Li mingyue seorang agen mata-mata negara yang jenisu, ia sangat berbakat dalam bidang seni beladiri juga bidang kedokteran. Ia menguasai ilmu kedokteran modern maupun ilmu dokter tradisional.
Li Mingyue terbunuh karena penghiatan temannya sendiri, saat menjalankan misi bersama. Bukannya pergi keneraka atau surga dia berinkarnasi kezaman kultivator, dimana yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah di injak seperti semut.
Dia menjadi seorang putri lemah yang tidak dianggap di kerajaan Xuanxi, bahkan ia juga akan di nikahkan dengan seorang Jendral lumpuh, dingin dan galak.
°
°
°
☆ Cerita ini hanya fiktif belaka tidak sesuai dengan sejarah maupun kehidupan nyata, ini murni karangan Author. ☆
🎈 Mohon Dukungannya ya Teman-teman!... 😍😍😍🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Shen Yuze
Pria itu kembali memejamkan matanya, sambil mengingat sesuatu setelah itu dia membuka matanya lagi.
"Bagaimana keadaan sekarang?, aku sudah lama berada di perbatasan tidak mengetahui kondisi ibu kota saat ini." Ucapnya dengan tegas kepada bawahannya.
"Jendral, apa maksudmu apa kamu mengawatirkan orang-orang di istana bulan, kalau begitu aku akan memberikan perintah kepada mata-mata di ibu kota, untuk menyelidiki istana bulan." Ucapnya pengawalnya itu dengan heran,
selama ini Jendral tidak pernah tertarik dengan urusan wanita. Justru setelah mendengar istana bulan jendral sangat tertarik, dia melihat pria itu dengan mata sampingnya.
"Jangan berpikir macam-macam, saat aku kecil ibunya pernah menyelamatkanku, padahal dia sedang mengandung besar tetapi masih sempat menolongku, sejak itu aku ingin balas budi, tetapi aku dengar dia meninggal saat melahirkan." Ucapnya sambil memejamkan mata.
jika tidak ada yang menolongnya saat itu dia pasti sudah tidak ada di dunia ini, dan menjadi Jendral yang di takuti.
"Tetapi aku tetap tidak bisa datang untuk melihat kepergiannya untuk terakhir kalinya," ucapnya dengan sedikit sedih, lalu ia melanjutkan ceritanya
"saat itu keluarga Shen di utus ke berbatasan bertahun-tahun di berbatasan baru bisa kembali, saat aku ingin mengunjungi istana bulan, putri manja itu selalu buat masalah dengan menggangguku." Ucapnya lagi lalu ia melihat bawahannya itu dengan tatapan tajam.
Bawahan itu merasakan kedinginan melihat tatapan itu tetapi dia sudah terbiasa dengan tatapan itu lalu ia tersenyum manis.
"Jendral baru kali ini aku mendengarmu berbicara sebanyak ini, selanjutnya aku sudah tahu ceritanya, setelah menolak putri kedua didepan umum dengan tegas juga ucapan pedas mu itu, kamu kembali di utus ke perbatasan." Ucap pengawalnya itu.
"Saya yakin, itu pasti ulah permaisuri yang meminta anda keperbatasan karena telah mempermalukan Putrinya di depan umum, aku sedikit ragu dekat racun ini apakah darinya juga." Zhong mencurigai permaisuri dan putri kedua yang meracuni Shen Yuze.
"Mungkin dia salah satunya, pelaku utamanya tentu pemimpin nya." Ucap Shen Yuze dengan acuh dia tidak lagi terkejut karena dia sudah memprediksi kejadian ini.
"Jendral mereka yang tidak tahu berterimakasih, anda sudah menjaga wilayah dengan nyawa anda, tetapi dia masih ingin membunuh anda." Ucap Zhong lalu ia menghela nafasnya.
"Baiklah untuk masalah istana bulan anda bisa tenang saya akan meminta Ziyi untuk menyelidiki istana bulan, sampai tuntas! Jadi anda hanya perlu untuk fokus untuk penyembuhan kaki anda, aku yakin anda pasti akan sembuh, kembali." Ucapnya lagi.
"Tetapi saya mengingatkan, setelah mendengar kabar di istana bulan anda harus tenang!," ucap Zhong lagi memperingati Shen Yuze agar tetap tenang.
Ya dia adalah Shen Yuze Jendral buruk rupa yang terkenal di ibu kota, karena dia selalu memakai topeng tidak ada yang tahu wajah di balik topeng itu, orang mengira dia memiliki wajah yang jelek.
