NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 Suami Laknat

Zena saat ini berada di dapur, seperti biasa Zena sebelum berangkat ke kantor dan tadi Samudra baru saja meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepadanya. Zena sudah terbiasa dengan drama suaminya dan membuatnya memilih tetap diam.

Setelah sarapan Zena terlihat mencuci piring, pakaiannya juga sudah tampak rapi ingin buru-buru ke kantor.

Pintu Apartemen terbuka...

Zena mengerutkan dahi ketika mendengar suara otomatis dari pintu rumah mereka.

"Kak Dikta kembali," ucapnya mematikan kran air mengambil tisu dan melap tangannya kemudian melihat ke arah ruang tamu.

Ternyata bukan Dikta yang datang, tetapi seorang wanita yang tak lain adalah Ariana.

"Zena!" sapa Ariana dengan santai.

"Kamu kenapa bisa ada di sini dan kamu yang membuka rumah saya?" tanyanya.

"Benar, aku ingin mengambil barang Samudra yang tertinggal di kamar," jawabnya dengan santai membuat Zena mengerutkan dahi.

"Apa!" pekik Zena merasa apa yang dikatakan Ariana tampak tidak masuk akal.

"Iya, aku ingin mengambil barangnya di kamarnya," jawab Ariana.

"Permisi!" Ariana tersenyum dan kemudian langsung berlalu menuju kamar Samudra, baru saja Ariana ingin membuka pintu kamar tetapi tiba-tiba ditahan oleh Zena.

"Ini kamar pribadi saya dan tidak semua orang bisa masuk kedalam!" tegas Zena.

"Tetapi saya diperintahkan oleh Samudra," jawabnya dengan santai.

"Saya adalah istrinya dan sebaiknya kamu keluar dari rumah ini dan jangan suka masuk ke rumah saya tanpa mengetuk pintu!" tegas Zena.

"Kenapa harus mengetuk pintu jika saya tahu nomor PIN memasuki apartemen ini," ucap Ariana.

"Apa kamu bilang?" tanya Zena.

Arian menghela nafas dengan melipat kedua tangannya di dada.

"Kamu sangat berlebihan sekali Zena, saya tidak perlu mendapat izin dari kamu ketika saya sudah mendapat izin dari Samudra, masuk ke rumah dan termasuk masuk ke dalam kamarnya," ucap Ariana.

"Jadi kamu mengetahui PIN apartemen saya?" tanya Zena memastikan.

"Benar! sudah pasti aku mengetahui itu dari Samudra," jawabnya.

Zena seakan-akan tidak bisa berkata-kata.

"Aku akan masuk dan mengambil apa yang aku inginkan," ucap Ariana.

"Aku sudah mengatakan jangan menyentuh apapun di dalam rumah ini!" tegas Zena tetap menghalangi.

"Baiklah!" Ariana tidak melakukannya, tetapi terlihat mengambil sesuatu dari tasnya yang berupa ponsel.

"Hallo Samudra, sepertinya aku tidak bisa membantu kamu, istrimu melarangku untuk masuk ke dalam kamar," Ariana dengan tidak tahu malu menghubungi Samudra.

"Tetap ambil yang aku perintahkan kepadamu," Ariana sengaja menghidupkan loudspeaker pada ponsel tersebut.

Zena tidak menyangka jika suaminya benar-benar mengatakan hal itu, menyuruh seorang wanita masuk ke kamar mereka.

"Aku tidak bohong bukan," ucap Ariana dengan tersenyum miring.

"Sebelum kamu masuk ke dalam kamar ini, aku harus mengambil barang-barangku terlebih dahulu, artinya aku sudah tidak berada di kamar ini, karena aku tidak sudi di mana tempatku tidur dan seseorang harus masuk sembarangan ke dalamnya," ucap Zena dengan nada suaranya sudah pasti terdengar oleh Samudra.

Ariana tidak merespon hanya mengangkat kedua tangannya, menurutnya justru bagus jika Zena tidak tinggal satu kamar dengan Samudra.

Zena kemudian memasuki kamar tersebut dengan pintu kamar yang dibanting cukup keras.

