Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Farah
" Doakan saja yang terbaik untuk aku dan juga kedua adikku ya, aku hanya berharap kalau kami tidak akan mengalami trauma psikologi. Karena walaupun kami tampak diam sebenarnya kami merasa takut dengan pertengkaran, dan itulah yang membuatku sangat takut kalau adik-adikku memiliki trauma psikologi dan nantinya tidak ingin menikah. Kalian tahu sendiri bagaimana kisah kehidupan kami selama ini, dan itu sudah cukup menjadi pemicu utama."
" Kami paham dengan apa yang kau maksud Farah, dan kami selalu berharap kalian akan hidup bahagia."
...🐽🐽🐽...
Saat ini telepon Winda telah berdering, Iya pun langsung melihat siapakah sosok yang menelponnya. Dan ternyata sosok yang knalpotnya adalah sang kakak yaitu Vallen, Ia pun langsung membawa Galuh untuk pergi dari hadapan Abdullah. Karena ini adalah kesempatannya untuk pergi dari Abdullah, dan langsung membawa Galuh pulang.
" Ayo kita pergi Galuh!"
" Memangnya kita mau pergi ke mana Winda?"
" Kak Vallen sudah menjemput kita untuk pulang, jangan sampai dia menunggu kita terlalu lama nanti kita bisa ditinggal."
" Siapa itu Vallen?" katanya Abdullah.
" Kak Vallen Itu kakaknya Winda, dan dialah yang akan mengantar jemput kami selama kuliah." jelas Galuh
" Gimana kalau aku saja yang mengantar kalian pulang?"
" Nggak usah Abdul, lagian kak Valen juga udah menjemput. Kalau begitu kami pulang terlebih dahulu ya, sampai ketemu di lain kesempatan." ucapnya dan ia pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut bersama dengan Winda.
" Sayang banget Galuh sudah dijemput, padahal aku masih ingin ngobrol banyak sama dia." ucap Abdullah
" Sudahlah kau tidak usah memikirkan mengenai hal tersebut bos, jujur saja kami sangat terkejut ketika melihat kau berusaha mendekati gadis bernama Galuh itu."
" Memangnya apa yang salah jika aku berusaha mendekati Galuh?"
" Sebenarnya nggak ada yang salah sih, tapi kami sangat terkejut saja karena kau kan belum pernah seperti itu."
" Mulai sekarang kalian harus terbiasa, karena kemungkinan dalam waktu dekat lalu akan menjadi kakak ipar kalian." ucap Abdullah yang tentunya mengejutkan semua anggota gengnya karena mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Abdullah.
Mereka semua selama ini sudah mengenal Abdullah sebagai pribadi yang tidak pernah peduli dengan wanita, tetapi entah kenapa sekarang Abdullah begitu peduli dengan Galuh. Dan mereka meyakini setelah ini pasti akan ada perdebatan, tentunya antara Galuh dengan gadis yang telah dijodohkan dengan Abdullah. Mereka tahu kalau selama ini Abdullah tidak pernah memperdulikan wanita, jadi dia juga tampak tidak peduli dengan gadis yang telah dijodohkan dengannya. Tetapi kali ini tapi pembicaraannya sudah beda, karena Abdullah telah jatuh hati kepada Gadis buat nama Galuh.
Galuh dan juga Winda saat ini sudah sampai di depan, tentunya Vallen melihat interaksi dari benda yang tampak sangat cemas. Ia pun merasa heran dengan adiknya itu, dan ia pun menggenggam lengan adiknya yang tampak sedang gemetar.
" Apa yang terjadi Winda?"
" Tidak terjadi apa-apa Kak."
" Kau tidak usah berbohong pada Kakak, sekarang jelaskan apa yang baru saja terjadi!"
" Abdullah, Kak."
" Berandalan kampus mu itu, lalu dia ngapain kau?"
" Alhamdulillah dia tidak ada ngapa-ngapain kami, cuma Sepertinya dia tertarik dengan Galuh."
" Galuh kau ada di apa-apain sama Abdullah?" tanya Vallen yang langsung mengalihkan tatapannya ke arah Galuh.
" Aku nggak ada diapa-apain sama dia kok Kak, tadi kebetulan dia hanya datang dan sedikit berbincang saja."
