NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kok, Kamu Tidur Di Bawah?

Yudha bersandar di headboard spring bed sambil menonton live volley ball di televisi. Sementara Kanaya masih memindahkan pakaian miliknya ke dalam lemari pakaian. Merasa apa yang dilakukannya tidaklah berat, Kanaya menolak tawaran Yudha yang ingin membantunya.

Kanaya menoleh ke arah Yudha yang duduk selonjoran dengan santai. Selama ini dirinya dan Yudha tidur secara terpisah saat tinggal di rumah orang tuanya. Dia yang mempunyai kamar merasa berhak tidur di atas tempat tidur. Tapi, ini adalah rumah Yudha, dia hanya menumpang meskipun statusnya adalah istri dari pria itu. Kanaya tak berani menyuruh Yudha yang masih asyik menonton televisi agar menyingkir dari tempat tidurnya sendiri.

Kanaya terpaksa mengalah untuk tidur di sofa. Tubuhnya yang penat membuatnya ingin cepat beristirahat. Besok adalah hari terakhir ia cuti. Dia ingin memaksimalkan istirahat sebelum kembali beraktivitas seperti biasanya, mengajar sebagai guru di sebuah sekolah menengah tingkat pertama.

"Mau ngapain?" Yudha mencekal tangan Kanaya saat istrinya itu mengambil bantal dari tempat tidur.

"Umm, aku mau tidur," jawab Kanaya menunjuk ke arah sofa.

"Tidur di sini aja!" Yudha menggeser tubuhnya, memberi ruang untuk Kanaya.

Kening Kanaya mengeryit mendengar permintaan Yudha yang menyuruhnya tidur seranjang.

"Kamu yang di sofa?" tanyanya bepura-pura tak mengerti.

"Nggak-lah. Aku juga tidur di sini," jawab Yudha santai.

Kanaya mendelik tajam membuat pria itu tersenyum menyeringai.

"Aku yang punya kamar ini, masa aku tidur di sofa? Tapi, aku baik hati nggak akan suruh kamu tidur di sofa, lho." Kata-kata Yudha seperti menyindir Kanaya, karena membiarkannya tidur di sofa saat mereka tinggal di rumah mertuanya itu.

"Kamu nyindir aku?" Kanaya memicingkan matanya menatap Yudha.

"Itu sih perasaan kamu aja ..." Yudha menepuk ruang kosong di samping ia duduk. "Tidur aja di sini kalau ngantuk. Nggak akan aku apa-apain, kok!" Yudha terkekeh.

Kanaya melotot mendengar candaan Yudha. "Kamu jangan lupa kesepakatan kita, Yud!" Kanaya mengingatkan agar Yudha tak bersikap di luar batas yang telah disepakati.

Yudha menekan tombol off di remote televisi yang dipegangnya, mengakhiri aktivitasnya menonton live volley ball.

"Aku ingin bicarakan hal ini sama kamu. Duduklah dulu." Yudha memperbaiki posisi duduknya dan bicara dengan nada serius, tak seperti biasanya yang terkesan santai diselingi dengan candaan.

Kanaya menuruti apa yang diminta oleh Yudha, duduk di tepi tempat tidur, menunggu apa yang akan dikatakan Yudha padanya.

"Soal perjanjian itu, gimana kalau kita lupakan aja? Walau kita menikah secara terpaksa, tapi pernikahan kita terdaftar sah secara hukum dan agama. Kalau selama tiga bulan ini hubungan kita baik-baik aja, kenapa nggak kita lanjutkan aja? Kenapa harus pisah?" Baru beberapa hari mengenal Kanaya, Yudha seperti sudah mengenal lama wanita itu, sehingga merasa yakin ingin melanjutkan ikatan pernikahan mereka.

Kanaya mendesah, melempar pandangannya ke arah lain.

"Usiaku jauh lebih tua dari kamu. Lagi pula, kamu menginginkan punya banyak anak. Di usia aku sekarang ini, mana mungkin keinginan kamu bisa aku penuhi." Kanaya pesimis jika menyinggung soal buah hati.