Samudra tampak tidak berekspresi yang saat ini berada di dalam mobil, hanya mendengarkan nada suara istrinya yang mungkin sudah sangat marah dengan tingkahnya.

*****

Samudra sudah kembali pulang, Zena saat ini berada di meja makan menikmati makan malam sendirian tanpa memakai cadarnya.

Zena sudah lelah dan bahkan tidak menyapa suaminya, karena selama ini benar-benar diabaikan.

Samudra juga tidak peduli dan memasuki kamar, pasangan suami istri itu benar-benar dingin tanpa ada yang berbicara.

Samudra entah mengapa langsung berjalan menuju lemari dan ternyata hal yang dia duga benar-benar terjadi.

Zena sudah tidak tidur di kamar itu dengan mengambil seluruh pakaiannya. Jika masih berada di rumah dan artinya Zena kemungkinan memindahkan pakaiannya ke kamar tamu.

"Sial!" umpat Samudra.

Entah apa yang membuatnya kesal, padahal selama ini dia tidak menegur istrinya, menatapnya dengan penuh kebencian dan sekarang malah terlihat marah-marah tidak jelas karena sang istri memilih untuk tidak tidur di kamar tersebut.

Samudra kemudian langsung keluar dari kamar. Zena masih tetap berada di meja makan, masih menikmati makanan yang hanya untuknya sendiri karena selama ini Samudera tidak menyentuh makanannya.

"Baguslah akhirnya kau sadar diri juga untuk tidak tetap berada di dalam kamarku," ucap Samudra dengan tiba-tiba.

Zena tidak menanggapi dengan mulutnya yang masih mengunyah makanan itu.

"Seharusnya sejak awal keluar dari kamarku, bukan terus-menerus berada di dalam kamarku seperti orang tidak tahu diri," lanjut Samudra.

"Ariana kemungkinan akan sering datang ke rumah ini, untuk mengambil hal-hal yang aku perlukan, jangan pernah mencari keributan apa lagi dia harus menelpon ku, jika dia sudah berada di rumah ini yang artinya itu semua berdasarkan izin dariku!" tegas Samudra.

Zena mengangkat kepala, telinganya cukup panas dan saat ini menatap suaminya.

"Kenapa?"

"Kau tidak terima dengan apa yang aku katakan?"

"Apa kau merasa jauh lebih baik daripada Ariana? Sadar Zena, meski Ariana berpenampilan terbuka, seorang selebritis dan mungkin terdengar ada pemberitaan di televisi yang negatif kepadanya, tetapi sebenarnya dia wanita baik-baik dan tidak munafik sepertimu!" tegas Samudra sekarang sudah membandingkan istrinya dengan mantan kekasihnya.

"Jadi jangan pernah protes atas apapun. Ariana akan terus datang ke rumah ini dan semua berdasarkan perintah dariku!" tegas Samudra.

"Kalau begitu kenapa kalian tidak tinggal satu atap saja?" tantangan Zena sudah muak dengan suaminya.

"Kau menantangku? Kau pikir aku tidak bisa melakukannya, aku bisa saja mengakhiri pernikahan kita, tetapi penderitaan dan pembalasan yang layak untuk penipu sepertimu adalah dengan mempertahankan pernikahan ini, tetapi bukan berarti aku tidak bisa menikah dengan wanita lain dan termasuk Ariana wanita yang aku cintai sejak awal dan harus berpisah karena menikah denganmu!" tegas Samudra lagi-lagi kata-katanya semakin tajam menusuk ulu hati seperti tombak runcing.

"Kenapa Kakak begitu jahat sekali berbicara..." lirih Zena dengan terasa begitu sesak dan bahkan suaranya bergetar.

"Bukan aku yang jahat Zena, tetapi sesungguhnya wanita yang paling jahat itu adalah kau. Apa kau tidak menyadari dosa-dosa yang kau lakukan selama ini hah! Seharusnya kau berterima kasih kepadaku aku tidak membuka aibmu!" tegas Samudra.

