NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:73.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 Suami Laknat

Zena saat ini berada di dapur, seperti biasa Zena sebelum berangkat ke kantor dan tadi Samudra baru saja meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepadanya. Zena sudah terbiasa dengan drama suaminya dan membuatnya memilih tetap diam.

Setelah sarapan Zena terlihat mencuci piring, pakaiannya juga sudah tampak rapi ingin buru-buru ke kantor.

Pintu Apartemen terbuka...

Zena mengerutkan dahi ketika mendengar suara otomatis dari pintu rumah mereka.

"Kak Dikta kembali," ucapnya mematikan kran air mengambil tisu dan melap tangannya kemudian melihat ke arah ruang tamu.

Ternyata bukan Dikta yang datang, tetapi seorang wanita yang tak lain adalah Ariana.

"Zena!" sapa Ariana dengan santai.

"Kamu kenapa bisa ada di sini dan kamu yang membuka rumah saya?" tanyanya.

"Benar, aku ingin mengambil barang Samudra yang tertinggal di kamar," jawabnya dengan santai membuat Zena mengerutkan dahi.

"Apa!" pekik Zena merasa apa yang dikatakan Ariana tampak tidak masuk akal.

"Iya, aku ingin mengambil barangnya di kamarnya," jawab Ariana.

"Permisi!" Ariana tersenyum dan kemudian langsung berlalu menuju kamar Samudra, baru saja Ariana ingin membuka pintu kamar tetapi tiba-tiba ditahan oleh Zena.

"Ini kamar pribadi saya dan tidak semua orang bisa masuk kedalam!" tegas Zena.

"Tetapi saya diperintahkan oleh Samudra," jawabnya dengan santai.

"Saya adalah istrinya dan sebaiknya kamu keluar dari rumah ini dan jangan suka masuk ke rumah saya tanpa mengetuk pintu!" tegas Zena.

"Kenapa harus mengetuk pintu jika saya tahu nomor PIN memasuki apartemen ini," ucap Ariana.

"Apa kamu bilang?" tanya Zena.

Arian menghela nafas dengan melipat kedua tangannya di dada.

"Kamu sangat berlebihan sekali Zena, saya tidak perlu mendapat izin dari kamu ketika saya sudah mendapat izin dari Samudra, masuk ke rumah dan termasuk masuk ke dalam kamarnya," ucap Ariana.

"Jadi kamu mengetahui PIN apartemen saya?" tanya Zena memastikan.

"Benar! sudah pasti aku mengetahui itu dari Samudra," jawabnya.

Zena seakan-akan tidak bisa berkata-kata.

"Aku akan masuk dan mengambil apa yang aku inginkan," ucap Ariana.

"Aku sudah mengatakan jangan menyentuh apapun di dalam rumah ini!" tegas Zena tetap menghalangi.

"Baiklah!" Ariana tidak melakukannya, tetapi terlihat mengambil sesuatu dari tasnya yang berupa ponsel.

"Hallo Samudra, sepertinya aku tidak bisa membantu kamu, istrimu melarangku untuk masuk ke dalam kamar," Ariana dengan tidak tahu malu menghubungi Samudra.

"Tetap ambil yang aku perintahkan kepadamu," Ariana sengaja menghidupkan loudspeaker pada ponsel tersebut.

Zena tidak menyangka jika suaminya benar-benar mengatakan hal itu, menyuruh seorang wanita masuk ke kamar mereka.

"Aku tidak bohong bukan," ucap Ariana dengan tersenyum miring.

"Sebelum kamu masuk ke dalam kamar ini, aku harus mengambil barang-barangku terlebih dahulu, artinya aku sudah tidak berada di kamar ini, karena aku tidak sudi di mana tempatku tidur dan seseorang harus masuk sembarangan ke dalamnya," ucap Zena dengan nada suaranya sudah pasti terdengar oleh Samudra.

Ariana tidak merespon hanya mengangkat kedua tangannya, menurutnya justru bagus jika Zena tidak tinggal satu kamar dengan Samudra.

Zena kemudian memasuki kamar tersebut dengan pintu kamar yang dibanting cukup keras.

Samudra tampak tidak berekspresi yang saat ini berada di dalam mobil, hanya mendengarkan nada suara istrinya yang mungkin sudah sangat marah dengan tingkahnya.

