Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Kelima orang sahabat itu berdiri dengan senyum penuh kepuasan,mereka memandangi air terjun yang tampak indah di bawah sana.Mereka menuruni anak tangga dengan langkah hati hati.
"wahh ternyata gak seserem sama apa yang kakek tadi bilang ya?"ucap martin yang masih terpesona melihat keindahan air terjun itu.
Suara air yang mengalir tampak indah di dengar,cuaca yang tiba tiba menjadi teduh diiringi dengan angin sepoi sepoi membuat mereka benar benar menikmati suasana air terjun itu.
"Liat guys disana ada rombongan orang juga,kayaknya mereka mau camping juga deh sama kayak kita"ucap dinda yang menunjuk ke arah sekelompok orang yang tengah mendirikan tenda yang tak jauh dari air terjun itu.
"iya bener.Ayo guys kita diriin tenda juga"ajak martin.
Sementara aulia dan dery saling bertatap.Mereka mengikuti martin,dinda,dan citra dari belakang.
"misi mas"
Martin menyapa beberapa orang yang ada disana.Wajahnya tampak datar,namun mengangguki sapaan martin dan teman temannya.
Tak ingin memperlambat waktu.Martin dan dery mendirikan 2 tenda saling bersebelahan.Agak jauh dari tenda segerombolan orang tadi.
"Karna tendanya ada 2,gue sama martin satu tenda.Dan kalian bertiga tidur di tenda ini yang agak gede."ucapnya dery sambil menunjukan tenda yang sudah selesai ia dirikan bersama teman laki lakinya.
Dinda melirik jam yang sudah menunjukan pukul 17.04
Karena perutnya sudah lapar,ia mengajak teman perempuannya untuk memasak.Sedangkan dery dan martin ia suruh untuk membuat api unggun kecil.
"Bentar lagi maghrib nih,sambil nunggu masakannya mateng gue mau mandi di air terjun ah"Ucap citra tampak semangat.
Di ikuti oleh dinda dan aulia yang juga ingin merasakan dinginnya air terjun itu.
Sementara dery dan martin saling melempar pandang.
"dikira kita gak mau ngerasain air terjun itu kali yak,lu yakin mau disini?gue sih mau nyusul mereka"Martin tiba tiba berlari meninggalkan beberapa kayu yang belum tersusun sempurna.
"Dih gue ditinggalin sendiri,tin tunggu!!"Teriak dery.Ia pun ikut menyusul teman temannya.
Sesampainya di air terjun itu,martin membuka kaosnya lalu menceburkan dirinya ke dalam air berwarna biru itu.
"Ihhh martinn"teriak ketiga teman perempuannya.Mereka membuat tawa canda yang mungkin suatu saat akan mereka rindukan.
"loh martin,dery kok kalian nyusul kesini?yang jagain masakan kita siapa?"Tanya dinda yang baru menyadari makanan yang mereka masak ditinggalkan begitu saja.
"Bodoamat gue tinggalin"ucapnya merasa tak bersalah.
"gila lu,angus dong"dinda masih mengoceh,namun tak di dengar sama sekali oleh martin.Terpaksa ia mendekat ke arah martin dan menjewer telinga laki laki itu.
"Aduhhh din sakit"
"Rasain tuh,udah kayak di jewer sama istri aja tin sumpah"Ucap dery yang ikut tertawa menyaksikan kedua temannya.
"Yaudah deh gue aja yang jagain makanan,kalian lanjut aja.Jangan kelamaan ya udah mau maghrib"Ucap aulia.
Tak ada yang menghiraukan perkataannya terkecuali dery.Ia melirik ke arah citra yang tengah sibuk memainkan air.Merasa aman,ia berlari kecil menyusul pujaan hatinya.
"ul"teriaknya hingga membuat badan aulia membalik ke arahnya.
"Loh,kok lu nyusulin gue?kenapa?"Tanyanya.
