NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Tirai Besi yang Terbuka

Malam telah menyelimuti Kota Awan Jatuh.

Lampion-lampion spiritual menerangi jalan utama dan memberi kota itu kesan damai. Namun di sudut tergelap Distrik Bawah, cahaya tersebut tidak mampu menembus kabut asap perjudian, tuak, dan keserakahan.

Paviliun Teratai Hitam berdiri di ujung sebuah lorong buntu.

Dari luar, bangunan itu tampak seperti gudang tua yang telah ditinggalkan bertahun-tahun. Dinding batunya kusam dan dipenuhi lumut beracun.

Namun di mata Mo Xie, penyamaran itu tidak berarti apa-apa.

Riak Hukum Ruang samar-samar mengelilingi bangunan. Setidaknya tiga lapis Formasi Penahan Jiwa tertanam di bawah tanah. Di sekelilingnya juga tersebar belasan mata-mata yang menyamar sebagai pengemis dan pemabuk.

Menerobos pintu depan sama saja dengan membunyikan lonceng kematian.

Namun Mo Xie memang tidak datang sebagai tamu.

Ia datang untuk menghancurkan.

Di balik bayangan menara lonceng tua, Mo Xie menatap dinding samping paviliun yang menjulang setinggi puluhan meter tanpa satu pun jendela.

"Formasi mereka berpusat di tanah dan pintu masuk," bisik Xue Ling’er dari balik jubahnya. Lengannya masih melingkar di leher Mo Xie. "Atap hanya dilindungi lempengan baja spiritual. Mereka tidak menyangka ada orang yang bisa berjalan di dinding tanpa menyentuh formasi."

"Para kultivator aliran lurus terlalu percaya pada aturan mereka sendiri."

Mata Mo Xie menjadi dingin.

"Mereka lupa bahwa segala hukum dapat dihancurkan."

Ia melangkah keluar dari bayangan.

Tidak ada Qi yang keluar dari Dantian-nya yang retak. Mo Xie hanya mengandalkan kekuatan sumsum dari Kaki Jenderal Iblis.

Aksara kuno berwarna hitam bergerak di bawah kulit gelap betisnya.

Mo Xie menempelkan telapak kaki kanan ke dinding.

Domain Penghancur Gunung aktif.

Namun kali ini kekuatannya tidak menekan ke bawah.

Arah gaya berat di sekitar telapak kakinya berubah. Dinding yang tegak kini seolah menjadi tanah datar.

Mo Xie mengangkat kakinya.

Lalu berjalan ke atas.

Tidak ada riak Qi yang dapat ditangkap oleh formasi.

Hanya sesekali terdengar retakan kecil ketika batu di bawah kakinya hancur menjadi debu karena tak mampu menahan tubuhnya.

Mo Xie terus mendaki.

Lukanya di bahu kanan berdenyut setiap kali ototnya bergerak. Namun ia mengabaikan rasa sakit itu dan terus melangkah.

Tak lama kemudian, ia mencapai atap.

Atap paviliun dilapisi baja spiritual tingkat rendah yang mampu menahan serangan mantra dari udara.

Mo Xie berjalan menuju bagian tengah.

Dari bawah kakinya terdengar samar suara ratusan orang.

Melalui getaran yang merambat pada Tulang Naga Bumi di punggungnya, ia dapat merasakan keadaan di bawah.

Lelang telah mencapai puncaknya.

Di aula bawah tanah Paviliun Teratai Hitam, ratusan kultivator duduk mengelilingi panggung. Ada anggota sekte kecil, bandit buronan, hingga pedagang pasar gelap.

Tatapan mereka dipenuhi keserakahan.

Di tengah aula berdiri panggung dari kayu ulin. Di atasnya, seorang juru lelang tua berdiri di samping kotak kristal besar yang diselimuti segel es.

"Hadirin sekalian!"

Suara juru lelang menggema ke seluruh aula.

"Kita telah tiba pada harta terakhir malam ini!"

Ia mengangkat tongkat emasnya.

"Di dalam kotak ini bukan tulang binatang biasa. Ini adalah Tulang Lengan Kera Iblis Berwajah Hantu yang telah berusia lebih dari seribu tahun!"

Kerumunan langsung gempar.

Di dalam kotak kristal terbaring sebuah tulang lengan yang sangat besar. Warnanya abu-abu kehijauan dan diselimuti kabut hitam tipis.

Aura buas merembes dari balik segel.

Beberapa kultivator di barisan depan bahkan merasa sesak hanya dengan mendekatinya.

"Bagi para kultivator jalur tubuh, sumsum tulang iblis ini adalah harta langka!" seru juru lelang. "Jika berhasil dileburkan ke dalam tubuh, kekuatan fisik kalian akan meningkat berkali-kali lipat!"

Ia menghentakkan tongkatnya.

"Harga awal, lima puluh ribu Batu Roh tingkat menengah!"

"Seratus ribu!"

"Seratus lima puluh ribu!"

Teriakan tawaran segera memenuhi aula. Namun tak seorang pun berani mendekati panggung.

