Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.
Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.
Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Manisnya komitmen Dan kehancuran sang penghianat
Di malam itu acara gala pesta perusahaan telah usai, dan kini Nala sudah resmi bertunangan dengan Adrian calon Nyonya Dirgantara. ' ini hari pertama Nala ijin cuti setelah beberapa bulan kerja di PT. Dirgantara megah utama.
Saat ini Nala sedang bersantai di Balkon apartement nya, sambil minum coffe latte hangat, memandangi suasana pagi hari yang cerah di ibukota jakarta.
Kemudian Nala memandangi cincin berlian elegan dan mewah yang terpasang di jari tangannya. Nala tidak pernah menyangka jika Adrian menyukainya, dan selama di kantor tetap profesional bekerja sebagai sekretaris dan atasan.
"Tidak pernah terpikirkan sedikitpun jika cincin ini akan melingkar di jari tangannya. Nala mencium cincin itu- terima kasih Adrian kamu sudah memilihku untuk menjadi calon istrimu. aku janji jika sudah menikah aku akan menjadi istri yang baik dan penurut juga sayang sama mama victoria. "bisiknya pelan sambil mata berkaca-kaca karena terharu dan bahagia.
Ibu, Ayah Nala kangen, sekarang Nala tidak sendirian di dunia ini!
Nala dikelilingi oleh orang-orang baik, dan juga ada mama victoria yang sudah menyayangi Nala seperti putri kandungnya sendiri dan melindungi Nala dari orang-orang jahat.
'Hari Senin pun telah tiba. Nala Putri mulai bekerja setelah melewati beberapa hari yang lalu libur kerja!'
Meskipun sekarang Nala sudah bertunangan dengan Adrian, namu Nala masih tetap bekerja seperti biasanya.
Pagi itu, saat matahari baru saja menyembul di ibukota, Nala sudah tiba di kantor. dia mengenakan pakaian kerja yang rapi, rok span hitam di bawah lutut, dan kemeja putih formal yang dipadukan dengan blazer biru tua.
sambil membawa nampan berisi kopi hitam tanpa gula, kesukaan Adrian dia melangkah menuju ruangan utama di lantai teratas.
Tok! Tok!
"Masuk, " suara bariton Adrian terdengar dari dalam ruangan kerja CEO, terdengar berat namun tegas.
Nala melangkah masuk dengan anggun. begitu pintu kayu jati itu tertutup rapat, Adrian langsung berdiri dari kursi kebesaran kulitnya.
Wajah sang CEO yang biasanya sedingin es dan kaku di depan karyawan lain, seketika meleleh menjadi senyuman yang teramat manis dan hangat.
"Selamat pagi, calon Nyonya besar Dirgantara," goda Adrian, melangkah lebar mendekati Nala hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa jengkal saja. Aroma parfum maskulin khas Adrian langsung menyeruak ke indra penciuman Nala.
Nala tersipu malu, pipinya merona merah jambu yang kontras dengan kulit bersihnya. "pak Adrian, tolong jaga profesionalitas anda, Kita sedang berada di lingkungan kantor, dan jam kerja baru saja dimulai."
"Pak Adrian? " Adrian menaikkan satu alisnya tebalnya, menatap Nala dengan pandangan pura-pura kecewa. Dia mengambil cangkir kopi dari tangan Nala dengan hati-hati dan meletakkannya di atas meja terdekat.
Dengan gerakan yang cepat namun lembut, kedua tangan kekar Adrian melingkar di pinggang ramping Nala, menarik tubuh gadis itu hingga merapat ke dadanya yang bidang. "beberapa hari yang lalu di acara gala pesta perusahaan di depan ratusan pasang mata, kamu sudah berani memanggil namaku tanpa embel-embel jabatan, Nala."
Dan sekarang kita sudah resmi bertunangan, tanpa perlu melewati drama pacaran yang berbelit-belit. Aku tidak menerima panggilan formal itu jika kita hanya berdua di ruangan ini.
Jantung Nala berdegup kencang, berpacu bagai dentum gendang perang. ini adalah fase baru yang teramat asing namun manis dalam hidupnya.