"gapapa,gue pengen temenin lu aja"
Aulia mengangguk,meski ia melarang dery akan tetap mengikutinya.Persis seperti apa yang dipesan oleh papanya dery harus selalu ada di samping aulia.
Merasa canggung hingga tak ada obrolan apapun antara keduanya.
Aulia mengoreksi masakan yang seharusnya dimasak oleh mereka bertiga.Namun karena dinda dan citra masih asyik bermain air,ia memilih untuk memasaknya sendiri.
"eum der,cobain deh kurang apa" Tak sadar ia memberikan sendok berisi kuah makanan itu kepada dery.Menyuruh laki laki itu untuk mencicipi hasil masakannya.
Bukanya menolak,dery malah senang dengan perlakuan aulia.Ia membuka mulutnya dengan lebar.Membiarkan sendok yang di pegang aulia masuk ke dalam mulutnya.
"Eeummm,sumpah ini enak banget ul.kamu pinter masak ya ternyata"puji dery membuat wajah aulia memerah.
"ah lu bisa aja,padahal masakan pada umumnya aja"Aulia tak ingin terlihat salah tingkah dengan pujian yang baru saja di layangkan dery kepadanya.
Di ujung sana,citra tengah memandangi mereka berdua dengan tatapan tajam.Nafasnya terengah engah,tangannya mengepal.Apalagi saat melihat dery tertawa begitu lepas memandangi aulia.
"Citra!ayo balik ke tenda,udah mau maghrib ini."Ajakan dinda tentunya membuat wajah citra yang tengah kesal berubah menjadi wajah yang biasa biasa saja.
"Ah iya din"
Untuk sementara citra hanya bisa mengikut sembari merencanakan hal yang bisa mencelakai aulia.Atau mungkin bisa berbuat sebaliknya,ia bisa melukai dirinya sendiri demi menarik perhatian dery.
"ayo makan dulu"
Satu jam sudah masakan itu matang,Aulia menuangkan masakannya ke beberapa porsi piring untuk makan malam mereka di sana.Ditemani dengan suara air terjun juga suasana malam yang semakin mencekam.
"Agak serem juga ya?"Dinda duduk berjongkok dengan tubuhnya yang dibalut oleh sweater tebal miliknya.
Ketika yang lain sedang asyik menyantap masakan yang di buatnya.Aulia justru masuk ke tenda berniat untuk mengambil syal yang dibelikan oleh bu wida.
Bayangan di belakang tendanya membuat ia berhenti menggerakan tubuhnya.Suara teman temannya masih terdengar,juga tidak ada siapa siapa lagi selain mereka.Dengan keberaniannya aulia melangkahkan kakinya untuk mengecek siapa yang berada di belakang tendanya itu.
Gerak gerik aulia tak sedikitpun membuat teman temannya menoleh ke arahnya,mereka tengah sibuk mengobrol dan menikmati beberapa makanan dan cemilan yang sudah bu wida belikan untuk mereka.
Hanya berbekalan sebuah senter,aulia nekat mengikuti suara langkah kaki menuju ke semak semak di dalam hutan.
"cari gue?"ucap seorang laki laki dengan wajah datar.
Gadis itu berteriak saat mendapati laki laki itu sudah berdiri di belakangnya.
"Ngapain disini kak?bukannya tenda kakak jauh ya sama tenda kami?"Tanya aulia dengan suara terbata bata.Tubuhnya gemetar.
"Pertama kali liat kamu,aku ngerasa kamu orang baik.Aku pengen kenalan sama kamu tapi gak enak sama temen temen kamu"ucap laki laki itu yang kini sudah tak memasang wajah datarnya lagi.
"Ooo..Eeeee..itu.N-nama aku A-aulia kak.panggil aul aja"Aulia masih merasa gemetar.Melihat laki laki itu terlihat tampan setelah memberikan senyumnya.
"Aku nevan"
Uluran tangannya ditepis oleh seorang laki laki yang terlihat tampak marah.
"Jangan sentuh dia!"
