Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEKTE KUNO 13
Pusaran asap hitam itu tidak mewujud menjadi bentuk manusia utuh, melainkan tetap membentuk siluet bayangan berwajah iblis dengan sepasang mata merah menyala yang menatap tajam ke arah Mingyue. Dari dalam asap tersebut, sebuah suara gaib yang bergema langsung di dalam pikiran Mingyue mulai terdengar, suara yang terdengar serak, dingin, namun dipenuhi oleh daya pikat magis yang teramat kuat.
"Aku bisa membuatmu menjadi kuat... dan tak terkalahkan, Putri Suci yang malang..." ucap bayangan hitam itu, suaranya bergaung di setiap sudut dinding batu.
"Siapa kamu sebenarnya? Jangan bersembunyi di dalam kegelapan! Tampakkan wujud aslimu atau aku akan menghancurkanmu dengan pedangku!" seru Mingyue dengan nada mengancam, meskipun di dalam hatinya ia merasa sangat terintimidasi oleh tekanan aura kegelapan yang dipancarkan oleh makhluk tersebut.
Bayangan hitam itu terkekeh pelan, sebuah suara tawa yang terdengar sangat meremehkan. "Menghancurkanku? Dengan basis kultivasimu yang sudah cacat dan turun ke tingkat Pencerahan Menengah itu? Jangan membuatku tertawa, Lu Mingyue. Aku tahu persis seberapa parah luka di jiwamu saat ini. Dan aku... adalah satu-satunya entitas di dunia ini yang bisa mengatasinya dalam sekejap."
Mingyue tertegun, cengkeramannya pada gagang pedang sedikit melonggar. "Siapa kamu? Jangan mengada-ada dan mencoba menipuku! Sesepuh Alkemis tertinggi sekte kami saja tidak bisa menghancurkan sisa petir Maharaja Agung itu dengan cepat, bagaimana mungkin makhluk asing sepertimu bisa melakukannya?"
"Alkemis sektemu hanyalah sekumpulan manusia bodoh yang terikat oleh hukum alam yang fana," asap hitam itu bergerak mendekat, melayang di atas altar batu tepat di depan wajah Mingyue. Sepasang mata merah menyalanya menatap langsung ke dalam pupil mata gadis itu, membaca setiap jengkal dendam yang ada di sana. "Aku adalah Iblis Hitam, entitas penguasa kegelapan purba dari alam bawah. Bersekutulah denganku, serahkan sedikit ruang di dalam jiwamu untuk kutempati, dan aku akan memberikanmu kekuatan yang sangat hebat... kekuatan yang melampaui batas manusia biasa, kekuatan yang akan mengembalikan kejayaanmu dalam sekejap."
Mendengar kata 'Iblis Hitam', tubuh Lu Mingyue seketika bergetar ketakutan. Sejarah daratan kultivasi selalu mencatat bahwa bersekutu dengan kaum iblis adalah tabu tertinggi yang akan mendatangkan kutukan dan kehancuran abadi bagi seluruh sekte.
"Tidak...!" Mingyue melangkah mundur dengan panik, menggelengkan kepalanya dengan tegas. "Aku adalah Putri Suci dari faksi ortodoks! Aku tidak akan pernah sudi bersekutu dengan iblis jahat sepertimu! Pergi dari sini sekarang juga sebelum aku memanggil Ketua Sekte dan para tetua untuk memurnikanmu!"
Bayangan Iblis Hitam itu tidak marah, ia justru tertawa lebih keras, suaranya dipenuhi oleh manipulasi psikologis yang teramat kejam. "Memanggil Ketua Sektemu? Guo Zhenhai? Pria tua munafik yang kemarin baru saja mengancam akan membuangmu dan mencopot jabatanmu jika kau gagal dalam satu bulan? Apakah kau benar-benar berpikir dia akan peduli padamu jika kau menjadi cacat seumur hidup? Di dunia ini masih banyak kultivator lainnya yang memiliki bakat jenius dan tubuh suci."
