Cerita tentang seseorang yang berasal dari Indonesia berpindah ke sebuah dunia fantasy, dimana terlihat gunung berbentuk pedang dan pulau melayang itu biasa. Untuk bertahan hidup dia yang tak memahami kemampuan peningkatan di fiksi memililih menggunakan Teknik dari Indonesia yang menggunakan Tenaga Dalam yang dia ubah beberapa caranya. Isi dari novel ini hanya perjalanannya mencari cara untuk membuat kemampuan tenaga dalam milik Indonesia bisa menyaingi peningkatan kemampuan di dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TrueRuler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30: Harta
Terlihat sebuah portal muncul di luar monument melemparkan Risdan dan Minta keluar.
*Brak keduanya terjatuh.
“Ugh…” Risdan kesakitan.
“Kenapa kita dilempar keluar?”
.
“Ugh…” Minta angkat.
“Sepertinya karena ada orang lain didalam”
.
“Hah?”
“Maksudmu ada orang lain didalam?”
“Gimana mungkin?”
“Bukannya kita yang sampai pertama ke tempat ini?” Risdan bertanya tanya.
.
“Aku gak tau”
“Mungkin saja ada jalan masuk lain..”
.
“Gak mungkin lah”
“Kan kau tau sendiri udah ratusan orang yang pergi ke reruntuhan lainnya tapi mereka selalu berakhir dengan tangan kosong!”
“Tak ada satupun yang menemukan hadiah utama”
“Dan kau lihat!”
“Pilarnya masih bersinar” Risdan menunjuk ke arah pilar Cahaya.
.
“Hmm”
“Apa mungkin pilar tersebut tidak terikat dengan hadiah utama?” Minta mengeluarkan teorinya.
.
“Ah mungkin saja”
“Lagipula…”
“Kita tak tau apa yang sebenarnya fungsi pilar ini”
“Dan…”
“Retakan gak pernah muncul, kurasa ini hal baik” Risdan tersenyum.
.
“Mungkin saja”
“…”
Didalam Reruntuhan rombongan milik Cakra merasakan gempa yang cukup kuat setelah dia melangkah masuk ke ruangan. Dengan susah payah Cakra akhirnya berhasil mengambil kristal coklat tersebut, Cakra segera mengajak Marisa untuk berlari keatas.
“Marisa!”
“Ayo cepat”
.
“Baik!”
Mereka berdua menyelimuti tubuh mereka dengan tenaga dalam, tapak pertama.
*Dar!!! ledakan terjadi ketika mereka berdua menapak lantai.
Mereka bergerak sangat cepat antar ruangan dan dalam 3 detik telah naik lagi ke atas. Di atas Cakra gak merasakan gempa lagi, dirinya juga melihat pilar masih bersinar terang.
“Hmmm”
“Sepertinya tidak seperti mekanisme yang kupikirkan”
.
“Memang mekanisme yang dipikiranmu apa itu?” Marisa bertanya dengan wajah penasaran.
.
“Dipikiranku energi akan habis dan reruntuhan akan runtuh…”
“Tapi sepertinya tidak…”
Sesaat Cakra akan melangkah pergi sebuah portal terbuka dimana muncul banyak kristal mana dan beberapa perhiasan.
“Eh?”
“Ini?” Cakra kaget.
.
“Hmm ini kristal spiritual dengan intensitas tinggi”
“Bahkan satu aja itu sangat susah didapatkan” Marisa menjelaskan.
.
“Apa perlu kita ambil?”
.
“Hmm menurutku ambil 4/5 bagian dari ini biar sisanya kita tinggalkan saja”
.
“Baiklah…”
“Bagaimana dengan perhiasan?”
.
“Umm” Marisa terlihat berpikir dalam.
“…”
“Ah gimana kalau diambil beberapa saja?”
“Perhiasan ini gak memiliki efek apapun”
“Jadi kurasa gak terlalu berguna…”
.
“Baiklah…”
“Aku akan mengambil sesuatu yang menurutku paling mahal di duniaku”
“Soalnya kalau sebanyak ini pun pasti akan terjadi inflasi dalam harga emas”
Marisa langsung memasukkan batu spiritual dengan porsi yang ditentukan kedalam cincin ruang miliknya, sedangkan Cakra memilah perhiasan yang dia anggap berharga. Setelah selesai Cakra dan Marisa melempar batu petak ketanah yang membuat gerbang batu kembali terbuka. Mereka pun berjalan kembali, saat mereka benar benar kembali batu spiritual yang mereka tinggalkan rupanya menghilang dari tempatnya. Di luar, Risdan tiba tiba tertimpa tumpukan batu spiritual dan perhiasan.
*Brak!!
“Aduh!!!” Risdan tertimpa tumpukan.
.
“Eh kau tak apa apa?” Minta membantu Risdan keluar dari tumpukan.
“Hmm ini…”
.
“Ini….”
“Harta!!!!” Risdan berteriak karena kaget.