"Ul..lu gapapa?kita kaget denger teriakan lu"Ucap dinda sambil memeluk sahabatnya.
"it's oke"
"lu siapa,lu apain aulia hah?!!"
"Dery.Udah..kak nevan gak jahatin aku kok"ucapan aulia membuat dery mengerutkan keningnya.
"kak?lu kenal sama ni orang ul?"Tanya laki laki yang ternyata dery itu.
"KIta baru aja kenalan barusan,kak nevan tadi mau samperin gue ke tenda cuma gak enak aja sama kalian katanya"
Dery melirik ke arah nevan berdiri.Ia menatapnya dengan pandangan tak suka.
"udah ayok balik ke tenda"Dengan cepat dery menarik tangan aulia.Ia membawa nya pergi di tempat yang gelap itu.
"Ihhh..dery.Lu apa apaan sih.Gue bisa jalan sendiri lepasin!!"Aulia memberontak kala dery menggengam tangannya.hingga genggaman itu lepas,dery baru menghembuskan nafasnya dengan panjang.Merasa lega karena sudah jauh dari nevan.
"Ul..papa lu nitip lu ke gue,jadi kalo lu mau kemana mana ya harus sama gue"Ucap dery mencoba mengontrol emosinya di depan aulia.
Aulia menatapnya dengan datar,ia berlalu pergi meninggalkan dery.Dan masuk ke dalam tendanya.Di susul oleh dinda,citra dan martin dengan nafas yang terengah engah.
"Der..
Belum selesai martin bicara,dery juga ikut masuk ke dalam tendanya.
Di dalam tenda Dinda mencoba mendekat dan bertanya tentang kejadian yang baru di alami temannya.
"ul..lu cocok banget sama dia.Kenapa gak sama dia aja?"
"Lu gila cit,emang si aulia ni apaan"Jawab dinda dengan ketus.Citra hanya berdiam dengan wajah jutek.
"udah lah ngapain sih ributin hal kecil kayak gitu.inget ya kita kesini tu buat liburan bukan buat ribut.udah deh istirahat biar besok kita bisa menjelajah lebih dalam lagi tempat ini"
merasa ucapan aulia ada benarnya,dinda dan citra hanya mengangguk.Mereka merebahkan tubuhnya dan menarik selimut yang di bekalnya.
Kini hadirnya nevan membuat rencana citra merasa sudah di rancang dengan sempurna.Ia bisa gunakan nevan untuk dekat lebih dalam lagi dengan aulia,sampai dery benar benar merasa kalah dan menyerah.dan nantinya ia yang akan mengisi ruang di hati dery yang terluka karena aulia.
"lu kenapa dah mau tidur malah senyum senyum sendiri"
Ia tak sadar jika dinda tengah memperhatikannya.
"apaan si lu kepo aja,udah tidur sono"ketus citra.
Aulia hanya menggeleng,ia menutup wajah dan telinganya menggunakan bantal dan sweater yang baru di lepasnya.
Sedangkan di tenda laki laki.Dery tak bisa memejamkan matanya hinga mengeluarkan suara amarah yang membuat martin terkejut.
"Woilahh si dery.lu kenapa si der..gue udah mau tidur ini"
"tidur ya tidur!!"sahutnya dery.
"Lah kocak,gimana gue mau tidur kalo lu berisik gini"
Dery menatap martin yang sudah memasang wajah ngantuk.
"Tin.menurut lu gue sama nevan gantengan mana?"
Wajah mengantuk itu seakan hilang karena pertanyaan dery.
"Dery dery gue kira lu kenapa.Lu masih ae mikirin tuh cowok.gantengan lu dah kemana mana!Udah ye gue mau tidur nih"
"aelah tin gitu amat si lu,temenin gue napa gue belum ngantuk nih"
"gak.gue udah ngantuk berat cuyy"Terdengar suara martin sudah sangat lemas.Tak kuasa lagi menahan rasa kantuk yang dengan cepat menyerangnya.