Di kedua sisi panggung berdiri dua pria berjubah hitam. Tubuh mereka dipenuhi otot dan Qi Yang yang kuat.

Keduanya adalah tetua penjaga dengan kultivasi puncak Inti Emas.

Aura mereka sengaja dilepaskan untuk menekan seluruh aula.

Siapa pun yang mencoba merebut pusaka itu akan menghadapi kematian.

Di atas atap, Mo Xie berdiri tepat di atas panggung lelang.

"Kau menginginkan tulang itu," bisik Xue Ling’er. "Aku menginginkan darah kedua penjaga itu."

Ia menjilat bibirnya. "Malam ini kita berpesta."

Mo Xie membuka matanya. Niat membunuh yang pekat memenuhi tatapannya.

"Diam, Ling’er." Ia tersenyum tipis.

Mo Xie mengangkat kaki kanannya.

Qi kematian di dalam Dantian-nya mengalir deras ke Kaki Jenderal Iblis. Aksara kuno di tulangnya menyala.

Tekanan berat mulai memenuhi atap.

Baja spiritual di bawah kakinya melengkung sebelum disentuh.

Seni Iblis Kuno: Tendangan Penghancur Gunung!

Mo Xie menghentakkan kakinya.

Boom!

Ledakan dahsyat mengguncang malam.

Atap paviliun hancur dalam sekejap. Baja spiritual, genteng, dan balok penyangga runtuh menjadi serpihan.

Di aula bawah tanah, suara tawar-menawar terputus.

Semua orang mendongak.

Namun sebelum mereka sempat bereaksi, langit-langit meledak.

Gelombang tekanan yang mengerikan jatuh dari atas.

Kraaak... Boom...

Panggung kayu hancur menjadi debu.

Juru lelang tua bahkan tidak sempat berteriak. Tubuhnya remuk oleh tekanan berat dan berubah menjadi kabut darah.

Kotak kristal yang membawa Tulang Lengan Kera Iblis Berwajah Hantu terlempar ke ujung aula.

Ratusan kultivator terpental.

Kursi-kursi hancur. Dinding aula retak. Debu dan puing memenuhi udara.

Sebuah kawah sedalam beberapa meter terbentuk di tengah ruangan.

Di dasar kawah, sebuah sosok berdiri perlahan.

Debu mulai menghilang.

Mo Xie muncul dari balik asap.

Jubah abu-abunya masih menutupi tubuhnya. Tonjolan Tulang Naga Bumi terlihat samar di punggungnya.

Aura kematian dan belerang memenuhi aula.

Beberapa kultivator langsung muntah darah.

Dua tetua Inti Emas berhasil menyelamatkan diri dengan gerakan cepat. Mereka mendarat di tepi kawah dengan wajah muram.

Kedua tombak perak telah berada di tangan mereka.

Api Qi Yang membakar ujung senjata.

"Siapa kau?!" Salah seorang tetua meraung. "Beraninya kau menghancurkan pelelangan Paviliun Teratai Hitam!"

Mo Xie menatap mereka dengan tenang.

Tatapannya bukan seperti melihat musuh. Ia sedang melihat dua mangsa.

Mo Xie tidak mencabut senjata. Ia justru mengangkat lengan kirinya.

Tangan kanannya yang masih kaku mencengkeram ujung perban.

Tarikan pertama. Lapisan kain terlepas.

Tarikan kedua. Perban jatuh satu demi satu ke tanah.

Ketika lapisan terakhir terlepas, seluruh aula seakan membeku.

Suhu di sekitarnya turun drastis.

Ratusan kultivator menatap dengan wajah pucat.

Untuk pertama kalinya, dunia atas melihat bagian tubuh Mo Xie yang berasal dari Sembilan Kegelapan.

Lengan kirinya tidak lagi memiliki kulit manusia.

Seluruh lengan itu dilapisi tulang obsidian hitam. Otot-otot gelap berdenyut di antara celah tulang, sementara kelima jarinya berakhir pada cakar panjang yang mampu merobek baja.

Qi Iblis Harimau Kegelapan meledak dari lengan tersebut.

Aura Kerangka Besi Hitam menyebar bersama hawa kematian.

"T-Tangan iblis..." Seorang kultivator gemetar.

"Dia bukan manusia!"

"Dia adalah monster!"

"Tidak!"

Salah seorang tetua Inti Emas meraung.

"Bunuh dia!"

Tubuhnya melesat.

Tombak perak di tangannya berubah menjadi badai api emas yang mengarah tepat ke jantung Mo Xie.

Mo Xie tetap berdiri. Ia hanya membuka telapak tangan kirinya.

"Ling’er." Cakar obsidiannya perlahan terbuka. "Buka mulutmu."

Niat membunuh memenuhi matanya.

"Aku akan memberimu darah mereka."

Cakar Mo Xie melesat.

Dalam sekejap, ia menerjang badai api sang tetua.

Benturan antara cakar iblis dan tombak Inti Emas mengguncang seluruh aula.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!