NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 : Xavier cemburu?

Mobil hitam itu melaju meninggalkan kawasan rusun yang sempit dan kumuh. Dari balik kaca mobil, bangunan-bangunan tua perlahan menjauh dari pandangan Lyko.

Gadis itu masih diam sejak tadi. Tangannya saling menggenggam di atas paha, sementara pikirannya terus memikirkan apa yang baru saja terjadi. Uang dua ratus juta? Satu miliar? Dan rumah baru Semua itu terasa terlalu besar untuk diterima sekaligus.

Lyko memang lega saat Xavier memberikan kepeduliannya kepada bundanya. Namun bukankah semua ini terlalu berlebihan? Apalagi mereka belum benar-benar memiliki ikatan. Pantaskah ia Terima semua ini?

Di dalam mobil suasana begitu sunyi. Hanya suara mesin mobil dan jalanan kota yang terdengar samar.

Perlahan akhirnya Lyko mulai mengeluarkan suara. “Xavier..." panggilnya pelan.

Xavier menoleh. “Ada apa?” tanya Xavier dingin seperti biasa.

“Kenapa kamu melakukan semua itu?” tanyanya sambil menoleh ke arah Xavier. “Kenapa memberi Bunda uang sebanyak itu? Bahkan sampai membelikannya rumah? Ini terlalu berlebihan.”

Xavier kembali menatap lurus ke depan. Rahangnya sedikit mengeras sebelum akhirnya ia menjawab. “Bukankah aku sudah berjanji? Dan itu yang harus aku tepati.”

Lyko terdiam, matanya menatap Xavier. Namun tak benar-benar menatapnya karena gugup yang menghalangi.

“Aku sudah katakan bahwa aku akan memberimu fasilitas terbaik,” lanjut Xavier rendah. “Jadi aku akan melakukan apa pun untukmu. Termasuk untuk ibumu.”

DEG

Kalimat itu membuat dada Lyko terasa aneh. Ia perlahan menundukkan kepalanya, mengingat kembali isi perjanjian mereka malam itu.

Namun hal yang tidak diduga, Xavier tiba-tiba mendekat kearahnya. Tubuh pria itu sedikit condong mendekat ke arah Lyko. Jarak mereka kini begitu dekat sampai Lyko bisa mencium aroma parfum maskulinnya yang dingin.

“Sekarang giliranku yang bertanya,” ucap Xavier pelan namun tajam dan terasa lebih dingin dari biasanya.

Entah mengapa Lyko merasa itu seperti sedikit menegang.

Tatapan mata Xavier lurus menatap matanya. Dalam. Intens. Dan membuat Lyko gugup sendiri.

“Kenapa kamu dekat dengan laki-laki lain selain aku? Jawab,” mata Xavier menatap Lyko dalam, kalimat itu terasa seperti ditekan.

DEG

Suasana mendadak membeku. Lyko terdiam ditempat, ia tidak tahu harus menjawab apa. Karena sebenarnya ia tidak merasa melakukan kesalahan apa pun.

Namun entah kenapa, tatapan Xavier membuat kata-katanya tertahan di tenggorokan. Dan diamnya Lyko… justru membuat Xavier semakin kesal.

Xavier menyipitkan matanya. “Felix,” panggil Xavier dengan tegas.

Felix menoleh ke arah kaca spion dalam mobil. “Ya, Tuan.”

“Arahkan kaca spion ke atas,” ucapnya.

Entah apa yang sebenarnya Xavier pikirkan, namun jelas perkataan itu membuat Felix serta Lyko bertanya dan bingung.

Felix sempat terdiam sepersekian detik, namun ia langsung menganggu walau sebenarnya ia tidak paham. “Baik, Tuan.”

Tangannya segera mengubah arah kaca spion dalam mobil hingga tak lagi memperlihatkan kursi belakang.

Lyko yang bingung perlahan mengeluarkan suara kecil. “Xa-Xavier…?”

Namun belum sempat ia selesai bicara, Xavier tiba-tiba menarik tubuh Lyko mendekat ke arahnya. Hal itu membuat mata Lyko membesar dan terkejut.

Bibir Xavier sudah menempel di bibirnya. Terasa hangat, dan lembut. Namun penuh penekanan posesif yang kuat.

Xavier menciumnya dengan dalam.

“Mmmph?!”

Lyko reflek memegang dada Xavier dan mencoba mendorongnya pelan, ia terkejut dengan gerakan Xavier yang tiba-tiba. Namun Xavier langsung menggenggam kedua tangan Lyko agar gadis itu berhenti melawan.

Ciuman itu berlangsung cukup lama. Sampai napas keduanya mulai habis. Mereka melepaskan ciuman itu, suara napas mereka terdengar terengah-engah samar memenuhi mobil.

