Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 OKB dari bekas botol minyak
Toko pakaian.
Beberapa detik setelah Su Wanwan masuk ke dalam toko, pelayan toko langsung kehilangan sinar nya setelah melihat pakaian tamu yang biasa saja.
Meskipun keramahan nya berkurang separuh, namun ia tetap melayani nya dengan profesional. "Halo nyonya, ap--"
Sebelum pelayan itu berbicara banyak Su Wanwan langsung melemparkan tiga uang kertas senilai 300 tael perak ke atas meja. "Cukup basa-basi nya, berikan nyonya ini pakaian paling bagus dan mahal disini."
Mata di pelayan seketika di penuhi sinar suci, bibirnya terangkat 45 dan aura keramahan nya merajalela. "Baik, silahkan ke lantai atas nyonya..."
"Oh ya, Hu Zheng. Kamu pilih dan pilihkan juga pakaian untuk Bai Rongxin dan Shen Yuzhi di rumah. Berapa saja jangan sungkan."
"B-baik nyonya..." Hu Zheng tertegun, melihat nyonya nya naik ke lantai atas dengan santai dan bermartabat seperti itu membuat nya merasa ini adalah hal langka.
Membeli kuda sampai ratusan tael bahkan sampai mentraktir mereka pakaian termewah di kota ini, sebenarnya gunung emas mana yang nyonya nya curi?
Setelah kurang dari dua Sichen, Su Wanwan keluar dari toko pakaian dengan pakaian berwarna putih dengan corak motif sederhana-- namun terbuat dari sutra mewah yang harganya menyesakan dompet.
Setelah pakaian-pakaian berhasil di angkut dan sang Nyonya telah berbaring santai di dalam kereta, kuda pun melaju membawa kereta keluar dari kawasan toko pakaian. Selanjutnya kereta pergi ke toko biji-bijian/beras dan membeli banyak bahan-bahan makanan.
Dia bahkan hampir memborong setengah beras dan bijian yang ada di toko, menyusuri setiap toko dan warung kecil yang menjual sayuran, daging dan makanan sejenis. Serta membeli beberapa barang rumah yang menurutnya berguna seperti cangkir, teko dan peralatan dapur.
Di pasar hari ini, Su Wanwan menjadi sosok anomali baru yang sosoknya di kenal sebagai orang kaya baru yang memborong banyak dagangan warga.
"Tuan, nyonya... Mohon belas kasihnya. Kasihani cucu ku, kami belum makan..."
Su Wanwan melirik ke arah pengemis tua dengan anak kecil itu. 'Pengemis tua... Oh ya, menjadi kultivator membutuhkan pahala supaya bisa berkembang menjadi lebih kuat.'
'Baiklah, aku akan rajin-rajin sedekah.'
"Hi Zheng, berhenti."
Hu Zheng segera menghentikan kereta, dia pikir nyonya nya ingin berbelanja-- hingga saat nyonya nya memberikan nya uang 50 tael perak sambil memerintahkan nya memberikan nya kepada pengemis itu.
Hu Zheng terpana untuk sesaat, hingga akhirnya pergi memberikan perak.
"Terimakasih tuan, terimakasih banyak sudah berbelas kasih!" Kakek pengemis dan cucu itu bersujud.
"Nyonya ku yang memberikan nya, aku hanya perantara."
Pengemis itu melihat ke arah kereta dan kemudian bersujud ke arah sana.
"Sudah-sudah, pergilah dari sini. Simpan uang itu, jangan sampai ada yang merebut." Ucap Hu Zheng akhirnya kembali ke kereta.
Su Wanwan tersenyum riang. 'Meskipun aku tidak merasakan apa-apa dari memberi, namun memberi dan membantu orang yang kesusahan pun rasanya puas.'
'Baiklah, selanjutnya lanjutkan berbelanja!'
Setelah puas memborong, destinasi terakhir mereka adalah toko furniture. Su Wanwan tanpa tanggung-tanggung memesan banyak barang furniture untuk mengganti semua perabotan rumah.
"Buatkan juga satu lemari besar, tiga lemari ukuran sedang dan dua ranjang yang paling besar dan luas."
"Baik nyonya... Ada lagi?" Manajer toko furniture memegang kuas nya dengan gemetar, hampir seperempat Sichen ia terus menulis pesanan besar ini. Tangannya sudah hampir mati rasa namun hati sangat berasa manis.
