NovelToon NovelToon
Istri Misterius Sang Jenderal

Istri Misterius Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita / Nikah Kontrak / Kerajaan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Arina Volans dipaksa menikah dengan Jenderal Orion Wezen, pria yang seharusnya menjadi suami adik tirinya. Di mata semua orang, Arina hanyalah wanita pendiam dan berwajah dingin yang tak pernah diinginkan siapa pun.

Namun, di balik wajah tanpa ekspresinya, Arina menyimpan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Saat malam tiba, ia menjalankan rencana-rencana berbahaya yang bahkan tak mampu ditebak oleh Orion.

Ketika identitas Arina perlahan terungkap, sebuah rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun mulai mengguncang kerajaan dan menyeret mereka ke dalam pusaran konspirasi, pengkhianatan, dan perang.

Mampukah seorang jenderal mempercayai istri yang paling misterius di seluruh kerajaan?

*

Cerita murni karangan penulis dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Arina mengantarkan Stella ke salah satu kamar tamu di sayap barat manor. Begitu melihat kedatangan Stella, beberapa pelayan tampak bersorak gembira. Wajah mereka dipenuhi antusiasme, jauh berbeda dengan sikap mereka terhadap Arina.

“Maaf, Kak,” ucap Stella lirih setelah melihat betapa senangnya para pelayan dan prajurit di manor menyambut kedatangannya.

“Bukan salahmu.” Arina menggeleng pelan sambil membuka pintu kamar di hadapan mereka. “Ini kamarmu.”

“Terima kasih, Kak.”

Stella melangkah masuk. Pandangannya menyapu seluruh ruangan yang tertata rapi dan terasa nyaman.

“Kak Arina, sebenarnya kau ingin mengobrol tentang apa?” tanyanya penasaran.

“Arcturus memperlakukanmu dengan baik?” tanya Arina.

Manik birunya mengamati Stella dengan saksama, berusaha menangkap setiap perubahan kecil pada ekspresinya. Meski mereka tidak pernah tumbuh sebagai saudari yang saling menyayangi, Arina tetap menyimpan kepedulian terhadapnya.

Bagaimanapun juga, Stella masih keluarganya.

Selain itu, selama tinggal di kediaman keluarga Volans, Stella adalah satu-satunya anggota keluarga yang memperlakukannya dengan cukup baik.

“Ya, dia memperlakukanku dengan baik,” jawab Stella sambil tersenyum manis.

Namun, gerakan jemarinya yang saling menggenggam dan sesekali meremas ujung gaun tidak luput dari perhatian Arina.

Stella sedang menyembunyikan sesuatu.

“Kalau kau mengalami masalah, kau bisa meminta bantuan Orion.” Alih-alih mendesak Stella untuk menjelaskan, Arina memilih memberi saran yang menurutnya lebih mudah diterima.

“Tentu, Kak.”

“Baiklah. Selamat malam.”

Setelah mengucapkan itu, Arina keluar dari kamar, membiarkan Stella beristirahat.

Saat kembali ke kamarnya, Arina mendapati Orion sudah berada di sana.

Pria itu langsung menatapnya tajam begitu ia melangkah masuk, membuat Arina mengernyit bingung.

Apa lagi sekarang? batin Arin.

Tanpa menghiraukan tatapan Orion, ia mengambil gaun tidurnya lalu masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian.

Begitu keluar, ia langsung naik ke tempat tidur.

“Apa yang kau bicarakan dengan Stella?” tanya Orion tiba-tiba. “Apa kau bertanya padanya bagaimana cara mendapatkan cinta atau perhatianku?”

“Kau sebaiknya tidur, Orion.” Arina membaringkan tubuhnya sambil memunggungi pria itu. “Besok kau harus berangkat ke perbatasan.”

Orion mendengus pelan.

Tatapannya tertuju pada punggung Arina beberapa saat, kemudian ia mengulurkan tangan dan menarik pelan ujung rambut ungu itu.