Felix yang mendengar itu hanya diam menatap lurus ke depan seolah tidak mendengar apa pun. Ia tahu apa yang sedang dilakukan mereka. Felix juga merasa aneh, mengapa Xavier bisa seposesif itu pada seorang gadis yang belum jelas latar belakangnya.

Sementara Xavier perlahan melepaskan ciuman itu. Tatapannya kini menatap Lyko lekat. Ada kerutan samar di dahinya. Wajah dinginnya masih terlihat tenang… namun ada kilatan aneh disana, Xavier seperti cemburu.

Lyko langsung memegang bibirnya sendiri dengan wajah memerah. Napasnya masih sedikit gemetar.

“Ini hukuman karena kau sudah melanggar janjimu, kita memang belum memiliki status apapun tapi apa itu pantas?” ucap Xavier tegas. “Aku ingatkan sekali lagi, kau... milikku.”

Kalimat itu membuat Lyko kembali membeku.

Bahkan Felix yang berada di depan sampai sedikit terkejut. Selama bekerja dengan Xavier, belum pernah sekali pun ia mendengar tuannya mengatakan sesuatu selembut itu pada seseorang.

‘Tuan... bagaimana bisa? Wanita ini mencairkan hati Tuan dengan mudah?’ batin Felix.

Xavier selama ini selalu dingin, sarkas, dan kejam.

Namun sekarang… ia bahkan terdengar seperti pria yang benar-benar jatuh cinta, jauh dari kata kejam dan dingin.

Lyko perlahan mengangkat pandangannya kembali menatap Xavier.

Namun Xavier kembali bicara sebelum Lyko sempat mengatakan apa pun. “Kalau kamu sampai dekat dengan laki-laki lain lagi...” suaranya rendah dan berat, “aku akan sangat membencimu.”

Tubuh Lyko langsung menegang. Ancaman itu terdengar begitu serius. Ia perlahan mengangguk kecil. “Aku... minta maaf…” bisiknya pelan. “Tapi aku dan Kak Zergan benar-benar tidak memiliki hubungan apa pun. Kami hanya sebatas teman masa kecil…”

Xavier hanya terdiam. Tatapannya masih menatap Lyko beberapa detik sebelum akhirnya ia kembali duduk ke posisi semula.

“Kali ini akan aku maafkan,” ucapnya dingin. “Tapi berikutnya… jangan berharap aku akan menerima permintaan maafmu lagi.”

Lyko kembali diam dan hanya mengangguk pelan.

Mobil kini kembali kembali sunyi.

Terlihat kini Xavier justru merasa sedikit malu pada dirinya sendiri. Ia memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil, rahangnya mengeras samar.

Apa yang baru saja ia lakukan? Mencium Lyko di dalam mobil seperti itu? Apakah ia sudah tidak waras? Hal itu juga sama dengan menjatuhkan harga dirinya.

‘Astaga... sebenarnya ada apa dengan diriku? Perasaan apa ini? Apa yang aku pikirkan sampai menciumnya? Astaga!’ batin Xavier.

Xavier menghela napas tipis dalam hati. Namun ia segera mengalihkan pikirannya dan kembali membuka suara untuk mencairkan suasana. “Malam ini aku akan mengajakmu bertemu orang tuaku,” katanya tanpa menoleh kearah Lyko.

Lyko langsung menoleh cepat. “Be-Bertemu denganku?”

Xavier mengangguk. “Mama dan papa ingin bertemu denganmu,” lanjutnya dengan santai.

Lyko tampak gugup seketika. “Se-secepat ini...?”

Xavier mengedikkan bahunya. “Aku juga tidak tahu. Tapi aku ingin kau berpenampilan rapih.”

Lyko terdiam sesaat, memikirkan hal itu.

“Aku sudah menitipkan gaun dan sepatu heels di resepsionis hotel,” lanjut Xavier. “Saat sampai pakai itu malam nanti.”

Lyko langsung membelalak kecil. “Ta-tapi bukannya baju yang kemarin sudah terlalu banyak? Aku bisa memakai salah satu dari itu... tidak perlu sampai membelikanku yang baru.”

“Yang ini jauh lebih bagus, dan aku rasa sepertinya cocok untukmu,” kata Xavier.

Jawaban Xavier terdengar singkat. Namun tegas, dan jelas tidak bisa dibantah.

Lyko tercengang beberapa detik. Namun lagi-lagi ia hanya bisa mengangguk kecil dan pasrah. “Baiklah, aku paham.”

Xavier kembali bersandar di kursinya. Tatapannya kembali lurus ke depan, namun pikirannya mulai berjalan jauh.

Malam nanti bukan sekadar makan malam biasa, tapi ia tahu semuanya tidak akan berjalan mudah.

Karena sebelum bertemu kedua orang tuanya… Ia harus menghadapi sesuatu terlebih dahulu. Dan Xavier tahu… malam ini mungkin akan menjadi awal dari perang yang sesungguhnya.

1
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!