NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan Dinner

Gilang bergegas turun dari mobilnya. Karena macet yang dialaminya di jalan sepulang bertemu Helen, terlambat tiba di kantor. Pak Satria ternyata sudah datang lebih dulu sekitar lima menit yang lalu ke kantor Mahesa Persada. Gilang tak enak, Pak Satria harus menunggu dirinya lebih lama.

"Saya ke dalam dulu, tidak enak Pak Satria sudah menunggu." Gilang menoleh ke belakang karena Bella berjalan lebih santai, karena Bella merasa tak ada yang perlu dikhawatirkan? Pak Satria adalah papanya sendiri dan datang karena permintaannya.

"Baik, Pak." Bella menjawab sambil tersenyum, melihat Gilang tampak terburu-buru. Terlihat sekali jika Gilang tak enak hati dan menyesal datang lebih lambat dari Pak Satria.

"Dia kelihatannya takut banget sama Papih." Bella melangkah menyusul Gilang. Dia membiarkan Gilang mendahuluinya, padahal kemungkinan besar mereka akan memakai lift yang sama.

Benar saja dugaan Bella, ketika ia sampai menyusul Gilang, pintu lift baru terbuka dan mereka sama-sama masuk dalam lift menuju lantai ruangan Gilang.

Sesampainya di lantai yang dituju, ternyata Pak Satria asyik berbincang dengan Jimmy di sofa tunggu depan ruangan CEO.

"Maaf sekali saya baru sampai, Pak. Tadi macet di jalan." Gilang menghampiri Pak Satria dan bersalaman. Menyampaikan permohonan maafnya karena membuat Pak Satria harus menunggunya.

"Tidak apa-apa, Nak Gilang. Saya yang mendadak datang kemari." Pak Satria memaklumi, Gilang yang mempunyai kesibukan dengan jadwal kantor tiba-tiba dikejutkan dengan kedatanganya. Arah mata Pak Satria kini tertuju pada Bella.

"Selamat siang, Pak." Bella menyapa papanya, karena Gilang tahu dirinya mendapat rekomendasi masuk ke kantor Mahesa Persada dari Pak Satria, tak mungkin ia bersikap acuh tak acuh, seolah tak kenal pada papanya.

"Bagaimana, Bella? Kamu bisa menyesuaikan diri bekerja di sini?" tanya Pak Satria mengikuti permainan sang putri.

"Alhamdulillah, Pak. Tidak ada masalah, Pak Jimmy juga sedikit banyak membantu saya di sini." Bella sengaja menyebut Jimmy yang membantunya untuk melihat reaksi Gilang.

Gilang dan Jimmy sama-sama terkejut dengan jawaban Bella. Bahkan Jimmy tak menduga Bella akan menyebut namanya. Dia memang beberapa kali mengarahkan Bella tanpa sepengetahuan Gilang, sebab Jimmy sangat tertarik pada Bella.

Berbeda dengan Jimmy yang merasa bangga disanjung Bella, Gilang justru merasa kesal sampai kuku-kuku jarinya menekan kencang telapak tangannya membentuk kepalan. Dia tak senang melihat keakraban Bella dengan Jimmy.

"Syukurlah kamu bisa menyesuaikan diri," sahut Pak Satria.

"Kita bicara di dalam saja, Pak. Mari, silakan!" Tak memberi kesempatan bagi Jimmy terus mendapat sanjungan, Gilang segera mengajak Pak Satria ke ruangannya.

Gilang dan calon mertuanya akhirnya berpindah tempat untuk melanjutkan percakapan mereka, sementara Jimmy yang tadi menemani Pak Satria sebelum Gilang tiba di kantor, memilih tetap di luar dan berjalan mendekat ke meja Bella.

"Saya senang bisa membantu kamu di sini, Bella." Jimmy makin semangat mendekati Bella, apalagi Bella mengaku masih berstatus single. Walau sebenarnya ia sendiri sudah mempunyai kekasih, tapi, selama belum ada janur kuning melengkung dan belum ada janji suci yang terikat dalam momen ijab qobul, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Jimmy akui, Bella lebih membuatnya tertarik.

"Bagaimana kalau kita pergi makan bersama? Dinner misalnya. Rumah kamu di mana? Biar nanti saya jemput," sambung Jimmy kemudian.

"Hmmm, dasar laki-laki mata keranjang! Sudah punya tunangan masih coba mendekati wanita lain!" Bella ingat kata-kata Gilang yang memperingatkannya untuk tidak akrab dengan Jimmy, sebab Jimmy sudah bertunangan.

"Makasih untuk tawarannya, Pak. Tapi, saya nggak ingin membuat tunangan Bapak cemburu," jawab Bella menolak ajakan dinner Jimmy.

