NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:59.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Di Kegelapan

Sekitar pukul 11 malam. Jevi terbangun merasakan tenggorokannya kering dan haus. Ia tidak merasa lapar sama sekali, tetapi butuh air untuk mendinginkan tenggorokan.

Matanya dipaksakan untuk terbuka, meski sangat berat sekali, lalu mengambil ponselnya untuk melihat jam.

"Pantesan masih ngantuk, belum pagi ternyata," gumamnya menaruh kembali ponselnya.

Setengah sadar karena rasa kantuk dan malasnya. Jevi mulai melangkah untuk keluar dan turun menuju ke bawah. Dimana kulkas berada dekat dengan dapur dan meja makan.

Suasana sudah sangat sepi, tetapi tidak membuat gadis itu merasa takut sama sekali meski setiap ruangan tampak sepi dan remang.

Rasanya rumah itu menjadi berat, saat Jevi melangkah dan tidak kunjung mendapat dimana letak kulkas berada. Namun pada akhirnya ia menemukan benda yang sangat dicarinya.

Dengan malas dan masih tersisa kantuk yang berat, Jevi membuka kulkas, mengambil sebotol mineral lalu meneguknya di tempat itu, setelah tinggal setengah botol, ia tidak menaruhnya lagi, tetapi memilih untuk dibawa ke kamarnya, sisa-sisa kewarasannya seakan meneriaki agar ia tidak perlu repot jika kembali haus dan membutuhkan minum.

Menutup pintu dengan gerakan sedikit cepat, Jeviza membalikan tubuhnya, matanya melebar mendapati sosok tinggi berdiri di depannya, ruangan yang remang langsung membuat Jeviza menelan ludah payah, sebelum akhirnya rasa takut itu berganti menjadi rasa gugup yang teramat hebat.

Debaran di hatinya seakan ingin meledak saat itu juga. Sosok tinggi itu mendekat selangkah pada Jevi, wajahnya mendongak dan menatap lurus pada manik mata Jevi.

Rasa kantuk itu hilang seketika, berganti menjadi perasaan yang tidak bisa Jevi artikan.

Bagaimana bisa seorang Keandra berada di sana?

Satu atap dengannya, dan bahkan satu ruangan dengannya. Tidak, bahkan jarak keduanya tidak kurang dari satu meter.

Botol di tangan Jevi tercengkram dengan sangat kuat, pikirannya mendadak blank untuk mengartikan bagaimana bisa Keandra berada di sana saat ini juga.

Jevi menunduk, berniat untuk pergi dari sana sekarang juga. Rasanya terlalu mustahil untuk dimengerti. Ia melangkah terburu-buru melewati Kean yang masih berdiri di tempatnya. Bahkan aroma yang tadi sempat Jevi cium di ruangan atas kini semakin terasa. Jevi merinding saat itu juga, banyak sekali pertanyaan dalam dirinya tentang adanya Kean yang tiba-tiba.

Tepat saat ia akan menaiki tangga untuk menuju ke atas. Suara Kean akhirnya memecah keheningan yang mengejutkan sekaligus membuat canggung.

"Hai."

Suara itu terdengar serak dan penuh pertimbangan.

Jeviza sempat menghentikan langkahnya, namun ia memilih untuk tidak menjawab dan kembali naik ke atas.

Setelah punggung Jeviza tidak terlihat lagi. Kean mengepalkan tangannya, ia masih berada di tempat yang sama seperti tadi, tidak ada pergerakan apa-apa bahkan sampai Jevi pergi.

Sedari tadi, hati dan pikirannya terus bertentangan, ia ingin mendekat dan menarik tubuh itu masuk ke dalam dekapannya, tetapi pikirannya terus berisik mengingatkan, jika mereka kini hanya orang asing yang kebetulan di pertemukan lagi.

Entah karena takdir yang berniat baik, atau malah permainan takdir.

Tidak disangka, ia bertemu dengan Jeviza lagi dengan cara diluar dugaan.

Ruangan yang sedikit gelap dan di satu atap yang sama. Sekali lagi satu atap yang sama.

Masih tertinggal rasa kebingungannya. Kean melakukan hal yang sama seperti Jevi tadi. Membuka kulkas, lalu mengambil sebotol air mineral dingin untuk diteguknya.

Jika Jevi rela turun untuk mengambil minuman karena rasa hausnya setelah tadi ketiduran. Berbeda dengan Kean yang sengaja turun ke bawah karena masih mengerjakan tugas yang diberi oleh papanya. Kean butuh air dingin untuk mendinginkan sedikit otaknya. Ia belum tidur sama sekali.

Saat sampai di depan kamarnya. Kean tidak langsung masuk, tetapi ia menoleh pada kamar di seberangnya. Dibalik pintu itu ada Jeviza di dalamnya. Senyum sangat tipis muncul di ujung bibirnya, sebelum akhirnya ia benar-benar masuk ke dalam karena masih ada yang harus dikerjakan.

"Je, bangun woy!"

"Jepi! Ampun deh! Buka enggak pintunya? Tumben-tumbenan segala dikunci."

"Sengaja ya mau bolos! Jepiza jangan bikin gue dobrak pintu ini ya."

Puspa memejamkan mata. Sudah ada 5 menit ia berteriak di depan kamar Jeviza untuk membangunkan gadis itu.

