Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mainan baru Reyhan
Terdengar suara ketukan pintu yang di ikuti masuknya seorang perempuan paruh baya dengan tangan yang membawa mapan berisi minuman.
"Permisi tuan, nyonya. Ini minuman yang nyonya mau." ujarnya memberikan segelas minuman hangat beraroma jahe kepada Jessica.
Tadi saat hendak membuat minuman jahe untuk Reyhan, tiba-tiba salah satu maid menawarkan untuk membuat nya. Sebenarnya Jessica merasa tidak enak karna umur Bi Yati yang lebih tua darinya, serasa tidak sopan saja jika harus menyuruh orangtua.
Tapi gara-gara Reyhan yang berteriak memanggilnya dari arah kamar, mau tidak mau ia meminta tolong pada Bi Yati. Sebelum pergi, ia menyempatkan dulu mengucap terimakasih pada wanita paruh baya itu.
"Makasih Bi." Ucapnya seraya Jessica tersenyum sopan mengambil gelas itu yang masih berasap.
"Gak papa atuh Nyonya santai aja. Emang tuan teh sakit apa?" Bi Yati adalah salah satu maid yang cukup dekat dengan Reyhan. Ia sudah mengurus Reyhan dari kecil, bahkan sampai pria itu menginjak umur 18 tahun. Dan Reyhan sudah menganggap Bi Yati seperti orangtuanya sendiri.
"Cuma masuk angin ko bi, tadi udah Jessica kerok."
"Tuan teh di kerok sama nyonya? Eleh eleh, dulu teh setiap masuk angin bibi sok pengen ngerokin, tapi da si tuan teh gak mau." adunya pada Jessica.
"Tadi aja sampai ngejerit-jerit ken-"
"Sayangggg." potong Reyhan cepat. Istrinya ini masa mau membongkar kartu As nya di hadapan bi Yati, perempuan yang tahu semua sikap asli Reyhan sama seperti mamah kandungnya sendiri.
Bi Yati terkekeh pelan "Yaudah atuh kalo gitu bibi pamit dulu. Tuan semoga cepet sembuh atuh yah."
"Iya bi makasih."
Perempuan paruh baya itu keluar dari dalam kamar. Hatinya cukup lega melihat Reyhan yang bahagia dengan Jessica. Gadis yang dijodohkannya, mampu merubah kebiasaan-kebiasaan buruknya menjadi lebih baik.
***
Waktu sudah menunjukkan malam hari. Kedua pasangan itu mulai persiapan untuk tidur. Reyhan memeluk Jessica dengan erat, mencoba memejamkan matanya di dada istrinya yang menggoda iman.
Diam-diam ia melirik benda mungil itu yang terbalut baju tidur namun masih tercetak jelas. Pria itu mendongak menatap Reyhan yang tengah mengusap rambut nya. Jessica teringat kala kejadian dimana ia membuat kiss mark pada area itu. Cukup banyak, sampai membuat Jessica menjambak rambutnya dengan kencang.
"Sayang."
"Apa?"
"Ini apa?" Tanyanya sok polos dengan telunjuk yang sudah menyentuh benda itu
Eh,,, kepegang
"Mas." Jessica menepis tangan Reyhan pelan, namun tangan pria itu kembali menempel lagi di sana.
Oke, firasatnya buruk.
"Sayang, aku cuma nanya ini apa. Kenapa kamu malah menepis jari aku." ujarnya cemberut, dengan tangan yang mengelus-elus benda itu.
Nanya-nanya aja, gk usah maen pegang Samsudin!
Jessica tidak bodoh. Mana mungkin suaminya itu tidak tau.
"Sayangggg."
"Hm"
"Apa aku boleh memainkan ini?" Tanpa Jessica sadari, Reyhan sudah membuka habis kancing baju tidur nya. Dan sialnya ia memang tak pernah memakai bra jika hendak tidur, membuat kedua benda itu terpampang jelas di mata Reyhan.
