NovelToon NovelToon
Sistem Sang Raja Pahlawan

Sistem Sang Raja Pahlawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Action
Popularitas:237
Nilai: 5
Nama Author: Laten Kishi

Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.

Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Tidak Dikenal

Akira menuju ke arah Takamasa yang sedang duduk bersandar dengan tubuh yang terluka.

“Heal.” Akira mengulurkan tangannya dan menggunakan Spell Heal kepada Takamasa.

“Ughh! makasih,” ucap Takamasa sambil menahan rasa sakit.

“Tidak masalah," jawab Akira.

Setelah itu Akira berbalik badan melihat Retakan Portal yang masih terbuka.

“Kenapa Retakannya belum tertutup, bisa gawat kalau ada monster lain, aku juga sudah kehabisan banyak mana,” pikirnya.

BUM!

Suara keras terdengar dari arah Portal.

“Gawat... bagaimana ini,” pikirnya dengan panik melihat Monster keluar dari portal.

Monster itu mirip dengan Golem yang dikalahkannya.

SHIINNGG!!

KRATAK!!

Belum lama setelah monster Golem itu keluar terdengar tebasan pedang yang nyaring bersamaan dengan tumbangnya monster Golem yang terbelah dua disusul dengan Portal yang perlahan menutup. di balik monster itu Lumina terlihat berdiri sambil menyarungkan kembali pedangnya.

“Lumina?!”

Akira terkejut melihat Lumina menebas Golem yang seharusnya kebal dengan serangan fisik, merasa ada yang aneh ia mencoba mengecek status Lumina.

Ding…

[Nama:Lumina

Umur:19 Tahun

Level:56

Class:Knight

Rank Pahlawan:F

STR:78 > 780

DEF:64 > 640

DEX:39 > 390

INT:6

Skill:

[Life Energy]]

[Skill Life Energy:Dapat meningkatkan STR, DEF, dan DEX individu sebanyak ×10 serta menambahkan daya hidup pada pedang yang memiliki efek yang sama seperti menambahkan mana pada pedang]

“Life Energy?!” pikir Akira merasa heran dan terkejut karena Skill Lumina yang sudah berevolusi.

Akira berpikir untuk melakukan evolusi pada sebuah skill butuh waktu dan latihan yang banyak, jadi itu mustahil dilakukan dalam waktu singkat, selain itu walau skillnya membutuhkan daya hidup, selama di game, Lumina tidak pernah terlihat kesulitan menggunakannya.

Walau sempat merasa heran ia lupa satu hal dan sadar akan hal itu, Lumina berbeda dari Pahlawan Rank F lainnya, dia itu seperti sebuah bug yang tidak seharusnya ada, dia juga memiliki kecepatan pertumbuhan yang tinggi dibandingkan pahlawan lain.

Disisi lain, Kisaragi dari kejauhan lagi-lagi dibuat terkejut, saat melihat Lumina menebas Monster Golem, dirinya tak percaya Lumina bisa menebas Monster Golem dengan pedangnya, sedangkan dirinya tidak bisa.

Sebelumnya ia merasa dirinya lah yang paling kuat dari segi Rank Dan Level, namun sekarang dia baru menyadarinya, bahwa penilaiannya salah, sekarang dia sadar telah berhadapan dengan orang yang berbahaya.

DRRTTT!

Suara pintu batu yang bergesek terdengar keras memenuhi Ruangan.

Di salah satu pintu di hadapan mereka sekarang menampilkan sesuatu berkilauan seperti emas dan penuh barang barang berharga.

Melihat pintu di hadapannya sudah terbuka Akira berjalan ke pintu yang terlihat seperti ruang harta, melewati Lumina dan berbicara pelan.

“Tunggu disini.”

“Baik,” jawab Lumina.

Akira pun masuk sendirian ke ruangan itu dan melihat banyak barang berharga di dalamnya, walau ingin mengambil banyak, dia tidak bisa melakukannya, karena sistem berwarna biru yang ada dihadapannya menunjukan sesuatu.

[Anda hanya bisa mengambil salah satu barang Peninggalan Raja Sihir]

“Di game pun cuman satu, jadi... aku ambil ini.”

Dari banyaknya barang yang berkilauan dan terlihat kuat, ia hanya mengambil sebuah buku yang terlihat usang dan tidak berguna.

Setelah mengambilnya, barang yang lain langsung menghilang dan meninggalkan ruang yang kosong.

Ia memasukan buku usang yang didapatkannya ke dalam inventory dan keluar dari ruangan.

Akira memperhatikan sekitarnya dan melihat semuanya pada duduk beristirahat kecuali Lumina.

Akira tidak mempersalahkannya dan berjalan ke arah Kisaragi.

Kisaragi yang sedang duduk menyadari kedatangan Akira merasa ketakutan.

“Ke-kenapa dia kesini,” pikirnya

Akira yang sudah berada di depan Kisaragi. menatap Kisaragi yang sedang duduk didepannya.

