NovelToon NovelToon
My Ashford Side

My Ashford Side

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu jalan keluar dari balik jeruji besi, namun berujung pada labirin tanpa pintu keluar.

Ketika Dorris Gate menawarkan kunci kebebasan, La Bonna De Luca tidak pernah menduga bahwa harga yang harus dibayar adalah jiwanya sendiri.

Terlempar ke dalam gemerlap remang Velvet Noir, Bonna dipaksa menari di atas benang tipis antara penyamaran dan kehancuran. Targetnya adalah Ezequiel Nolan Ashford—pria dingin bernapas racun yang tak pernah terpeleset oleh hukum.

Bonna menyadari satu hal: ini bukanlah misi penyelidikan, ini adalah eksekusi yang tertunda.

Ezequiel tidak hanya sulit dibaca; ia memegang kendali atas hidup dan mati siapa pun di wilayah kekuasaannya. Bagi Ezequiel, Bonna hanyalah mainan baru yang sewaktu-waktu bisa dihancurkan.

Untuk bertahan hidup di tangan pria yang memperlakukan manusia tak ubahnya properti, Bonna hanya punya satu senjata tersisa: memainkan sandiwara paling berbahaya. Berpura-pura menyerahkan hatinya pada sang iblis, atau menjadi bidak yang ditumbalkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

La Bonna kesulitan menelan salivanya sendiri lantaran terkejut dengan isi ruangan bernomorkan 101 itu. Ruangan ini jauh dari kata kamar peristirahatan mewah; tempat ini lebih cocok disebut sebagai ruang penyiksaan jika dilihat dari banyaknya alat untuk menyiksa yang terpajang di dalam ruangan ini.

La Bonna bukan wanita polos. Ia tahu betul setiap benda yang terpajang rapi di dinding dan meja besi sana, dan dia tahu fungsinya berada di dalam ruangan itu.

Salah satu mantan kekasihnya dulu ada yang menyukai hal serupa dan menjadikan La Bonna sebagai target permainannya. Hubungan menyakitkan itu berakhir setelah mantan kekasih Bonna tanpa sengaja menyebut nama adik perempuannya sendiri—Laura—saat tengah bercinta dengannya.

Hal tersebut membuat Bonna sangat marah. Ia marah karena ia merasa sudah berkorban begitu banyak untuk mantan kekasihnya, memberikan apa yang pria itu inginkan walau Bonna harus menahan sakit dari cara mantannya memuaskan diri. Namun, seolah-olah ada kutukan yang melekat pada hidupnya, setiap laki-laki yang Bonna kencani pasti berakhir jatuh cinta pada adik perempuannya yang bernama Laura tersebut.

Mereka selalu meninggalkan Bonna karena Bonna dianggap tidak secantik Laura. Tubuh Bonna juga tidak seindah tubuh adik perempuannya.

Tiba-tiba Bonna berdecih pelan. Bisa-bisanya di saat seperti ini, di tengah ruangan yang dipenuhi alat-alat penyiksaan mematikan, ia justru teringat dengan adiknya yang sangat ia benci itu.

Ceklek.

Pintu yang Bonna belakangi terbuka perlahan. Jantung Bonna mendadak berdebar kencang karena mengetahui siapa yang baru saja melangkah masuk ke dalam ruangan ini.

Ruangan yang sunyi membuat Bonna bisa mendengar jelas derap langkah kaki Nolan mendekatinya dan berhenti tepat di belakangnya. Hawa dingin bercampur aroma maskulin dan cerutu pekat menyelimuti udara di sekitar mereka.

"Putar badanmu," perintah Nolan dengan suara beratnya yang bernada tegas.

Perlahan Bonna berbalik menghadap Nolan. Tinggi Nolan yang mencapai 188 cm membuat tinggi Bonna yang kecil hanya sampai ke arah dadanya. Begitu Bonna berbalik, hal pertama yang terlihat di matanya adalah dada Nolan di balik kemeja mewahnya yang dua kancing teratasnya sengaja terbuka.

Bonna benar-benar bergetar dan tidak bisa berkutik sedikit pun. Aura intimidasinya menguasai seluruh penjuru ruangan. Nolan melangkah mendekat, lalu dengan sengaja mengangkat dagu Bonna tinggi-tinggi menggunakan jarinya yang kasar, memaksanya menatap mata elang pria itu.

"Kau bergetar? Apa kau ketakutan?" tanyanya dingin.

