Di alam para Dewa, aturan sudah tertulis sejak zaman dahulu kala: Laki-laki adalah Dewa, Wanita adalah Malaikat. Namun, Lisa adalah pengecualian. Dalam darahnya mengalir kekuatan agung sang Raja Dewa, dan tanda suci terukir di tubuhnya membuktikan dia layak menyandang gelar "Dewa", bukan sekadar "Malaikat".
Sayangnya, dunia tak siap menerima itu. Lisa tumbuh dengan anggun, lemah lembut, namun kesepian. Ayahnya, sang Penguasa Langit, bersikap dingin dan menghilang sejak ia berusia 5 tahun. Lisa mengira dirinya dibenci dan ditolak.
Namun, kenyataannya berbeda. Sang Ayah bukan tak punya hati, ia justru menyembunyikan Lisa demi melindunginya dari kecemburuan dan bahaya maut dari Dewa-Dewa lain. Ketika Lisa dewasa dan menuntut haknya, ia harus menempuh jalan berdarah, menguasai sihir terkuat, dan memimpin perubahan sejarah. Di tengah pertarungan memperebutkan takdir, ia juga akan menemukan cinta, memecahkan kesalahpahaman besar, dan akhirnya mengerti arti pengorbanan sang Ayah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Liss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.13
Suasana di halaman utama Akademi terasa sangat berat. Ratusan siswa berkumpul dengan perlengkapan tempur lengkap. Tidak ada tawa, tidak ada canda. Hanya angin yang bertiup dingin dan mencekam.
Guru Senior berdiri di atas panggung kayu dengan wajah datar dan tatapan tajam yang menembus ke dalam jiwa setiap murid.
"DENGARKAN BAIK-BAIK!" suaranya menggema menggunakan sihir.
"Tempat yang akan kalian tuju bukanlah arena latihan atau tempat bermain. Itu adalah MEDAN PERANG SESUNGGUHNYA! Di sana, aturannya sederhana: Jika kalian terluka atau tertimpa bencana, kalian mungkin masih bisa selamat. TAPI... jika kalian mati di sana... itu adalah kematian yang abadi. Tidak ada load back, tidak ada kesempatan kedua. Namun, mati membela tanah air adalah kematian yang paling terhormat bagi seorang ksatria."
Beberapa siswa mulai terlihat menggigil ketakutan. Suasana makin mencekam.
**"Aku membentuk tim-tim ini bukan sembarangan," lanjut Guru Senior. "Aku memilih kalian karena aku tahu batas kemampuan kalian masing-masing. Aku sudah mempertimbangkan segalanya... dan percayalah, aku sudah meminta izin resmi kepada keluarga bangsawan dan orang tua kalian semua."
BRUK!
Banyak siswa yang terkejut dan tidak percaya. Bagaimana mungkin keluarga mereka yang biasanya melindungi mereka mati-matian, sekarang justru mengizinkan anaknya turun ke medan maut? Namun melihat keseriusan wajah para guru, mereka sadar ini bukan main-main.
"Kalian bisa tenang," ucap Guru Senior mencoba menenangkan. "Kalian tidak akan berjalan sendiri. Kalian akan didampingi oleh dua Alumni terbaik kami yang sudah sangat berpengalaman dan kuat."
Dia menunjuk ke arah dua sosok yang berdiri di sampingnya.
"Ini adalah Ying-xue. Dia adalah seorang Assasin kelas atas namun juga mahir dalam sihir. Fokus utamanya memang pembunuhan diam-diam, tapi dia memiliki Konsepsi Pemurnian dan Kegelapan*
-Buat sembunyi dan ngilang.
- Bikin keberadaanmu kabur dari divine sense, susah dideteksi.
- Serangan keluar dari bayangan, musuh nggak sempet bereaksi.
- Kombinasi sama Slaughter \= pembunuh bayangan
- Bersihin qi impuritas biar fondasi kultivasi lebih kuat
- Netralisir racun, kutukan, serangan jiwa
- Hapus karma buruk dan ikatan sebab-akibat
- Lawan kultivator jalur iblis
Dia akan mengawasi Tim A."