Mereka memang tidak pernah melewati masa berpacaran seperti pasangan normal lainnya, tetapi perlakuan Adrian yang selalu protektif penuh kasih sayang, dan cinta membuat nala sirna.
Nala memberanikan diri menatap sepasang mata elang Adrian yang kini menatapnya penuh pemujaan mutlak. " Baiklah...Selamat pagi, Adrian."
Adrian terkekeh pelan, suara tawa nya yang renyah terdengar begitu seksi di telinga Nala. Merasa menang, Adrian menundukkan kepalanya sedikit lalu mengecup kening Nala dengan lembut dan lama. Kecupan itu sarat akan rasa hormat, perlindungan, dan rasa syukur yang tak terhingga karena tuhan telah mengirimkan gadis desa yang suci ini untuk menyembuhkan jiwanya yang sempat mati rasa.
"Terima kasih karena tidak menolakku malam itu, Nala. aku berjanji akan segera membawa hubungan kita ke jenjang persiapan pernikahan secepatnya, tepat Setelah semua urusan pemutusan kontrak dengan bramantara group ini selesai secara hukum, "berisik Adrian tepat di depan bibir Nala, membuat bulu kuduk Gadis itu meremang indah.
Momen romantis yang begitu hangat itu membuat Nala tersenyum manis. namun, otaknya yang cerdas dan profesional sebagai sekretaris pribadi kelas atas segera mengambil alih kendali diri.
Nala melepaskan pelukan Ardian secara perlahan, meski Adrian sempat merengut tidak rela. Nala berjalan menuju meja kerja mengambil sebuah map hitam tebal berlogo yang sengaja ia bawa dari tas kerjanya.
"Bicara tentang kekacauan dan pemutusan kontrak, ada sesuatu yang jauh lebih besar, mengerikan , dan krusial yang harus kamu tahu tentang bramanntara?"
" Ini bukan tentang bramantara.!"
Ini tentang masa lalumu, atau lebih tepatnya, tentang mantan Kekasihmu, Marisa, dan ayahnya, jelas Nala sembari membuka laptop kerja miliknya dan menghubungkan ke layar monitor besar di dinding ruang kerja Adrian.
Jemari lentik Nala dengan sangat cepat menari-nari di atas keyboard, memasukkan deretan kode enskripsi rumit. Nala pernah belajar waktu dulu kuliah di universitas ternama selama satu tahun, Nala tidak hanya menguasai ilmu administrasi bisnis, tetapi juga memiliki keahlian luar biasa dalam analisis forensik digital dan audit keuangan.
"Sejak kamu mengumumkan pemutusan kontrak sepihak dengan perusahaan keluarga Marisa beberapa waktu lalu. "aku merasa ada yang aneh dengan laporan keuangan mereka pada proyek-proyek kerjasama kita selama lima tahun terakhir.
Semalam, setelah kita pulang dari pesta gala, aku tidak bisa memejamkan mata, rasa penasaranku! ...."
Akhirnya aku memutuskan mencari tahu sebenarnya apa yang telah terjadi di gala tersebut.
"lihat dengan teliti bagian ini, Adrian, "tunjuk Nala pada sebuah grafik audit independen yang telah ia susun semalaman."
Selama empat tahun berturut-turut - tepat sejak marisa menghianatimu dan meninggalkanmu saat kamu merintis perusahaan ini dari nol, marisa selingkuh dengan lelaki tua kaya raya itu.
"Ayahnya Marisa ternyata telah melakukan kecurangan struktural yang sangat rapi dan licik. mereka melakukan mark-up anggaran pasokan bahan baku logam industri Pt Dirgantara, hingga mencapai angka 40 pesen di setiap Kuartal!"
Nala menekan tombol enter, menampilkan dokumen berikutnya. "tidak hanya sampai di situ. aku menemukan adanya aliran dana gelap sebesar ratusan miliar dolar yang ditarik secara ilegal dari rekening operasional PT. Dirgantara megah utama."
Lalu dialihkan melalui serangkaian transaksi palsu menuju ke beberapa perusahaan cangkang (Shell companies) milik ayahnya Marisa yang terdaftar di luar negeri, seperti di Cayman Islands. ini bukan lagi sekedar pelanggaran kontrak kerja sama biasa atau wanprestasi dagang, dan bekerja sama dengan ayahnya Clarissa bramantara.
