NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Langkah Menuju Takdir

Kabar yang baru saja dibawa oleh Aloy seakan membuka lembaran baru yang selama ini tertutup rapat dalam hidup Cynthia. Di bawah langit senja yang mulai memerah, Cynthia berdiri terpaku mendengar setiap kalimat yang terucap dari bibir pria itu. Bahwa ia bukan anak yang dibuang, bukan anak yang tak diinginkan, melainkan putri kandung dari keluarga paling terhormat, paling kaya, dan paling dicari keberadaannya selama belasan tahun — Keluarga Hutapea.

Namun kebahagiaan yang menyelinap di hatinya seketika bercampur dengan rasa takut yang mendalam. Jantungnya berpacu kencang seakan hendak melompat keluar. Bagaimana nanti saat ia berdiri di hadapan orang tua kandungnya sendiri? Apakah mereka akan mempercayainya begitu saja? Atau justru mengusirnya dengan kasar, menganggapnya wanita penipu yang ingin memanfaatkan nama besar keluarga mereka?

Di tepi sungai yang tenang, tempat mereka sering bertemu dan berbagi cerita, Cynthia menggenggam erat selembar foto bayi yang sudah mulai menguning dan sebuah buku harian bersampul kulit peninggalan Ibu kandung Karen. Jemarinya meremas sedikit karena gugup, sementara pandangannya menerawang jauh ke arah air yang mengalir perlahan.

"Aloy..." suaranya terdengar bergetar, hampir tak terdengar oleh telinga. "Aku takut. Jika ternyata mereka tak mempercayai ucapanku... jika mereka menatapku dengan pandangan kebencian... jika mereka menganggapku pembohong yang mengaku-ngaku... apa yang harus kulakukan?"

Aloy menatap wanita itu lekat-lekat, penuh ketulusan yang tak pernah diragukan. Langkahnya mendekat, lalu ia mengusap lembut puncak kepala Cynthia, seakan menenangkan segala badai yang sedang berkecamuk di hati wanita itu. Setelah itu, ia menggenggam kedua tangan Cynthia yang dingin dan berkeringat, menatap lurus ke dalam manik mata wanita itu.

"Jangan takut, Cynthia. Kebenaran pasti akan terungkap pada waktunya. Bawalah foto dan buku harian itu sebagai bukti. Ceritakan semuanya dengan jujur, dari hati yang paling dalam. Orang tua kandungmu telah mencarimu setiap hari, setiap malam, selama belasan tahun. Kerinduan seorang ibu kepada anak kandungnya yang hilang tak akan pernah bisa dibohongi oleh siapa pun. Percayalah pada naluri hatimu. Biarkan hatimu yang berbicara."

Cynthia mengangguk perlahan. Kata-kata Aloy seakan menenangkan badai yang menggelora di dadanya. Namun saat ia meminta Aloy menemaninya menemui Keluarga Hutapea, seakan ada dinding tak kasat mata yang memisahkan mereka. Pria itu tampak menunduk sedih, sorot matanya berubah sendu.

"Andai aku bisa mendampingimu masuk ke dalam rumah megah itu... pasti akan kulakukan tanpa ragu sedetik pun. Namun sayang, urusan mendesak yang tak bisa kutunda memaksaku berangkat ke luar kota sore ini. Aku berjanji, secepat urusanku selesai, secepat kakiku melangkah pulang, aku akan segera datang menjemputmu."

Cynthia menelan kesedihannya yang tiba-tiba muncul. Ia mengerti, Aloy tak bermaksud meninggalkannya sendirian di saat yang paling berat ini. Wanita itu tersenyum tipis, berusaha terlihat tegar meski matanya berkaca-kaca.

"Baiklah... aku mengerti. Aku akan pergi sendiri. Percayalah, aku akan berusaha sekuat tenaga. Aku akan berani."

"Kau wanita yang jauh lebih kuat dari yang kau kira, Cynthia. Ingatlah selalu hal ini: di mana pun kau berada, seberapa jauh jarak memisahkan kita... hatiku selalu bersamamu." Aloy mengusap pipi wanita itu lembut dengan punggung jarinya, menatapnya lekat seakan tak ingin berpisah terlalu lama. "Hati-hati dalam setiap langkahmu. Dan jika sesuatu terjadi... jika kau merasa tak berdaya... tunggulah kabar dariku. Aku akan segera kembali."