Ying-xue hanya tersenyum tipis, matanya tajam seperti elang.
"Dan yang ini wu-yuan . Dia adalah tipe pejuang yang sangat langka. Dia menguasai konsepsi Pembantaian dan Reinkarnasi dengan sempurna*
- melihat kehidupan lampau
- menghapus keberadaan seseorang dari siklus waktu.
- Paham hukum karma dan sebab-akibat.
- Bisa meminjam "vitalitas" dari siklus itu buat nyembuhin diri atau nyerap kekuatan lawan.
- konsepsi Pembantaian masih belum di ketahui
Bagiku, dia ibarat kematian itu sendiri yang berjalan. Dia akan membimbing Tim B."
Wu-yuan hanya menunduk hormat, auranya misterius namun terlihat menakutkan.
"Paham sekarang? Dengan mereka di sisi kalian, peluang hidup kalian jauh lebih besar. Sekarang... DENGARKAN PEMBAGIAN TIM!"
📋 DAFTAR TIM
TIM A (Dipimpin Kael)
- Komandan: Kael
- DPS / Penyerang: Theo, Harit, Kyle
- Healer / Penyembuh: Rafael
- Tank / Pelindung: He-yu
- Pendamping: Alumni Ying-xue
TIM B (Dipimpin Fredrin)
- Komandan: Fredrin (Open Attack / Penyerang Depan)
- Strategis: Lisa
- Assasin: Floyen
- Tank: Carl
- Mage / Penyihir: Ji-na
- DPS/penyerang: Xio-yan
- Pendamping: Alumni Wu-yuan
Saat nama Tim B dibacakan, tiba-tiba terdengar suara dengusan keras dari barisan belakang.
"Hah?! Gimana ini teman-teman?!" seru Carl si Tank dengan suara keras sehingga semua orang menoleh.
"Guru! Walau pun kita ada Alumni yang jago, tapi kalau timku isinya ada orang buta, apalagi dia jadi penentu strategi?! Kita semua pasti mati konyol! Benar kan teman-teman?!" teriak Carl mencoba mencari dukungan.
Wajah beberapa anggota Tim B terlihat ragu dan bingung. Mereka tahu Lisa itu aneh, tapi melihat dia buta dan memakai penutup mata, rasa percaya diri mereka goyah.
Belum sempat Guru berkata apa-apa...
SUUUUUUUUUUUUUUSSSSSSH!
Sebuah aura merah menyala meledak keluar dari tubuh Fredrin! Angin berputar kencang di sekelilingnya. Wajahnya sudah merah padam menahan amarah yang meledak-ledak.
"KAU BILANG APA TADI?!!"
Fredrin melompat dan mendarat tepat di depan Carl dengan kecepatan kilat. Leher seragam Carl langsung dicengkeram kuat oleh Fredrin dan diangkat tinggi hingga kakinya menggantung di udara!
"BERANI-BERANINYA KAU MENGHINA KOMANDAN STRATEGI KITA?!!!" teriak Fredrin.
"LEPAS! AKU TANK! AKU YANG HARUSNYA NGOMONG! DIA BUTA CARA LIHAT PETA PUN NGGAK BISA!" teriak Carl tercekik.
"BODOH BESAR!!" Fredrin melempar Carl keras ke tanah sampai tanah itu retak! DUG!
Fredrin menatap seluruh anggota Tim B dengan mata berapi-api.
"DENGARKAN KALIAN SEMUA! Nona Lisa itu bukan manusia biasa! Dia lebih tahu situasi medan perang daripada kalian yang bisa melihat tapi otak kosong! Matanya tertutup bukan berarti di tidak bisa melihat"
"Kalau ada satu kata lagi yang keluar dari mulut kalian menghinanya... atau kalian berani tidak mematuhi strateginya... aku Fredrin janji! Aku akan hancurkan kalian sebelum monster sempat melakukannya! Mengerti?!!"
