mengungkap keterlibatan Shinta juga?
Iffanaya 😽
kamu jg harus hati² jg sama Shinta ya Rian
Ryuu
baguuus
Ryuu
Semangat nulis nya sayang😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!