Bonna menelan rasa pahit di kerongkongannya. Dengan suara pelan yang bergetar penakut, Bonna menjawab, "Aku tidak punya pilihan. Pilihannya hanya dua... mati di penjara atau mati di sini."

Nolan mendengar jawaban itu dan menatapnya penuh kebencian. "Lalu kau akan memilih mati di sini?"

Begitu kalimat itu selesai diucapkannya, Nolan berdecih. Ia memperhatikan setiap inci wajah Bonna dengan tatapan jijik. Dan tanpa aba-aba, tanpa alasan yang jelas, Nolan tiba-tiba saja menampar pipi Bonna dengan amat keras!

PLAK!

Tubuh Bonna terhuyung ke belakang akibat dorongan tamparan dahsyat itu. Bonna benar-benar terkejut dengan tamparan Nolan yang tanpa ampun. Sudut bibirnya seketika terasa perih yang membakar, dan Bonna bisa merasakan rasa anyir darah hangat mulai memenuhi bagian dalam mulutnya.

Sudut bibirnya pasti telah robek dan mengeluarkan darah akibat pukulan keras yang Nolan berikan.

"Melihat wajahmu membuatku kesal. Kau benar-benar mirip dengannya," kata Nolan dengan wajah mengeras. Ia melangkah maju, lalu mencengkeram dan menjambak rambut Bonna secara kasar, memaksa kepala Bonna mendongak menatapnya dengan mata berair yang berkaca-kaca.

"Aku penasaran," kata Nolan dingin. "Apa Dorris tidak merasakan perasaan apa pun saat melihatmu yang begitu mirip dengan adiknya? Mengirimmu kemari walau dia tahu kau pasti akan mati di sini cepat ataupun lambat... tak seperti adiknya."

Nolan melepaskan genggaman tangannya dari rambut Bonna dengan sangat kasar. Dorongan itu membuat Bonna hampir jatuh tersungkur ke lantai semen jika saja Bonna tidak bertumpu cepat menahan keseimbangan tubuhnya.

Nolan mengabaikannya dan mengambil cerutu dari saku kemejanya, menyalakannya, lalu menghisapnya dalam-dalam.

"Telanjangi dirimu," perintah Nolan di sela-sela hembusan napasnya yang bercampur asap rokok pekat.

Bonna tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah pria iblis ini. Dengan jemari yang gemetar hebat, Bonna melepaskan pakaiannya satu per satu di hadapan Nolan hingga ia telanjang bulat di depannya.

Nolan tidak langsung menyentuhnya. Pria itu berdiri tegak, memperhatikan tubuh Bonna dari ujung kepala hingga ujung kaki seolah-olah tengah menilai sebuah barang murahan.

Setelah beberapa saat, Nolan menggelengkan kepalanya dan bersuara datar, "Wajahmu memang mirip dengannya, tapi tubuhmu tidak. Tubuhmu benar-benar mengecewakan."

Kata-kata itu menghantam dada Bonna seperti tusukan jarum.

Bonna tahu ia memang tidak memiliki tubuh yang indah dan proporsional. Para mantan kekasihnya dulu sudah sering mengatakan hal yang sama kepadanya, selalu membandingkan bentuk tubuh Bonna dengan bentuk tubuh adiknya, Laura, yang dianggap jauh lebih indah dan menarik.

"Kenapa kau diam? Apa hal seperti itu harus perlu diajari?" tanya Nolan melangkah mendekat.

Pria itu mengulurkan tangannya, membelai pipi Bonna yang memar, lalu dengan sengaja menekan kuat sudut bibir Bonna yang terluka hingga darah kembali meleleh dan Bonna meringis kesakitan.

"Jangan kecewakan aku... kalau kau tidak ingin aku lempar pada anak buahku untuk digilir hingga kau kehilangan akal sehatmu."

Ancaman horor itu membuat Bonna ketakutan setengah mati.

Bonna menganggukkan kepalanya perlahan dengan air mata menetes. Tangannya yang gemetar berusaha mengapai dan membuka satu per satu kancing kemeja yang Nolan kenakan walau ia kesulitan karena jemarinya yang terus bergetar.

Usai melepaskan kemeja yang Nolan kenakan hingga memamerkan dada bidang pria itu yang dipenuhi bekas luka, Bonna berlutut pasrah di hadapan Nolan. Ia mengulurkan tangannya, hendak membuka resleting celana yang Nolan kenakan.