Aura Fredrin sekarang begitu mengerikan, jauh lebih kuat dari sebelumnya (efek penyembuhan Lisa). Semua siswa termasuk Carl gemetar ketakutan dan hanya bisa mengangguk patuh.
Lisa yang berdiri di belakang Fredrin hanya diam menyilangkan tangan. Wajahnya tetap dingin dan tidak terpengaruh sama sekali oleh keributan tadi.
'Ribut sekali... dasar anak kecil,' batin Lisa malas.
Tapi dia melirik sekilas ke arah Carl yang sedang kesakitan bangun.
'Tank yang mulutnya jahat. Nanti di medan perang biar saja dia dimakan monster duluan kalau tidak mau menurut.'
Floyen mendekat ke Lisa dan berbisik,
"Lisa, Fredrin itu makin parah ya kelakuannya. Jadi bodyguard fanatik banget."
Lisa tersenyum miring, "Biarkan saja. Setidaknya telingaku jadi lebih tenang karena tidak ada yang berani ribut lagi."
Di kejauhan, Kael melihat pemandangan itu. Jantungnya berdegup kencang melihat betapa setianya Fredrin, tapi juga merasa lega karena tidak ada yang berani menyakiti Lisa.
"SEMUA SIAP! PERGI!!" teriak Guru Senior.
Rombongan besar pun mulai bergerak meninggalkan gerbang akademi menuju Utara yang gelap dan berbahaya...
Rombongan akhirnya tiba di lokasi penugasan, sebuah dataran luas yang berbatasan langsung dengan Hutan Terlarang. Udara terasa pengap dan bau darah serta tanah kering tercium menyengat.
Ying-xue langsung bertindak cepat untuk Tim A.
"Tim A, dengarkan perintah! Kita akan mendirikan perkemahan dan benteng pertahanan di sini. Prioritas kita adalah stabilitas dan perlindungan. Mulai bekerja!"
Sementara itu, Wu-yuan menatap lurus ke arah Barat di mana asap hitam mengepul tinggi. Tanpa basa-basi dia menoleh ke Tim B.
"Kita posisi di sana. Arah Barat. Itu titik terdekat dengan sarang monster. Tempat paling strategis untuk memotong serangan mereka."
Lisa mengangguk pelan, suaranya tenang dan dingin.
"Baiklah. Itu lebih baik. Semakin dekat, semakin cepat kita selesaikan masalahnya."
"APA?!" seru Ji-na dengan wajah pucat. Dia langsung membantah dengan nada panik.
"Bukan kah itu bunuh diri?! Kita cuma tujuh orang! Kalau kita maju terlalu depan, kita bakal dikepung dan mati dengan cepat! Guru Wu-yuan, tolong pikirkan lagi!"
Wu-yuan menatap Ji-na dengan tatapan tajam dan sinis. Aura dingin langsung meledak keluar dari tubuhnya, membuat udara di sekitar mereka terasa membeku.
"Hah?" cibir Wu-yuan. "Jika kau takut mati, lebih baik kau tidak usah ikut dan kembali ke akademi sekarang juga. Aku tidak membutuhkan anggota tim yang lemah, tidak punya tekad, dan penakut sepertimu."
"Pergi! lah!" bentak Wu-yuan.
Tanpa menunggu jawaban, Wu-yuan langsung berbalik badan dan melangkah pergi menuju arah Barat. Lisa pun mengikuti langkahnya dengan santai, seolah bahaya di depan bukanlah apa-apa.
"Lisa tunggu!" teriak Floyen dan Fredrin berbarengan, lalu segera menyusul di belakang Lisa.
Melihat itu, Ji-na gemetar ketakutan tapi juga malu.carl dan Xio-yan menarik lengan.
"Ayo ikut... Kita sudah terlanjur di sini. Kalau kita pisah, kita pasti mati lebih cepat. Percaya sama Lisa dan Senior Wu-yuan saja..."
Dengan berat hati, anggota Tim B yang lain pun akhirnya berlari menyusul kelompok mereka yang sudah berjalan jauh di depan.