"Wow"
Jessica membuka matanya, cepat-cepat menunduk menatap Reyhan yang sedang melakukan aktivitas nya di sana.
"Masss." dengan sekuat tenaga tangannya menyingkirkan kepala Reyhan dari dadanya. Namun nihil, bibir pria itu sudah mengisap kuat bendanya dengan tangan yang meremas benda satunya lagi, seolah squishy.
"Mass."
"Eum."
"Le-lepas Mashh."
Reyhan melepaskannya sebentar, lalu mendongak menatap Jessica yang tengah mengigit bibir bawahnya. Pria itu tersenyum miring "Aku pengen tidur dengan minum susu sayang."
"Aku buatin ya susunya."
Reyhan menggeleng masih dengan senyumnya. "Yang ini lebih enak" katanya, melanjutkan aktivitasnya kembali.
Hingga beberapa jam kemudian, terdengar dengkuran halus dari keduanya. Dan berakhirlah, Jessica yang tertidur dengan menyusui bayi jumbonya.
Yang penting pria itu sudah tertidur, dan tidak rewel.
***
Bulir keringat membasahi pelipis Jessica. Hari libur seperti ini ia gunakan sebaik mungkin untuk mengurus mansion, dan beberapa pekerjaan lainnya. Meskipun sepenuhnya yang bekerja bersih-bersih para maid."Nyuci udah, nyetrika udah, beres-beres juga udah. Alhamdulillah."
Reyhan menghampiri Jessica hendak memeluk istrinya. Namun, dengan gerakan cepat Jessica berhasil menghindar dari serangan Reyhan. "Aku belum mandi, masih bau keringat. Peluknya nanti aja kalo aku udah cantik."
"Kamu dalam keadaan apa pun terlihat cantik, Sayang. Mau mandi kek, mau enggak kek. Kamu itu cantik di mata lelaki yang tepat. Contohnya aku."
Jessica memukul lengan Reyhan, "gombal. Gimana? Udah dijemur belum bajunya?"
Semua para maid tadi terkejut karna baru pertama kali tuan mereka mau menjemur baju, meskipun ada mesin cuci tetapi Jessica pengen bajunya dijemur diatas loteng. Jessica benar-benar bisa mengubah hidup Reyhan yang biasanya selalu dingin, kejam, irit bicara, tidak pernah masuk ke dapur, dan sekarang saat sudah menikah dengan Jessica Reyhan bisa berubah. Memang kalau udah bucin apapun bisa berubah.
Reyhan menghampiri istrinya, mencium pipi Jessica berkali-kali, "udah, baby."
Jessica mengerutkan keningnya,"Baby?"
"Iya baby, hehe."
Jessica tertawa ngakak, tangannya aktif sekali memukul Reyhan.
Memang, jika wanita sudah tertawa, tangannya juga ikut tertawa. Tabok sana tabok sini.
"Kok Baby, sih?" tawa Jessica mulai mereda.
"Pengen aja hehe."
"Dasar. Nanti agak siangan mau nganterin aku ke supermarket nggak? Bahan-bahan dapur udah habis."
"Mau banget. Yaudah aku mandi dulu ya, Baby."
"Mas, geli ih!"
"Yaudah honey. Bagus kan," celetuk Reyhan sembari terkekeh geli.
"Cowok kulkas sekalinya bucin alay juga, ya."
Reyhan tertawa, menjulurkan lidahnya mengenai hidung mancung Jessica.
"Mas, jorok ih!"
Melihat wajah kesal Jessica, menjadi kesenangan tersendiri bagi Reyhan.
Ternyata menikah seasik ini. Reyhan menyesal karena dulu selalu bersikap dingin pada Jessica. Reyhan meringis jika mengingat perbuatannya dulu. Ia berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang sama.
"Membahagiakan kamu adalah misi ku selanjutnya, sayang."