Namun, Nolan memutar bola matanya jengah. Pria itu menatap gerakan Bonna dengan rasa bosan yang amat sangat. Ia tak suka cara Bonna—terlalu biasa, kaku, tidak menarik, dan tidak cukup untuk membuatnya terhibur di tempat ini.

Belum sempat Bonna menurunkan resleting celananya, Nolan sudah lebih dulu mengayunkan kakinya, menendang Bonna secara kasar hingga gadis itu terhempas dan jatuh telentang di lantai dingin.

"Membosankan," desis Nolan dingin.

Nolan kemudian berjalan melewati tubuh Bonna yang terbatuk-batuk di lantai. Pria itu melangkah mendekati deretan equipment dan alat penyiksaan yang terpajang rapi di dinding ruangan ini. Pandangan matanya memindai cambuk, tali kulit, dan klem besi.

Pilihan Nolan akhirnya jatuh pada sebuah collar kulit hitam tebal bercelah rantai besi pendek. Nolan mengambil collar berantai itu dan kembali menghampiri Bonna yang masih berusaha bangkit di lantai.

Tanpa belas kasihan, Nolan memasangkan collar tersebut pada leher Bonna.

Mata Bonna melebar seketika. Bibir Bonna terbuka memburu udara karena collar yang Nolan pakaikan padanya begitu ketat mencekik dan mencengkeram lehernya.

Sret!

Rantai pada collar tersebut tiba-tiba ditekan dan ditarik kuat oleh Nolan ke atas, sehingga Bonna dengan terpaksa harus berdiri secara instingtif. Jika Bonna tidak berdiri mengikutinya, maka Bonna akan kesulitan bernapas karena Nolan menarik collar tersebut cukup kuat hingga menekan saluran udaranya.

Bonna meringis kesakitan saat jari Nolan yang satu lagi meraih wajahnya, sengaja menekan sudut bibirnya yang robek akibat tamparan tadi untuk menyiksanya di tengah napasnya yang tersengal-sengal.

"Dengar baik-baik, Bonna," bisik Nolan tepat di depan telinganya dengan nada mengintimidasi yang menghancurkan sisa-sisa pertahanan jiwanya.

"Di ruangan ini, kau tidak punya hak atas tubuhmu sendiri. Kau adalah mainanku... dan kau akan merasakan bagaimana rasanya neraka yang kubuat ini."

1
Nita Nita
hahaha sama2 bingung jg🤔
Yusry Ajay
ditunggu updatenya kk Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kaa🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
nah lho gak semudah itu dariush di kalahkan🤣
Rosdianah 🌷: Hahahaha Pria iblis memang agak lain🤭🤣
total 1 replies
Nita Nita
brian gimana nasibnya 🤔
Nita Nita
pasti pd merinding sebadan2 😰
Rosdianah 🌷: wkwkwkw🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up trus ya Thor 💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳 siap kaa
total 1 replies
Debu Nakal
semenjak terpikir olehku akan ada adegan slow living tahu2 udah dibuat dari der dor sama othor 😵
Rosdianah 🌷: wkwkw semoga suka ya kaa🤭 boleh saran dan masukannya ya kaa, author terima🫠
total 1 replies
Asriani Rini
Lanjut 🙏🏻🙏🏻❤️
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kok q jd kasihan sama duarius yaa,,, 🤔🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: Dariush butuh disemangati Kaa Readers 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astogeeee,,, duarius ikutan kabur! 😌
Nita Nita
makin panas ini,, lanjut kak😍💪
Rosdianah 🌷: Uhuuuuuiii siap kaa🥳
total 1 replies
Nita Nita
waduh waduh. apa lg lg ini 🤔
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: siap makasih ya kaa
total 1 replies
Yusry Ajay
deg...deg...bgt Thor 🤗
pika shu
next thor
Rosdianah 🌷: siap kaa
total 1 replies
Debu Nakal
next... next... next...
Rosdianah 🌷: siap kaa🫶
total 1 replies
Debu Nakal
ahhhh... jadi suka 🥰
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
brarti korban aslinya dariush dong korban konspirasi lucifer dll😭😭 dan nanti kalo bona punya kesempatan buat bunuh dariush pasti gak bakal bunuh sih 🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu Ditunggu kelanjutannya kak🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
alurnya seruu kak😭tp kasian nolan jg atau dariush😭
Rosdianah 🌷: Semoga suka kaa ya🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
sedih bangett kak jadi Bona 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!