Asap hitam itu berputar mengelilingi tubuh Lu Mingyue, berbisik tepat di telinganya bagai bisikan ular beracun, "Kamu tidak memiliki kemewahan untuk bernegosiasi atau menolakku, Mingyue. Waktumu tidak banyak... jam pasirmu terus berputar. Kurang dari tiga puluh hari lagi, jabatanmu sebagai Putri Suci yang terhormat akan hilang begitu saja. Kau akan menjadi bahan tertawaan di seluruh Sekte Gunung Barat, menjadi murid buangan yang tidak dipeduli oleh siapapun, dan kau akan melihat musuhmu, terus hidup dengan agung di atas puncaknya!"
Kata-kata Iblis Hitam itu menghantam tepat pada titik terlemah di dalam mental Lu Mingyue. Bayangan tentang dirinya yang dibuang, kehilangan status, dan dihina oleh murid-murid lain seketika melintas di benaknya, memicu rasa takut yang teramat sangat.
"Kekuatan tertinggi di dunia ini adalah mutlak, tidak peduli dari mana sumbernya berasal," asap hitam itu kembali memancarkan kilatan energi kegelapan yang pekat, mulai merembes masuk secara perlahan ke dalam pori-pori kulit Mingyue tanpa ia sabari. "Bersekutulah denganku... Aku tidak hanya akan memulihkan meridianmu yang hancur dalam hitungan menit, tetapi aku juga akan membalaskan seluruh dendam kesumatmu kepada Li Tianchen! Aku akan menjadikanmu orang paling kuat di seluruh daratan ini, seorang penguasa sejati yang bisa meratakan Sekte Pedang Langit hanya dengan satu jentikan jarimu! Bayangkan itu, Mingyue... balas dendam yang mutlak!"
"Balas dendam yang mutlak... Apakah benar itu bisa terjadi?" Lu Mingyue menggumamkan kata-kata itu secara tidak sadar.
Sepasang matanya yang semula jernih perlahan-lahan mulai diselimuti oleh kabut hitam samar. Rasa takut akan kehilangan kekuasaan, dipadu dengan dendam membara yang sudah menggerogoti akal sehatnya, akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanan moralitasnya sebagai seorang Putri Suci.
Mingyue menurunkan pedangnya, membiarkan ujung senjatanya berdenting jatuh di atas lantai batu. Ia menatap pusaran asap hitam di depannya dengan pandangan yang dipenuhi oleh ambisi kegelapan yang mengerikan.
"Apakah... apakah kau benar-benar berjanji bisa membantuku menghancurkan Li Tianchen dan Sekte Pedang Langit? Dan membuatku menjadi kultivator tak terkalahkan?" tanya Mingyue dengan suara yang mendadak berubah menjadi dingin dan datar.
"Tenu saja, Putri Suciku..." bayangan Iblis Hitam itu tersenyum lebar di dalam kegelapan, sepasang mata merahnya menyala dengan kepuasan kemenangan yang teramat keji. "Buka pintu jiwamu... dan mari kita tunjukkan pada dunia ini apa arti dari kehancuran yang sejati..."
Asap hitam pekat itu mendadak melesat maju, menerobos masuk menembus dada Lu Mingyue secara masif. Ruang bawah tanah terlarang itu seketika dipenuhi oleh gaung tawa iblis yang mengerikan bercampur dengan jeritan kekuatan baru yang mulai mengubah takdir daratan kultivasi menjadi lautan darah...
tuhh dengar apa kata guru mu ziyan ikut aja..
tenann yunnn... tuan Tian sangat tampan kokk JD nikmatin aja🤭
murid yg pintar langsung bisa tepat sasaran 🤣🤣🤣
ziyan ayo pasti bisa kamu ngelewatin ini 🤣
udah pada datang sendiri..
hanya tinggal bersatuu dan bangkit