"Tunangan?" Jimmy terkejut Bella tahu dirinya sudah mempunyai kekasih dan berencana akan bertunangan. "Siapa yang bilang saya punya tunangan? Saya belum bertunangan, hanya dekat dengan wanita saja. Dekat dengan wanita belum tentu harus bertunangan, kan?" Jimmy mengelak disebut sudah bertunangan.

"Sialan! Pasti Gilang yang memberitahu Bella." Jimmy sudah dapat menebak siapa yang membocorkan soal statusnya yang akan bertunangan dengan Angela, kekasihnya yang saat ini menggeluti dunia modeling di Singapura.

"Sudut pandang wanita dan pria itu berbeda, Pak. Mungkin Bapak berpikir nggak ada hubungan apa-apa, tapi wanita biasanya lebih peka dan menggunakan perasaan jika dekat dengan pria." Meskipun Jimmy menampik tidak memiliki hubungan khusus dengan wanita, Bella tetap mencari alasan untuk tidak terjebak permainan Jimmy.

"Apa itu artinya kamu menolak saya?" Jimmy hampir tak pernah menerima penolakan dari wanita. Jika itu terjadi, itu bagaikan aib baginya.

"Maaf, Pak. Saya hanya ingin bekerja, bukan cari masalah." Bella tegas menolak dan tak ingin menjadi orang ketiga bagi Jimmy dan tunangannya. Lagi pula, ia sendiri akan dijodohkan dengan Gilang.

"Okelah, nggak masalah. Jangan diambil serius." Jimmy mengibas tangan ke udara lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah menuju ke ruangannya. Meskipun bibirnya mengatakan tak masakan, tapi dia agak kecewa menerima penolakan Bella.

***

Bella tak tahu apa yang dibicarakan papanya dan Gilang tadi. Sejujurnya ia kasian terhadap sang papa, telah membuat orang tuanya berpikir, mencari alasan datang ke kantor Mahesa Persada. Namun, semua itu ia lakukan untuk menyelamatkan Gilang dari jerat maut wanita penggoda seperti Helen, ia yakin papanya akan mengerti.

Satu jam berlalu, akhirnya pintu ruangan Gilang terbuka. Gilang dan Pak Satria keluar dari ruangan.

"Saya minta maaf tidak bisa menyambut kedatangan Pak Satria dengan baik." Karena kedatangan Pak Satria terlalu mendadak, Gilang merasa tak bisa sempurna menyambut Pak Satria yang saat ini punya peran penting baginya.

"Tidak apa-apa, Nak Gilang. Tidak perlu berlebihan dengan kedatangan saya kemari. Ini hanya kunjungan biasanya saja. Nak Gilang akan menjadi menantu saya, tidak ada salahnya saya berkunjung kemari, kan?" jawab Pak Satria melirik pada Bella yang sedang memperhatikannya.

"Kantor ini selalu terbuka untuk Bapak. Saya benar-benar mendapat kehormatan Bapak berkunjung kemari." Gilang masih bersikap formal pada calon mertuanya itu.

"Ya sudah, saya permisi dulu, Nak Gilang." Pak Satria berpamitan sambil menepuk pundak Gilang.

"Baik, Pak. Saya antar sampai lobby." Gilang menghormati Pak Satria dan sebagai bentuk penghormatannya, ia ingin mengantar Pak Satria sampai depan lobby kantor, sampai Pak Satria masuk ke dalam mobil.

"Tidak usah, Nak Gilang. Tidak usah repot-repot. Biar saya sendiri saja." Pak Satria menolak tawaran Gilang yang ingin mengantarnya turun ke lobby kantor.

"Tidak apa-apa, Pak. Hanya mengantar sampai lobby saja tidak masalah." Gilang tetap ingin mengantar, karena merasa tak sopan membiarkan tamu besar keluar sendirian.

"Biar saya saja yang mengantar Pak Satria, Pak." Bella bangkit dari kursinya dan menawarkan diri mengantar sang papa, karena dia sendiri tak sabar ingin tahu apa yang dibicarakan dengan Gilang tadi.

"Ya sudah, kamu saja yang antar saya, Bella." Pak Satria langsung setuju dengan tawaran putrinya,

"Sampai jumpa lagi, Nak Gilang." Pak Satria lalu melangkah ke arah lift setelah berpamitan, diikuti dengan Bella di belakangnya. Sedangkan Gilang hanya bisa memandangi Pak Satria dan Bella sampai menghilang di balik pintu lift, lalu ia memutuskan kembali masuk ke ruangannya.

"Tadi Papih bicara apa aja sama Gilang di dalam?" Saat pintu lift tertutup, Bella langsung bertanya pada papanya. Dia yakin tak akan ada yang mendengarnya, meskipun ada cctv dalam lift itu. Tak akan ada yang curiga jika mereka adalah pasangan ayah dan anak.

"Justru Papih yang ingin tanya sama kamu, kenapa tiba-tiba menyuruh Papih datang ke sini?" Pak Satria balik mengintrogasi Bella.