"Cukup, kirimkan semua barang-barang ini ke alamat ini. Jangan sampai salah!" Ucap Su Wanwan sambil memberikan beberapa lembar uang kertas lalu pergi.
"Siap laksanakan nyonya!"
Hu Zheng melirik nyonya dengan ragu-ragu sebelum akhirnya berbicara. "Nyonya, saya bisa membuat barang-barang yang nyonya pesan itu. Kenapa nyonya tidak meminta saya mengerjakan nya saja?"
Su Wanwan meliriknya, keningnya sedikit mengkerut namun kembali seperti biasa. "Berapa banyak yang aku pesan, memang nya kau bisa membuat semuanya?"
Hu Zheng. "..."
"Sudahlah, kau ini pelayan ku, tugas mu hanya melayani majikan. Jika ada uang biarkan orang lain yang mengerjakan nya."
"Oh ya, untuk sementara kalian tetaplah tidur dalam satu ranjang. Saat ini belum ada kamar lebih, nanti kita perbaiki dan perluas rumah secara perlahan-lahan. Agar kalian bisa memiliki ruangan sendiri."
"Hari ini, jika orang bertanya. Katakan saja jika nyonya mu ini menjual ginseng sehingga mendapatkan uang."
Hu Zheng terdiam sebentar hingga akhirnya tersenyum tipis. "Baik nyonya, saya laksanakan"
Perilaku nyonya nya hari ini adalah sisi lain yang sangat berbeda dari biasanya yang ia lihat-- kikir. Nyonya nya hari ini sangat baik bahkan sampai memberikan 50 tael perak kepada pengemis. Benar-benar menjungkirbalikkan pandangan nya terhadap nyonya nya.
"Baiklah, ayo kita pulang saja."
"Baik nyonya."
Di perjalanan keluar dari pasar kota, kereta mereka melewati gerobak sapi milik Labao. Su Wanwan memperlihatkan wajahnya keluar dan sedikit mengangguk saat dirinya bertatapan langsung dengan Labao.
Laki-laki tua itu hanya syok sambil terpana seperti melihat tai berbentuk uang. Begitu bengong sampai dikira patung.
Sama halnya dengan di desa, begitu kereta kuda memasuki desa. Orang-orang langsung heboh, anak-anak berlarian mengejar kuda dengan antusias, ibu-ibu keluar rumah sambil terpana dan para laki-laki berhenti bekerja sambil terbengong melihat Su Wanwan duduk manis di dalam kereta kuda dan Hu Zheng dengan terlihat gagah mengemudikan kereta kuda.
"Kereta siapa itu?"
"Kereta Su Wanwan?"
"Mustahil!"
Di dalam kereta Su Wanwan tersenyum bangga, tidak menyangka hanya dari bekas botol minyak saja dirinya bisa langsung menjadi OKB.
**
Kereta baru milik orang kaya baru akhirnya sampai di rumah gubuk. Su Wanwan segera keluar dari kereta sambil merentangkan tangannya ke atas.
"Nyonya, anda membeli... Kereta kuda?!" Seru Bai Rongxin keluar bersama Shen Yuzhi.
"Iya, cepatlah bantu keluarkan barang-barang di dalam ada bagian milikmu juga." ucap Su Wanwan sambil mengambil barang-barang pribadi nya sendiri.
"Nyonya, saya bawakan" tawar Hu Zheng.
"Tidak perlu" ucap Su Wanwan sambil beranjak masuk.
Dari sedikit kejauhan, Su Wanwan mendengar suara bisik-bisik anak-anak yang bersembunyi-- sedang menatap kuda baru nya seperti melihat mainan bagus.
Bibirnya sedikit terangkat, dia mengambil sebungkus permen untuk di bagikan kepada mereka. Namun begitu teringat reputasi jahatnya mungkin bisa membuat mereka takut, Su Wanwan akhirnya mengurungkan niatnya.
"Bai Rongxin, berikan permen ini pada anak-anak disana. Bagikan secara merata." ucap Su Wanwan setelah itu ia langsung pergi.
"Eh..." Bai Rongxin melihat tuan nya masuk ke dalam rumah, bukankah beberapa detik lalu ia melihat tuannya berjalan ke arah anak-anak? Kenapa tiba-tiba tidak jadi?
Bai Rongxin berjalan ke arah anak-anak itu sambil berpikir bingung.