NovelToon NovelToon
Pernikahan Ke2

Pernikahan Ke2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ratika

"Luka terdalam seorang wanita bukanlah saat dia harus melepaskan, melainkan saat dia menyadari bahwa selama ini dia telah mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk seorang pria yang bahkan tidak sudi melangkah satu senti pun untuk mempertahankannya."
Menikah dengan Arman membuat Aini Lidya paham rasanya terlantar secara mental. Nafkah pas-pasan, suami yang gemar pulang larut malam, hingga mertua dan ipar yang toxic, semuanya Aini telan bulat-bulat selama satu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: DINDING ES YANG MEMBEKU

Waktu bergulir laksana anyaman takdir yang senyap, melompati hari demi hari hingga tak terasa satu bulan penuh telah berlalu begitu saja. Semenjak malam kelam di mana Arka Mahesa Pratama sengaja memamerkan foto makan malam mewahnya bersama Celine di Story WhatsApp, pria berusia 35 tahun itu benar-benar menghilang total bagai ditelan bumi.

Pengusaha nomor satu di dunia dengan tinggi tegap 175 sentimeter dan hidung mancung tegas itu tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di lokasi syuting luar ruangan pusat kota. Seluruh urusan operasional dan pemantauan investasi 100% dia serahkan penuh kepada asisten pribadinya, Arga.

Lompatan waktu satu bulan ini membawa proses produksi web series dari novel orisinil "Luka dalam Rumah Tangga" milik Aini di aplikasi NovelToon berkembang sangat pesat; kini tingkat penyelesaiannya sudah menyentuh angka 90% dan tinggal menyisakan satu minggu lagi sebelum seluruh proses syuting resmi dinyatakan selesai (ending).

Namun, di tengah kesibukan yang padat tersebut, ruang batin Aini justru dirongrong oleh kesunyian yang teramat hampa. Di balik topeng "akting muka datar" andalannya, sepasang netra teduh milik Aini setiap sore tanpa sadar terus bergerak menatap ke arah pintu gerbang masuk lokasi, berharap siluet tegap milik Arka akan mendadak muncul mencarinya. Namun, kabut gengsi dan ego tingkat tinggi yang membungkus mereka berdua membuat pesan kerinduan tersembunyi itu hanya mampu membeku di kepala masing-masing tanpa pernah tersampaikan.

Rasa rindu yang tertahan di dada Aini seketika berubah menjadi bumerang kesalahpahaman yang menghancurkan seluruh kewarasan logikanya saat malam harinya di dalam kamar hotel. Ketika sedang beristirahat, Aini tanpa sengaja membuka aplikasi Instagram dan melihat unggahan terbaru di akun pribadi milik Celine. Di sana, terpajang sebuah foto barang-barang mewah bermerek internasional yang teramat mahal, lengkap dengan untaian kalimat caption yang tertulis manis: “Terima kasih banyak untuk barang mewah ini, wahai orang terkasihku... 🤍.”

Seketika itu juga, pasokan udara di dalam dada Aini seolah terhenti total. Aini salah paham, mengira kuat bahwa selama satu bulan menghilang ini, Arka sedang asyik bersenang-senang menghabiskan waktu luangnya untuk memanjakan Celine dengan harta kekayaannya. Di dalam relung jiwanya yang terdalam, ada desiran rasa sakit, perih, dan kecewa yang teramat dahsyat menjalar hebat ke seluruh pembuluh darahnya.

Aini terenyak, tangannya gemetar menatap layar ponsel. Rasa sakit hati kali ini terasa sangat berbeda dan jauh lebih menyakitkan daripada luka batin yang pernah ditorehkan oleh Arman di masa lalu. Jika dulu dengan Arman rasa sakitnya berupa amarah akibat ketidakadilan ekonomi, kini bersama Arka, rasa sakitnya menyerang inti jiwanya—sebuah rasa kehilangan yang teramat pekat atas seseorang yang belum pernah dia miliki seutuhnya seumur hidup.