"Kamu bukan Tuhan yang bisa menentukan kamu bisa punya banyak anak atau nggak? Siapa tahu nanti kamu hamil dan punya anak kembar. Segala kemungkinan bisa aja terjadi." Yudha mencoba meyakinkan Kanaya yang tampaknya tak percaya diri karena faktur usia. Lagi pula dalam silsilah keluarganya, ada keluarganya yang mempunyai anak kembar.

Kanaya bergeming, tak merespon dengan sikap maupun ucapan. Sejujurnya, kata-kata yang diucapkan Yudha sanggup membuat damai hati yang mendengarnya.

Ini bukan pertama kalinya Yudha bersikap dan berpikir secara dewasa dan itu membuat Kanaya makin terkagum. Hanya saja, itu belum cukup membuat dirinya bisa menerima apa yang Yudha tawarkan tadi.

"Sebaiknya kamu pikir dulu hal itu baik-baik. Aku nggak mau kamu menyesal. Kamu masih muda, Yud. Jangan mempertaruhkan kebahagiaanmu hanya untuk menyenangkan aku." Kanaya terlalu insecure. Tak berani membuka hatinya, khawatir akan kecewa jika terlalu berharap banyak.

"Kenapa kamu nggak kasih aku kesempatan? Kenapa kita nggak coba saling membuka hati? Biarlah kita pasrah menerima pernikahan ini. Biar Tuhan yang menentukan ke mana takdir pernikahan ini? Akan berlanjut atau tidak, jangan kita yang menentukannya." Yudha berusaha bijak dan kembali mencoba meyakinkan Kanaya.

"Kita bicarakan ini lain waktu. Aku lelah, ingin istirahat." Kanaya meminta waktu untuk memikirkannya.

"Oke, tapi ... tidurlah di sini. Jangan di sofa!" Yudha meminta Kanaya tetap di dekatnya.

"Oke!" Kanaya mengiakan agar Yudha tak terus menceramahinya. Dengan canggung ia pun merebahkan tubuhnya di tempat yang sama dengan Yudha dengan posisi membelakangi pria itu dan jantung berdebar kencang juga dengan perasaan was-was.

Sementara Yudha mengulum senyuman. Dia yakin, perlahan ia akan bisa meluluhkan hati Kanaya. Ia menganggap Kanaya bukan wanita keras kepala yang sulit untuk diatur. Dengan kesabarannya, ia yakin dapat membuat Kanaya menerimanya tanpa ada keraguan yang tersisa.

Keesokan harinya

Kanaya mengerjapkan matanya. Saat kesadarannya terkumpul, ia teringat jika tidur seranjang dengan Yudha. Sontak ia menoleh ke belakang.

Seketika ia membeliak ketika pandangannya penuh dengan wajah Yudha yang berjarak kurang dari sejengkal. Bahkan, hembusan nafas Yudha terasa hangat di pipinya. Secara refleks Kanaya bergerak mundur ke belakang, namun ia lupa jika posisinya saat ini berada di tepi tempat tidur, hingga ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lantai.

Buuggghh

Suara benturan keras membuat Yudha terbangun. Dia langsung bangkit untuk melihat apa yang terjadi dan melihat Kanaya terduduk di lantai dengan mengusap pinggangnya.

"Kok, kamu tidur di bawah?" Yudha menahan tawa. Ia menduga istrinya itu terjatuh, alih-alih membantu Kanaya, Yudha justru meledeknya.

Kanaya memberengut karena sendiran Yudha. Dengan bersungut-sungut ia bangkit. Namun, tangan Yudha menarik pinggangnya hingga ia terjatuh di pangkuan Yudha.

"Kamu mau apa, Yud?" Kanaya gugup. Jantung Kanaya berdebar cukup kencang saat tubuhnya berada dalam pelukan suaminya itu.

"Cuma ingin memeluk kamu ..." ucap Yudha menyangga dagu di pundak Kanaya. "Dari semalam sebenarnya aku pengen peluk kamu, tapi aku nggak berani melakukannya secara diam-diam," sambungnya mencium dengan lembut pundak Kanaya yang mulus.

Nafas Kanaya tertahan. Mungkin semburat merah pun saat ini sudah mewarnai wajahnya. Jika Yudha selalu bersikap seperti ini, ia khawatir dirinya akan jatuh cinta lebih dulu pada Yudha.

❤❤❤

Bersambung...