Belum sampai mereka mencapai posisi yang ditentukan, tiba-tiba tanah bergetar.
GRRRRR... AWOOOO!
Puluhan Monster muncul dari balik bebatuan dan semak belukar. Jumlahnya ratusan!
"SIAP PERANG!" teriak Fredrin siap melepaskan pedangnya.
Namun sebelum Fredrin bergerak, bayangan putih melesat lebih cepat dari angin.
Itu Floyen!
Dengan dua belati kecil yang memancarkan cahaya keemasan samar, floyen bergerak bak bayangan. Dia menari di antara gerombolan monster.
SLESSSSSH! Srak! Srak!
Setiap tebasan belatinya selalu tepat mengenai leher atau bagian vital musuh. Yang paling menakjubkan adalah... luka yang ditimbulkan oleh Floyen tidak bisa menutup kembali! Darah memancur deras dan monster-monster itu tidak bisa beregenerasi meskipun mereka tipe penyembuh cepat.
Dari kejauhan, Wu-yuan yang berdiri di atas tebing melihat itu dan mengangguk-angguk takjub.
Floyen kembali berdiri di samping Lisa, napasnya sedikit terengah tapi wajahnya penuh semangat.
"Lapor Nona Lisa! Area depan sudah bersih! Monster yang kena tebasanku... tidak akan pernah bisa memulihkan diri lagi! Racun dan energi di pedangku memutus aliran kehidupan mereka!"
Wu-yuan tersenyum lebar. "Bagus. Sangat bagus. Kemampuan Severing (Pemutus) tingkat tinggi. Kau punya bakat besar, bocah."
Fredrin tertawa keras, "Itulah Floyen! Pembunuh bayangan yang tak tertandingi!"
Monster semakin banyak datang. Mereka seolah tak habis-habis.
"Terlalu banyak! Kita akan kewalahan!" seru ji-na mulai kewalahan menembakkan sihir.
Wu-yuan melangkah maju satu langkah. Dia mengangkat tangannya tinggi ke langit.
"Muncullah, Winter Dragon!"
BRAAAK!
Petir merah menyambar keras dari langit, dan di hadapan mereka muncul seekor Naga es berukuran besar bersisik biru langit. Matanya memancarkan listrik yang mematikan.
Namun yang membuat semua orang ternganga adalah... Naga itu bisa berbicara!
"Hahaha! Akhirnya bisa keluar lagi! Wu-yuan, musuhnya mana saja? Biar aku sambar semua!" suara Naga itu berat dan gagah.
Wu-yuan menunjuk ke arah gerombolan monster yang semakin banyak.
"Bersihkan sayap kanan dan kiri. Dan... Mereka adalah satu tim kita."
Naga Petir itu menoleh, lalu menundukkan kepalanya besarnya menghadap Lisa. Anehnya, hewan buas yang paling liar ini justru merasa ada sesuatu yang sangat agung dan menakutkan dari gadis buta itu.
"Salam, Wanita yang memegang Rahasia Besar," ucap Naga itu dengan hormat. "Aku Bai-Shen, Penguasa es. Izinkan aku bekerja sama denganmu hari ini."
Lisa tersenyum tipis.
"Senang bekerja sama denganmu, Bai-Shen. Hancurkan semua yang bergerak di sebelah kanan. Jangan biarkan satu pun hidup."
"Siap! Serangan Frost breath... LEPAS!"
ZAAAAP! TRANG!
Napas Frozen menghancurkan puluhan monster sekaligus dalam sekejap!
Kini tersisa ratusan monster elit yang masih maju dengan ganas. Mereka adalah tipe pejuang keras.
Fredrin sudah menghajar habis di depan, Floyen membunuh diam-diam, Bai-Shen menyambar dengan napas es dan badai musim dingin, tapi monster masih terus datang.
Tiba-tiba, Lisa yang berdiri tenang di tengah menghela napas panjang.