Mereka sudah sengaja melakukan ini untuk mengambil keuntungan perusahaan Pt. Dirgantara megah utama dan sebagian mereka alihkan ke perusahaan mereka yang berada di luar negeri.
Adrian, "ini adalah tindakan kriminal murni berupa korupsi, manipulasi pajak, dan penggelapan dana skala Pt. Dirgantara yang sengaja dirancang untuk merampok perusahaanmu dari dalam!"
'Mereka mendirikan beberapa perusahaan di luar negeri! ...'
Mendengar pemaparan Nala yang begitu runtut, tajam, dan didukung oleh bukti-bukti digital yang tak terbantahkan. rahang Adrian seketika mengeras sempurna. buku- buku jarinya mengepal kuat hingga memutih.
Matanya berkilat memancarkan kemurkaan yang teramat dahsyat.
Bagai badai yang siap meruntuhkan apa saja di depannya. selama ini, karena Adrian sempat mengasihani masa lalu dan menghormati sisa-sisa hubungan lama, dia mempercayai audit internal yang disodorkan oleh keluarga Marisa detail itu.
Siapa sangka?... di saat ia berjuang berdarah,- tidur di lantai kantor yang dingin untuk membesarkan PT Dirgantara megah utama dari nol.
Keluarga penghianat itu justru telah menggerogoti dan menguras harta perusahaannya bagai parasit yang tidak tahu diri!.
Tanpa membuang waktu satu detik pun, Adrian menekan tombol intercom di mejanya dengan kasar. "asisten Han!
Kevin! Masuk ke ruangan saya sekarang juga! ...
Jangan terlambat!...
Perintah Adrian dengan suara Bariton yang menggelegar dan bergetar menahan amarah, membuat seluruh staf di luar ruangan merinding ketakutan!...
Hanya dalam hitungan kurang dari tiga puluh detik, pintu ruangan terbuka. asisten Han, sang tangan kanan kepercayaan yang selalu berwajah datar, masuk terlebih dahulu diikuti oleh Kevi. manajer divisi yang kini sudah menganggap Nala sebagai Adik kandungnya sendiri.
"ada perintah apa, pak Adrian? " tanya asisten han sigap.
"Nala, jelaskan pada mereka apa yang kamu temukan? " ujar Adrian pendek, mencoba mengatur napasnya yang memburu akibat amarah.
Nala kembali memaparkan seluruh data manipulasi finansial dan penggelapan dana tersebut dengan gaya bahasa yang sangat lugas, profesional, dan cerdas.
Penjelasannya begitu terstruktur, membuat Kevin yang mendengarnya sampai melongo tak percaya dengan mulut setelah terbuka.
"Demi tuhan...Nala, kamu ini sebenarnya sekretaris atau agen intelijen? " Puji Kevin spontan setelah Nala selesai berbicara.
"Data serumit ini, yang disembunyikan di bawah tujuh lapis dinding keamanan server oleh auditor korup mereka, bisa kamu bongkar habis hanya dalam waktu satu malam? kamu benar-benar jenius, dek!"
Asisten Han yang biasanya sangat pelit mengekspresikan emosi, kini mengangguk-ngangguk setuju dengan binar kekaguman yang jelas di matanya. "analisis dari Nala ini sangat sempurna, Pak Adrian.
Bukti-bukti digital, nomor rekening pelarian, hingga tanda tangan digital palsu milik ayahnya Marisa danTuan bramantara terkumpul lengkap di sini.
"Ini sudah lebih dari cukup untuk menyeret mereka semua itu kemeja hijau dan menjebloskannya ke penjara hari ini juga, tanpa ada celah untuk mengelak."
"Bagus! Jawab Adrian dingin.
Aura CEO arogan, kejam, dan berkuasa penuh keluar sepenuhnya dari tubuhnya.
Han, ambil seluruh salinan data dari Nala ini. bawa tim hukum terbaik kita dan pergi langsung ke markas besar Kepolisian serta temui penyidik KPK.