Mereka berpisah sore itu dengan perasaan berat di dada. Cynthia melangkah sendirian menuju kediaman Keluarga Hutapea — rumah megah yang berdiri kokoh di atas bukit yang permai, tempat yang selama ini hanya ia dengar namanya dari bisik-bisik orang, tempat yang seharusnya menjadi rumahnya sejak lahir.

Sementara itu, di balik pepohonan rimbun yang tak jauh dari tempat mereka berpisah, sepasang mata tajam telah mengawasi setiap gerak-gerik Cynthia sejak tadi. Ibu kandung Karen ternyata diam-diam membuntuti pergerakan Cynthia. Hatinya berdegup kencang penuh kecurigaan. Mengapa Cynthia tampak begitu bersemangat dan penuh harap? Ke mana ia hendak pergi dengan wajah begitu berani?

Saat melihat Cynthia berjalan tegak menuju arah kediaman Keluarga Hutapea yang megah itu, wajah Ibu kandung Karen seketika berubah pucat pasi seakan tak berdarah. Ia menyadari rencananya selama belasan tahun terancam bahaya besar. Tanpa menunggu lagi, ia segera bergegas pulang dengan napas terengah-engah. Di kepalanya yang licik mulai tersusun rencana jahat yang jauh lebih kejam dan keji dari sebelumnya. Ia tak akan membiarkan Cynthia mengambil apa yang selama ini ia rencanakan dengan susah payah.

Sesampainya di rumah, dengan tangan gemetar Ibu kandung Karen membuka lemari besi tua yang tersembunyi di sudut kamarnya. Di sana, tersimpan sebuah kalung berhias berlian yang indah luar biasa — kalung yang bentuknya terbelah menjadi dua bagian, berbentuk separuh hati yang saling melengkapi. Satu bagian melingkar di leher Ibu kandung Cynthia sejak bayi, dan satu bagian lainnya... kini diambilnya dengan tangan gemetar karena cemas.

"Karen! Cepat datang ke sini sekarang!" serunya melengking memanggil putri kandungnya.

Karen datang dengan wajah bingung dan sedikit malas. "Ada apa, Bu? Kenapa wajah Ibu begitu pucat dan terlihat panik?"

Ibu kandung Karen menyambar tangan putrinya dengan kasar namun cepat, lalu menyelipkan dan mengaitkan kalung berlian itu ke leher Karen dengan gerakan cekatan. Matanya menatap tajam lurus ke manik mata putrinya seakan ingin menanamkan sesuatu ke dalam jiwa.

"Dengarkan baik-baik setiap kata yang akan kukatakan, Karen. Cynthia sedang dalam perjalanan menuju rumah Keluarga Hutapea. Ia hendak mengaku sebagai putri kandung mereka. Kalau ia berhasil masuk dan dipercaya... kita berdua akan hancur. Segala kemewahan, kedudukan, dan kehormatan yang seharusnya menjadi milikmu... akan dirampas olehnya dari tangan kita."

Wajah Karen seketika berubah pucat pasi mendengar itu. "Lalu... apa yang harus kulakukan, Bu?"

Ibu kandung Karen tersenyum sinis, namun matanya menyembunyikan kejahatan sedalam lautan.

"Kau akan ikut bersamaku. Kita akan mendahuluinya sampai di sana. Saat Cynthia mulai bercerita dengan air mata... kau akan berdiri di hadapan mereka sambil memperlihatkan kalung ini dengan bangga. Menangislah. Beraktinglah seakan kau adalah anak yang rindu berpulang kepada orang tua kandungnya setelah berpisah belasan tahun yang menyakitkan. Kalung ini adalah penanda yang tak akan dibantah oleh siapa pun. Mereka pasti akan mempercayaimu lebih dari siapa pun."

Karen menatap pantulan berlian di lehernya dengan mata berbinar bercampur takut. "Apakah... mereka akan mempercayainya begitu saja, Bu?"

"Mereka pasti akan percaya. Kalung penanda ini adalah bukti yang tak bisa dibantah dengan ucapan apa pun. Percayalah padaku, Karen. Segala kemewahan dan kehormatan itu... adalah milikmu yang sah. Jangan pernah biarkan Cynthia merebutnya dari tanganmu."