*****

Samudra sudah kembali pulang, Zena saat ini berada di meja makan menikmati makan malam sendirian tanpa memakai cadarnya.

Zena sudah lelah dan bahkan tidak menyapa suaminya, karena selama ini benar-benar diabaikan.

Samudra juga tidak peduli dan memasuki kamar, pasangan suami istri itu benar-benar dingin tanpa ada yang berbicara.

Samudra entah mengapa langsung berjalan menuju lemari dan ternyata hal yang dia duga benar-benar terjadi.

Zena sudah tidak tidur di kamar itu dengan mengambil seluruh pakaiannya. Jika masih berada di rumah dan artinya Zena kemungkinan memindahkan pakaiannya ke kamar tamu.

"Sial!" umpat Samudra.

Entah apa yang membuatnya kesal, padahal selama ini dia tidak menegur istrinya, menatapnya dengan penuh kebencian dan sekarang malah terlihat marah-marah tidak jelas karena sang istri memilih untuk tidak tidur di kamar tersebut.

Samudra kemudian langsung keluar dari kamar. Zena masih tetap berada di meja makan, masih menikmati makanan yang hanya untuknya sendiri karena selama ini Samudera tidak menyentuh makanannya.

"Baguslah akhirnya kau sadar diri juga untuk tidak tetap berada di dalam kamarku," ucap Samudra dengan tiba-tiba.

Zena tidak menanggapi dengan mulutnya yang masih mengunyah makanan itu.

"Seharusnya sejak awal keluar dari kamarku, bukan terus-menerus berada di dalam kamarku seperti orang tidak tahu diri," lanjut Samudra.

"Ariana kemungkinan akan sering datang ke rumah ini, untuk mengambil hal-hal yang aku perlukan, jangan pernah mencari keributan apa lagi dia harus menelpon ku, jika dia sudah berada di rumah ini yang artinya itu semua berdasarkan izin dariku!" tegas Samudra.

Zena mengangkat kepala, telinganya cukup panas dan saat ini menatap suaminya.

"Kenapa?"

"Kau tidak terima dengan apa yang aku katakan?"

"Apa kau merasa jauh lebih baik daripada Ariana? Sadar Zena, meski Ariana berpenampilan terbuka, seorang selebritis dan mungkin terdengar ada pemberitaan di televisi yang negatif kepadanya, tetapi sebenarnya dia wanita baik-baik dan tidak munafik sepertimu!" tegas Samudra sekarang sudah membandingkan istrinya dengan mantan kekasihnya.

"Jadi jangan pernah protes atas apapun. Ariana akan terus datang ke rumah ini dan semua berdasarkan perintah dariku!" tegas Samudra.

"Kalau begitu kenapa kalian tidak tinggal satu atap saja?" tantangan Zena sudah muak dengan suaminya.

"Kau menantangku? Kau pikir aku tidak bisa melakukannya, aku bisa saja mengakhiri pernikahan kita, tetapi penderitaan dan pembalasan yang layak untuk penipu sepertimu adalah dengan mempertahankan pernikahan ini, tetapi bukan berarti aku tidak bisa menikah dengan wanita lain dan termasuk Ariana wanita yang aku cintai sejak awal dan harus berpisah karena menikah denganmu!" tegas Samudra lagi-lagi kata-katanya semakin tajam menusuk ulu hati seperti tombak runcing.

"Kenapa Kakak begitu jahat sekali berbicara..." lirih Zena dengan terasa begitu sesak dan bahkan suaranya bergetar.

"Bukan aku yang jahat Zena, tetapi sesungguhnya wanita yang paling jahat itu adalah kau. Apa kau tidak menyadari dosa-dosa yang kau lakukan selama ini hah! Seharusnya kau berterima kasih kepadaku aku tidak membuka aibmu!" tegas Samudra.

"Jika masa lalu Zena, membuat Kakak begitu membenci Zena, maka silahkan, lakukan semua yang kakak inginkan, ingin menyakiti dan menyiksa silahkan, bahkan ingin tinggal satu atap dengannya juga silakan, lakukan saja," ucap Zena benar-benar lelah menghadapi Samudra.

Zena meninggalkan meja makan dan saat berlalu dari hadapan Samudra tangannya tiba-tiba saja ditahan dengan dicengkram begitu kuat pergelangan tangan tersebut yang membuat Zena berusaha untuk melepaskan.

"Kak sakit....." lirih Zena.