“Hartanya keluar sendiri?”
“Dan pilar itu masih belum mati?”
.
“Sudah sudah” Minta menghilangkan pikirann Risdan.
“Angkut ini, kita perlu segera pergi sebelum ada yang lain yang datang”
Risdan mengangguk, mereka langsung mengambil sebuah kantung ruang dan memasukkannya. Setelah semuanya masuk Risdan dan Minta, merobek sebuah kertas yang memicu mereka menghilang dari area tersebut. Tak lama dari situ, kelompok dengan jubah hitam muncul.
“Hmmm”
“Apa kalian merasakan?” Orang misterius 1.
.
“Ya”
“Seperti ada orang disini” Orang misterius 2.
.
“Kita harus bisa masuk ke reruntuhan dan mematikan pilar itu!”
“Tuan Rupas akan menguliti kita jikalau gagal” Orang misterius 3.
Mereka melangkah tapi saat mendekati gerbang tempat itu orang ini langsung terpental bahkan ada yang terbakar. Seakan akan mekanisme pelindung reruntuhan menolak mereka, mereka terus memaksa masuk sampai melemparkan jurus terkuat mereka tapi pelindung sama sekali tak bergerak sedikitpun. Mereka mengigit sebuah pil merah tubuh mereka langsung berubah menjadi wujud elemen, mereka mencoba masuk tapi malah hancur sepenuhnya oleh mekanisme perlindungan.
Di Gua Cakra dan Marisa yang sudah sejak tadi pulang sedang melihat lagi gerbang batu tersebut. Terlihat gerbang itu bagian polanya mulai tumbuh kembali, selain itu pola tersebut mulai menampilkan warna warna seperti di reruntuhan.
“Ini…”
“Hanya tersisa satu pola yang tak memiliki warna…”
.
“Hmm apa perlu kristal itu?” Marisa mendekat ke pola yang gak bersinar.
.
“Sepertinya sih begitu”
.
“Jadi….”
“Apakah kita…..?”
.
“Tidak…”
“Entah kenapa aku merasa kalau kita…”
“Lebih baik beristirahat dulu…”
“Kebetulan hari sudah gelap”
.
“Hmmm”
“Baiklah…”
“Aku mandi duluan”
Marisa masuk ke kamar mandi, sedangkan Cakra pergi ke dapur untuk memasak.
“Hmmm”
“Masak apa ya?” Cakra sedang berpikir.
“Ah…”
“Ini tu…”
“Ini….”
Cakra melihat keong keong yang merayap di dinding.
“Haha”
“Aku rasa malam ini akan pesta”
Cakra melepaskan auranya, saat itu keong yang merayap di dinding langsung terjatuh. Dengan sigap Cakra menggunakan energinya. Juga karena jenis ini adalah Keong laut, Cakra memasukkan garam kedalam air untuk tempat menyimpan keong tersebut.
“Hmm aku harus mengambil santan, sedikit kunyit, cabe giling, jahe,”
Cakra masuk ke ruang penyimpanan mengambil beberapa barang barang tersebut. Saat dia sedang memilah Marisa telah selesai mandi, dirinya pergi ke tempatnya untuk melanjutkan membaca. Cakra cukup lama mencari barang barangnya, sedangkan Marisa mengeluarkan hasil rampasan tadi dan memisahkannya.
“Hmm”
“Kalau batu spiritual bagusnya disimpan di sini” Marisa memasukkan batu spiritual didalam sebuah lubang di dinding.
“Untuk perhiasan disini” Marisa menaruh perhiasan pada gantungan di dinding.
“Hmm ini lebih cantik”
“Terlihat bersinar” Marisa bangga.
Di posisi Cakra dia melihat sebuah tumbuhan baru dan sebuah ulat muncul di pertaniannya. Dirinya langsung menggunakan auranya untuk membuat ulat ulat tersebut jatuh, dan dalam sekali Langkah ulat ulat hama tersebut dikompres hingga tak tersisa.
“Hmm rasakan”
“Kalian sekarang menjadi kelinci percobaan jurus baruku”
“Hmm tapi aneh bagaimana mungkin sesuatu yang harusnya gak ada bisa muncul disini?”
“Apa mungkin ini efek kristal hijau?”
“Aku jadi penasaran dengan efek kristal coklat tersebut”
Cakra langsung beres beres bahan masakannya dan masuk ke dapur kembali. Saat didapur tiba tiba kristal coklat bersinar dan menarik Cakra ke Arah kristal utama.
“Eh…”
“Apa apaan ini?”
Saat sudah mencapai area kristal utama, Cakra mengeluarkan kristal Coklat. Saat itu juga Kristal itu dengan cepat langsung masuk ke orbit. Orbitnya terlihat menstabilkan orbit milik kristal hijau dan dengan tepat mengikuti orbit kristal petir.
Hiss memang lagi mode survival tapi jangan kebanyakan atuh...