NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

..

 tujuh tahun yang lalu aku punya wangi yang spesifik di ingatanku: wangi kertas perpustakaan yang lembap, bercampur dengan aroma manis bubble gum yang kuat. Di tahun itu, aku hanyalah seorang siswi SMP kelas satu semester dua yang hidup dalam kotak aturan. Mama membentukku menjadi gadis yang lembut, penuh etika, dan santun. Ayah memanjakanku dengan kelembutan yang membuatku merasa dunia ini selalu aman. Namun, mereka berdua lupa satu hal—mengajarkanku cara mengatur detak jantung yang menggila saat seorang laki-laki berdiri hanya berjarak satu meter di dekatku.

Dia adalah kakak kelasku, setingkat di atasku. Di sekolah, dia punya label yang kontras denganku. Aku adalah si siswi teladan yang menjadikan perpustakaan sebagai rumah kedua, sementara dia adalah 'berandalan' sekolah yang entah kenapa hobi sekali berada di tempat yang sama denganku.

Semuanya dimulai dari sebuah ketidaksengajaan yang klise namun mematikan. Di antara deretan rak buku perpustakaan yang sunyi, mataku bertemu dengan matanya. Hanya sepersekian detik, tapi dunia seolah menekan tombol pause. Di sana, di antara debu yang menari di bawah sinar matahari yang masuk lewat celah jendela, aku jatuh. Aku jatuh sedalam-dalamnya pada pesonanya

Selama dua tahun berikutnya, semesta seolah sedang bercanda. Ke mana pun aku melangkah, Yayan selalu ada. Jika aku di kantin, dia ada di meja seberang. Jika aku berjalan di koridor, dia ada di arah berlawanan. Dia selalu berada dalam radius satu meter. Tidak ada percakapan panjang, yang ada hanyalah ribuan eye contact yang sanggup membuat oksigen di sekitarku mendadak habis.

Dia sering mencoba memecah keheningan. "Lagi baca apa?" atau sekadar sapaan ringan. Tapi aku? Aku adalah versi manusia dari semen yang baru dicor. Wajahku kaku, ekspresiku datar, dan jawabanku selalu singkat seolah setiap kata yang keluar dari mulutku dipungut biaya mahal. Padahal di dalam dada, saraf-sarafku sedang mengadakan konser rock. Aku gugup setengah mati.

Suatu hari, setelah berbulan-bulan hanya saling tatap, aku mengumpulkan keberanian yang belum pernah kupunya. Saat kami berpapasan, aku menarik sudut bibirku—aku tersenyum padanya. Sebuah senyuman pertama.

Reaksinya? Dia membeku. Yayan bengong, menatapku tanpa berkedip, tanpa membalas sedikit pun. Saat itu, aku merasa dunia runtuh. Aku kecewa, mengira dia tidak tertarik. Namun bertahun-tahun kemudian aku baru sadar; dia bukan tidak mau membalas, dia hanya salting tingkat dewa. Seorang gadis yang tidak pernah berekspresi tiba-tiba memberikan senyum termanisnya, siapa yang tidak jantungan?

Kejadian paling konyol yang disaksikan satu gerbang sekolah adalah saat teman-temannya sengaja mendorong Yayan tepat di depanku. Tubuhnya terhuyung, bukunya terlempar ke arahku, dan dia jatuh berlutut di depanku demi menjaga keseimbangan. Teman-temannya bersorak "Cieee!" yang menggema di seluruh area sekolah.

Dengan gemetar, aku membantunya mengambil buku itu. Tangan kami nyaris bersentuhan, dan saat itulah aku menyadari sesuatu: parfumnya. Wangi bubble gum yang sangat manis, kontras dengan imej 'berandalan'-nya. Sejak hari itu, setiap kali aku mencium aroma permen karet, wajah Yayan-lah yang muncul di kepalaku.

Keesokan harinya, dia mencariku. "Ngapain buku gue ada di lo?" tanyanya dengan nada yang sok keren, padahal aku tahu dia hanya mencari alasan untuk bicara.

"Jatuh," jawabku singkat, lalu aku memberikan bukunya dan langsung kabur secepat kilat.

Sebelum aku benar-benar menghilang di balik belokan koridor, dia sempat memberikan aku permen karet kesukaannya. Itu adalah transaksi paling manis sekaligus paling canggung yang pernah ada.

Hingga sampailah pada puncaknya. Hari perpisahan SMP. Yayan sudah kelas tiga dan akan segera lulus. Itu adalah kesempatan terakhir kami.

Sore itu, suasana sekolah penuh haru dan tawa. Di tengah keramaian, Yayan berjalan menghampiriku. Dia tidak membiarkanku kabur kali ini. Dia meraih tanganku—memegangnya dengan erat. Rasanya seperti ada aliran listrik yang menyengat jantungku.

"Gue mau ngomong sesuatu," katanya serius.

Di saat itulah, seluruh sistem tubuhku mengalami error. Jantungku dipaksa bekerja ekstra keras, napasku tercekik, dan sialnya... aku malah kebelet. Tekanan di perut bawahku tidak bisa diajak kompromi. Rasa gugup yang luar biasa ternyata punya cara aneh untuk mengekspresikan diri.

Aku mengangguk kaku, tapi pipiku sudah merah padam. Saat dia menarik napas seolah hendak menyatakan sesuatu yang penting, sesuatu yang mungkin akan mengubah status "perang mata" kami menjadi sesuatu yang lebih... aku justru mengeluarkan kalimat yang menghancurkan suasana romantis manapun di dunia ini.

"Aku... aku kebelet pipis!" seruku setengah panik.

Yayan melongo. Pegangan tangannya terlepas karena syok. Tanpa menunggu reaksinya lebih lama, aku langsung balik kanan dan lari sekencang mungkin menuju toilet, meninggalkan laki-laki impianku yang berdiri mematung di tengah lapangan.

Plakk!

Sebuah tamparan lebih tepatnya keplakan sayang mendarat di kepalaku. Itu Windi, sahabatku yang sejak tadi mengintip di balik pohon.

"Bodoh! Kamu benar-benar bodoh!" teriaknya gemas.

Aku hanya bisa terdiam di depan pintu toilet, menyesali sistem tubuhku yang tidak tahu tempat. Dan benar saja, itu adalah momen terakhir aku bertemu dengannya. Dia pergi, membawa rahasia yang ingin dia ucapkan, sementara aku tertinggal dengan kenangan wangi bubble gum dan rasa malu yang abadi.

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!