“Apa yang kau lakukan?” sentak Arina. Ia spontan berbalik dan menatap Orion dengan tatapan yang bahkan lebih dingin dari biasanya.

“Hanya bermain-main.”

Orion menyeringai kecil. Jemarinya memilin sehelai rambut Arina, lalu menariknya perlahan hingga Arina terpaksa sedikit mendekat agar rambutnya tidak tercabut.

Pria ini... memang ada yang salah dengan otaknya, gerutu Arin dalam hati.

“Lepaskan.”

Bukannya menurut, Orion justru mengambil lebih banyak helai rambut Arina. Dengan gerakan santai dan terampil, ia mulai mengepang rambut panjang itu.

“Kurasa kau lebih cocok menjadi penata rambut daripada Jenderal militer,” ujar Arina datar.

Meski mengomel, ia tidak lagi berusaha menghentikan Orion. Baginya, membiarkan pria itu selesai lebih cepat jauh lebih baik daripada terus berdebat.

“Kenapa kau melarangku memperlihatkan tanda lahirku kepada orang lain?” tanya Orion sambil tetap mengepang rambut Arina.

“Tanda seperti itu lebih cocok dimiliki wanita cantik,” jawab Arina asal. Kelopak matanya mulai terasa berat. “Kalau orang lain melihatnya, mereka bisa saja mengira kau seorang wanita.”

Orion mendecak pelan.

“Kecuali kalau kau memang ingin dikenal sebagai Jenderal yang feminin.” Arina melanjutkan dengan nada yang tetap datar.

“Mulutmu...” geram Orion.

Wajahnya memerah menahan kesal, sementara Arina justru mulai memejamkan mata, seolah ucapan barusan hanyalah komentar biasa yang sama sekali tidak layak diperdebatkan.

Tak lama kemudian, Arina sudah terlelap.

Orion hanya bisa menghela napas panjang. Amarahnya belum benar-benar reda, tetapi ia tentu tidak mungkin melampiaskannya kepada seseorang yang sedang tidur.

Tangannya masih memegang ujung rambut Arina yang telah selesai dikepang. Perlahan ia memejamkan mata.

Aroma lavender lembut yang berasal dari tubuh Arina entah mengapa membuat pikirannya jauh lebih tenang. Aroma itu perlahan mengusir ketegangan yang sejak tadi memenuhi kepalanya.

Orion memang jarang bisa tidur nyenyak. Bertahun-tahun hidup sebagai jenderal membuatnya terbiasa berjaga hingga larut malam, memikirkan strategi perang dan mengantisipasi pergerakan musuh. Bahkan saat berada di manor, kebiasaan itu tetap sulit dihilangkan.

Namun malam ini berbeda.

Aroma lavender itu membuat kelopak matanya terasa semakin berat.

Saat ia hampir tertidur, suara ketukan pelan terdengar dari balik pintu.

Tok... tok... tok...

Orion kembali membuka mata.

Ia melirik Arina yang masih tertidur lelap, sama sekali tidak terusik oleh suara itu.

Dengan hati-hati, Orion turun dari tempat tidur agar tidak membangunkannya. Ia mengambil jubah yang tergantung di dekat lemari, mengenakannya, lalu berjalan menuju pintu.

Begitu pintu terbuka, Orion tampak sedikit terkejut.

“Stella...?”

...***...

...Like, komen dan vote ...

1
Nda
kayanya Orion mulai cemburu nggak sh🤭
Nda
novelmu selalu menarik thor😍😍
ociii
🥰🥰
ociii
cerita'y bagus...♥️♥️
Mila Sari
Thor jgn setengah 2 ceritanya,, yg bnyk updatenya
Mila Sari: ditunggu ya Thor,, semangat berkarya
total 2 replies
Mila Sari
ceritanya smkin seru,, Thor yg bnyk updetnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!