NovelToon NovelToon
Bai Anshu STORY.

Bai Anshu STORY.

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Menemukan batu bintang, tersambar petir lalu koma tiga hari. Setelah bangun semua berubah, rumah jerami reot perlahan menjadi mewah dan nyaman. Bubur sayuran liar hilang dari meja makan, berganti dengan nasi dan gandum wangi.
Setiap hari akan ada ikan, daging, telur, yang kesemuanya cuma dapat mereka makan setahun sekali.

Bagaimana bisa perubahan itu terjadi pada keluarga miskin tanpa bakat dan kemampuan..?

Apa sebenarnya yang dialami gadis itu saat koma tiga hari..?

Batu bintang, benda apa dan darimana asalnya itu...?

Ikuti perjalanannya dan dapatkan jawabannya di Bai Anshu Story.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Menjelang petang, kira-kira pukul lima sore. Bai Dashan dan Anshu pergi kerumah kepala desa dengan membawa aneka umbi baik mentah dan yang sudah diolah.

Disana, rupanya telah banyak warga menunggu. Semua berkat kekuatan lidah para bibi serta Pei Dayan, yang tiada hentinya menyebar berita.

"Ini akar kudzu, selain untuk obat bisa dijadikan tepung." kata Anshu, menunjukkan umbi serta daun tanaman.

Pengolahan akar kudzu menjadi tepung, sama seperti proses memakai aneka umbi lainnya. Bisa dikeringkan dulu lalu digiling, atau diparut kemudian diendapkan patinya.

"Ini konjac, bisa dibuat menjadi tahu, tepung dan kerupuk tumis atau goreng."

"Ini talas, bisa disup, kukus, goreng juga dibuat tepung."

"Ini Yakon, ini Lilium, ini Yan Liar-----

Semua dijabarkan secara gamblang oleh Bai Anshu. Ciri pohon, daun, pengolahan, jelas terperinci.

Bai Anshu juga mempersilahkan yang hadir untuk mencicipi makanan yang ia bawa.

"Ini enak, lembut dan gurih."

"Rasa roti kukus dari tepung akar kudzu jauh lebih enak dari pada menggunakan biji-bijian kasar dan dedak."

"Makan sepotong tahu konjac, perutku sudah langsung kenyang."

Beragam komentar positif terlontar dari pita suara para penduduk. Raut kepuasan mencuat berbinar, menyatu dengan euforia kegembiraan.

"Em, aku ingin mengajak semua penduduk desa untuk pergi kehutan bersama, agar aku bisa lebih mudah menunjukkan apa saja yang bisa kita konsumsi."

"Shu-ya, aku setuju dengan idemu itu."

"Iya, aku juga setuju..!"

Satu per satu warga yang hadir bersuara.

"Baiklah, karena semua bersedia, kita tinggal menetapkan kapan waktunya."

Diskusi dimulai, setiap warga mengeluarkan pendapatnya.

Setelah beberapa saat, kesepakatan dicapai. Kesemuanya akan pergi kehutan lusa selepas makan siang lalu belajar bersama dalam mengolah dibalai kampung selama tiga hari berturut-turut.

Tepat saat hari mulai gelap, musyawarah itu pun bubar.

Sesampainya dirumah, Bai Anshu langsung meracik tonik dan pil obat bagi putra pemilik toko kain.

Seluruh bahan herbal didapat dari hutan, dengan pil obat yang diberi air suci.

Sementara Bai Dashan, Chen Muwan dan Bai Hanzi, menyiapkan bahan untuk pembuatan sabun.

Air endapan abu tanaman yang sebelumnya telah disaring, direbus bersama gaharu.

Bahan pelengkap yang wajib digiling halus adalah rendaman beras, Gonaderma, ginseng, akar kudzu, daun pakis kipas, kacang pedang, daun teh, daun mugwort, lerak, empat kelopak bunga kering, mutiara kerang air tawar dan cangkangnya.

Untuk mutiara dan cangkang kerang diayak sampai benar-benar halus.

Lidah buaya diambil bagian putihnya lalu dihaluskan.

Setelah semua bahan sabun siap, dan obat juga kelar diracik, hari sudah larut malam. Keempat orang itu gegas pergi beristirahat.

Dipagi hari, Bai Anshu, Hanzi dan Jinyu, mengawalinya dengan berlatih beladiri.

Setelahnya, mereka membantu orangtua menyelesaikan pekerjaan rumah kemudian sarapan bersama.

Usai mengobati luka Bai Dashan, produksi pembuatan sabun pun dimulai.

Pertama yang dibuat Bai Anshu adalah shampo.

Bahan-bahan yang digunakan ada air rebusan teh hijau, daun mugwort, kacang pedang, ginseng, minyak pinus, daun pinus kipas, gonaderma hitam, dan jelly lidah buaya.

Semua dicampur jadi satu, diadoni sampai kalis, dicetak, lalu dikeringkan.

Untuk sabun cuci, bahan-bahannya ada air endapan abu tanaman dan gaharu, garam, biji lerak, cangkang kerang, kacang pedang, serta air cucian beras.

Bahan itu juga diadoni sampai kalis, cetak, lalu jemur.

Kalau sabun mandi, bahan yang digunakan ialah kulit lerak, daun teh, mutiara air tawar, bubuk kelopak bunga, lemak babi, susu, bubuk beras, dan Gonaderma kipas.

Tiga ketinggalan, semua adonan sabun diberi air suci.

Cetakan ketiga sabun batangan itu dibuat berbeda.

Sabun cuci berbentuk persegi panjang, dengan satu varian saja.

Sabun mandi berbentuk oval, memiliki empat varian aroma, mawar, teh jasmin, osmanthus dan persik.

