NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: GERBANG MENUJU ALAM RAHASIA

​Xuan Chen menyipitkan matanya. Tatapannya tertuju pada profil wajah Mo Cheng yang tersembunyi di balik tudung hitam.

​Di dalam benaknya, sebuah analisis dingin berputar cepat. Bagaimana mungkin keponakan dari Tetua Mo—sosok pemegang otoritas nomor satu di Lembah Murid Luar Sekte Jurang Jiwa—masih bertahan di Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Lima? Dengan posisi dan pengaruh sebesar itu, akses terhadap pil kultivasi murni dan Batu Spiritual melimpah seharusnya bukanlah hal yang sulit didapat untuk sekadar memicu Dantian.

​Seolah-olah sanggup membaca alur pikiran yang melintas di kepala Xuan Chen, Mo Cheng kembali tertawa kekeh dengan suara seraknya.

​"Kau pasti bertanya-tanya mengapa aku masih berada di Lapisan Lima, bukan?" bisik Mo Cheng seraya merapikan jubahnya. "Padahal dengan paman sebagai orang nomor satu di zona luar sekte, aku bisa mendapatkan sumber daya yang melimpah untuk memicu Dantianku sejak lama."

​Xuan Chen tidak menampik. Ia menatap Mo Cheng secara langsung dengan raut wajah yang tetap stabil.

​"Ya, Senior," jawab Xuan Chen tenang. "Sudah sepuluh hari kurang lebih aku menginjakkan kaki di sekte ini, dan aku menyadari bahwa sebagian besar murid dalam yang berpengaruh selalu memiliki keterikatan darah atau hubungan khusus dengan para tetua."

​"Hehehe... Jawaban yang sangat jujur, Junior Xuan," Mo Cheng menyeringai di balik kegelapan tudungnya, bersiap menyampaikan alasan di balik keputusannya menahan ranah.

​Namun, sebelum Mo Cheng sempat melanjutkan penjelasannya, sebuah suara menggelegar mendadak memutus pembicaraan mereka.

​"Para serangga Sekte Jurang Jiwa! Bersiaplah!"

​Teriakan Tetua Lang menggema keras dari atas podium batu, memotong seluruh bisikan dan interaksi para murid di area lapangan.

​Di tengah-tengah area lapang yang memisahkan barisan empat sekte besar, empat figur terpilih berdiri melingkari titik pusat retakan dimensi. Mereka adalah empat tetua berkuasa yang mewakili masing-masing kekuatan—Sekte Jurang Jiwa, Sekte Awan Hijau, Sekte Pedang Guntur, dan Sekte Teratai Suci.

​Tekanan spiritual Ranah Lautan Qi Lapisan Dua meledak secara bersamaan dari tubuh keempat tetua tersebut!

​BOOOOOOMMMMM!

​Gelombang energi warna-warni meluncur deras dari telapak tangan keempat pakar tersebut, menghantam segel formasi KUNO yang membelenggu retakan dimensi di tengah lembah. Udara di sekeliling retakan bergetar hebat, membiaskan cahaya keemasan bercampur pusaran hitam yang kian melebar secara ekstrem.

​Gemuruh dahsyat menguncang fondasi bumi. Petir-petir menyambar dari balik pusaran dimensi yang membara, memancarkan bau kabut purba yang terkunci selama ribuan tahun.

​Atmosfer di seluruh dasar lembah mendadak menjadi sangat tegang dan mencekik.

​Seratus murid terpilih dari empat sekte besar yang berdiri di sekeliling lapangan menarik napas berat secara bersamaan. Harap-harap cemas mulai merayap di dada sebagian besar kultivator fana tersebut. Ada murid yang jemarinya gemetar hebat akibat rasa gugup yang tak tertahankan, namun tidak sedikit pula yang matanya berkilat oleh binar semangat dan keserakahan murni.

​Apa yang sebenarnya menanti mereka di balik pintunya? Apakah warisan kuno yang sanggup mengubah takdir, ataukah kuburan berdarah yang menelan nyawa mereka di dalam kegelapan?

​"Formasi telah terbuka! Masuk!" raung Tetua Lang memecah keheningan.

​Cahaya keemasan dari retakan dimensi mendadak membumbung tinggi menembus langit, menyibakkan lorong spasial berbentuk pusaran raksasa yang siap menampung seratus tubuh fana.

​Wuuuuusshhh!

​Seketika itu juga, gelombang pergerakan meledak di empat penjuru lapangan!

​Bagaikan ratusan anak panah yang dilepaskan dari busurnya, murid-murid dari tiga sekte aliran suci melesat lebih dulu. Murid Sekte Awan Hijau meloncat membawa kilatan hijau, murid Sekte Pedang Guntur bergerak bagaikan petir biru, dan murid Sekte Teratai Suci melayang lincah dalam balutan kain abu-abu keemasan. Mereka menancapkan tumpuan kaki ke lantai batu dan meluncur deras ke dalam lorong cahaya.

​"Jangan biarkan anjing-anjing ortodoks itu mengambil tempat pertama!" teriak salah satu murid luar Sekte Jurang Jiwa.

​Dua puluh lima iblis muda Sekte Jurang Jiwa tidak mau kalah. Dengan raungan buas dan pijakan kaki yang menghancurkan batu-batu lapangan, mereka menerjang maju menembus udara, meluncur secara berbondong-bondong ke arah pusaran dimensi.