Ia tidak bisa masuk seperti biasanya karena kamar Jeviza dikunci. Membuat Puspa semakin murka rasanya. Ia lalu berbalik pada kamar Kean. Cowok itu sudah menyahut dan bahkan tadi sudah memunculkan dirinya dengan rapih.

"Ke, Kean, kakak pinjam hp lo, Ke." Puspa mengetuk pintu kamar Kean.

Tidak berselang lama. Kean muncul dengan pakaian lengkap dan rapih untuk pergi ke kampus.

Kean menyodorkan ponsel miliknya. Lalu pamit untuk ke bawah, sarapan bersama seperti biasanya.

"Gue, ke bawah dulu kak."

Puspa mengangguk, lalu segera menekan nomor yang ingin dihubunginya saat ini.

"Kamu sama mas Ar, sarapan dulu aja Ke. Gue masih harus bangunin anak singa."

"Oke," balasnya melirik ke arah kamar Jevi yang masih tertutup rapat. Sebelum akhirnya turun ke bawah.

Merasa tidurnya terganggu karena suara berisik pada ponselnya. Jeviza mendengus, namun tangannya meraba untuk menemukan benda pipih yang sedari tadi berisik mengganggu tidurnya.

Matanya menyipit melihat nomor asing masuk di layar ponselnya, tanpa berpikir panjang, ia langsung menolak panggilan itu, namun tidak berlangsung lama nomor yang sama kembali masuk, dibarengi dengan suara gedoran pintu kamar yang sangat nyaring.

Jevi terperanjat, ia tahu sesuatu buruk akan terjadi padanya.

"Iya-iya, gue bangun" teriaknya tanpa membuka pintu dan menjawab panggilan tersebut.

Begitu cepat ia paham dan tahu jika pelaku dangan nomor asing itu ialah Puspa.

"Ya ampun, pantesan beruba jadi singa, gue kesiangan anjir." Jevi langsung melompat dari tempat tidurnya, menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Karena kejadian semalam. Jeviza tidak bisa lagi memejamkan matanya. Rasa kantuknya hilang berganti menjadi otaknya yang penuh dengan pikiran tentang Keandra yang tiba-tiba muncul di rumah itu.

Jevi baru bisa memejamkan mata pukul setengah 5 pagi. Dimana orang-orang mulai dengan aktifitasnya sementara ia baru akan memejamkan mata.

"Tadi malam itu, mimpi bukan sih?" gumamnya setengah menolak kejadian nyata semalam.

"Gue ngigau kali ya sampai turun ke bawah, tapi gue beneran nggak bisa tidur setelah itu."

Jeviza frustasi rasanya. Ia lalu menyalakan sower dan mandi secepat yang ia bisa. Masalah sosok tinggi yang dilihatnya itu, ia akan coba bertanya nanti dengan mas Arlo, tidak mungkin dengan Puspa yang sekarang sedang dalam mode singa karena ulah Jevi sendiri.

Pusing kalau harus mendengar omelan Puspa yang ternyata melebihi maminya. Setiap kata yang keluar dari mulut omelan Puspa tana filter, berhasil menumbangkan lawan jika bukan Jevi yang menghadapinya.

Sangat sadis dan tepat sasaran pada hati lawannya.

1
Nita Nita
ih lama bgt jd greget swnsiri🤭
Lestary Tri
apasih je , kan salah paham udah di jelasin knpa masih ragu,
kalau lo gak mau , mending buat aku aja ken nya .
Herman Lim
jevi mah pande bersembunyi dlm cemburu buta nya padahal mah dah pengen Jambak tuh muka cew nya 🤣🤣
Rini Muharni
Jepintul, pura-pura cuek. Aslinya cemburu tuh..
Dian Rahmawati
jevi itu kean minta dicemburuin
Herman Lim
aduh penasaran bgt sih sapaa gadis tuh yg dah di apain semi
Rini Muharni
Jepintul.. Jepintul.. 🤣🤣
Nurs_tars
ibarat mo jalan
,udah ad jln tol Jevi malah lewat gunung muter lewati lembah masih nyebrang sungai, ibarat pepatah klu aszdd yg sulit ngapain nyari yg gampang, gt kn je
tepok jidat aq
Septi Wulandari
iiissshhh gregettt bgttt gw sama jepituuull🤣
Siti Nur Rohmah
tembak lg donk yg jelas kean😄😄cewek butuh kepastian
Nikita
lah jepintul
Mei TResna Rahmatika
mundur aja dulu kean,biar jepiii yg nyariin km dulu🤭
deeRa
Apasih yg bikin ragu, kayak pusing dibuat sendiri kamu mah jepppiiiii😌
Reni Anjarwani
lanjut thor up doubel thor
Lestary Tri
kak riri ihh , up lagi bisa gak sihh . 🤭
penasaran ini . gak bisa tidur .
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaaaaa...
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
nanggung kak🤭 penasaran ihh🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: uda kak..
total 1 replies
Nurs_tars
lanjut
Riria Raffasya Alfharizqi: uda yaa
total 1 replies
Nurs_tars
singax rawrrr🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: singa ganteng yeee
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Riria Raffasya Alfharizqi: uda kaa
total 1 replies
Septi Wulandari
kak please crazy up donggg🙏🤭
Riria Raffasya Alfharizqi: uda kak heee
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!