NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Perceraian

Cinta Dibalik Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Menjadi istri pengganti tidaklah mudah, apalagi ketika kamu hanyalah wanita yang menggantikan posisi kakakmu sendiri.

Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan cinta dari suaminya, Kinanti justru harus menerima perlakuan kasar yang terus-menerus menyakitinya.

Kinanti tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menggantikan posisi sang kakak yang kabur bersama kekasihnya sehari sebelum akad nikah dengan pria bernama Yudha.

Demi keselamatan ayahnya dan masa depan kedua adik kembarnya, Kinanti terpaksa mengikhlaskan dan merelakan impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pernikahan yang telah berlangsung selama delapan tahun tidak pernah memberinya kebahagiaan. Namun, Kinanti memilih untuk tetap bertahan, bersabar, dan ikhlas menjalani kehidupan rumah tangganya.

Hingga sebuah kecelakaan tak terduga menimpa suaminya, Yudha Manggala.

Sejak saat itu, kehidupan pernikahan mereka berubah seratus delapan puluh derajat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Surprise Berubah Duka

Berkas gugatan cerai yang berada di tangan Kinanti terlepas begitu saja ketika dia melihat pemandangan di dalam rumahnya.

Kinanti sempat mengernyitkan dahi. Semua lampu di rumahnya padam. Dia tidak tahu apakah sedang terjadi kerusakan listrik atau pemadaman bergilir.

Dia kemudian mencoba menghubungi nomor ponsel Bi Mina dan Mang Dede. Namun, tidak satu pun nomor tersebut dapat dihubungi. Kinanti sebenarnya sempat terpikir untuk menghubungi Yudha, tetapi segera mengurungkan niatnya.

“Nomor HP mereka nggak ada yang aktif. Mungkin kehabisan daya baterai,” simpul Kinanti, berusaha berpikir positif dan tidak membayangkan sesuatu yang aneh.

Kinanti memasukkan kunci ke dalam lubang pintu, lalu memutarnya perlahan.

Ketika pintu berdaun dua itu terbuka, langkahnya seketika terhenti.

Matanya membulat. Rumah yang biasanya sunyi kini berubah menjadi tempat yang dipenuhi dekorasi.

Lampu-lampu kecil menghiasi ruangan. Balon-balon memenuhi beberapa sudut rumah, sementara sebuah tulisan besar terpampang jelas di dinding.

Happy 9th Anniversary, Kinanti & Yudha.

Beberapa foto kebersamaannya dengan Yudha juga terpajang di sana.

Foto pernikahan mereka, foto ketika anak-anak mereka masih kecil, hingga foto keluarga yang selama ini hanya tersimpan di album.

Kinanti berdiri mematung di ambang pintu.

“Selamat anniversary yang kesembilan, Mbak Kinanti!”

Suara Anna, sepupu Yudha, membuat Kinanti tersentak.

Seketika, satu per satu orang yang berada di dalam rumah memberikan ucapan selamat kepadanya.

Namun, Kinanti sama sekali tidak mampu membalasnya. Dia masih berdiri terpaku.

Tidak pernah sekalipun terlintas dalam pikirannya bahwa Yudha akan melakukan sesuatu seperti ini.

Apalagi selama sembilan tahun pernikahan mereka, Yudha tidak pernah sekalipun mau merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka.

Kinanti masih mengingat dengan jelas ucapan suaminya ketika pernikahan mereka baru menginjak satu tahun.

Saat itu, Kinanti hanya membuat acara kecil-kecilan di rumah tanpa mengundang siapa pun. Dia hanya ingin merayakan satu tahun kebersamaan mereka.

Tetapi, Yudha justru menghancurkan kebahagiaan kecil yang susah payah dia bangun.

“Jangan pernah berharap aku akan memberikan pesta ulang tahun pernikahan. Bagiku, hari itu adalah hari kehancuran diriku karena aku terpaksa menikahimu!”

Ucapan itu masih melekat begitu jelas di ingatannya. Kinanti menarik napas panjang. Dadanya terasa sesak.

Dia membuang napasnya perlahan, seolah ingin mengusir kembali kenangan yang selama ini berusaha dia kubur dalam-dalam.

“Maaf, Mas. Andaikan semua ini kamu lakukan sembilan tahun lalu, mungkin aku adalah wanita paling bahagia di dunia.”

Tatapannya kembali menyapu seluruh ruangan. Dekorasi itu begitu indah.

Terlalu indah untuk sebuah pernikahan yang sebentar lagi akan berakhir.

Di tengah semua kebahagiaan yang sengaja diciptakan malam itu, Kinanti justru merasa hatinya semakin hancur.

Ada rasa haru, sedih, sekaligus penyesalan yang bercampur menjadi satu.

Andai waktu bisa diputar kembali, mungkin dia akan memilih untuk memeluk Yudha lebih lama.

Mungkin dia akan menghargai setiap hal kecil yang pernah mereka lalui.

Namun, waktu tidak pernah mau kembali.

Dan hati Kinanti sudah terlalu lelah untuk berharap.

Tanpa disadarinya, map berisi berkas gugatan cerai yang sejak tadi dipegangnya terlepas dari tangannya.