1
sryharty
Yogi udah tua tapi ga dewasa ga kaya Yudha,kan bisa bilang baik2 sama Wulan,tanpa harus menyakiti perasaan istri nya,,
semoga garis dua ya nay
nuraeinieni
semoga saja hasilnya seperti harapanmu naya,,,hamil.
nuraeinieni
jgn menyudutkan wulan,,,dia juga tdk tau apa2,mending kamu jujur yogi pada keluarganya wulan,spy jedepannya tdk ada lagi gosip dan rumah tangga kalian langgeng dan cepat di beri momongan.
Ernalita Sitompul
Yogi,klu ada masalah..dewasa dong menghadapinya...lihat tuh adikmu Yudha..
Juwitae
Ayo Yogi berani gak ngaku kalo kamu yg ninggalin Kanaya. jujur Lo sama keluarga Wulan. semoga hasilnya garis 2 ya Naya
Rika Fitriana
semoga hasil'y positif
sunaryati jarum
Wulan selamanya akan minder, memang kurang bisa cepat menyesuaikan diri,mungkin karena pendidikan atau pengalaman, bahkan akan selalu merasa bersalah.Karena saat Yogi akan menikah malah mengabarkan kecelakaannya.Sudah garisnya Naya akan berbahagia dengan Yudha.Bahkan lebih tanggung jawab Yudha.Serta Yudha keknya tipe suami setia apalagi suka bercandaa
Ernalita Sitompul
Ayo Yogi,kamu sebagai kakak Yudha harus bertanggungjawab meluruskan masalah itu dan jangan kekanakan lagi.. nggak salah belajar sama adek sendiri dalam mencari solusinya sgar tidak membawa keretakan ditengah keluarga Wulan...Ayo Yogi perjuangkan kebahagiaanmu biar nggak ngelirik Kanaya tetus yiap kumpul keluarga nanti..🤭
Ummu Shafira
cerita yg bagus, semangat terus berkarya mba thor😘😘
Ummu Shafira
good job Yudha
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
iya dong,harus di luruskan gosip yang tidak benar itu.jangan jadi pengecut Yogi.berani berbuat harus berani bertanggung jawab. udah kabur, minta uang pernikahannya di balikin,malah Yudha sama Kanaya yang kena apes di gunjing keluarga Wulan.
Juwitae
bagus Yudha bicara begitu ke Yogi.. biar dia ngomong jujur ke keluarga Wulan. siapa yg salah siapa yang di salahkan
sryharty
Yudha suami istri the best pokonya
ρυтяσ kang'typo✨
😏😏dih....maksud mu apa Yogi???u ingin hidup mereka menyedihkan dengan pernikahan yang hanya sebagai pengganti gitu???hellllooooo mereka bahagia lahir batin Alhamdulillah...u cemburu🧐🤔mending u sibukin diri bahagia'in Wulan tuh..biar hati mu tidak iri sama hubungan Kanaya n Yudha😜😜
ρυтяσ kang'typo✨
heh ko mudah sekali memaaafkan🤭🤭emang cie dendam g baik,tapi kalo membela diri kan waja,r apa lagi yang mereka ucapkan itu fitnah😏😏😏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
jangan diam saja Yudha.meski Kanaya minta gak mengusik gosip itu lagi,setidaknya Yudha bicara sama Yogi agar gosip itu tidak makin tersebar meliar kemana-mana menjadi cerita yang merugikan Kanaya dan Yudha.luruskan kesalahpahaman yang terjadi.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
sirik itu namanya,lihat orang lain bahagia kok merasa terganggu.terus maumu Kanaya sama Yudha terbebani gitu dengan pernikahan mendadak mereka.merasa canggung dan dingin gitu.jangan berharap ya Yogi,mereka bahagia bahkan sangat bahagia dan beruntung.gak kayak kamu laki2 pengecut.
Juwitae
Makasih Mak Zha 🥰
sryharty
udah yah yog kamu ga usah deh terusik2 liat keromantisan Yudha dan Naya..
kamu juga bisa ko kaya mereka
wes kamu fokus aja sama Wulan
biar rumah tangga kalian kaya Yudha dan naya
sunaryati jarum
Untuk Kanaya dan Yudha pegang kuat komitmen kalian untuk selalu terbuka dan komunikasi jika ada masalah.Itu cara membangun kebahagiaan kalian.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!