Saya mau laporan ini diproses dalam hitungan jam. Kevin!.. bekukan seluruh akses transaksi bramantara Group dan siapkan dokumen gugatan kebangkrutan serta penyitaan aset total terhadap seluruh jaringan bisnis milik ayahnya Clarisa dan ayahnya marisa.
Saya mau beri pelajaran untuk penghianat itu!
'Dan mendekam di penjara sampai busuk!... Perintah Adrian tegas.
"Siap, Pak Adrian!
"Kami laksanakan sekarang juga!" jawab Han dan Kevin dengan serempak penuh semangat.
Lalu segera berbalik dan bergerak cepat keluar dari ruangan untuk mengesekusi perintah sang raja bisnis.
Sore harinya, badai besar yang menghancurkan benar-benar menghantam keluarga Marisa dan Bramantara tanpa ampun.
Langit Mendung, seolah menyaksikan keadilan yang sedang ditegakkan.
Berita di seluruh stasiun televisi nasional, media cetak, hingga media sosial mendadak menyiarkan tayangan langsung( Breaking News ) yang teramat menggemparkan publik.
"Breaking News: skandal korupsi dan penggelapan dana raksasa di PT. Dirgantara megah utama terbakar habis. ayah dari mantan kekasih CEO Robi wijaya, resmi ditangkap oleh tim gabungan kepolisian dan KPK di kediaman mewahnya!"
Di layar televisi besar yang berada di ruangan kerja Adrian. terlihat tayangan langsung di mana Ayah Marisa- Pria tua yang selama ini selalu tampil parlente, sombong, mengendarai mobil mewah, dan memandang rendah orang-orang desa seperti Nala- kini berjalan lunglai dengan kedua tangan diborgol besi.
Tubuhnya yang dulu tegap kini tampak membungkuk, wajahnya pucat Pasi bak mayat. dipenuhi oleh kilat ketakutan dan keputusan yang mendalam saat puluhan kamera wartawan menyorot wajahnya.
Perusahaan bisnis keluarga Marisa yang dibangun di atas penderitaan dan hasil merampok uang Rintisan Adrian selama bertahun-tahun seketika hancur lebur, gulung tikar, dan dinyatakan bangkrut total oleh pengadilan dalam hitungan Jam Saja.
Petugas menyegel rumah megah mereka, menyita seluruh koleksi mobil mewah, dan membekukan semua rekening bank mereka, baik di dalam maupun di luar negeri, menutupi kerugian dialami PT Dirgantara Megah utama.
'ibunya Adrian yang sedang menyaksikan siaran Breaking News pagi ini seketika menahan dada nya terasa sesak!
Hampir tidak percaya ternyata keluarga Marisa dan bramantara korupsi perusahaan putranya yang selama Adrian bangun dari nol'.
Amarah nya nyonya victoria, tidak bisa terbendung!...
Aku harus membalas semua perbuatan mereka apa yang sudah lakukan terhadap perusahaan Putraku!
Mengepalkan tangannya dengan kuat nyonya victoria.
'Namun ada kelegaan di hatinya karena kasus ini sudah terbongkar. oleh si gadis desa yang cerdas, pemberani dan jenius' Nyonya Victoria bersyukur. Kalau tidak ada Nala, mungkin sampai saat ini tidak terbongkar tentang korupsi dan pengalihan dana' dan tentu perusahaan putranya akan semakin rugi.
Nyonya Victoria berjalan ke arah menuju dapur, dia ingin memasak untuk makan siang. dan makan di kantor bersama Adrian dan Nala.
Hallo, para pembaca yang setia. author ' mohon maap update nya telat! Karena Author memiliki waktu sedikit selesai kerja jam 10 malam, dan tadi malam di tempat bos author kerja ada pesta jadi selesai kerja jam 1 malam. Insya alloh kalau author sudah pulang ke indonesia nanti bisa update 2 Bab yah! di sini sama di indonesia perbedaan waktu empat jam- jangan lupa kasih like dan komentar juga sarannya mohon maap jika banyak tulisannya yang typo dan kurang jelas! Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi author ini. Saya baru pertama kali menulis Novel.
" Terima kasih- semoga kalian sehat selalu Amin".🤲🤲