​Wush! Wush! Wush!

​Satu per satu tubuh para kultivator fana itu lenyap ditelan oleh pusaran cahaya keemasan bercampur hitam, terdistorsi oleh fluktuasi hukum ruang dan waktu.

​Tepat di saat pusaran dimensi itu terbuka penuh dan menelan barisan depan, Mo Cheng melirik sekilas ke arah Xuan Chen dari sudut matanya.

​"Simpan rasa penasaranmu, Junior Xuan," bisik Mo Cheng pelan dengan seringai misterius di balik tudungnya. "Jika kau sanggup bertahan hidup dan keluar dari Alam Rahasia ini... aku sendiri yang akan membeberkan alasannya kepadamu."

​Xuan Chen hanya menyunggingkan senyum tipis yang dingin di sudut bibirnya, menatap lurus ke arah lorong cahaya dimensi yang berputar hebat di depan mata.

​"Mari kita lihat saja nanti, Senior Mo."

​Brak!

​Xuan Chen menghentakkan kakinya ke tanah. Otot-otot fisiknya di Lapisan Tiga memadamkan dorongan murni, membawa tubuh jubah hitamnya melesat menembus udara bersama Mo Cheng.

​Dalam satu kejapan mata, wujud Xuan Chen dan Mo Cheng terseret ke dalam pusaran keemasan yang berkilat, menghilang sepenuhnya dari dasar lembah dan meninggalkan dunia luar di belakang mereka.

​Pintu Alam Rahasia Kuno resmi menelan seratus mangsanya.

​Namun, apa yang tidak disadari oleh seratus murid terpilih tersebut adalah hukum tersembunyi dari formasi spasial kuno ini. Setiap kultivator yang melangkah menembus lorong cahaya tidak mendarat di titik yang sama, melainkan langsung terlempar dan dipindahkan secara acak ke berbagai pelosok wilayah Alam Rahasia.

​Wuuush!

​Sensasi terombang-ambing akibat pusaran ruang dan waktu mereda perlahan.

​Di sebuah tempat terisolasi, Lu Feng mendarat dengan tumpuan dua kaki di atas batuan licin. Begitu menguasai keseimbangan fisiknya, Lu Feng langsung memasang kuda-kuda cakar dengan tingkat kewaspadaan maksimal, matanya memindai sekeliling dengan cepat.

​Di hadapannya terhampar sebuah danau raksasa yang sangat tenang dan indah. Permukaan airnya jernih bagaikan cermin, dipenuhi pendaran energi Qi langit dan bumi yang sangat melimpah—jauh lebih murni dibanding atmosfer Sekte Jurang Jiwa.

​Tidak jauh dari posisinya, beberapa siluet tubuh melangkah keluar dari kabut tipis dan mendarat di tepi danau. Mereka adalah murid-murid dari empat sekte yang dipindahkan ke titik acak yang sama.

​Lu Feng menyapu pandangannya dengan cermat ke arah orang-orang tersebut. Ketika memastikan tidak ada figur berbaur bahaya yang ditakutinya di sekitar tempat itu, Lu Feng membuang napas lega. Seringai picik perlahan kembali mekar di wajahnya.

​"Beruntung sekali aku... Hahaha!" kekeh Lu Feng pelan di dalam hatinya. "Yan Ge tidak ada di tempat ini!"

​Di belahan wilayah lain yang berjarak ratusan mil dari danau, iklim terdistorsi secara ekstrem.

​Mo Cheng mendarat di atas hamparan daratan yang sepenuhnya membeku. Es tebal melapisi pepohonan dan batuan di sekitarnya, memancarkan hawa dingin yang menusuk tulang.

​Dengan gerakan tenang, Mo Cheng merapikan tudung hitamnya yang tertutup salju halus. Sepasang matanya yang tajam memindai area padang es tersebut, mencari-cari apakah ada figur murid luar yang ia kenal atau berpotensi menjadi ancaman langsung di sekitarnya.

​Sementara itu, di wilayah bagian barat Alam Rahasia Kuno...

​Pergeseran dimensi menghempaskan Xuan Chen keluar dari lorong cahaya. Kedua kakinya mendarat dengan stabil di atas permukaan tanah yang dipenuhi dedaunan busuk dan akar-akar raksasa.

​Ia terlempar ke dalam sebuah hutan belantara, Pohon-pohon menjulang tinggi menutupi langit, membiaskan sinar keemasan menjadi remang-remang yang lembap. Hawa kuno bercampur aroma tanah basah menusuk indra penciumannya.

​Namun, belum sempat Xuan Chen menarik napas pertama untuk menilai medan sekitarnya—

​"Mati kau, Bocah!"

​Sebuah raungan mendadak meledak dari atas dahan pohon di sebelah kirinya!

​Niat membunuh yang sangat dingin dan pekat mengunci keberadaan Xuan Chen secara instan. Angin berdesing nyaring, membelah udara dengan kecepatan ekstrem.

​Wuuuuuuussssshhhhh!

​Sebuah belati beracun meluncur deras di tengah remang-remang hutan, memancarkan kepulan uap hijau korosif yang mengincar lurus ke arah tenggorokan Xuan Chen!

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!