"Jika masa lalu Zena, membuat Kakak begitu membenci Zena, maka silahkan, lakukan semua yang kakak inginkan, ingin menyakiti dan menyiksa silahkan, bahkan ingin tinggal satu atap dengannya juga silakan, lakukan saja," ucap Zena benar-benar lelah menghadapi Samudra.

Zena meninggalkan meja makan dan saat berlalu dari hadapan Samudra tangannya tiba-tiba saja ditahan dengan dicengkram begitu kuat pergelangan tangan tersebut yang membuat Zena berusaha untuk melepaskan.

"Kak sakit....." lirih Zena.

"Kau mengatakan hal seperti ini karena kau ingin dengan laki-laki itu? Kau sudah merasa paling hebat karena pada akhirnya kau bisa bersama dengan laki-laki yang tubuhmu kau berikan kepadanya hah!" umpat Samudra.

"Cukup Kak!" tegas Zena dengan nada suaranya meninggi dan bahkan melepaskan tangannya dari Samudra dengan mendorong Samudra.

"Aku tidak seburuk itu, aku tidak pernah memberikan tubuhku kepada siapapun, jangan terus menghinaku seakan-akan aku manusia yang paling jijik di dunia ini!" tegas Zena dengan air matanya kembali jatuh.

Bersambung....

1
Ariany Sudjana
Zena ini bodohnya kebangetan yah, demi menjaga mental Khaira, samudra disuruh meninggalkan Zena dan Khaira, dan kembali bersama Ariana? istri macam apa kamu yah? itu bukan solusi, tapi mencari masalah baru, dasar bodoh
Uthie
Walau bagaimanapun, harusnya Zena lebih bisa paham aturan, dirinya masih bersuamikan Samudera, dan harus jaga hubungan yg tidak disukai oleh suaminya saat ini ..
Uthie
Nasihat Rain betul itu... sekeras apapun Zena menentang nya, namun Takdir Tuhan lah yg menentukan untuk mereka tetap bersatu lewat anak 👍
Uthie
itulah... Zena jangan jadi egois makanya
Uthie
Wahhh.. si Samudera tohhh itu 😡
Uthie
Wahhh.. Zena parah juga dehh kayanya .. punya anak tapi di titip kan... udah gtu gak ada cerita atau merahasiakan semuanya dr orang tua angkatnya?! 🤨
Uthie
Dasar Egois 😡
Uthie
Memang salah Zena juga yg gak terus terang sedari awal 😌
Uthie
penasaran siapa yg sdh menodai Zena dulu?!???
Uthie
nexxxttt
Uthie
coba mampir 👍
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, lebih baik kamu itu dibunuh
Ariany Sudjana
harusnya Zena tetap tenang, jangan terpancing emosi karena si pelacur murahan itu. kalau kamu seperti itu, Khaira akan jadi sasaran tembak Ariana. Ariana kan ga tahu peristiwa sebenarnya seperti apa, jadi kamu jangan bodoh
Ariany Sudjana
banyak typo kak
Ariany Sudjana
kalau gini ceritanya, Khaira akan meninggal, makanya terus kasih pesan seperti itu ke orang tuanya
Ariany Sudjana
terlalu lama si pelacur murahan ini buat ulah, kenapa ga langsung saja dibawa ke jalur hukum ? dia sudah mencemarkan nama baik dan karirnya harus habis atau kalau perlu dibunuh saja si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
kamu jangan egois Zena, dengar dulu penjelasan samudra.
dan Ariana kamu salah cari lawan, kamu harus dibinasakan
anamika
the best pokoknya, semangat berkarya terus Thor👍💪
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, kamu itu harusnya dibunuh saja
Ariany Sudjana
Anggi dan Zena ini sama-sama keras kepala dan bodohnya kebangetan, apalagi Zena itu egois, hanya peduli sama Khaira, tapi ga peduli sama samudra.
nah samudra mau jalankan tugas negara kan? kak penulis buat saja ceritanya samudra dan rain itu kena tembak gitu dan koma atau buat saja meninggal sekalian, apa kedua perempuan sombong itu masih tetap sombong dan angkuh?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!