"Untuk menyelamatkan calon mantu Papih dari jebakan janda genit yang menyamar ingin kerja sama dengan perusahaan ini." Jujur Bella mengatakan alasan yang sebenarnya.

"Hmmm, apa itu artinya kamu sudah setuju menerima Gilang, Sayang?" Mendengar alasan Bella, Pak Satria justru menggoda sang putri, karena sikap Bella sudah sangat posesif pada Gilang.

"Iiihh, nggak juga! Dia belum lulus kualifikasi jadi calon suami aku, Pih." Bella dengan cepat mengelak diduga mulai luluh menerima rencana bertunangan dengan Gilang.

Pak Satria tertawa kecil melihat Bella berkelit. Dia yakin putrinya itu sering menutupi perasaannya sendiri.

Ting

Pintu lift terbuka, mereka pun menghentikan obrolan akrab mereka agar tak membuat orang curiga.

"Silakan, Pak!" Bella mempersilakan papanya keluar dari lift lalu mendampinginnya hingga pelataran lobby kantor.

Kemunculan Bella dengan tamu kantor langsung menjadi bisik-bisik, terutama bagian Front Office.

"Lihat, deh! Katanya itu tamu penting bos, tapi yang antar sekretaris karbitan. Caper banget dia!" Fiska berbisik pada rekan di sebelahnya.

"Tamu penting, banyak duitnya, Fis. Siapa tahu sambil menawarkan diri jadi sugar baby-nya. Biar udah tua masih gagah, tajir lagi, bikin makmur isi dompet dan ATM." Rekan Fiska menyahuti. Tampaknya sehadiran Bella di perusahaan itu masih belum bisa diterima dengan lapang dada oleh sebagian karyawan, karena tidak melalui seleksi pengrekrutan karyawan sesuai prosedur yang belaku.

❤️❤️❤️

1
ρυтяσ kang'typo✨
lagi kencan mala bahas boss🤣🤣🤣tapi q suka ko secara tidak langsung Jimmy memberi gambaran tentang Gilang pada Bella
ρυтяσ kang'typo✨
Jimmy gercep itu Lang... 🤣🤣🤣u mah fokus cemburu doang g ada misi apa pun 🤭🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
ada untungnya juga Bella pergi dinner sama Jimmy.rahasia tentang Gilang di umbar sama Jimmy tanpa perlu repot2 Bella mencari tau sendiri😄
bakal makin gencar gak nih Bella menggoda Gilang setelah dengar cerita Jimmy😁
Dest Cookies
secara tidak langsung jimmy sudah memberi gambaran tentang kepribadian gilang.. bella mulai kagum.. lama2 jatuh cinta...
Juwitae
Terbuka sedikit² supaya Bella tidak salah sangka terus sama Gilang
Esther
Jimmy gak sadar kalau Bela lagi cari informasi tentang Gilang😄
Juwitae
Dasar asisten ga ada akhlak🤣🤣
Dest Cookies
beneran cemburu nih gilang.. rasa yg belum disadari oleh gilang...
Esther
Tambah panas nih Gilang, asistennya selangkah lebih maju sudah berani mengajak Bella kencan🤭🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
panas pasti Gilang di ledek begitu sama asistennya sendiri. jangan2 Gilang ikut pergi memata-matai Jimmy sama Bella nih..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang ikuti dulu permainan Jimmy.setelah itu kasih dia shock terapi biar jantungnya kuat😂
Dest Cookies
waduh..gawat dong.. .. bella di dekitin sama jimy.. tp aku yakin bella bisa jaga diri.. jd tambah greget nih ..
.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
Bella yang gak mau kali Jim di goda sama kamu.dia bukan wanita yang mudah tergoda.tujuan dia di kantor Mahesa Persada kan untuk lebih tau Gilang seperti apa.kalau nanti pas tau Bella anak pak Satria,malu kamu seumur-umur Jim udah berani godain Bella😄
ρυтяσ kang'typo✨
eee ada yang g rela tuh kalo Jimmy mendekati Bella beneran, mana dia rela batal tunangan demi Bella 🤭🤭🤭
Juwitae
langsung di tembak kan. Ayo ngaku cemburu gak Gilang?🤭😄
ρυтяσ kang'typo✨
ciyeeeee cemburu... pasti mengelak tuh Gilang🤣🤣masa iya mau bilang cemburu g mungkin la ya
ρυтяσ kang'typo✨
waaaah.... makin seru ka, hayo loh u skakmat kan Lang🤣🤣🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
mati kutu deh Gilang.mau jawab apa coba Gilang. pengen tau gebrakannya kayak apa😄..Bella sih makin asik aja ngerjain ataupun godain Gilang
Dest Cookies
hayoo gilang ... kamu pasti kaget.. bella bisa seberani itu mengungkapkan kekesalannya..
Ernalita Sitompul
mskin seru😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!