"anda tahu sendirikan putri istana bulan sudah terkenal sampah tidak berguna dan bodoh, dengan begitu kita sudah bisa menebak bagaimana kehidupannya disana, aku sendiri cukup kasihan membayangkannya." Ucap lagi untuk memperingati Jendralnya itu.
Pria itu mengepalkan tangannya dengan kuat, lalu memukul meja dihadapannya sampai hancur, pengawal sangat cemas melihat kemarahan
"Jendral!!! Apa yang kamu lakukan apa kamu tidak sayang nyawamu lagi!, dengan begini racunmu akan mengaliri saluran darahmu dengan cepat, tahan amarahmu!." Ucapnya pengawal lagi.
"Zhong apa yang harus aku lakukan, aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan melindungi putri penyelamatku tapi aku gagal melindunginya." Ucapnya lagi dia memukul kakinya yang lumpuh.
"Sekarang aku tidak berguna." Ucapnya sedih, dan tidak berdaya.
Zhong adalah bawahannya yang setia termasuk kaki tangannya yang selalu berada di sampingnya, dia tahu seperti apa junjungannya ini. Dia sudah lama berada di keluarga Shen dia juga berhutang budi pada keluarga Shen yang telah menyelamatkan dirinya dari kelaparan saat itu, karena itu dia berlatih keras dan menjadi pengawal Shen Yuze, Jendralnya saat ini.
"Jendral Shen, anda masih bisa melindunginya, apa anda lupa masih ada penikahan, lewat ini anda bisa melindunginya." Ucap Zhong ia juga sedih melihat Jendralnya seperti ini.
Barulah Shen Yuze berhenti mengamuk, lalu ia meminta kepada Zhong mengirimkan surat kepada Ziyi untuk menjaga putri istana bulan, di ibu kota.
"Zhong, kirimkan surat pada Ziyi untuk menjaganya di ibu kota, dan percepatlah untuk kembali ke ibu kota." Ucapnya lalu ia memejamkan matanya.
"Baik Jendral." Ucap Zhong lalu ia keluar dari kereta lalu meminta kusir untuk kembali berjalan menuju ibu kota. Sedangkan dirinya menulis surat untuk Ziyi yang berada di ibu kota supaya menjaga Putri Bulan.
****
Tiga hari kemudian surat balasan sampai di tangan Zhong, lalu kembali memberitahu tuannya.
"Jendral surat balasan dari Ziyi sudah sampai, apa anda ingin membacanya sendiri atau aku yang membacanya." Ucap Zhong sambil memberi selembar surat kepada Shen Yuze.
Shen Yuze mengambil surat itu lalu membacanya, ia mengepalkan tangannya saat membaca surat itu amarahnya kembali melunjak.
"Jendral tenang, tahan emosimu bukankah anda ingin bertemu putri Bulan secepat mungkin?." Zhong menenangkan tuan dengan menyebut nama putri Bulan.
"Namanya Li Mingyue, nama yang sangat indah tetapi kehidupannya tidak seindah namanya, ya kamu benar akau harus tenang, supaya aku bisa bertemu dengannya." Ucap Shen Yuze lalu ia melanjutkan membacanya.
"Zhong, Ziyi mengatakan istana Bulan lenyap seperti di telan bumi, apa yang terjadi mengapa istananya menghilang." Ucapnya dengan cemas.
"Tenang Jendral jangan marah...tahan...em..." Zhong belum menyelesaikan katanya tetapi Shen Yuze sudah memuntahkan darah hitam pekat.
Uuueekkk!!
"Jendral!." Ucap Zhong lalu ia memberikan pil pereda racun sementara hanya obat ini yang dia miliki.
Shen Yuze mendapatkan racun langka tidak ada tabib yang bisa membuat penawar racunnya. Jadi mereka hanya bersabar untuk mencari tabib suci.
"Aku tidak apa pa Zhong, tolong percepat laju ke ibu kota aku ingin mencarinya sendiri, apa yang terjadi padanya." Ucap Shen Yuze lagi, lalu Zhong membantunya untuk tidur, didalam kereta sudah di lengkapi dengan tempat tidur.
"Baiklah anda istirahat, jangan terlalu marah jika masih ingin melihat putri bulan, di ibu kota.." Ucap Zhong lagi, Shen Yuze mengabaikannya sambil memejamkan mata.
Zhong sudah terbiasa lalu ia keluar dari kereta, kemudian duduk dekat kusir.
"Biar aku yang membawanya, kamu istirahat terlebih dahulu, beberapa hari kedepannya kita akan istirahat lagi" ucap Zhong kepada sang kusir itu.
°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
mau kasian TPI mereka sendiri yg memulai jahat pada mingyue🤣
lanjut up lagi thor