" Dia tidak ada melakukan tindakan yang berbahaya kan?"
" Aku rasa sih tidak ada kak, tapi kenapa Kakak menyebut Abdullah sebagai berandalan kampus?"
" Kau adalah anak baru di kampus ini Galuh, Jadi wajar saja jika kau tidak mengenal siapa sebenarnya Abdullah. Satu hal yang harus kau ingat dalam kepalamu itu Galuh, kamu harus jauh-jauh dari Abdullah. Karena bisa saja dia mengakibatkan hal yang fatal pada mu, dan aku sangat tidak ingin kau harus berhenti sekolah." ucapan dan tentunya hal itu membuat Galuh menjadi bingung dengan apa yang akan dilakukan Abdullah kepadanya.
" Baiklah aku akan menuruti perkataan kak Valen, aku akan menjauhi Abdullah."
" Baiklah kalau begitu kita segera pulang saja ya, Sepertinya aku juga harus memperkuat penjagaan kepada kalian berdua agar Abdullah tidak berusaha mendekati kalian berdua."
Mereka pun segera naik ke dalam mobil, dan kemudian mobil itu segera pergi meninggalkan pekarangan kampus. Tentunya paling masih memikirkan bagaimana caranya agar Abdullah tidak berusaha mendekati Galuh dan juga Winda, jujur saja ia takut kalau akan terjadi sesuatu kepada Galuh dan Winda. Walaupun Galuh bukanlah adiknya, tetapi ia telah diberi tanggung jawab untuk menjaga Galuh.
...🐗🐗🐗...
Gabriella saat ini sedang bersama dengan temannya Utari, tentunya mereka sedang mempersiapkan konser mereka yang akan digelar dalam waktu dekat. Gabriella masih tidak menyangka kalau iya akan menggelar konser bersama dengan teman-temannya, ini adalah mimpinya selama ini. Dan akhirnya mimpinya menjadi kenyataan ketika ia sudah tidak berada di samping orang tuanya, walaupun dia sedikit sedih karena potensinya tidak akan bisa dilihat oleh keluarganya tetapi setidaknya ia bahagia karena bisa meraih mimpinya itu.
Gabriela akhirnya memutuskan untuk mengabari hal tersebut kepada Farah dan Galuh, karena walau bagaimanapun keduanya adalah saudara kembarnya. Dan dia ingin dimohon kesuksesannya itu akan dihadiri oleh farah dan juga Galuh, terutama Farah karena baginya Farah adalah segalanya. Selama ini ia tahu kalau Farah selalu saja menyimpan dukanya sendiri, karena Farah tidak ingin melihat Gabriel dan Galuh ikut bersedih.
Itulah hal utama yang membuat Gabriela begitu sangat menyayangi Farah, Farah bukan hanya sosok saudara kembar tetapi sosok kakak yang baik. Dan ia tahu kalau selama ini sebenarnya Farah sangat tersakiti, tetapi ia selalu berusaha menahan semuanya sendirian. Dan karena itu ia ingin membagikan kebahagiaannya itu, agar ia bisa melihat senyuman bahagia di raut wajah Farah dan ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupnya terutama dalam bidang karir.
" Assalamualaikum, kak Farah."
" Waalaikumsalam Gabriela."
" Kak ada yang ingin aku sampaikan sama kakak."
" Kau ingin menyampaikan apa?"
" Minggu depan aku ada konser."
" Maksudnya kau yang jadi pengisi konsernya?"
" Aku dan teman-teman aku akhirnya dapat kesempatan untuk ngadain konser tunggal."
" Ini beneran Gabriella?"
" Aku juga awalnya terkejut ketika mengetahuinya Kak."
" Kalau begitu beritahu tanggalnya sama Kakak dan kirim undangannya, Kakak akan usahain datang di konser perdana milikmu dan teman-temanmu."
" Kakak beneran mau datang di konser perdana aku dan teman-teman?"
" Tentu aja kakak harus datang di konser kalian dong Gabriella, ini adalah pencapaian besar yang berhasil kalian meraih bersama-sama."
" Makasih ya Kak karena udah mau repot-repot datang ke acara konser perdana aku."
" Kau tidak perlu berterima kasih Gabriella, Kau adalah adikku. Dan sebagai seorang kakak seharusnya aku memang harus hadir dalam acara mu ini."