Bruk!

Suara benda itu jatuh ke lantai membuat seluruh perhatian beralih kepadanya.

Kinanti langsung menunduk. Wajahnya berubah tegang. Dia baru menyadari bahwa berkas yang sejak tadi digenggamnya kini tergeletak tepat di tengah ruangan.

Tatapannya semakin gelisah ketika menyadari Kanaya dan Khalid juga berada di sana.

Namun, ada satu sosok lain yang membuat tubuhnya seketika menegang.

Kinasih.

Kakak kandung Kinanti sekaligus perempuan yang dahulu menjadi cinta pertama Yudha.

Perempuan yang melarikan diri bersama kekasihnya sehari sebelum pernikahannya dengan Yudha, hingga akhirnya Kinanti dipaksa menggantikan posisinya.

Kinanti belum sempat mengatakan apa-apa ketika Yudha berjalan mendekatinya.

Pria itu tersenyum. Dia tampak begitu bahagia malam ini. Yudha mengangkat tangannya, hendak mengecup kening Kinanti seperti seorang suami yang menyambut istrinya pulang.

Namun, Kinanti refleks menghindar.

Gerakan kecil itu membuat senyum Yudha membeku.

Dia terdiam sesaat, lalu menurunkan tangannya perlahan.

“Kamu pasti lelah habis bepergian,” ucap Yudha lembut.

Kinanti hanya menunduk. Dia tidak sanggup membalas tatapan suaminya.

Belum sempat suasana kembali mencair, Kinasih justru menyela dengan nada mencibir.

“Mana mungkin dia capek, Yudha? Dia itu cuma ibu rumah tangga. Memangnya ada capek-capeknya? Kerjanya juga cuma ongkang-ongkang kaki di rumah kalian.”

Wajah Kinanti seketika menegang.

Namun, sebelum dia sempat bereaksi, Khalid sudah lebih dulu menegur kakaknya.

“Mbak Kinasih, bisa nggak mulutnya direm sedikit? Jangan asal ngomong!”

Kanaya yang berdiri tidak jauh dari mereka ikut menimpali.

“Mbak Kinasih kira jadi ibu rumah tangga itu mudah? Mungkin Mbak Kinasih nggak pernah masak dan nggak punya anak, makanya gampang banget ngomong seperti itu.”

Kinasih terdiam dan dia pun memilih tidak menanggapi. Namun, sorot matanya menunjukkan dengan jelas bahwa ucapan Kinasih telah melukai hatinya.

Sementara itu, Yudha justru menunduk.

Tatapannya tertuju pada map yang tergeletak di lantai.

Entah mengapa, ada sesuatu dalam hatinya yang tiba-tiba terasa tidak nyaman.

Dia membungkuk dan mengambil map tersebut. Kinanti sontak panik.

“Mas Yudha, jangan dibaca. Itu cuma berkas biasa.”

Namun, terlambat. Yudha sudah membuka map tersebut. Awalnya, ekspresinya masih biasa saja. Matanya bergerak perlahan membaca lembar demi lembar.

Tidak seorangpun boleh tahu bahwa di balik wajah cemasnya, ada sedikit kebahagiaan yang diam-diam tumbuh.

Jika Kinanti benar-benar berpisah dengan Yudha, mungkin jalan yang selama ini terasa begitu sulit akan menjadi jauh lebih terbuka baginya.

Sementara itu, Mang Dede dan Bibi Mina justru merasa hati mereka semakin tidak tenang.

Keduanya berdiri agak jauh dari kerumunan, tetapi pandangan mereka tidak pernah lepas dari Yudha dan Kinanti.

Bibi Mina menggenggam kedua tangannya erat-erat.

“Ya Allah...” bisiknya lirih.

Matanya mulai berkaca-kaca.

“Jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi kepada Den Yudha dan Neng Kinanti.”

Mang Dede menundukkan kepala.

Dia pun mengaminkan doa tersebut dalam hati.

Bibi Mina kembali berdoa dalam hati penuh harai, “Kalau memang ada masalah di antara mereka, berikanlah mereka jalan keluar, ya Allah. Jangan biarkan mereka mengambil keputusan ketika hati sedang dipenuhi emosi.”

Air matanya mulai menggenang membasahi wajahnya yang mulai keriput.

“Kalau Neng Kinanti sudah terlalu banyak terluka, kuatkanlah hatinya. Kalau Den Yudha memang sudah melakukan kesalahan, bukakan hatinya agar dia menyadarinya.”

Bibi Mina menarik napas panjang.

“Jangan biarkan anak-anak mereka menjadi korban dari masalah orang tuanya. Mereka masih membutuhkan papa dan mamanya.”

Mang Dede mengusap wajahnya.

Dalam hati, dia pun memanjatkan doa yang sama.

“Ya Allah, kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kami juga tidak berhak mencampuri urusan rumah tangga mereka.”

Dia menatap Yudha yang masih membisu.

“Tapi kami hanya berharap keluarga ini masih bisa diselamatkan.”

Mang Dede menelan ludahnya.

“Kalau masih ada sedikit saja kesempatan untuk memperbaiki semuanya, berikanlah kesempatan itu kepada mereka.”