Dia mengeluarkan pedang panjangnya dari sarungnya. Pedang itu biasa saja, tapi saat genggaman tangan Lisa menyentuh gagangnya...
DUAR!
Aura yang keluar bukan lagi aura suci atau dingin. Melainkan AURA GELAP YANG SANGAT MENGERIKAN!
Asap hitam pekat berputar mengelilingi tubuh Lisa. Matanya yang tertutup kini terlihat menyala merah tua di balik penutup matanya. Energi yang dipancarkan bukan energi manusia, bukan juga energi malaikat/suci... tapi Energi kehancuran!
Rasa takut yang luar biasa langsung menyebar ke seluruh area. Monster-monster yang tadi berteriak ganas, sekarang langsung berhenti bergerak. Mereka gemetar, menjatuhkan senjata mereka, dan merangkak mundur ketakutan!
Instink mereka berteriak: LARI! ITU RAJA DARI SEGALA YANG GELAP! ITU TUHAN KITA SENDIRI!
"Sudah cukup main-mainnya."
Suara Lisa terdengar pelan tapi menggema di kepala setiap makhluk di sana.
Lisa melangkah maju. Setiap langkahnya membuat tanah retak. Dia mengayunkan pedangnya dengan gerakan sederhana, tapi kekuatannya luar biasa.
WUSH... DONG!
Sebuah gelombang angin hitam melesat cepat. Hancur lebur! Ratusan monster terpukul mundur hingga terlempar puluhan meter jauhnya. Beberapa langsung tewas seketika hanya karena terkena tekanan auranya saja.
Seluruh anggota Tim B yang melihat pemandangan itu dari belakang (Carl, Ji-na, Xio-yan) mulut mereka ternganga luas, tidak bisa berkata apa-apa.
"Gila... itu benar-benar gadis buta tadi?!" bisik Carl gemetar. Wajahnya pucat pasi.
"Aku... aku kira dia cuma bisa strategi... ternyata fisiknya di atas kita semua?!"
"Itu aura apa tadi? Rasanya aku mau pipis di celana ketakutan," kata Ji-na dengan suara bergetar.
"Tapi keren... sungguh keren. Dia sendirian bisa bikin ratusan monster lari terbirit-birit..."
"Ckckck," Xio-yan menggeleng takjub. "Kita cuma tujuh orang. Tapi lihat itu! Fredrin, Floyen, Senior Wu-yuan, sama Lisa... mereka berempat aja udah kayak satu pasukan perang! Kita cuma tinggal nonton film action doang nih kayaknya!"
Mereka melihat bagaimana Lisa bergerak. Dingin, efisien, dan mematikan. Setiap kali pedangnya berkilau, pasti ada puluhan musuh yang tumbang. Aura iblisnya membuat moral musuh hancur total.
Wu-yuan yang biasanya dingin dan sinis, sekarang tersenyum lebar. Dia menatap Lisa dengan mata berbinar.
'Gila... sungguh gila!' batin Wu-yuan bersorak.
'Aku kira dia cuma tipe pendukung atau penyihir suci... Ternyata dia punya sisi iblis yang begitu murni dan kuat! Bahkan hewan buas pun tunduk padanya. Bahkan Naga Kuno Bai-Shen mau bekerja sama dengannya seolah setara.'
'Inilah orang yang dicari Uskup Agung? Bukan.... Dia adalah monster yang menyamar jadi manusia!'
"Bagus! Lanjutkan! Hancurkan semuanya!" teriak Wu-yuan bersemangat, lalu ikut menerjang masuk ke dalam pertempuran bersama Fredrin.
"WAHAY! SERBU!!" teriak Fredrin makin semangat melihat Lisa bertarung.
Di tengah hujan darah dan ledakan sihir, Tim B yang hanya beranggotakan tujuh orang ini berhasil memukul mundur hampir seluruh pasukan monster yang datang menyerang. Medan perang yang seharusnya menjadi kuburan bagi mereka, berubah menjadi panggung pembuktian kekuatan yang mengerikan!
Bersambung......