Karen mengangguk mantap. Di dadanya kini bukan lagi rasa takut, melainkan tekad yang membara bercampur ambisi. Ia akan berjuang mempertahankan segala yang dikatakan ibunya sebagai miliknya.

Di saat yang sama, Cynthia melangkah mendekati gerbang megah Keluarga Hutapea dengan langkah yang perlahan namun pasti. Jantungnya berpacu kencang seakan hendak meledak. Di tangannya, ia menggenggam erat foto bayi dan buku harian itu sebagai satu-satunya bukti yang ia miliki. Tanpa ia ketahui sedikit pun, dua orang yang selama ini ia anggap keluarga dan tempat berlindung... sedang bersiap menghancurkan kebenaran yang hendak ia sampaikan. Pertemuan yang seharusnya menjadi awal kebahagiaannya... ternyata telah diatur sedemikian rupa untuk menjadi awal dari penderitaan yang jauh lebih menyakitkan dari sebelumnya.

1
Rokhsi Yanto
bagus ceritanya author. q syukak. q mau ngikutin smpe slesai ya author. tapi request q 1 yaitu setelah cerita ini tamat tolong bikinkan cerita horor percintaan dong author ya..di tunggu gebrakan nya🥰🥰
Dokkan Battle
YB? REZA ARAP?
Sefin Eka Ramana Putri: yabss..betul kak.😊
total 1 replies
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
Perih sekali membacanya... 💔 Tujuh tahun mencintai, memberikan segalanya, kesetiaan yang tak tergoyahkan — lalu dikatakan 'tidak pantas'? Dimana letak keadilannya? Cynthia tidak meminta banyak, hanya dihargai dan dilihat. Tapi justru dia yang dipinggirkan demi kebahagiaan orang lain. Tulisan Kakak begitu hidup, bikin ikut merasakan setiap luka di hatinya. Lanjutkan ya Kak, ceritanya luar biasa! 🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak atas perhatian dan perasaannya! 🥺❤️ Memang perih sekali melihat ketulusan bertahun-tahun diabaikan begitu saja... Semoga kisah Cynthia bisa menyentuh hati kalian semua. Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan sedang menanti! 🙏✨
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
"Lamaran yang Bukan untukku" — sungguh kisah yang menyayat hati! 💔
Tujuh tahun kesetiaan, tujuh tahun menunggu, namun pada akhirnya semua pengorbanan seakan tak pernah dilihat. Alurnya begitu menyentuh, setiap kalimat terasa hidup dan menusuk sampai ke hati. Cerita ini bukan sekadar kisah cinta, tapi tentang dihargai atau diabaikan, tentang berjuang lalu terluka. Kalau kalian mampir ke sini, jangan lewatkan untuk membacanya dari awal sampai akhir — kalian pasti akan ikut merasakan setiap perasaan tokohnya. Karya yang luar biasa indah dan berharga! Semangat terus menulisnya Kak! ❤️⭐⭐⭐⭐⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Moreno! 🥺❤️ Pujian dari Kakak sungguh membuat mataku berkaca-kaca... Tujuh tahun memang bukan waktu yang singkat, dan aku ingin kisah Cynthia dirasakan sepenuh hati oleh kalian semua. Dukungan Kakak adalah semangat terbesarku untuk terus menulis sampai bab terakhir! Terima kasih sudah mampir dan merasakan kisahku! Tetap ikuti perjuangan Cynthia ya! 🙏✨❤️
total 1 replies
Dita Anggraini
Sakit sekali... 😭 Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, tapi seolah semua pengorbanannya tidak pernah ada. Semua sibuk mendukung kebahagiaan mereka, tapi siapa yang akan menjaga kebahagiaan Cynthia? Kata-katanya begitu sederhana tapi menusuk sampai ke tulang. Ceritanya luar biasa, bikin tidak sabar kelanjutannya! ⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥺❤️ Benar sekali, tujuh tahun bukan waktu yang singkat... Sakit sekali melihat pengorbanan yang tidak dihargai. Tapi jangan khawatir, perjuangan Cynthia belum selesai! Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan akan datang! 🙏✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!