Dia kemudian melirik Kinanti. “Dan kalau keputusan Neng Kinanti memang sudah bulat, semoga Engkau memberikan keteguhan hati kepadanya untuk memilih jalan terbaik.”

Mang Dede menarik napas dalam-dalam.

“Namun, kalau masih ada jalan untuk mempertahankan rumah tangga ini, pertemukanlah hati mereka kembali. Buatlah Den Yudha menyadari betapa berharganya Neng Kinanti sebelum semuanya benar-benar terlambat.”

Bibi Mina mengusap air mata di pipinya.

“Aamiin,” bisiknya.

Keduanya kembali terdiam.

Tidak ada yang dapat mereka lakukan selain berdoa. Sementara para tamu masih terus bertanya-tanya.

Berkas apa yang telah jatuh?

Mengapa Yudha sampai menangis?

Mengapa Kinanti memilih diam?

Dan apa sebenarnya yang selama ini disembunyikan pasangan tersebut dari semua orang?

Tidak ada satu pun jawaban yang keluar.

Yudha tetap bungkam.

Kinanti pun tetap merahasiakan semuanya.

Keheningan keduanya justru menjadi jawaban yang paling membingungkan bagi seluruh tamu yang hadir malam itu.

Semua orang yang hadir dibuat keheranan melihat apa yang terjadi di antara kedua suami istri itu.

Namun, Yudha dan Kinanti berusaha tetap tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa di antara mereka.

Kinanti memeluk tubuh tinggi dan tegap Yudha. Wajahnya tetap dihiasi senyum tipis, meskipun sorot matanya menyimpan kesedihan yang begitu dalam.

Dengan suara lirih, dia berbisik di telinga suaminya.

“Khusus malam ini dan ini pertama sekaligus terakhir kalinya kita melewati anniversary pernikahan kita yang ke-9 bersama-sama.”

Senyum Yudha seketika menghilang. Rahangnya mengeras, sementara kedua matanya menatap kosong ke arah depan. Pria itu hanya mampu mengangguk pasrah.

Tatapannya kemudian jatuh pada berkas gugatan cerai yang secara khusus ditujukan Kinanti kepadanya. Jari-jarinya mengepal kuat, seakan sedang menahan gejolak emosi yang berusaha meledak.

Namun, dalam hatinya, Yudha sudah bertekad.

“Aku berjanji pada diriku sendiri, aku nggak akan pernah menandatangani surat cerai ini! Sampai kapan pun, Kinanti Azizah akan tetap menjadi istriku. Selamanya... hanya kamu wanita yang teramat aku cintai,” batinnya dengan dada terasa sesak.

1
Eva Karmita
Kinanti aku tau sakitmu sudah terlalu dalam ..tapi tidak seperti itu juga Kinanti lihatlah kedua anakmu yg begitu ingin melihat kedua orang tua nya bersatu kembali.... teruntuk Yudha tetap semangat benar kata anakmu jgn mudah menyerah tunjukkan bahwa kamu bisa berubah jgn buat anak"mu kecewa , perlahan namun pasti rebut kembali hari Kinanti selalu berusaha dan tidak lupa dengan doa" di sepertiga malam mu rayulah tuhanmu untuk membuka kan pintu hati Kinanti
Eva Karmita: betul sih pemikiran orang beda beda ..ada yg ingin bertahan karena anak"nya dan ada juga yg memilih pergi demi ketenangan dan mencari kebahagiaan ...
total 2 replies
araaself
lanjutt kakk
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insha Allah besok lagi kak
total 1 replies
Eva Karmita
semoga masih bisa rujuk lagi ...
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: kayaknya hehehe
total 1 replies
Eva Karmita
semangat Yudha semoga Mak otor merestuimu
Eva Karmita
Kinan kasih kesempatan untuk Yudha untuk membuktikan Yudha sudah berubah dan ingin memulai dgn lembaran baru
Eva Karmita
ayo jujur Yudha katakan kalau kamu sudah ingat semuanya dan kamu ingin berubah
Eva Karmita
si pelakor sudah datang....
Eva Karmita
semoga masih bisa di perbaiki.... semangat Yudha perjuangkan rumah tangga mu
Eva Karmita
membaca kisah mereka membuat perasaan mengharu biru sedih dan bahagia nano" 🔥😭💔❤️
Eva Karmita
semoga saja Kinan masih bisa mempercayai mu
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: semoga yah karena kayaknya....😄🤭
total 1 replies
Eva Karmita
❤️❤️❤️
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak 😍
total 1 replies
Eva Karmita
peluk Kinan 🤗😭
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak sudah mampir kakak 😍🙏
total 1 replies
Inha Khaerunnisa
wajarlah
Inha Khaerunnisa
terlambat pak wkwk
Inha Khaerunnisa
apa Yudha hilang ingatan??
Inha Khaerunnisa
knp anaknya jadi ditukar dengan hutang??
Inha Khaerunnisa
tega mulutnya ember
Naila
knp harus minta cerai klo masih cinta
Naila
kayaknya
F3 Tehnik
apa yang terjadi???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!