"Kau mengatakan hal seperti ini karena kau ingin dengan laki-laki itu? Kau sudah merasa paling hebat karena pada akhirnya kau bisa bersama dengan laki-laki yang tubuhmu kau berikan kepadanya hah!" umpat Samudra.

"Cukup Kak!" tegas Zena dengan nada suaranya meninggi dan bahkan melepaskan tangannya dari Samudra dengan mendorong Samudra.

"Aku tidak seburuk itu, aku tidak pernah memberikan tubuhku kepada siapapun, jangan terus menghinaku seakan-akan aku manusia yang paling jijik di dunia ini!" tegas Zena dengan air matanya kembali jatuh.

Bersambung....

1
Si Memeh
bagus cerita nya thor ❤ tp sedih banget 😭😭😭
LIANI LA BUNGA YANI
mampir thor🥹
Tamirah
Dengan meninggalnya Khaira wanita ular itu sdh bisa membalas dendam ada rasa puas Zena dan Samudra menderita, apakah wanita ular itu masih hidup...?
Uthie
Yaaa... koq udahan nya gtu thor 😭😭😭

semoga masih terus bisa menyimak untuk next kebahagiaan nya Zena 🙏🙏😢
Herman Lim
kau kira bakalan pulang dgn selamat dan bisa bahagia dgn anak yg baru 😔😔
Tamirah
Memang selalu ada wanita luar didalam sebuah novel, karena kehadiran wanita ular atau Mak Lampir menjadi bumbu dalam alur cerita, tanpa mereka cerita akan monoton hambar bak sayur kurang garam dan bikin emosi si pembaca.
Marini Suhendar
Ya allah...Aku g bisa bayangin klo d posisi zena...
Semoga d season W samudea masih hidup
Ariany Sudjana
waduh, kok gini terakhirnya? samudra hilang dan tidak bisa ditemukan /Sob/,
Cica Aretha
ya Alloh kasian zena thor..d tinggal sama or terkasih nya..😭😭
Ariany Sudjana
semoga samudra dan anak buahnya bisa mengatasi gangguan dalam tugasnya, tetap fokus yah samudra
Tamirah
Ini yg ditunggu tunggu para readers memohon menghiba dan merangkak untuk sebuah kata maafkan, keren Thor alur cerita nya 👍👍👍
Tamirah
Thor betapa serunya bila Samudra menyadari bahwa dialah yg memperkosa Zena dan Zena tetap pada keputusan nya bila sdh bertemu dgn laki laki yg memperkosanya dia tetap minta cerai walau pun yg memperkosa nya adalah suaminya sendiri.
Tamirah
Seharusnya nya Samudra pun mencari bukti digudang tua itu biar sadar siapa yg diperkosa waktu itu kan bisa mencari bukti entah itu sesuatu benda yg terlepas dari tubuh Zena biar sama sama punya bukti.
Uthie
Wahhh.. itu aga serem kalau perang
Tamirah
Kalau Samudera sdh sadar dan ingat bahwa ialah yg memperkosa istrinya sendiri sblm menikah terbalik lah untuk balas dendam karena sdh menghina dan selingkuh.Buat Samudra untuk merangkak dan berlutut meminta maaf itupun kamu hrs bersikap cuek biar tahu rasanya nya dihina dan diselingkuhi.
Tamirah
Masak Thor pernikahan selama bbrp bln belummm ada kesempatan untuk menjelaskan kejadian yg sebenarnya nya, percaya tdk percaya paling tdk Zena ada kesempatan untuk mengatakan,dasar emang dibuat begitu ceritanya biar readers penasaran.
Tamirah
, wajar lah seorang suami marah ketika sebelum malam pertama dilakukan Zena buka kartu bahwa sdh tida perawan, Samudra kecewa perempuan yg alim gak bisa menjaga kehormatannya.dia tidak mendengar penjelasan dari zena,yg ada hanya rasa emosi.
Tamirah
Kenapaa Zena merasa keberatan untuk menikah tentu masa lalu kertika masih putih abu abu malam' itu perawan nya sdh diambil paksa namun gak tahu siapa yg menggagahinya... tentu menyakitkan bagi gadis yg berhijab dan bercadar,musibah yg dialami benar benar membuat trauma.
Tamirah
Terus Thor masih menyimak krn ceritanya blm jelas.
Uthie
semoga nanti pas kembali kalian dah saling isi yaa 😁👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!