“Hei.” ucap Akira.

“A-apa?” tanya Kisaragi dengan gagap.

“Lain kali jangan gegabah, itu bahaya.”

“A-aku tau," jawab Kisaragi sambil memalingkan pandangannya karena merasa bersalah.

“Apa kau terluka?”

Mendengar pertanyaan Akira membuat Kisaragi sedikit terkejut dan heran lalu kembali menatap Akira. 

“Eh? Ti-tidak.”

“Yasudah, kita istirahat dulu, kemudian berangkat lagi jika Takamasa sudah agak baikan,” ucap Akira.

Akira pun berbalik badan dan berjalan ke arah Lumina sambil berpikir.

“Dia cukup kuat, tapi, jika dia melangkah maju tanpa berpikir panjang, itu akan membahayakan dirinya, sama seperti diriku di masa lalu,” pikir Akira.

Dari belakang Kisaragi melihat Akira perlahan menjauh.

“Sepertinya aku harus meminta maaf,” pikir Kisaragi.

Beberapa Jam Kemudian...

Mereka semua sudah selesai beristirahat dan pergi ke tempat di mana jalan keluar berada, walau agak lama, mereka sekarang sudah sampai di depan Retakan Portal yang merupakan jalan keluar Dungeon.

Sebelum keluar Akira berbicara kepada Kisaragi, Amane, Dan Takamasa.

“Apapun yang terjadi disini, kalian harus merahasiakannya, paham?”

“Paham!” jawab mereka dengan suara yang tegas.

Akira berbalik badan menghadap Portal sambil berpikir.

“Kenapa rasanya mereka semua berubah, apa perasaanku saja ya…”

Mereka berlima pun keluar dari Dungeon, dan muncul kembali di tempat awal mereka masuk. 

Ding...

[Hadiah Penyelesaian Dungeon Rank F:EXP Level]

Semua mendapatkan notif yang sama dari sistem setelah keluar dari Dungeon.

“Aku mendapat barang yang kuinginkan, tapi—” Akira menatap yang lain dengan perasaan tak enak.

“Wahhh aku tak menyangka kita akan bertemu bos Monster di Dungeon Rank F! ini benar pengalaman yang bagus, ya kan!? Ayame, Raito,” ucap Amane dengan wajah yang berseri-seri.

“...”

“Eh?” Amane memiringkan kepalanya kebingungan karena mereka berdua tidak menjawab pertanyaannya dan malah berdiri diam.

Akira yang sedari tadi mengamati, teringat akan sesuatu, yaitu tujuan awal mereka untuk masuk Dungeon, tujuan meraka adalah untuk mendapatkan izin masuk, tapi jika Dungeon Rank rendah, kemungkinan besar mereka tidak bisa masuk ke Dungeon dengan rank diatas F.

Karena yang mengajak ke Dungeon Rank F adalah Akira, mau tidak mau Akira harus melakukan sesuatu agar mereka bisa lebih baik.

“Tenang saja, aku usahakan kalian bisa masuk Dungeon Rank tinggi,” ucap Akira.

Mereka bertiga yang mendengar perkataan Akira pun terkejut dan tak percaya.

“Ehh benarkah!?” tanya Amane.

“Ya, santai saja,” jawab Akira.

“Kalau begitu syukurlah, kita bisa masuk Dungeon Rank Tinggi," ucap Amane.

Takamasa yang mendengar hal itu pun berterimakasih, namun disisi lain Kisaragi tidak bicara satu katapun, karena dia merasa belum pantas untuk masuk Dungeon Rank tinggi setelah pertarungannya melawan Bos Monster Rank C.

Setelah itu mereka pun pergi berjalan ke luar hutan dan menunggu Amamiya menjemput mereka di pinggir jalan.

Beberapa menit berlalu…

2 mobil terlihat dari kejauhan dan berhenti di depan mereka, Amamiya keluar dari mobil dan berbicara bahwa ada sesuatu yang penting berhubungan dengan Akira dan Lumina di gedung GCF, hingga akhirnya Kisaragi, Takamasa, dan Amane harus pergi duluan ke rumah mereka masing masing.

Saat Takamasa dan Amane sudah masuk mobil, di mobil yang berbeda Lumina juga duduk menunggu di dalam mobil, sedangkan Amamiya masih menunggu Akira yang masih diluar, Akira tidak masuk ke mobil karena menyadari sepertinya Kisaragi yang masih berada diluar ingin berbicara sesuatu.

Kisaragi yang berada di sebelah Akira berdiri menunduk ke bawah sambil memainkan gagang pedangnya karena bingung harus bagaimana untuk meminta maaf kepada Akira.

"Ada apa?" tanya Akira.

"I-itu, ada sesuatu yang inginku bicarakan," ucap Kisaragi dengan gagap karena ini pertama kalinya ia mengakui kesalahannya.

"Apa?"