Kalau shampo berbentuk bulat dengan dua pilihan aroma, herbal dan teh hijau.

Untuk mempermudah dalam memilih wangi yang disukai, kemasannya akan dibuat berbeda warna dengan disertakan tulisan juga merk dagang dikedua sisi.

"Berapa lama sabun-sabun itu dikeringkan..?" tanya Chen Muwan.

"Kalau panasnya terik begini, cukup satu hari saja, ibu..!"

Dari begitu banyaknya bahan yang disiapkan, ketiga prodak sabun itu masing-masing menghasilkan seratus lima puluh pics.

"Mau kita jual berapa...?" tanya Bai Dashan.

"Jangan terlalu mahal agar semua dapat membeli." sahut Chen Muwan.

"Ibu, setidaknya harga satu sabun cuci itu seratus sampai dua ratus koin. Kalau mau menjual murah, kita harus membuat ukuran yang lebih kecil." balas Bai Anshu.

"Ya, cara itu lebih baik. Lagi pula dengan kepadatan sabun ini, meski ukurannya kecil tetap akan bisa digunakan dalam waktu lama." Bai Dashan menimpali.

"Ayah, aku nanti minta uang untuk memesan kertas kemasan, stempel merk dagang juga aroma sabun."

Bai Dashan mengangguk "nanti akan ayah berikan."

"Kita harus menyiapkan tempat dan tenaga bantuan tambahan dari sekarang, agar nanti tidak keteteran jika pesanan datang." saran sang ibu.

Pembahasan rencana soal pabrik dan perekrutan karyawan pun dilakukan.

Ditengah obrolan, derit roda dan lonceng kereta terdengar nyaring berhenti didepan halaman.

Bai Anshu gegas keluar, ia sudah bisa menebak siapa tamunya.

"Salam tuan paman, nona muda...!"

"Salam nona Anshu...!"

Kedua tamu itu dipersilahkan duduk, teh manis hangat dan panekuk daun bawang disajikan.

"Rebus ramuan ini dengan dua mangkuk air sampai menyusut menjadi satu cangkir." Bai Anshu menyodorkan satu bundel kertas minyak berisi empat puluh paket tonik.

"Minum bersama pil obat ini, dua kali sehari setelah makan. Pagi dan malam." satu botol porselen, Anshu serahkan.

"Untuk makanan sebaiknya perbanyak yang mengandung kalsium tinggi, seperti sup sum-sum, sup tulang babi, susu sapi, ikan, kacang-kacangan, tahu, dan sayuran hijau."

"Em, nona Anshu, kira-kira kapan kau bisa melakukan operasi..?" tanya tuan toko.

"Aku belum memesan pisau bedah kepandai besi, aku juga tidak tahu berapa lama pembuatannya. Jadi aku belum bisa memastikan."

"Kalau boleh tahu, seperti apa pisau bedah itu..? jika nona Anshu berkenan, biar aku saja yang memesannya agar lebih cepat."

Kilau berbinar terbit dinetra jernih Bai Anshu, bibirnya melengkung sempurna sampai kemata.

"Apa tidak merepotkan tuan paman..?"

"Tentu saja tidak, lagi pula ini semua juga demi kesembuhan putraku."

Bai Anshu mengangguk, lalu pergi mengambil kertas serta pinsil arang.

Dengan fasih, jelas dan rapi. Bai Anshu melukis set lengkap peralatan operasi secara detail sampai menghabiskan sembilan lembar kertas.

Tuan toko dan putrinya memandang takjub sekaligus aneh semua benda-benda asing yang tergambar apik itu.

"Untuk biaya pembuatannya, nanti tuan paman beritahu aku jika semuanya sudah selesai dibuat."

Tuan toko melambaikan tangan "jangan pikirkan soal biaya, itu semua biar menjadi urusanku."

Pemilik toko pamit setelah Bai Anshu ngotot menolak pembayaran tonik dan pil obat.

Usai makan siang, Bai Anshu dan Hanzi langsung pergi kehutan pegunungan untuk mengumpulkan bahan pembuatan sabun, sekalian menggali biji ginseng yang mulai bertunas.

1
SENJA
mantabs lah nambah pekerja terus 👌
Erna Fkpg
tetap semangat thor dan terimakasih untuk upnya 😘😘😘
Datu Zahra
tumben banyak typo thor...?
Delia ATA: Sudah direvisi ya kak 🫰

Terimakasih sudah mengoreksinya.
total 1 replies
Datu Zahra
Aku juga beruntung karena dapat bacaan keren dan seru lagi 🤩
Erna Fkpg
keberuntungan keluarga bai dan Chen dan seluruh desa
Dewisiregar
up thor yang banyak, tambah seru ceritanya💪🙏👍
Maria Lina
kok 2 thor kmrin 3 bab kurang ni
vipp
semangat thor
Rai Gojess
lagi thor, kenapa ceritamu ini best sekali, koin ku sdh habis, belum top up..tunggu ya aku top up
SENJA
mantabs maju terus bisnis sabun 👌
Datu Zahra
Kurang kak 🤪
SENJA
buseh bisnis baru lagi
Datu Zahra
Selama ada air suci, apa pun paati menghasilkan banyak dan enak
Datu Zahra
Murong Canfeng jpdohnya Anshu kek'y 🤭
SENJA
songong sih lu padab🤣
Fauziah Daud
trusemangattt... seru
Chen Nadari
mantulll Thorr
Dewiendahsetiowati
kayak dikit deh authornya nulis,apa ceritanya bagus jadi gak sadar sudah habis bacanya😭😭
SENJA
bagus jangan kasih kendor
Erna Fkpg
nah kan nyesel dikasih bisnis besaralah meremehkan karena pakaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!