Di saat pertahanan hati Aini berada di titik terendahnya akibat luka kesalahpahaman tersebut, Egi justru terus hadir memberikan perhatian yang konsisten dan meneduhkan batin. Pria santun sesama penulis itu rajin menelepon Aini, menanyakan kabar perkembangannya, hingga akhirnya sore itu mereka kembali bertemu untuk mengobrol santai di sebuah taman kota yang asri demi merayakan sisa satu minggu proses syuting Aini.

Di bawah rindangnya pepohonan taman, Egi menatap lurus ke dalam sepasang manik mata teduh milik Aini dengan tatapan murni yang sarat akan ketulusan. Egi mencoba mengambil kesempatan di tengah kekosongan hati Aini, memberikan sebuah harapan baru agar wanita mandiri di hadapannya itu sudi membuka kembali lembaran hatinya yang sempat terkunci rapat oleh trauma.

"Ai..." panggil Egi lembut, suaranya terdengar sangat tenang namun tegas memancarkan kesungguhan.

"Aku tahu hatimu saat ini mungkin masih dilingkupi oleh benteng trauma yang teramat tebal akibat masa lalu rumah tanggamu. Tapi jujur, aku tidak akan pernah menyerah untuk membuktikan ketulusanku padamu. Aku siap memberikan harapan baru dan menunggumu, Ai. Berapa lama pun waktu yang kamu butuhkan untuk menyembuhkan diri dan membuka kembali pintu hatimu, aku akan selalu setia menanti di sini, berdiri di sampingmu."

Mendengar untaian kata-kata janji yang begitu tulus dari Egi, Aini tersenyum tipis, membiarkan kedutan lesung pipi kirinya menyembul manis menghargai kebaikan pria di hadapannya. Namun, jauh di dalam relung pikirannya sendiri, batin Aini justru bergolak menepis getaran rasa sakit hatinya kepada Arka. Dia memandang langit sore dengan tatapan mata yang mendadak sendu, mencoba membuang jauh-jauh bayangan wajah kuning langsat milik sang presdir dari otaknya.

“Lagi pula... siapa aku ini? Aku hanyalah seorang wanita kampung dari pelosok desa yang miskin pengalaman hidup. Mana pantas dan mana mungkin aku berharap terlalu tinggi pada sosok lelaki konglomerat penguasa dunia seperti Arka Mahesa Pratama?” rintih batin Aini dalam keheningan jiwanya, mematikan paksa sisa rasa cintanya sebelum terperosok lebih dalam.

Namun, tanpa pernah disadari oleh Aini maupun Egi yang sedang berbincang hangat di bangku taman, sebuah mobil mewah berwarna hitam legam ternyata sejak tadi telah terparkir diam di sudut seberang jalan raya. Di balik kaca mobil yang gelap, duduklah Arka Mahesa Pratama yang sedang menatap lurus ke arah mereka berdua dengan rahang yang mengeras sempurna dan sepasang mata elang yang memancarkan tatapan teramat sendu, kesal, sekaligus terluka hebat.

Arka yang selama satu bulan ini sengaja mengurung diri di dalam kantor agensi akibat menahan keangkuhan egonya, kini justru harus kembali menelan pil pahit karma batin; menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa posisi kehadirannya telah digantikan secara sempurna oleh kehangatan pria lain, menutup sore yang berangin itu dengan teka-teki takdir yang kian membakar batin di bawah lensa kehidupan.

Sebab, bagian paling menyakitkan dari sebuah kesalahpahaman cinta yang dibungkus gengsi adalah saat kamu memilih menjauh demi menyelamatkan harga dirimu, namun semesta justru menghukum jiwamu dengan memperlihatkan bahwa tempat yang dulu sempat menjadi milikmu kini telah resmi dihuni oleh ketulusan orang lain.

1
falea sezi
🤣🤣 arka arka lu sendiri ketus ehh masak. minta di baikin🤣 ngelunjak lu
Ratika duri: tau nih si arka 😅
total 1 replies
falea sezi
bner g usa ngurus orang g jelas sini 🤭 fokus krja aja biar aja ulet bulu dan si ceo g jelas itu bkin perkarw
falea sezi
lanjut
Ratika duri: oke kak😁
total 1 replies
falea sezi
wanita oon ngapain. g ngajuin cerai sendiri😒 stts gantung emank. enak bloon ya
Ratika duri: sabar kakak ku 😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!