"Ma-maaf." Suaranya pelan namun masih terdengar oleh Akira.

"Bukan masalah, yang penting jangan diulangi lagi."

"Ba-baik."

Akira pun langsung masuk kedalam mobil disusul dengan Amamiya dan langsung berangkat, sedangkan Kisaragi masuk ke mobil yang mengantarnya pulang.

"Ayame! Kamu bicara apa dengannya?!" tanya Amane dengan penasaran.

"Bukan apa-apa," jawab Kisaragi yang sikapnya kembali dingin setelah masuk ke mobil berbeda dari sebelumnya yang malu-malu.

Amane yang mendengar jawaban Kisaragi langsung cemberut sambil menunjukan pipi tembamnya.

"Ayame pelit!"

Kisaragi yang mendengar Amane hanya memejamkan matanya.

Beberapa Waktu Berlalu...

Akira tiba di Gedung GCF, saat di depan gedung mereka disambut oleh Kato dan seorang lelaki dengan wajah yang muda tidak dikenal berada dibelakangnya.

“Yoshikawa, ada seorang pahlawan yang ingin bertemu denganmu.” ucap Kato dengan mata yang kosong.

Akira pun hanya diam, lalu ia menatap seorang lelaki yang berada di belakang Kato, lelaki itu tiba-tiba maju dan berbicara.

"Halo Yoshikawa, namaku Akio Washizu, senang bertemu denganmu." Pria itu memperkenalkan diri sambil meletakkan satu tangannya di dada sambil tersenyum menatap tajam ke mata Akira.

Ding...

[Penyusup terdeteksi...]

[Melakukan pertahanan...]

Tiba-tiba muncul sistem di depan Akira yang membuatnya kebingungan.

"Penyusup? apa maksudnya," pikir Akira.

Disisi lain lelaki di hadapannya masih tersenyum.

"Hihihi!!! Tidak ada aura yang kuat terasa darinya, kalau begitu ini misi yang gampang," pikir lelaki itu dengan licik.

Ding...

Sistem berwarna merah muncul di depan lelaki itu.

[Mencoba merampas Skill…]

“Tinggal menunggu waktu, setelah itu aku akan diakui oleh 'dia'.”

[Error! Terjadi kesalahan sistem]

[Memulai ulang perampasan Skill…]

“Hmm?? Apa ini? kenapa error? Tapi sepertinya masih bisa.”

[Error!]

[Mencoba ulang…]

“Ha? Lagi? Ada apa sebenarnya?”

[Error!]

[Mencoba ula—]

[Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!] [Error!]

“Hah? Apa yang terjadi.”

Sistem dihadapannya muncul satu persatu menunjukan hal yang sama hingga menutupi pandangannya.

[Bzzzt… Bzzzt… Bzzzt…]

[...]

“Apa ini, sistemnya, berwarna hitam?”

Deretan panel sistem yang sebelumnya menutupi pandangan hilang dan hanya muncul satu panel sistem berwarna hitam, tepat dihadapannya.

[Beraninya kau mencoba mencuri milik Sang Raja!]

"Hah? Apa sistem ku error?"

[Hukuman ditetapkan]

“Hukuman? ap—”

CRATSSS!

“AGHHH!! SAKIT! SAKIT! MATAKU!”

"Ke-kenapa dia," pikir Akira melihat lelaki di hadapannya tiba-tiba matanya meledak dan mengeluarkan banyak darah sambil teriak kesakitan.

Darah terus keluar dari matanya yang meledak, tak lama kemudian ia jatuh tewas kehabisan darah dan mayatnya menghilang seperti asap hitam.

Suasana menjadi hening setelah kejadian itu.

Tiba tiba Akira sentuhan tangan dari pundaknya, Akira pun menyadari bahwa yang menyentuh pundaknya adalah Kato.

"Aku tidak tau bagaimana kau melakukannya, tapi terimakasih banyak," ucap Kato sambil tersenyum.

“Eh? Apa? Aku juga tidak tau apa yang terjadi, tiba tiba saja matanya seperti meledak dan dia tewas seketika, apa aku melewatkan sesuatu?” pikir Akira.

Amamiya yang sedari tadi menunggu di belakang bersama Lumina maju dan Berdiri di sebelah Akira.

"Saat itu saya menyadari keanehan pada Gedung GCF, jadi tanpa pikir panjang saya dan rekan saya tidak langsung kembali dan menunggu anda," ucap Amamiya.

"Benar yang dikatakannya, orang itu, entah bagaimana menghipnotis satu gedung GCF, dari hawanya aku merasa dia mirip Monster, dan setidaknya dia setara Rank S, untung saja ada anda." ucap Kato.

Disisi lain Akira tidak tau kejadian sebenarnya, dia mengira lelaki itu memang tamu, bahkan tewasnya lelaki itu ia merasa bukan dirinya yang melakukannya.

“Asal beres… kurasa tak masalah, iya kan?” pikir Akira dengan muka datar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!